Pertanian
( 500 )TaniFund, P2P Lending Agrigultur Pertama yang Peroleh Izin OJK
TaniFund yang merupakan platform peer to peer (P2P) lending di Indonesia telah memasuki babak baru setelah resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara financial technology (fintech) P2P lending sektor agrikultur. Sebagai P2P lending agrikultur pertama di Inodnesia yang berizin OJK, TaniFund semakin memperkuat komitmen dan strateginya dalam menyediakan akses permodalan bagi petani dan UMKM di seluruh Indonesia.
Chief Strategy Officer TaniHub Group, Natalia Rialucky menjelaskan, keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP64/D.05/2021 yang diterbitkan pada dua Agustus 2021. Natalia menegaskan, TaniFund sebagai unit P2P lending dibawah startup agritech TaniHub Group meyakini bahwa lisensi OJK yang diraih dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan para pendana (lender) dan peminjam (borrower), dengan mengantongi izin usaha dari OJK.
Lisensi OJK semakin memantapkan TaniFund untuk dapat menyalurkan pendanaan sebesar Rp700 milliar beberapa tahun kedepan. "Harapan kami adalah ingin lebih luas lagi menciptakan dampak sosial dengan memberikan akses inklusi keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM lokal". Sejak didirikan tahun 2017, TaniFund telah menyalurkan dari masyarakat sebesar Rp 324 milliar kepada lebih dari 4.000 borrower, seiring dengan pertumbuhan kepercayaan masyarakat kepada TaniFund. Hingga kini total lender telah mencapai lebih dari 10 ribu yang terdiri dari individu maupun institusi. Proyek kedua adalah Capacity Building on Vessel Inovation to Combat Marine Debris yang disusun oleh Pusat Riset Kelautan BRSDM dan telah disahkan sebagai salah satu outcome APEC Project Session 2 tahun 2021.
Kedua proyek usulan Indonesia tersebut mendapat sorotan khusus oleh delegasi AS. Negeri Paman Sam itu menjadi lead economy dalam penyusunan APEC Roadmap. Indonesia saat ini sedang mengembangkan teknologi dan inovasi baru seperti prototipe pengelolaan sampah plastik, jaring penangkap sampah, perahu bertenaga surya, mesin sortasi, mesin pemotong serta kapal yang membawa sampah laut, dan pengumpul. "Indonesia juga sedang mengembangkan pendekatan untuk mengubah sampah plastik menjadi sumber energi alternatif," ujar Antam. ((YTD)
250 Ton Kacang Hijau Asal Gresik Ekspor ke Filipina
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina. Hingga bulan ini, sudah enam kali ekspor kacang hijau dari petani Gresik untuk memenuhi kebutuhan warga di Filipina.
Puluhan kontainer kacang hijau yang akan berangkat menuju Filipina di gudang milik PT Agrotani Sukses Sejahtera. Orang nomor satu di Gresik ini berharap ke depan tidak hanya kacang hijau, tetapi komoditi pertanian lain bisa mengikuti. Sektor pertanian lainnya ke depan harus terus digenjot.
Hari ini melepas kacang hijau yang diekspor ke Filipina. Hari ini 250 ton dari total 1.000 ton yang akan dikirim. Dunia pertanian harus kita support. Di tengah pandemi kita masih mampu mengekspor dengan 25 kontainer.
Porang dan Edamame Jadi Andalan
Presiden Joko Widodo menyebutkan, pertanian menjadi sektor yang cukup menjanjikan di tengah pandemi virus corona. Oleh karenanya, la Ingin sektor tani di TanahAir terus ditingkatkan, baik dalam negeri maupun ekspor keluar.
Jokowi mengatakan, pada kuartal ke-1 tahun 2021 sektor pertanian mampu tumbuh positif di angka 2,95 persen. Pada kuartal ke-2 pertumbuhannya masih juga positif sebesar 0,38 persen. Sementara, nilai ekspor pertanian RI pada semester pertama tahun 2021 (Januari-Juni) mencapai Rp 282 trillun atau 1,95 miltar dolar AS. Angka ini naik 14,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp 247 trillun atau USD 1,71 millar.
Menurut Jokowi, Indonesia masih punya banyak potensi komoditas ekspor yang dapat dikembangkan, seperti tanaman porang, sarang burung walet, hingga edamame. "Minggu kemarin saya melihat yang namanya porang, ini bisa menjadi komunitas baru yang memberikan nilai tambah bagi para petani," ujar Jokowi. "Juga ada komoditas lain seperti sarang burung walet, edamame, dan berbagai produk hortikultura lainnya," tuturnya.
