Manisnya Panen Semangka di Masa Pandemi
Senyum Tarmuji mengembang, Petani asal Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang itu merasakan manisnya panen buah semangka yang ditanamnya musim kemarau ini dan tumbuh subur di masa pandemi Covid-19. Semangka golden menjadi pilihan Tarmuji untuk lahan miliknya seluas kurang lebih 7.000 m2. Semangka itu merupakan jenis semangka dengan kulit warna kuning cerah dan bertekstur goretan serta daging buahnya dikenal renyah dan manis. Hampir dua bulan Tarmuji merawat semangka ini, mulai dari penanaman bibit. Usahanya berbuah manis. Dihargai Rp 40 juta oleh tengkulak. Hasilnya bagus. Buahnya besar dan sangat manis.
Untuk modal awal, Tarmuji menyebutkan, tak lebih dari Rp 4 juta, dari awal musim tanam hingga masa panen. Modal itu untuk membeli bibit, pupuk dan obat-obatan. Selain Tarmuji, rekannya. Radi menikmati hal sama. Hanya saja, Radi lebih memilih menanam semangka 'Inul' yang bentuknya agak lonjong dengan daging warna kuning Entah darimana istilah Inul yang disematkan itu. Semangka Inul ditanam di atas lahan setengah hektare. Musim ini meraup keuntungan besar. Radi mengantongi Rp 17 juta dari dua lahan miliknya. Radi bersyukur dengan hasil panen tahun ini.
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023