;
Tags

Ekonomi Internasional

( 642 )

G-7 Galang US$ 600 M Untuk Program Infrastruktur Struktur Global

KT1 27 Jun 2022 Investor Daily (H)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (26/6)) mengumukan proyek kelompok negara G-7 untuk menandingi Belt and Road Inititive (BRI)-nya Tiongkok. Dengan menggalang dana sekitar US$ 600miliar untuk program-program infrastruktur global di negara-negara miskin. Rencana yang pertama kali mengemuka pada pertemuan puncak G-7 tahun lalu ini akan menyasar negara-negara yang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dari jalan hingga pelabuhan dan sampai saat ini menggantungkan pendanaannya dari Tiongkok. Biden yang masa kepresidenannya berusaha memulihkan kepemimpinan AS di kancah dunia, mengatakan versi inisiatif G-7 ini tidak hanya akan mengejar tapi juga memberikan alternatif lebih baik. (Yetede)

Resesi Global dan Strategi Fiskal

KT3 21 Jun 2022 Kompas (H)

”The year of living dangerously,” menggambarkan situasi sepanjang 2022. Semuanya serba tak pasti, berbagai perkembangan silih berganti menebar kekhawatiran. Tahun ini adalah pertaruhan, apakah tahun depan akan terjadi perfect storm. Banyak analis mengkhawatirkan bertemunya krisis energi, pangan, dan keuangan yang berujung pada resesi global. Bank Dunia dalam laporan terkini Global Economic Prospects, edisi Juni 2022, menarasikan rumitnya pilihan situasi. Kalaupun terhindar dari resesi,tampaknya perekonomian global tak bisa terlepas dari stagflasi. Kecuali, terjadi perombakan besar dari sisi penawaran ekonomi melalui restorasi mata rantai pasok dan logistik global. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global 2022 hanya 2,9 %, lebih rendah daripada perhitungan sebelumnya pada Januari sebesar 4,1 %, merosot drastis dibandingkan pertumbuhan 2021 sebesar 5,7 %.

Pertumbuhan rendah (stagnasi) akan diiringi inflasi tinggi serta peningkatan risiko keuangan akibat melonjaknya tingkat utang, juga di negara berkembang. Menghadapi pengetatan kebijakan moneter di negara maju, sektor keuangan di beberapa negara berkembang bisa terpicu gejolak. Pemulihan ekonomi dari pandemi pada 2021 telah memunculkan optimisme  berlebihan. Likuiditas yang melimpah dalam perekonomian, sebagai efek stimulus (moneter dan fiskal), telah mendorong permintaan. Krisis Ukraina hanya memperparah situasi global yang sudah cenderung proteksionis dan nasionalistis. Sejauh ini, perekonomian domestik relatif kuat menghadapi guncangan global, paling tidak hingga akhir tahun ini.

Satu-satunya cara menghadapi ketidakpastian adalah meningkatkan kapasitas menghadapi gejolak. Pemerintah, khususnya Kemenkeu, sudah mengantisipasi situasi tersebut sebagaimana tertuang dalam Kerangka Ekonom Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2023 yang baru saja disampaikan ke DPR. Intinya, menghadapi situasi sulit penuh ketidakpastian pada tahun depan, anggaran diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian dalam rangka transformasi ekonomi menuju perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,3-5,9 % dengan tingkat inflasi 2-4 %. Sementara nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 14.300-Rp 14.800 per USD, dan harga minyak mentah berkisar 80-100 USD per barel. (Yoga)


Target Mengakhiri Kemiskinan Terganggu

KT3 10 Jun 2022 Kompas

Harapan PBB untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem terganggu. Perang Rusia dan Ukraina, pandemi, serta kerusakan lingkungan meningkatkan penderitaan jutaan orang di dunia. Laporan Platform Respons Krisis Global (GCRP) PBB, Rabu (8/6) di New York  menyebutkan, saat ini sekitar 60 % pekerja memiliki pendapatan riil lebih rendah daripada sebelum pandemi Covid-19. (Yoga)

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Melambat

KT3 09 Jun 2022 Kompas

Perekonomian dunia harus membayar mahal akibat invasi Rusia ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, sementara inflasi bakal lebih tinggi. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Rabu (8/6) menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) global akan tumbuh 3 % pada 2022, turun tajam dari perkiraan pada Desember 2021 sebesar 4,5 %. (Yoga)

ECB Akan Setop Stimulus Sebelum Menaikkan Suku Bunga

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily

Bank Sentral Eropa (ECB)  menetapkan untuk mengakhiri program  stimulus pembelian obligasi  besar-besaran dalam pertemuan  di Amsterdam, Belanda pada Kamis (9/6). Ini mengingat laju inflasi di zona Euro telah melonjak  ke tertinggi sepanjang masa. Menurut laporan, harga konsumen di zona Euro  mengalami kenaikan 8,1% year-on-year (yoy) pada Mei. Ini adalah angka tertinggi sejak blok  mata uang diluncurkan , juga jauh di atas target ECB sebesar 2%. Pasalnya, ECB masih tertinggal di belakang bank-bank sentral  di Inggris dan AS, yang telah bergerak agresif untuk membasmi inflasi. Tetapi rencana semula ECB adalah  adalah untuk menghentikan  pembelian aset di bawah  program stimulus era krisis, sebelum melanjutkan menuju kenaikan suku bunga aktual. Program Pembelian Aset atau Asset Purchase Programme (APP) merupakan hal terakhir dari serangkaian langkah-langkah pembelian utang senilai total sekitar lima triliun Euro (US$ 5,4 triliun) yang dilakukan oleh EBC sejak 2014. (Yetede)

