Bilateral
( 159 )Neraca Perdagangan Indonesia-Swiss Surplus
Pada semester I-2022,neraca perdagangan Indonesia-Swiss surplus 1,38 miliar USD. Surplus ini dipengaruhi kenaikan ekspor Indonesia berupa emas, mebel, kulit, dan mesin listrik ke negara tersebut. Nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada semester I-2022 mencapai 1,60 miliar USD atau naik 60 % dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. Sementara nilai impor Indonesia dari Swiss tercatat 210,95 juta USD atau naik 12,8 % dibandingkan dengan semester I-2021.
Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman D Hadad (21/7) menyebutkan, komoditas utama ekspor Indonesia ke Swiss masih didominasi emas, logam mulia, dan perhiasan, yakni 84 % total ekspor Indonesia ke Swiss atau setara 1,34 miliar USD. Ekspor emas naik 83,1 % dibandingkan semester I-2021. ”Ekspor mebel, kulit, dan mesin listrik juga naik signifikan, masing-masing naik 21,2 %; 13,4 %; dan 10 %,” ujar Muliaman. (Yoga)
Jokowi Dorong BUMN Bangun Timor Leste
Presiden Jokowi menyampaikan komitmennya untuk mendorong BUMN dan perusahaan-perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan di Timor Leste, termasuk di bidang infrastruktur. Presiden juga berharap, Indonesia dan Timor Leste segera menyelesaikan perjanjian bilateral investasi (investment treaty). Hal ini penting karena nilai investasi Indonesia di Timor Leste mencapai 818 juta USD. Investasi terutama di sektor perbankan, minyak dan gas, serta telekomunikasi. Hal ini terungkap dalam jumpa pers bersama Presiden Jokowi dan Presiden Timor Leste Ramos Horta di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (19/7).
Kunjungan kenegaraan ke Indonesia menjadi yang pertama dilakukan Horta setelah kembali dilantik sebagai Presiden pada 19 Mei 2022. Sebelumnya, Horta juga jadi Presiden Timor Leste periode 2007-2012. Presiden Horta pun mengapresiasi dukungan Indonesia dalam pembangunan di Timor Leste, khususnya di bidang pendidikan, sumber daya manusia, serta ekonomi. Ia berharap ada peningkatan hubungan perdagangan dan ekonomi. ”Kemungkinan penguatan kerja sama lewat pembangunan bendungan untuk penyediaan air, kawasan industri di bagian timur dan sekitar perbatasan, Timor bagian barat,” katanya. (Yoga)
INDONESIA-BANGLADESH, Setengah Abad Merawat Persahabatan
Bangladesh dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang spesial. Keduanya sahabat sekaligus mitra kerja sama yang saling menguntungkan. 50 tahun lalu, pada 25 Februari 1972, Menlu RI Adam Malik menyampaikan keputusan mengakui kemerdekaan Bangladesh. Indonesia menjadi negara ke-45, sekaligus negara terakhir di Asia yang memberikan pengakuan. Pertimbangan utama pengakuan itu adalah perdamaian. Kala itu Bangladesh masih berkonflik dengan Pakistan. Peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Bangladesh dan Indonesia digelar Kedubes Bangladesh di Jakarta, Selasa (21/6). Dubes Bangladesh untuk Indonesia Mohammad Mostafizur Rahman menuturkan, Indonesia dan Bangladesh selama ini berbagi nilai dan persepsi yang sama tentang pembangunan ekonomi, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan jender, perdamaian dunia, serta aturan dan stabilitas internasional.
Besarnya populasi kedua negara mendukung kerja sama yang menguntungkan di bidang perekonomian. Perdagangan bilateral mencapai 3,03 miliar USD pada tahun 2021, naik dari 1,66 miliar USD pada tahun 2017. Ekspor Indonesia ke Bangladesh tahun lalu mencapai 2,92 miliar USD. Indonesia menikmati surplus perdagangan atas Bangladesh. Bangladesh membeli batubara, minyak sawit, gas alam cair, suku cadang otomotif, rempah-rempah, dan karet dari Indonesia dalam jumlah besar. Tak hanya itu, PT INKA memasok 400 kereta ke Bangladesh. Pemerintah kedua negara berupaya terus mendekatkan hubungan bilateral. Pada April, rute penerbangan Medan-Dhaka dibuka untuk meningkatkan konektivitas. Upaya lain berupa pertukaran pelajar dan pemberian beasiswa. Investasi di Bangladesh terbuka lebar karena negara ini pintu gerbang ke negara-negara Asia Selatan. (Yoga)
Kyiv Siaga Menyambut Kunjungan Presiden Jokowi
Indonesia akan menunjukkan solidaritas pada kemanusiaan dan kontribusi pada upaya perdamaian Ukraina-Rusia lewat kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina serta Rusia. Bantuan kemanusiaan akan diserahkan di sela-sela lawatan presiden ke Ukraina. Sehari menjelang kedatangan Presiden Jokowi, penjagaan di Kyiv terlihat lebih ketat daripada hari-hari sebelumnya. Sejak Minggu siang, media-media Ukraina telah memberitakan rencana kunjungan itu. Pada Selasa siang (28/6), jumlah aparat bersenapan di sekitar Alun-alun Kemerdekaan atau Maidan Plaza lebih banyak dibandingkan dengan hari sebelumnya, terlihat regu-regu patroli polisi, tentara, dan wajib militer yang menenteng aneka senapan. Pada Selasa kemarin, hanya pekerja media yang terdaftar di markas besar Angkatan Bersenjata Ukraina yang boleh merekam video dan foto. Petugas patroli menanyakan kartu akreditasi dari militer sebelum mengizinkan perekaman video dan foto.
