;
Tags

Obligasi

( 223 )

BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

KT1 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

KT1 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

KT1 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

KT1 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

Imbal Hasil Tebal, Surat Utang Peserta Tax Amnesty

HR1 30 Mar 2022 Kontan

Sepanjang Maret 2022, pemerintah gencar merilis surat utang negara (SBN) melalui private placement. Hingga Selasa (29/3), total nilai penerbitan SBN lewat private placement mencapai Rp 7,5 triliun dan US$ 650.000. Selain untuk pembiayaan anggaran, penerbitan surat utang baik di pasar dalam negeri maupun pasar global secara private placement untuk menampung duit para peserta program pengampunan pajak atau tax ammnesty II serta penjualan ke Bank Indonesia (BI) sesuai skema burden sharing. Hal ini sesuai surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI. Khusus peserta tax amnesty II, penerbitan SBN khusus sudah dilakukan tiga seri SBN. Pertama, seri FR0094 sebesar Rp 46,35 miliar dengan imbal hasil (yield) 5,6% dan tenor enam tahun. Kedua, seri USDFR0003 sebesar US$ 650.000 dengan yield 3% untuk tenor 10 tahun. Ketiga, seri PBS035 yang akan settlement pada hari ini, Rabu (30/3) dengan yield 6,75% dan tenor 20 tahun. Sementara surat utang khusus untuk BI, terakhir pemerintah menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) seri PBS-003 sebesar Rp 4,01 triliun. Besaran yield yang ditetapkan pemerintah sebesar 6,75% untuk tenor 25 tahun.


BSD Akan Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

KT3 12 Mar 2022 Kompas

Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk berencana menerbitkan obligasi dan sukuk bernilai total Rp 1 triliun pada triwulan I-2022. Obligasi ini bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Bumi Serpong Damai dengan nilai total Rp 2,2 triliun. Obligasi yang akan diterbitkan merupakan bagian dari tahap pertama tahun 2022, senilai Rp 800 miliar. Demikian disampaikan pada keterangan resmi, Jumat (11/3). (Yoga)

Obligasi Rp 4,3 Triliun Jatuh Tempo Maret

HR1 08 Mar 2022 Kontan

Sejumlah obligasi emiten akan jatuh tempo di bulan Maret 2022 ini. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), obligasi yang jatuh tempo pada bulan ini mencapai Rp 4,3 triliun dari sembilan emiten. Emiten-emiten tersebut sudah menyiapkan dana untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut. Salah satunya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Perusahaan ini akan melunasi obligasi tahun 2017 senilai Rp 1 miliar yang jatuh tempo pada 30 Maret 2022.


Kinerja Indeks Saham dan Obligasi Makin Terpacu

KT3 24 Feb 2022 Kompas

IHSG BEI diperkirakan menyentuh level 7.400 pada akhir 2022, bertumbuh 12 % dari awal tahun ini pada level 6.600. Kondisi perekonomian yang terus membaik menjadi faktor penopang laju IHSG tahun ini, ujar Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer di acara ”Capital Market: Equity and Fixed Income Outlook 2022”, Rabu (23/2). Joezer menjelaskan, sektor yang diproyeksikan bertumbuh, adalah sektor keuangan dan konsumsi. Kondisi likuiditas yang berlimpah dan permintaan pembiayaan yang meningkat akan mendongkrak kinerja emiten sektor finansial. Pulihnya permintaan masyarakat juga mendorong kinerja emiten di sektor konsumsi.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan, ada beberapa perkembangan positif di pasar obligasi setelah pandemi. Pertama, porsi asing dalam kepemilikan obligasi berkurang, dari di atas 40 % sebelum pandemic menjadi di bawah 20 % saat ini, yang membuat dampak pelarian modal berkurang. Investor asing yang masih berinvestasi di obligasi lebih bersifat investor jangka panjang. Indikasinya, porsi bank sentral asing meningkat dari 17 % menjadi 26 %. Kedua, dukungan investor domestik terus meningkat, baik dari institusi maupun dari investor ritel, yang salah satunya dipicu penurunan pajak bunga obligasi. (Yoga)


Bunga Rendah, Obligasi Jadi Pilihan

HR1 21 Feb 2022 Kontan

Surat utang masih menjadi salah satu sumber pendanaan favorit para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak awal tahun 2022 sampai dengan Jumat (18/2), BEI sudah mencatatkan tujuh emisi surat utang dengan total nilai Rp 5,11 triliun. Jumlah ini memang lebih kecil dibanding dengan penerbitan surat utang di periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan Statistik Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, di 2021 lalu, per 19 Februari, emisi penerbitan obligasi dan sukuk korporasi mencapai Rp 8,11 triliun.

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf menilai, ramainya penerbitan obligasi dan sukuk di awal 2022 ini juga terkait ekspektasi kenaikan suku bunga. Banyak emiten menerbitkan surat utang memanfaatkan suku bunga yang masih rendah. Cuma, nilai penerbitan kecil. Sebab, emiten mengantisipasi peningkatan biaya dana alias cost of fund seiring potensi kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. "Emiten yakin suku bunga dapat naik, jadi mereka dapat menghemat cost of fund yang sangat berarti bagi bottom line" terang Dimas, Minggu (20/2).



Minat Tinggi Emisi Obligasi

HR1 11 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Penerbitan surat utang korporasi diramal belum surut tahun ini. Alasannya, kebutuhan pendanaan perusahaan bakal meningkat seiring dengan ekspansi bisnis maupun untuk menambal utang sebelumnya. Apalagi, biaya dana obligasi tak kalah menarik ketimbang sumber pendanaan lainnya seperti kredit korporasi. Demikian pula dengan potensi kenaikan suku bunga acuan pada kuartal II/2022 yang membuat sejumlah korporasi memilih menerbitkan obligasi jauh-jauh hari. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan surat utang pada tahun ini berada di kisaran Rp102,4 triliun hingga Rp151,2 triliun. Hingga akhir Januari 2022 saja, Pefindo telah mendapat mandat atas penerbitan obligasi korporasi senilai Rp49,09 triliun.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih mengatakan kenaikan emisi obligasi pada tahun ini akan ditopang oleh kebutuhan refinancing korporasi. Sebab, jumlah obligasi korporasi jatuh tempo pada 2022 mencapai Rp157 triliun, termasuk Rp11,47 triliun pada Februari 2022. Alasan lainnya, kata Niken, lantaran ekspektasi pemulihan ekonomi tahun ini yang mengerek minat korporasi untuk menerbitkan surat utang.