Dikecualikan dari IPEF, Tiongkok Akan Besarkan RCEP

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily

Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  tidak mendapat perhatian akibat keriuhan strategi Indo-Pasifik baru yang digawangi Presiden  AS Joe Biden. Tapi, pada saat bersamaan, Tiongkok menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi kemitraan  Economi Komperhensif Regional (Regional Comperhensive Economic Partnership/RCEF)  yang digadang-gadang sebagai pakta perdagangan terbesar di dunia.  Menurut laporan, pembicaraan tentang RECP terjadi beberapa hari setelah pemerintah Biden meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF), yakni kemitraan yang melibatkan tiga negara, kecuali Tiongkok. Para analis mengungkapkan ekspektasi soal pertemuan RCEF-yang berlangsung di pulau selatan provinsi Hainan- bahwa alih-alih bereaksi atau melawan IPEF, Tiongkok kemungkinan akan terus maju dengan pakta-pakta perdagangan yang disepakati, memanfaatkan tarif yang sudah disiapkan dan mengakses pasar. (Yetede)

Capital Inflow Melonjak Tiga Kali Lipat

KT1 06 Jun 2022 Investor Daily (H)

Aliran modal asing kembali membanjiri  pasar keuangan domestik. Selama 30 Mei-2 Juni 2022, dana asing masuk atau capital inflow ke Indonesia tercatat Rp10,37 triliun atau melonjak tiga kali lebih dari pekan sebelumnya, 23-25 Mei 2022, sebesar Rp 3,22 triliun. "Berdasarkan data transaksi 30 Mei-2 Juni 2022, nonresiden (asing) mencetak beli bersih Rp10,37 triliun di pasar keuangan domestik, terdiri atas SBN (surat berharga negara) sebesar Rp5,94 triliun dan saham Rp4,43 triliun," ujar Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam publikasi Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah terbaru, Jumat (3/6).  Selain itu, imbal hasil atau yeild SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,98% pada Jumat (3/6) pagi, dari 7,00% pada Kamis (2/6) sore. Yield itu masih cukup jauh dari imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang berada di level 2,908%. Bank sentral pun mencatat, rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.420 per dollar AS pada Jumat (3/6) pagi atau penguat dibanding pada penutupan pada Rabu (2/6) yang di level (bid) Rp14.480 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat ke level 101,82. (Yetede)

Pasar Minyak Global Berubah Selamanya

KT1 31 May 2022 Investor Daily (H)

Invasi Rusia ke Ukraina telah membentuk  ulang pasar minyak global. Ditandai masuknya para pemasok dari Afrika untuk memenuhi pemintaan Eropa, dan juga Rusia-yang terdampak sanksi-sanksi ekonomi dari Barat. Kondisi tersebut semakin menaikkan resiko terjadinya transfer antar kapal untuk membawa minyak ke Asia. Menurut data dan industri perdagangan, sanksi-sanksi yang dikenakan pada Rusia menyusul konflik di Ukraina yang dimulai pada Februari- temasuk larangan AS atas impor minyaknya- telah mdenorong Negeri Beruang Merah menjauh dari Eropa demi untuk mengarah ke para pelanggan di India dan Tiongkok yang telah mengangkut kargo dengan potongan harga besar-besaran. Data dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperlihatkan ekspor Rusia kembali ke tingkat awal sebelum invasi pada April. Harga minyak pun sudah stabil di kisaran US$ 110 per barel setelah mencapai level tertinggi dalam 14 tahun diatas US$ 139 per barel pada Maret 2022. (Yetede)

PEKERJA DI CHINA MENANTI UJUNG MIMPI BURUK

KT3 29 May 2022 Kompas

Untuk memenuhi kebutuhan, Sun membantu menyortir kiriman pemerintah bagi masyarakat yang harus menjalani karantina wilayah. Dari pekerjaan sementara itu, ia mendapatkan upah 38 USD atau Rp 550.000 sehari dan ia harus pindah dari asrama, lalu tinggal di gudang tempatnya bekerja, sesuai aturan pemerintah terkait Covid-19. Namun, tiga minggu kemudian, Sun harus keluar dari gudang itu. Pacarnya yang bekerja di restoran yang sama sakit kista dan membutuhkan perawatan medis segera. Sebagai orang dekatnya, Sun harus mengantar sang pacar ke rumah sakit pada 25 April, tetapi harus membayar mahal sopir mobil pengantar ke rumah sakit. Layanan ambulans tak bisa diharapkan. Namun, Sun tidak bisa tinggal di gudang tempat tinggalnya dulu, karena aturan Covid-19 yang ketat menuntut Sun harus menjalani isolasi terlebih dahulu. Sementara asrama tidak mempunyai ruang untuk isolasi dan karena layanan kereta api dihentikan, Sun tak bisa pulang ke kampung halamannya di Dali yang berjarak sekitar 3.000 kilometer di barat daya Provinsi Yunan.

