Ekspor
( 1052 )Mendorong Ekspor Otomotif
Industri otomotif nasional diharapkan mampu meraup pangsa pasar global lebih besar dan menjadi penyumbang devisa penting bagi negara. Presiden Jokowi pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Jakarta, Kamis (16/2) mendorong dilakukannya ekspor lebih besar oleh industri otomotif nasional yang beberapa tahun terakhir berkinerja impresif dan memiliki prospek cerah pada 2023 meski ekonomi global dalam bayang-bayang resesi. Indonesia mungkin belum menjadi pemain menonjol di dunia, tetapi perkembangan industri otomotif Indonesia beberapa tahun terakhir dinilai pengamat mulai mengusik dominasi tak terbantahkan Thailand sebagai manufacturing hub otomotif yang kompetitif di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan; China, India. Keunggulan Thailand adalah biaya produksi lebih rendah, infrastruktur yang baik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung.
Industri otomotif kita mulai unjuk gigi pada 2014, terutama karena didukung kekuatan daya serap di pasar domestik. Dengan meningkatnya produksi, skala ekonomi bisa dicapai sehingga cukup kompetitif saat memasuki pasar ekspor. Status Indonesia berubah menjadi eksportir neto kendaraan pada 2013 dengan ekspor terus meningkat, mencapai 600.000 unit saat ini, dan volume produksi kian mengejar Thailand. Ekspor otomotif Indonesia juga merambah puluhan negara. Untuk lebih merebut pangsa pasar ekspor perlu dukungan insentif, kebijakan fiskal, perbaikan infrastruktur, dan kemudahan investasi agar biaya produksi kian bisa ditekan dan harga jual ekspor lebih kompetitif lagi. (Yoga)
EKSPOR, Desa yang Menjaga Devisa
Sementara banyak eksportir besar menyimpan devisa di negara lain, pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sejumlah desa berupaya menjaga pundi-pundi devisa Indonesia. Melalui bulu mata palsu, kopi, kakao, lada, dan tenun, mereka turut menyumbang remah devisa di saat cadangan devisa yang tergerus dan kinerja ekspor yang menurun. Siapa sangka produk bulu mata UKM di sejumlah desa di Kabupaten Purworejo, Jateng, telah merambah 16 negara, di antaranya AS, Kanada, Turki, Zimbabwe, Nigeria, Belanda, Jepang, India, Meksiko, dan Perancis. Pada 8 Februari 2023, kabupaten tersebut telah memiliki desa devisa yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ”kendaraan” pelaksana misi khusus (special mission vehicle) Kemenkeu. Melalui Program Desa Devisa, 80 pelaku UKM bulu mata palsu di Desa Popongan, Semawung, Clapar, dan Pekutan itu mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta menjaga dan membidik pasar ekspor.
