;
Tags

Bursa

( 805 )

Optimisme Pasar dengan Menteri Ekonomi Prabowo-Gibran

HR1 16 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Sentimen positif terkait calon menteri ekonomi yang dipanggil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto tercermin dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menunjukkan penguatan sejak pemanggilan tersebut. Pada 14 dan 15 Oktober 2024, IHSG mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,52% dan 0,89%, dipicu oleh respons positif pasar terhadap nama-nama menteri seperti Sri Mulyani.

Prabowo, yang memanggil calon menteri di kediamannya, berusaha memastikan transisi pemerintahan yang mulus dengan mempertahankan sejumlah menteri dari kabinet Jokowi. Analis menyebutkan bahwa pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan ekonomi nasional meskipun masih ada ketidakpastian. Beberapa ekonom menekankan pentingnya keberlanjutan dalam kebijakan dan stabilitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Presiden Jokowi memberikan dukungan terhadap langkah Prabowo untuk mengajak menteri-menteri sebelumnya, menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pemerintahan. Prabowo sendiri mengungkapkan kepuasan terhadap calon menteri yang diundangnya, yang dianggap dapat bekerja sama dalam menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian.



Pasar Sedang tidak Prima, Meskipun Tahun Ini IHSG Berulang kali Menorehkan Rekor Nilai Tertinggi

KT1 15 Oct 2024 Tempo

KURANG dari tiga bulan sebelum 2024 berganti, masih ada 27 perusahaan yang antre mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) mereka di pasar modal dalam negeri. Jika 27 perusahaan tersebut berhasil melakukan IPO, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal melampaui target 62 emiten baru pada tahun ini. Hingga pekan kedua Oktober 2024, BEI mencatat 36 emiten anyar resmi melantai di bursa dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 5,42 triliun. Namun, dengan sisa tiga bulan, sejumlah analis ragu target 62 perusahaan IPO pada tahun ini bisa tercapai. "Rasanya tidak mungkin tiap pekan 3-4 kali IPO," kata Investment Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada kepada Tempo, Senin, 14 Oktober 2024. Selain soal waktu, tantangan untuk mewujudkan target tersebut adalah minat investor. Di tengah kondisi pasar saat ini, Reza menilai pelaku pasar masih cenderung wait and see untuk membeli saham-saham baru. Sementara itu, para emiten melantai di bursa dengan tujuan menggalang dana.

Pasar saat ini sedang tidak dalam kondisi prima, meskipun tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan berulang kali menorehkan rekor nilai tertinggi. Reza mencatat kenaikan tersebut hanya ditopang oleh beberapa emiten. Selain itu, ada risiko ketidakpastian yang masih tinggi dari dalam dan luar negeri. Daftar penyebabnya panjang, dari konflik geopolitik yang memanas, tingginya suku bunga, pelemahan ekonomi di sejumlah negara, hingga deflasi lima bulan berturut-turut. Reza menilai target IPO tahun ini bisa tak tercapai setelah kasus suap di perusahaan tersebut mencuat. Lima karyawan BEI dipecat lantaran ketahuan meminta imbalan dan gratifikasi atas jasa pencatatan saham perdana. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan kelima karyawan tersebut melanggar etik karena menerima imbalan dan gratifikasi atas jasa mereka dalam penerimaan emiten agar sahamnya dapat tercatat di BEl. (Yetede)

Pasar Modal Sedang Lesu

KT1 15 Oct 2024 Tempo

DATA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penghimpunan dana di pasar modal lesu. Jumlah aksi ataupun dana terhimpun sampai September 2024 tercatat hanya 138, dengan akumulasi nilai Rp 137,05 triliun. Angka ini anjlok dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 169 aksi dengan akumulasi nilai menembus Rp 190,02 triliun. Pengimpunan dana di pasar modal hingga kuartal III 2024 terdiri atas 27 initial public offering (IPO), 11 penawaran umum terbatas (PUT), 5 efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), serta 95 Penawaran Umum Bersama (PUB) EBUS.

