Bilateral
( 159 )RI Sementara Tolak Sapi Hidup dari Australia
Sebanyak 13 sapi bakalan yang dikirim dari Australia terinfeksi lumpy skin disease atau LSD. Atas temuan itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI Bambang, Selasa (1/8/2023), di Jakarta, menyatakan, pihaknya memutuskan untuk tidak menerima sapi bakalan impor dari empat peternakan di Australia yang berkaitan dengan temuan tersebut. Penghentian itu bersifat sementara hingga terbukti bebas dari LSD. (Yoga)
Perancis Ingin Akses ke China Diperbesar
Perancis menginginkan akses yang lebih besar bagi perusahaan Perancis untuk masuk ke pasar China. Selain itu, Paris juga menginginkan hubungan perdagangan yang lebih seimbang. Perancis tidak ingin memisahkan diri dari China, tetapi hanya menghilangkan risiko adanya ”paksaan ekonomi” China seperti yang disebut oleh negara-negara yang tergabung dalam Kelompok Tujuh atau G7. Hal ini dikemukakan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kedaulatan Digital Perancis Bruno Le Maire setelah bertemu dengan para pejabat tinggi China di Beijing, China, Minggu (30/7). ”Menolak bukan berarti menganggap China berisiko. Kami hanya ingin lebih mandiri dan tidak ingin menghadapi risiko apa pun dalam rantai pasok kami jika terjadi krisis baru lagi, seperti pandemi Covid-19 yang benar-benar menghancurkan rantai pasok. Kami tidak ingin ada rintangan legislatif atau hambatan lain untuk mendapat akses ke pasar China,” kata Le Maire, sehari setelah bertemu dengan Wakil PM China He Lifeng.
China merupakan mitra dagang terbesar ketiga Perancis. Akan tetapi, perusahaan Perancis khawatir mereka akan terjebak di tengah-tengah persaingan antara China dan AS. Le Maire tiba di Beijing hanya dua hari setelah Presiden Perancis Emmanuel Macron mengecam adanya ”imperialisme baru” di kawasan Pasifik. Pada pertemuan Perancis-China, Sabtu (29/7), Wakil PM China He Lifeng menyatakan China berharap Perancis bisa menstabilkan hubungan Uni Eropa dan China, merujuk Uni Eropa yang bulan lalu menyetujui tahap ke-11 sanksi terhadap Rusia yang dapat memukul perusahaan China. Kantor berita China, Xinhua, menyebutkan China bersedia memperdalam kerja sama dengan Perancis dalam berbagai bidang. China pun siap memperkuat komunikasi kebijakan dengan Perancis, memperdalam kerja sama praktis, meningkatkan koordinasi dalam urusan internasional dan multilateral, dan mendorong kemitraan strategis komprehensif China-Perancis ke tingkat yang lebih tinggi. (Yoga)
AS Bantu Australia Perkuat Industri Senjata
Amerika Serikat setuju membantu Australia mengembangkan industri persenjataan, khususnya memproduksi Sistem Peluncur Roket/Rudal Multilaras mulai tahun 2025. Selain ke AS, produk industri itu juga berpeluang dijual ke negara lain yang berminat. Dukungan itu mengemuka dalam pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dengan Menlu AS Antony Blinken dan Menhan AS Lloyd Austin, Sabtu (29/7/2023) di Brisbane, Australia. (Yoga)
Komitmen Kerja Sama RI-Inggris Diperkuat
Indonesia dan Inggris menggelar pertemuan kedua forum dialog tingkat menteri Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama (JETCO) di London, Inggris, pekan lalu. Siaran pers Kementerian Perdagangan, Sabtu (22/7/2023), menyebutkan, pertemuan yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Nigel Huddleston ini menandai komitmen memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. (Yoga)
Peluang Magang bagi Mahasiswa
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melepas 36 mahasiswa Indonesia pada pelaksanaan program Magang Bersertifikat di Jepang, pekan lalu. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam, Minggu (16/7/2023), mengatakan, peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendapat pekerjaan lebih cepat dan gaji pertama lebih tinggi. (Yoga)
INVESTASI KOREA SELATAN : Mendag Janji Kurangi Hambatan
