Investor Infrastruktur Hijau Butuh US$ 6,9 Triliun
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan dibutuhkan investasi global sebesar US$ 6,9 triliun per tahun untuk membangun infrastruktur guna mencapai target kesepakatan Paris pada 2030. Dalam kesepakatan Paris indonesia berkomitmen mengurangi emisi karbon hingga 29% dengan upaya sendiri pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional. Investasi infrastruktur pun perlu diprioritaskan menuju perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Febrio menegaskan bahwa infrastruktur yang berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan kualitas lingkungan dalam jangka menengah dan panjang. "Sementara secara langsung menambah permintaan agrerat, infrastruktur memfasilitasi kegiatan ramah lingkungan yang lebih besar. Meningkatkan produksi dan konsumsi," papar Febrio. (Yetede)
Tags :
#Financial TechnologyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023