Menko Airlangga: Kebijakan Mandatori B30 Terbukti Untungkan Petani Sawit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku kebijakan mandatory biodiesel melalui campuran 30 persen atau (B30) sudah memperlihatkan manfaatnya untuk petani. Airlangga menuturkan, kebijakan ini membuat Indonesia justru tidak bergantung pada negara lain untuk menjual CPO. Di saat yang sama, kebijakan B30 justru membuat konsumsi sawit di dalam negeri meningkat. Hal ini berdampak pada keuntungan petani sawit.
Berdasarkan laporan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), petani mendapatkan harga tinggi untuk tandan buah sawit (TBS) mereka. Hal ini akibat kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Januari 2021 kemarin. Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) saat itu menyetujui usulan alokasi anggaran BPDPKS tahun 2021. Yakni, pemenuhan target peremajaan sawit rakyat seluas 180 hektare dengan alokasi anggaran Rp 5.567 triliun.
Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Manurung mengaku, dalam sejarahnya Republik Indonesia berdiri, baru tahun ini petani menikmati manisnya harga TBS sawit. Ia menyebut dari 22 provinsi dan 136 kabupaten, harga TBS menunjukkan tren positif. Biasanya harga TBS di bawah Rp 1.000/kg di sejumlah provinsi. Namun, tahun ini rerata harga TBS berada di atas Rp 1.000/kg, Misalnya, di Provinsi Banten, harga TBS sempat menembus Rp 1.800/kg. Di Kalimantan Selatan, harga TBS juga menyentuh angka Rp 2.100/kg berdasarkan penetapan provinsi. Sementara di Kalimantan Barat, penetapan harga TBS provinsi mencapai Rp 2.542/kg. Harga tinggi TBS juga ditunjukkan di Provinsi Jambi yang menyentuh angka Rp 2.620/kg pada periode 13-19 Agustus kemarin. Bahkan, di Riau dan Sumatra Utara, harga TBS mencapai masing-masing Rp 2.730 dan Rp 2.769 per kilogram.
Mengenal Porang, Umbi Kualitas Impor yang Tarik Minat Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang dan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.
Selain bermanfaat untuk kesehatan, porang juga bisa diolah menjadi produk lain yang menghasilkan nilai tambah (value added) secara ekonomi.
Berdasarkan data otomasi Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, volume ekspor porang pada semester I 2020 lalu mencapai 14,8 ribu ton.
Angkanya naik 9.000 ton atau 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor porang antara lain China, Vietnam dan Thailand.
Kementerian Pertanian menyatakan peningkatan ekspor ini menjadi salah satu yang penyumbang kenaikan ekspor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian naik 9,6 persen pada Januari hingga Juni 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.
60 Ribu Ton Hasil Pertanian Diekspor
Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA bersama Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto dan jajaran Forkompimda Kalsel melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp. 868,82 miliar di Pelabuhan Laut Trisakti Banjarmasin. Kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal Kalsel ini merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Ekspor yang digelar serentak oleh Kementerian Pertanian RI di 17 pintu merdeka ekspor di seluruh Indonesia dan dilepas secara daring oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Bogor.
Menurut Pj Gubernur Kalsel, yang turut hadir melepas ekspor komoditas pertanian tersebut, satu di antara indikator keberhasilan pembangunan pertanian adalah dengan meningkatnya nilai ekspor komoditas pertanian. Hingga akhir Juli 2021, Kinerja ekspor komoditas pertanian asal Kalsel meningkat sebesar 106,22 persen dengan nilai mencapai Rp 4.97 triliun dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya senilai Rp 2,41 triliun.
Sementara, secara teknis Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto, Minggu (15/8) mengatakan, komoditas pertanian yang diekspor pada kegiatan merdeka ekspor kali ini terdiri dari Karet Lempengan, Daun Gelinggang, RBD Palm Olein, CPO, Palm Kernel Expeller dan Kayu Olahan (Plywood) dengan 9 negara tujuan ekspor. Komoditas pertanian ini terdiri dari enam ragam jenis dengan total volume lebih dari 60 ribu ton dan 1.922 meter kubik menuju ke sembilan negara tujuan seperti India, Cina, Rusia, Vietnam, Korea Selatan, Brasil, Thailand, Philipina dan USA. Keberhasilan ekspor komoditas pertanian dapat menjadi bukti, produk pertanian Indonesia khususnya Kalimantan Selatan selalu hadir dan dibutuhkan hingga ke pasar dunia.