Anggota badan keamanan nasional dan protokoler kepresidenan Ukraina juga terlihat di sejumlah lokasi yang akan disambangi Presiden Jokowi. Sejak Selasa pagi, mereka, antara lain, terlihat di jalan-jalan sekitar Maidan Plaza. Bersama anggota Paspampres dan protokoler kepresidenan RI, mereka, antara lain, membahas mekanisme pengangkutan rombongan Presiden RI selama di Ukraina. Untuk perjalanan menuju Ukraina, menurut Komandan Paspampres Mayjen Tri Budi, pengamanan melekat pada Presiden dan Ibu Negara Nyonya Iriana dilakukan 39 personel. Berbagai antisipasi sudah dilakukan sejak sebelum keberangkatan Presiden Jokowi dengan sejumlah latihan di Mako Paspampres di Jalan Tanah Abang 2, Jakarta.
Di Ukraina, agenda utama Presiden adalah menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Mariinsky, Kyiv, yang merupakan kantor kepresidenan Ukraina, terletak 2 km dari Alun-alun Kemerdekaan atau Maidan Plaza. Agenda lain di Ukraina meliputi penyerahan bantuan kemanusiaan. Presiden juga dijadwalkan meninjau beberapa lokasi di Ukraina. Kedubes RI di Kyiv terus mematangkan agenda lawatan dengan Istana Mariinsky. Sejumlah sumber di Kemenkes Ukraina membenarkan, Indonesia akan memberi bantuan kesehatan senilai 5 juta USD. Dalam agenda, Presiden Jokowi dijadwalkan melawat ke rumah sakit dan klinik yang menerima bantuan dari Indonesia. (Yoga)
AL Filipina Beli Kapal Perang PT PAL
Angkatan Laut Filipina membeli dua kapal perang jenis landing platform dock (LPD) dari PT PAL Indonesia. Pembelian ditandai dengan kontrak yang ditandatangani PT PAL dengan Kemenhan Filipina, Jumat (24/6) di Manila, Filipina. Penandatanganan dilakukan Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Willgo Zainar dengan Secretary National of Defence Mr Delfin N Lorenzana. Indonesia, kata Willgo, dua kali memenangi penjualan di pasar ASEAN. (Yoga)
Pelaku Usaha Kalsel Incar Pasar Mesir
Pelaku usaha di Kalsel membuka peluang bisnis ke Mesir. Beberapa komoditas ataupun produk UMKM dari Kalsel berpotensi masuk ke pasar Mesir dan diharapkan turut meningkatkan pangsa pasar Indonesia di Mesir, yang saat ini masih di bawah 2 %. Sejumlah pelaku usaha di Kalsel melaksanakan temu bisnis dengan pebisnis dari Mesir di Banjarbaru, Senin (20/6). Pebisnis Mesir datang ke Kalsel bersama rombongan Wakil Dubes RI untuk Mesir Muhamad Aji Surya. Aji Surya mengatakan, perkembangan perdagangan Indonesia-Mesir naik sangat pesat, meningkat lebih dari 56% pada masa pandemi tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020.
Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi mengatakan, berbisnis dengan Mesir itu mudah karena Mesir merupakan negara yang sangat bergantung pada impor dari luar negeri. Hampir 76 % ekspor Indonesia ke Mesir adalah produk pangan, seperti kopi, teh, rempah-rempah, cokelat, kelapa, dan makanan ringan. Menurut Kadis Perdagangan Kalsel Birhasani, Mesir berpotensi menjadi pasar baru ekspor produk-produk dan komoditas dari Kalsel di Afrika. Selama ini, Kalsel sudah mengekspor karet ke Afsel serta teh gaharu ke Ghana dan Nigeria. (Yoga)
RI-Australia Bisa Jadi Poros Stabilitas Kawasan
Presiden Jokowi dan PM Australia Anthony Albanese sama-sama mengutamakan stabilitas dan perdamaian kawasan. Oleh karena itu, kompetisi China melawan AS bersama sekutu harus dikelola dengan baik agar tak pecah menjadi konflik terbuka di kawasan Indo-Pasifik. ”Strategic competition di kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik terbuka. Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama PM Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Senin (6/6). Tukar pandangan soal isu kawasan dan dunia menjadi salah satu tema dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin. Temanya mencakup perang di Ukraina, kerja sama Indo-Pasifik, dan penguatan kemitraan pembangunan di Pasifik.
PM Albanese menyebutkan, Indonesia sudah berada di jalur untuk menjadi satu dari lima ekonomi terbesar dunia. Oleh karena itu, Albanese memprioritaskan revitalisasi hubungan dagang dan investasi kedua negara. Dia meminta menteri-menteri di bidang ekonomi untuk berkoordinasi rutin. Dalam konferensi pers terpisah di Jakarta saat menjawab pertanyaan wartawan, PM Albanese menjanjikan visi Australia yang mengedepankan keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. ”Kita harus mengakui, memang ada persaingan kekuatan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. Pengaruh China semakin membesar. Permasalahannya, perilaku mereka di Laut China Selatan sangat intrusif dan agresif,” katanya. Soal Pakta Pertahanan Australia-Inggris-AS / AUKUS, PM Albanese melanjutkan, harus dibahas secara lebih mendalam dengan Indonesia dan dibutuhkan pertemuan-pertemuan berikutnya. (Yoga)
INDONESIA-SERBIA, Merenda Relasi via Gandum dan Sawit
Jelang genap 68 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Serbia, kerja sama kedua negara kian erat. Seusai menggelar pertemuan dengan mitranya, Menlu Serbia Nikola Selakovic, Senin (23/5) di Jakarta, dalam akun Twitter-nya, Menlu Retno LP Marsudi mencuit tentang positifnya pertemuan mereka. ”Salam hangat Menlu Serbia Nikola Selakovic @MFA- Serbia di Kemenlu RI hari ini. Diskusi menggembirakan tentang perkuatan kerja sama bilateral Indonesia-Serbia, termasuk dalam bidang ketahanan pangan, perdagangan dan investasi, serta kerja sama sosial budaya,” tulis Retno. Lebih lanjut, Retno menulis bahwa mereka sepakat memperkuat kerja sama perdagangan beragam produk pertanian dan perkebunan, antara lain gandum, di tengah melorotnya pasokan gandum global akibat perang antara Ukraina dan Rusia, keduanya adalah produsen utama komoditas tersebut.
Terkait kerja sama itu, PT Berdikari, salah satu BUMN dan mitra bisnis dari Serbia, menurut Retno, siap memfasilitasi impor gandum dari Serbia. Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa Selakovic akan bertemu dengan manajemen PT Berdikari untuk membahas lebih detail kerja sama tersebut. Sebaliknya, Indonesia dalam kerja sama perdagangan terbaru menawarkan produk sawit untuk pasar Serbia. Peluang itu tentu akan mengangkat nilai perdagangan Indonesia-Serbia yang tahun 2021 mencapai 26,8 juta USD. Peningkatan itu diharapkan dapat memberi efek positif pada neraca perdagangan kedua negara yang selama dua tahun terakhir, Indonesia mencatatkan defisit. ”Saya berterima kasih atas kesediaan Serbia untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor minyak sawit Indonesia hingga 30 %,” kata Retno. (Yoga)
Serbia Siap Pasok Gandum ke Indonesia
Indonesia menjajaki kemungkinan Serbia menjadi pemasok gandum untuk kebutuhan industri dan konsumsi. Pembicaraan kedua negara melibatkan badan usaha milik negara PT Berdikari dengan mitranya dari Serbia. Peluang impor gandum dari Serbia ke Indonesia diumumkan Menlu RI Retno LP Marsudi saat bertemu Menlu Serbia Nikola Selakovic di Jakarta, Senin (23/5). (Yoga)
Neraca Perdagangan RI-Kenya Meningkat
Kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Kenya mengalami peningkatan. Dalam pernyataan pers Kedutaan Besar RI di Nairobi, Rabu (18/5) disebutkan, total neraca perdagangan bilateral Indonesia-Kenya tahun 2021 melampaui 551,9 juta USD. Dibandingkan dengan total neraca perdagangan kedua negara tahun 2020, yaitu 414 juta USD, perdagangan di antara kedua negara tahun 2021 mencatatkan kenaikan 35 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