Kebijakan ”nol Covid” China yang tanpa kompromi itu telah memukul perekonomian. Banyak dari 25 juta penduduk Shanghai mengeluh kehilangan pekerjaan, kesulitan mencari makanan, dan mengalami tekanan mental. Bagi warga yang masih bekerja pun, dampaknya juga tak kalah parah. Mereka tidak bisa bekerja dari rumah dan gajinya pun bukan gaji tetap. Lebih dari 290 juta orang dari wilayah perdesaan China menjadi pekerja di kota-kota besar. Mereka bekerja di pabrik, proyek bangunan, restoran, dan melakukan pekerjaan berketerampilan rendah lainnya. Sebagian besar dibayar per jam atau per hari dan tanpa kontrak tetap. Ada yang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 15 juta dalam sebulan, tetapi sebagian hanya bisa mengantongi lebih sedikit lagi. Tenaga kerja murah pekerja migran membantu mengubah kota-kota seperti Shanghai dan Shenzhen menjadi benteng kemakmuran China. Namun, kebijakan karantina wilayah membuat banyak orang dalam posisi genting.

Tingkat pengangguran kaum muda perkotaan melonjak hingga 18,2 %. Ini rekor tertinggi. Penyebabnya, perekrutan perusahaan anjlok gara-gara pandemi Covid-19 dan ketatnya peraturan pada pendidikan swasta, teknologi, dan sektor lain. ”Pekerja migran tidak menjadi perhatian Partai Komunis China saat ini,” kata analis di Institut Mercator untuk Studi China, Valaria Tan. Sebagian besar wilayah Shanghai masih dalam karantina sampai sekarang. Layanan kereta mulai beroperasi kembali. Sun akhirnya membawa pulang pacarnya ke kampong halamannya di Taizhou, Provinsi Zhejiang (sekitar 370 kilometer selatan Shanghai), Kamis lalu. Namun, keduanya harus dikarantina lagi di tempat itu selama dua minggu sambil menunggu Shanghai kembali normal, entah sampai kapan. ”Semoga mimpi buruk ini segera berakhir,” kata Sun. (Yoga)


Inflasi dan Sanksi dalam Sepiring ”Fish and Chips”

KT3 27 May 2022 Kompas

Bagi banyak orang Inggris, ikan dan kentang, di dunia dikenal sebagai fish and chips, adalah makanan yang sudah menjadi bagian tradisi selama setidaknya 160 tahun terakhir. Serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 mengubah itu. ”Harga ikan melambung, harga minyak melonjak. Semua hal terkait dagangan kami melambung,” kata Bally Singh, pengelola kedai Hooked Fish and Chips di London Barat, sebagaimana dilaporkan Reuters, Kamis (26/5). Harga ikan untuk bahan baku menu itu sudah naik 75 % dibanding 2021. Sementara minyak biji matahari naik 60 % dan tepung 40 %. Gara-gara kenaikan itu, Singh, salah satu pengelola kedai ikan dan kentang goreng yang terdampak, menaikkan harga menu itu dari 7,5 pound menjadi 9,5 pound per porsi. Bahkan, ia mempertimbangkan kenaikan harga sampai 11 pound per porsi. ”Kami berusaha membuat harga tetap terjangkau dan produk bisa bersaing dengan kedai atau jenis makanan lain. Sayangnya, kami merasakan penjualan terus menurun,” ujarnya.

Minyak biji bunga matahari dan tepung juga produk utama dari Rusia-Ukraina. Sanksi Inggris dan sekutunya membuat impor kedua komoditas itu sulit dilakukan dari Rusia. Impor dari Ukraina lebih sulit lagi. Sebab, seluruh pelabuhan Ukraina sudah dikuasai atau diblokade Rusia. Adapun jaringan jalan dan rel kereta sudah banyak rusak. Inggris sedang berusaha mencari sumber pemasok pengganti. Hal yang tidak mudah karena 40 % gandum dan 50 % minyak biji bunga matahari dunia dipasok Rusia-Ukraina. Selain ada hambatan di pasokan, ada pula rebutan pasar. Bukan hanya Inggris butuh gandum dan minyak biji bunga matahari. Jika melirik ke sektor energi, dampak sanksi ke Rusia semakin luas. Sanksi membuat harga energi melonjak dan, seperti di banyak negara, Inggris ikut menanggungnya. Dari 1,26 pound pada April 2021, harga BBM di Inggris mencapai 1,62 pound per liter pada April 2022. Inflasi Inggris pada April 2022 mencapai 9 % atau tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Pada Maret 2022, inflasi di Inggris mencapai 7 %, tertinggi di antara anggota G7. (Yoga)