Sejumlah analis menganggap lesunya pengumpulan dana di bursa tidak terlepas dari kondisi perekonomian di dalam negeri. Ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2024 hanya tumbuh 5,05 persen. Nilainya melemah dibanding pada kuartal pertama yang sebesar 5,11 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh melambatnya konsumsi rumah tangga. Padahal konsumsi rumah tangga berkontribusi 54,93 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,91 persen. Nilainya lebih rendah dibanding pada kuartal kedua 2023 yang sebesar 5,22 persen. Angka tersebut juga lebih kecil dibanding pada kuartal yang sama pada 2022 yang sebesar 5,52 persen. Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia M. Faiz Abrar berpandangan kondisi ekonomi saat inilah yang menjadi penghambat penghimpunan dana di pasar modal. Turunnya daya beli masyarakat juga mengurangi pendapatan perusahaan. "Akibatnya, perusahaan cenderung menahan diri untuk berekspansi, termasuk mengumpulkan dana dari pasar modal," katanya. (Yetede)

Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar  dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.

Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor  pendorong yang dapat meningkatkan  performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder  Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan  kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)

Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, IHSG ke depan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah  keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 hingga 7.800. didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil. Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG, Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor penggerak. Sektor kesehatan juga mendapat sorotan khusus dengan adanya rencana program medical chek-up gratis mulai 2025, yang akan meningkatkan volume pasien di rumah sakit. (Yetede)

MENADAH BIG CAP SAAT HARGA MURAH

HR1 14 Oct 2024 Kontan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan, kembali ke level 7.520,60 setelah penurunan 3,56% dalam sebulan terakhir. Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap), seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menjadi faktor utama yang menekan IHSG.

Daniel Agustinus, seorang Certified Elliott Wave Analyst, menyebut bahwa arus keluar dana asing, terutama karena stimulus ekonomi di China, berdampak besar pada saham-saham big cap di Indonesia. 

Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa pelantikan presiden baru dan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed bisa mengembalikan minat investor asing. Menurutnya, musim laporan keuangan kuartal III-2024 akan menjadi katalis positif untuk saham big cap. 

Analis Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas melihat penurunan harga saham big cap sebagai peluang koleksi saham seperti BBRI dan ASII secara bertahap.

William Hartanto, pengamat pasar modal, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham seperti BBRI, TLKM, dan BBNI, meskipun ia memperkirakan pelemahan big cap masih bisa terjadi tetapi terbatas.

Ratih Mustikoningsih dari Ajaib Sekuritas menyoroti sektor perbankan, menjelang rilis laporan keuangan dan insentif di sektor properti, dengan rekomendasi pada BMRI. Audi merekomendasikan saham BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp 11.150, Rp 7.200, Rp 5.900, dan Rp 3.750 per saham.

Dilema Stimulus: Menghidupkan Kembali Bursa Saham

HR1 14 Oct 2024 Kontan (H)
Pemerintah China mengumumkan paket stimulus fiskal baru berupa penerbitan obligasi khusus senilai sekitar USD 325,5 miliar. Langkah ini bertujuan mengatasi krisis sektor properti dan rendahnya konsumsi masyarakat di China. Cheril Tanuwijaya dari Mega Capital Sekuritas mengamati bahwa stimulus ini memicu arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia (BEI), memperkuat tren net sell yang mencapai Rp 4,99 triliun minggu lalu.

Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa stimulus tersebut membuat valuasi saham China lebih menarik dibandingkan pasar Indonesia, yang sudah relatif tinggi. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, melihat bahwa dana asing kemungkinan besar akan mengalir ke China, menghambat investasi asing jangka pendek di Indonesia. Hal ini turut menekan nilai tukar rupiah, yang terdepresiasi sejak akhir September.