Kementerian Perdagangan berjanji mengurangi hambatan dagang antara Indonesia dan Korea Selatan untuk mendongkrak perdagangan kedua negara. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan segala hambatan perundingan dagang dan investasi dengan Korea Selatan (Korsel) harus diselesaikan. Hal itu, agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak terhambat. “Mungkin ada hambatan, ada tarif dan lain-lain, tentu kita akan runding, di mana ada hambatan itu, kalau tarif ya kita berunding, kalau ada perizinan yang lama, kita berunding agar kita bisa percepat,” katanya saat berkunjung ke pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Bojongmangu Bekasi, Selasa (11/7). Mendag menyatakan pengurangan hambatan dagang bisa memberikan jalan lempang kepada perusahaan Korsel untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Zulkifli beralasan transaksi perdagangan dan investasi dari Korsel ke Indonesia tidak sebesar ke Vietnam. Sejak awal, Zulkifli menegaskan Indonesia ingin menjadi pusat mobil listrik di kawasan Asia, bahkan dunia. Sebagai bukti keseriusan Indonesia, Zulhas, mengatakan pemerintah Indonesia mati-matian memberlakukan penghiliran biji nikel meskipun diprotes Uni Eropa. Sementara itu, President of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters, Lee Youngtack menargetkan penjualan mobil listrik tahun ini bisa mencapai 10.000 unit ditopang peningkatan produksi Hyundai setelah pandemi Covid-19.
INDONESIA-AUSTRALIA, Energi Bersih dan Stabilitas Kawasan Jadi Perhatian
Indonesia dan Australia sepakat untuk terus memperkuat kerja sama. Selain bidang ekonomi, kedua negara sepakat membangun stabilitas dan keamanan kawasan. Penegasan itu mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan PM Australia Anthony Albanese, Selasa (4/7) di Sydney, Australia. Kunjungan Presiden ke Australia merupakan kunjungan balasan setelah PM Albanese melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, pada 6 Juni 2022. Dalam pernyataan bersama, selain mengapresiasi kerja sama kedua negara, Presiden menyampaikan sejumlah prioritas yang dapat dikembangkan bersama.
”Pertama, Indonesia dan Australia harus membangun kerja sama ekonomi yang lebih substantif dan strategis melalui pengembangan bersama prduksi baterai EV (kendaraan listrik),” kata Presiden. Presiden menuturkan, Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik. Menurut dia, Indonesia sudah menargetkan untuk mulai produksi baterai EV tahun depan. Selain itu, Indonesia akan memproduksi 1 juta mobil listrik dan 3,2 juta sepeda motor listrik pada tahun 2035.
Kedua, Presiden mengapresiasi kenaikan volume perdagangan kedua negara sejak Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) diberlakukan. Kenaikan volume disebutnya mencapai 90 % dan akan terus dioptimalkan. Ketiga, terkait pengurangan emisi karbon, Indonesia dan Australia akan fokus mendorong pembangunan carbon capture and storage serta smelter yang berorientasi energi hijau di Indonesia. PM Albanese dalam keterangannya juga memastikan komitmen kerja sama lebih erat antara Indonesia dan Australia. ”Kami sama-sama menginginkan kerja sama lebih erat sebagai mitra ekonomi, mitra pertahanan, mitra di transisi global menuju net zero,” ucapnya. (Yoga)
RI-JEPANG, Kontribusi pada Rantai Pasok, Kepercayaan pada SDM Lokal
Keberadaan perusahaan-perusahaan manufaktur asal Jepang dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain terkait proses alih teknologi dan pengetahuan, eksistensinya dianggap turut mengembangkan perusahaan dalam negeri. Apalagi regulasi mendorong peningkatan komponen dalam negeri. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), di bawah Sharp Corporation di Jepang, misalnya, bermitra dengan PT Yasonta saat hadir di Indonesia tahun 1970. SEID berkembang meraih pangsa pasar Indonesia, khususnya pada alat-alat elektronik, seperti televisi, lemari es, mesin cuci, dan penyejuk ruangan (AC). Setelah pabrik televisi, lemari es, dan mesin cuci di KIIC, Kabupaten Karawang, Jabar, Sharp mengoperasikan pabrik AC sejak April 2023.