Di Kabupaten Lampung Timur, lada hitam turut menyumbang devisa. Lada hitam produksi petani di enam desa telah masuk India, Kenya, Australia, dan Jerman. Sentra desa lada hitam itu juga telah menjadi desa devisa. Desa Devisa merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi komoditas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. LPEI atau Indonesia Eximbank menginisiasi Program Desa Devisa itu sejak 2019. LPEI menargetkan pengembangan 5.000 desa devisa hingga 2024. Hingga Desember 2022, LPEI telah melahirkan 178 desa devisa. Desa-desa devisa yang tersebar di sejumlah daerah ini terdiri dari berbagai kluster, antara lain, kopi, kakao, furnitur, udang, lada, dekorasi rumah, dan tenun. Melalui Program Desa Devisa itu, UKM dan petani Indonesia bisa naik kelas sebagai eksportir. Program tersebut dapat membuat aliran devisa Indonesia tetap terjaga. (Yoga)
TANCAP GAS EKSPOR OTOMOTIF
Deru ekspor otomotif pada tahun ini bakal kian melengking setelah kemampuan produksi mobil di dalam negeri mulai melaju di jalur pemulihan. Jumlah pengapalan mobil ke luar negeri juga berpotensi meningkat dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu, seiring dengan perluasan pasar tujuan ekspor baru seperti ke Afrika dan Timur Tengah. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat produksi kendaraan sepanjang 2022 telah mencapai 1,3 juta unit atau melebihi produksi pada 2019 atau periode prapandemi Covid-19 yang hanya 1,28 juta unit. Pada tahun lalu, pabrikan otomotif mampu menjual hingga 1,04 juta unit mobil di pasar domestik atau meningkat 18,1% dibandingkan dengan penjualan pada 2021. Adapun, realisasi untuk pasar ekspor bahkan di atas 400.000 unit. Pada tahun ini, ada keinginan dari kalangan pemegang merek otomotif yang memiliki basis produksi di Indonesia meningkatkan volume ekspor kendaraan lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Setidak-tidaknya, ada peningkatan konsisten sekitar 50% secara tahunan. Secara terperinci, Gaikindo merilis volume ekspor mobil utuh sepanjang 2022 sudah meningkat hingga 60,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 473.602 unit. Jumlah unit mobil utuh yang dikapalkan pada tahun lalu ternyata jauh melebihi volume ekspor mobil pada 2019 yang hanya 332.002 unit. Namun, Presiden melihat pencapaian itu belum maksimal karena masih kalah jauh dibandingkan dengan Thailand yang pada tahun lalu mampu memproduksi 1,88 juta unit kendaraan dengan mayoritas untuk pasar ekspor.
ALARM KINERJA DAGANG
Laju lokomotif penarik kinerja neraca dagang nasional kini tidak lagi dalam posisi kecepatan tinggi. Memasuki September 2022, surplus neraca dagang memasuki tren penurunan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan lalu US$4,99 miliar atau lebih rendah dari Agustus 2022 yang mencapai US$5,76 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa tren penurunan surplus dipicu nilai ekspor Indonesia pada September 2022 yang hanya US$24,8 miliar atau turun 10,99% daripada ekspor bulan sebelumnya. Bila disandingkan secara tahunan (year on year/YoY), nilai ekspor pada September 2022 tetap naik 20%. Namun, pencapaian ekspor itu merupakan pertumbuhan paling lambat dalam 19 bulan terakhir akibat moderasi harga komoditas ekspor utama, khususnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Komoditas bijih besi yang juga menjadi tulang punggung ekspor harganya turun 19,85% dari US$124,5 per dmtu menjadi US$99,8 per dmtu. Setianto menyampaikan bahwa ada beberapa komoditas lain yang mengalami peningkatan harga secara signifikan yaitu nikel dan batu bara kendati belum mampu memperbaiki kinerja ekspor September 2022.
Selain itu, terdapat peluang kinerja ekspor Indonesia, terutama nonmigas melanjutkan peluang pelemahan pada bulan-bulan berikutnya. Sejauh ini, kinerja tiga komoditas ekspor unggulan Indonesia yakni batu bara, minyak kelapa sawit serta besi dan baja yang kompak melemah pada September 2022. Adapun untuk komoditas besi dan baja mencatatkan penurunan nilai ekspor menjadi US$2,1 miliar pada bulan lalu, dari US$2,3 miliar pada Agustus 2022. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa kini data ekspor impor tak secermerlang pada tahun lalu. Menurutnya, risiko penurunan kinerja itu harus menjadi perhatian, apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak pasti.