Merdeka Ekspor, Produk Pertanian Jadi Andalan
Provinsi Sumatra Selatan berkontribusi terhadap program Merdeka Ekspor dengan melepas ekspor hasil pertanian ke 11 negara tujuan. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan komoditas yang diekspor adalah produk pertanian senilai Rp138 miliar melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sabtu (14/8). “Yang diekspor karet, kelapa dan CPO. Petani di Sumsel tetap bisa produktif selama pandemi, dalam waktu seminggu saja bisa kita bisa ekspor sebanyak Rp138 miliar,” katanya. Deru meminta kepada semua pihak, termasuk petani, untuk terus semangat dan menjadikan ekspor tersebut sebagai acuan untuk mengembangkan komoditas pertanian. Oleh karena itu, menurutnya, program Merdeka Ekspor yang digalakkan pemerintah pusat tersebut dinilai tepat untuk menjaga semangat petani di tengah pandemi. “Kalau bisa ini tidak hanya setahun sekali, agar ada semangat yang tumbuh di kalangan petani, bahwa mereka mendapat perhatian dari semua pihak,” katanya.
Dalam perkembangan lain, Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang mencatat Sumbar turut mengekspor sejumlah komoditas produk pertanian unggulan daerah ke sejumlah negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika senilai Rp383,8 miliar.“Ini adalah bukti bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap bisa bertahan dan mendukung perekonomian daerah di tengah pandemi,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat melepas ekspor produk pertanian secara virtual, Sabtu (14/8). Produk pertanian yang diekspor diantaranya kayu manis, sawit, karet, pinang, pala, gambir, biji kopi, petai cina, kecombrang, jengkol dan beberapa produk lain yang memiliki pasar cukup luas di beberapa negara.
(Oleh - HR1)Plt Gubernur Bersyukur,Ekspor Pertanian Sulsel Meningkat
Tingginya ekspor menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis oleh BPS Sulsel pada 5 Agustus 2021, mencatat ekonomi Sulsel pada triwulan II tahun 2021 tumbuh dengan angka 7,66 persen (y-on-y).
Total nilai ekspor Sulsel selama semester l atau periode bulan Januari hingga Juni tahun 2021 sebesar US$ 614 juta. Dibandingkan tahun 2020 pada semester 1, maka nilai ekspor semester 1 tahun 2021 naik 13,28 persen. Untuk Januari-Juni 2020 total ekspor senilai US$ 542,03 juta.
Sebagian besar Ekspor Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia. Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian. Menurutnya, ekspor pertanian memberikan dampak positif bagi para petani, salah satunya dalam meningkatkan kesejahteraan.
Terbaru, pada 14 Agustus 2021 Sulsel kembali melakukan ekspor dalam kegiatan Ekspor Merdeka yang dilepas oleh Presiden RI , Jokowi. Sulsel melepas ekspor komoditi unggulan pertanian senilai Rp98 Miliar ke 6 negara.
Manisnya Panen Semangka di Masa Pandemi
Senyum Tarmuji mengembang, Petani asal Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang itu merasakan manisnya panen buah semangka yang ditanamnya musim kemarau ini dan tumbuh subur di masa pandemi Covid-19. Semangka golden menjadi pilihan Tarmuji untuk lahan miliknya seluas kurang lebih 7.000 m2. Semangka itu merupakan jenis semangka dengan kulit warna kuning cerah dan bertekstur goretan serta daging buahnya dikenal renyah dan manis. Hampir dua bulan Tarmuji merawat semangka ini, mulai dari penanaman bibit. Usahanya berbuah manis. Dihargai Rp 40 juta oleh tengkulak. Hasilnya bagus. Buahnya besar dan sangat manis.
Untuk modal awal, Tarmuji menyebutkan, tak lebih dari Rp 4 juta, dari awal musim tanam hingga masa panen. Modal itu untuk membeli bibit, pupuk dan obat-obatan. Selain Tarmuji, rekannya. Radi menikmati hal sama. Hanya saja, Radi lebih memilih menanam semangka 'Inul' yang bentuknya agak lonjong dengan daging warna kuning Entah darimana istilah Inul yang disematkan itu. Semangka Inul ditanam di atas lahan setengah hektare. Musim ini meraup keuntungan besar. Radi mengantongi Rp 17 juta dari dua lahan miliknya. Radi bersyukur dengan hasil panen tahun ini.
Ekspor Produk Pertanian RI Rp 282,86 Triliun, Jokowi Merasa Bangga
Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan Merdeka Ekspor yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada 17 pintu di 17 Provinsi Indonesia. Jokowi kegiatan tersebut penting, sebab sektor pertanian adalah sektor tangguh dan punya potensi besar mendukung pertumbuhan ekonomi.
Jokowi mengatakan ekspor pertanian pada semester pertama tahun 2021, yakni dari Januari sampai Juli juga cukup membanggakan, yaitu mencapai Rp 282,86 triliun atau naik 14.05% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya Rp 202,05 triliun.
Peningkatan ekspor pertanian dinilai cukup memuaskan karena sejauh ini mampu berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan. Hal ini bisa dilihat dari angka Nilai Tukar Petani (NTP) nasional yang mencapai 99,60% pada Juni 2020 dan secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 sebesar 103. 25% serta Juni 2021 mencapai 103,59%.
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021