”Kami melihat pasar yang luas (di Indonesia) dan juga sebagai adaptasi terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah ke produksi lokal dan mengurangi impor,” kata National Sales Senior GM SEID Andry Adi Utomo, di Jakarta, Jumat (23/6). Andry menambahkan, rantai pasok produksi melibatkan perusahaan yang ada di Indonesia kendati sebagian di antaranya terafiliasi dengan perusahaan asal Jepang. Tak dimungkiri, tingginya nasionalisme membuat SEID memprioritaskan perusahaan-perusahaan Jepang. Tapi, jika harganya tak kompetitif, SEID memilih perusahaan asal negara lain. ”Untuk produksi AC, sekarang sudah 50 % lebih komponen (berasal) dari dalam negeri. Kami sedang mencari kompresor buatan lokal. Sebab, saat ini masih impor, seperti dari Malayasia, Thailand, dan China. Kalau ada pabrik kompresor di Indonesia, TKDN (tingkat komponen dalam negeri) AC akan meningkat,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin banyak di SEID, sementara SDM Jepang berkurang. Saat ini, karyawan SEID sekitar 3.000 orang, hampir semuanya warga Indonesia. Ekspatriatnya hanya lima orang. ”Artinya, mereka (Jepang) sudah percaya dengan SDM Indonesia. Memang ekspatriat awalnya banyak, setelah berkembang, ada efisiensi biaya. Ternyata dipegang (SDM) lokal pun bisa, bahkan membaik. Sejak 2015, ekspatriat berkurang banyak,” ujarnya. Meski demikian, kata Andry, pengawasan mutu tetap dijaga. Audit pun dilakukan Sharp Corporation setiap tahun dan prosedur standar operasi dipantau agar tetap sesuai dengan standar internasional Jepang. (Yoga)
Peluang Kerja Sama RI-Australia dalam Pengadaan Bahan Baku Baterai
Presiden Jokowi memulai kunjungan kenegaraan di Australia, Senin (3/7). Aliansi Indonesia-Australia untuk bahan ba ku baterai wahana listrik, pelonggaran visa bagi warga Indonesia, dan kerja sama perdagangan akan jadi pembahasan dalam kunjungan itu. Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan PMi Australia Anthony Albanese dijadwalkan menerima Presiden, Selasa. Presiden juga menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan di Australia yang telah dan akan berinvestasi di Indonesia.
”Sejumlah agenda prioritas yang akan dibahas di Australia utamanya investasi, perdagangan karena ada kenaikan perdagangan dan investasi yang cukup drastis dari Australia, kemudian di bidang kesehatan dan transisi energi, serta peningkatan SDM,” kata Presiden dalam konferensi pers di Jakarta, Senin. Peneliti Centre for Policy Development, Andrew Hudson, mengatakan, salah satu isu yang bisa digarap Indonesia-Australia adalah bahan baku baterai. ”Indonesia-Australia sama-sama memiliki nikel. Walakin, Australia memiliki litium dan baterai tidak bisa dibuat tanpa litium,” kata Hudson. ”Australia-Indonesia tidak hanya punya cadangan mineral penting ini, keduanya juga berkomitmen serius dan ini benar-benar peluang,” kata Jennifer Mathews, Presiden Dewan Bisnis Australia-Indonesia. (Yoga)
Australia: Stop Tangkap Ikan secara Ilegal
Di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tenau Kupang pada Selasa (27/6/2023) siang, Lydia Woodhouse, petugas perikanan dari Australia, melakukan tatap muka dengan puluhan nelayan. Kegiatan serupa digelar pada Selasa pagi di kampung nelayan Oesapa Kupang, Nusa Tenggara Timur. Woodhouse dan timnya meminta para nelayan Indonesia tidak melakukan illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan mereka. Selama ini nelayan Indonesia yang bersalah ditangkap dan dipulangkan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