ASEAN Pasar Prospektif RI
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN jadi pasar ekspor terbesar kedua Indonesia setelah China. Di tengah perlambatan ekonomi global tahun ini, RI dapat mendorong ekspor ke ASEAN yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan masih relatif baik. Berdasarkan data BPS, Rabu (15/2) ekspor nonmigas Indonesia ke ASEAN pada Januari 2023 mencapai 3,3 miliar USD atau Rp 50,05 triliun (kurs Jisdor Rp 15.168 per USD). Komoditas utama ekspor RI ke ASEAN adalah bahan bakar mineral serta kendaraan dan bagiannya. Di kawasan itu, pangsa ekspor terbesar RI adalah Filipina dan Malaysia, masing-masing 1,03 miliar USD dan 926,6 juta USD, disusul Singapura dengan 807,3 juta USD.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah mengatakan, ASEAN berkontribusi 18,86 % terhadap total ekspor nonmigas RI pada Januari 2023 yang mencapai 20,23 miliar USD. ASEAN jadi pasar ekspor terbesar kedua setelah China yang berkontribusi 25,22 %. ”Hal ini jadi peluang positif bagi ekspor RI di tengah keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023,” ujarnya dalam konferensi pers secara hibrida di Jakarta. Sepanjang 2018-2022, surplus neraca perdagangan nonmigas RI terhadap ASEAN terus meningkat. Pada 2018, surplus tercatat 3,92 miliar USD. Surplus membesar hingga 20,42 miliar USD pada 2022. Adapun pada Januari 2023, neraca perdagangan RI atas ASEAN surplus 1,42 miliar USD. (Yoga)
PERDAGANGAN DAERAH : Ekspor Jatim Mulai Melempem
Kinerja ekspor Jawa Timur (Jatim) pada Januari 2023 mulai melemah menyusul turunnya permintaan negara mitra dagang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan ekspor wilayah ini pada Januari 2023 terealisasi sebesar US$1,63 miliar atau mengalami penurunan 12,08% dibandingkan dengan Desember 2022 atau secara bulanan (month-to-month/MtM). Jika ditengok secara tahunan (year-on-year/YoY), kinerja ekspor Jatim pada Januari 2023 turun 8,38%. Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, ekspor Jatim pada Desember 2022 mampu mencapai US$1,85 miliar, dan juga pada Januari 2022 mampu mencapai US$1,78 miliar. “Selama Januari 2023, seluruh sektor juga mengalami penurunan permintaan pasar luar negeri, baik secara YoY maupun MtM,” ujarnya, Rabu (15/2).
Sektor industri pengolahan dan pertambangan mencatatkan realisasi ekspor masing masing US$1,57 miliar dan US$2,87 juta. Performa ini, turun masing-masing 7,76% YoY dan 66,87% YoY. “Hanya sektor migas yang tumbuh 92,45% YoY, tetapi turun 25,5% secara MtM,” katanya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto memproyeksi kinerja ekspor Jatim pada tahun ini akan turun 2% akibat situasi global dan dampak dari resesi sejumlah negara.
EKSPOR PRODUK PANGAN : Persoalan Sanitasi Ganjal Pelaku IKM
Persoalan sanitasi menjadi ganjalan yang membuat pelaku industri kecil dan menengah atau IKM sektor pangan kesulitan memasarkan produknya ke luar negeri. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengatakan, saat ini masih banyak IKM pangan yang belum memenuhi persyaratan standar sanitasi fasilitas produksi di seluruh kegiatan rantai produksi pangan. Persyaratan tersebut merupakan bagian dari Standar Internasional untuk Sistem Keamanan Pangan yang meliputi Good Manufacturing Practices (GMP), Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang merupakan Standar Internasional untuk sistem keamanan pangan. IKM pangan yang meliputi produsen makanan dan minuman sendiri memiliki porsi paling besar pada jumlah sektor IKM secara keseluruhan, yaitu 1,68 juta unit usaha atau 38,72% dari total unit usaha IKM di Indonesia.
Lokal Tak Siap, Larangan Ekspor Mineral Diotak Atik
Di tengah gembar-gembor proyek hilirisasi tambang, muncul kabar: pemerintah akan melonggarkan larangan ekspor mineral mentah yang seharusnya mulai berlaku pada Juni tahun 2023 ini.
