INDONESIA-BANGLADESH, Setengah Abad Merawat Persahabatan
Bangladesh dan Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang spesial. Keduanya sahabat sekaligus mitra kerja sama yang saling menguntungkan. 50 tahun lalu, pada 25 Februari 1972, Menlu RI Adam Malik menyampaikan keputusan mengakui kemerdekaan Bangladesh. Indonesia menjadi negara ke-45, sekaligus negara terakhir di Asia yang memberikan pengakuan. Pertimbangan utama pengakuan itu adalah perdamaian. Kala itu Bangladesh masih berkonflik dengan Pakistan. Peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Bangladesh dan Indonesia digelar Kedubes Bangladesh di Jakarta, Selasa (21/6). Dubes Bangladesh untuk Indonesia Mohammad Mostafizur Rahman menuturkan, Indonesia dan Bangladesh selama ini berbagi nilai dan persepsi yang sama tentang pembangunan ekonomi, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan jender, perdamaian dunia, serta aturan dan stabilitas internasional.
Besarnya populasi kedua negara mendukung kerja sama yang menguntungkan di bidang perekonomian. Perdagangan bilateral mencapai 3,03 miliar USD pada tahun 2021, naik dari 1,66 miliar USD pada tahun 2017. Ekspor Indonesia ke Bangladesh tahun lalu mencapai 2,92 miliar USD. Indonesia menikmati surplus perdagangan atas Bangladesh. Bangladesh membeli batubara, minyak sawit, gas alam cair, suku cadang otomotif, rempah-rempah, dan karet dari Indonesia dalam jumlah besar. Tak hanya itu, PT INKA memasok 400 kereta ke Bangladesh. Pemerintah kedua negara berupaya terus mendekatkan hubungan bilateral. Pada April, rute penerbangan Medan-Dhaka dibuka untuk meningkatkan konektivitas. Upaya lain berupa pertukaran pelajar dan pemberian beasiswa. Investasi di Bangladesh terbuka lebar karena negara ini pintu gerbang ke negara-negara Asia Selatan. (Yoga)
Tags :
#BilateralPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023