Informasi yang dihimpun KONTAN menyebutkan, Kementerian ESDM memanggil beberapa petinggi perusahaan mineral. Pemerintah ingin mendengar progres proyek smelter masing-masing perusahaan.
Penelusuran KONTAN menyebut mayoritas pengusaha mineral juga tak keberatan jika ada tambahan pengenaan bea keluar tambahan ketimbang ekspor distop. Larangan ekspor 100% akan membuat mereka kesulitan melanjutkan proyek smelter. Selama ini, para penambang memang membayar bea keluar mineral, sesuai progres smelter sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.010.2017 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar.
Hanya, saat dikonfirmasi ihwal relaksasi, Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan pemerintah tetap menjalani kebijakan larangan ekspor mineral mentah tahun ini. "Sejak 2018 diberikan waktu sampai 2023. Jika tak bisa penuhi (membangun smelter), tak boleh ekspor," tandas dia, Jumat (10/2) lalu.
KLBF Menggenjot Penjualan Ekspor
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ingin mendorong penjualan dari pasar ekspor. Emiten farmasi ini akan menggenjot penjualan ke pasar Asia Tenggara dan Benua Afrika.
Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius optimistis bisa mengantongi pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. Sejauh ini, KLBF sudah mengekspor beberapa jenis produk, yaitu produk kesehatan, obat resep, dan produk nutrisi.
"Negara anggota ASEAN dan Afrika menjadi sasaran utama dan peluang pertumbuhan tetap dobel digit," tutur Vidjongtius kepada KONTAN, Jumat (10/2).
KLBF juga berupaya melancarkan rantai pasok bahan baku dari China. Akhir tahun lalu, KLBF melalui entitas anaknya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), mendirikan Global Starway Synergy Co. Ltd. (GSS) di Shenzhen, China.
Demi mencapai target pertumbuhan dua digit, KLBF menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun untuk menambah kapasitas produksi, fasilitas distribusi, dan teknologi informasi.
Kendati Tumbuh, Industri Unggulan Belum Pulih
Penurunan permintaan pasar ekspor mengakibatkan sejumlah industri pengolahan yang menopang perekonomian nasional belum pulih pascapandemi Covid-19. Pelaku industri dan pemerintah pun menggencarkan penyerapan pasar dalam negeri serta pasar mancanegara nontradisional demi mendongkrak permintaan. Data BPS menunjukkan, perekonomian Indonesia tumbuh 5,31 % secara kumulatif sepanjang triwulan I hingga triwulan IV 2022. Berdasarkan lapangan usaha, kinerja pertumbuhan industri pengolahan punya andil tertinggi, yakni 18,34 %, dengan pertumbuhan 4,89 %. Meskipun demikian, kinerja pertumbuhan sejumlah subsektor industri pengolahan belum pulih seperti sebelum pandemi atau 2019. Subsektor ini, antara lain, industri makanan dan minuman, pengolahan tembakau, tekstil dan pakaian jadi, kertas dan barang dari kertas, furnitur, serta kimia, farmasi, dan obat tradisional. Andil sejumlah subsektor itu terhadap industri pengolahan secara keseluruhan 50 %.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB atas dasar harga berlaku industri makanan-minuman sepanjang 2022 sebesar Rp 1.238,09 triliun. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan subsektor industri pengolahan nonmigas lainnya. Sepanjang 2022, industri makanan-minuman tumbuh 4,9 %, lebih rendah daripada pertumbuhan pada 2019 yang 7,78 %. ”Pertumbuhan industri makanan-minuman pada 2022 lebih lambat dibandingkan dengan 2019 karena belum pulihnya daya beli masyarakat seperti sebelum pandemi,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika saat di-hubungi, Rabu (8/2). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
Jasa Keuangan Paling Banyak Dikeluhkan
10 Dec 2021 -
Inflasi AS Melonjak 6,8% pada November
11 Dec 2021