Namun, David Sumual dari Bank Central Asia memproyeksikan bahwa dalam jangka menengah, Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat dari stimulus China, mengingat negara tersebut adalah mitra dagang utama Indonesia, terutama dalam ekspor komoditas seperti nikel dan batubara. Josua Pardede menambahkan, jika stimulus berhasil menggerakkan ekonomi China, ekspor Indonesia ke China bisa meningkat, sehingga devisa bertambah dan memberikan dampak positif pada pasar saham Indonesia di masa mendatang.

Bursa Kripto Butuh Stimulus Segera untuk Bangkit

HR1 14 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia menghadapi tantangan dalam mencapai ambisinya untuk menjadi pusat kripto Asia. Meskipun industri kripto pernah mencatatkan transaksi tinggi pada tahun 2021, yaitu Rp859,4 triliun, nilainya terus menurun hingga Rp149 triliun pada 2023. Tantangan ini diperparah oleh ketatnya persyaratan yang ditetapkan Bappebti untuk Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), termasuk modal yang besar dan sistem keamanan yang tinggi, yang menurut Chief Marketing Officer Tokocrypto, Wan Iqbal, menghambat pertumbuhan jumlah PFAK. Wakil Ketua Aspakrindo Yudhono Rawis menyarankan adanya insentif untuk merangsang minat usaha, sementara CEO Reku Jesse Choi menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk menghindari platform ilegal.

Kepala Bappebti, Kasan, optimistis bahwa nilai transaksi kripto dapat pulih hingga 300-400% pada tahun 2024, meskipun crypto winter baru-baru ini menekan aktivitas perdagangan. General Counsel PINTU Malikulkusno Utomo menambahkan bahwa tren positif seperti Bitcoin Halving dan suku bunga rendah mendukung potensi pertumbuhan pasar kripto di tahun 2024. Selain itu, faktor eksternal seperti suku bunga Federal Reserve AS dan hasil Pemilu AS juga diprediksi mempengaruhi prospek perdagangan aset kripto di Indonesia.

Musim Hujan Berkah untuk Produksi Sido Muncul

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diproyeksikan tetap kuat pada semester II-2024, terutama didukung oleh permintaan produk unggulan seperti Tolak Angin selama musim hujan. Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Kristo Saragih, katalis positif untuk SIDO termasuk cuaca di kuartal IV-2024, profitabilitas yang terjaga akibat biaya bahan baku rendah, serta pembayaran dividen interim. Andreas memperkirakan pendapatan dan laba bersih SIDO tumbuh lebih dari 20% tahun ini.

Selain pasar dalam negeri, ekspansi distribusi dan pasar ekspor juga diharapkan memperkuat kinerja SIDO ke depan. Analis NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, mengungkapkan bahwa SIDO kini menargetkan pasar Vietnam setelah penetrasi sukses di Malaysia dan Filipina. Di sisi lain, analis Indo Premier Sekuritas, Lukito Supriadi, menyoroti pertumbuhan segmen makanan dan minuman yang diproyeksikan melebihi segmen suplemen dan herbal di kuartal III-2024.

Para analis merekomendasikan saham SIDO dengan berbagai target harga, seperti Rp 830 (Andreas), Rp 750 (Ezaridho), dan Rp 890 (Lukito), melihat potensi pemulihan harga setelah penurunan harga saham SIDO sebesar 9% sejak rilis kinerja semester I-2024.

Emiten Rumah Sakit Diversifikasi ke Bisnis Suplemen Kesehatan

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Pemerintahan Prabowo Subianto akan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis mulai tahun 2025, yang menyasar 52 juta penduduk dengan anggaran awal Rp 3,3 triliun. Program ini diprediksi menjadi katalis positif bagi emiten rumah sakit. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menyatakan program ini akan meningkatkan volume pasien dan pendapatan rumah sakit, namun mengingatkan pentingnya jaminan pembayaran tepat waktu dari pemerintah untuk menghindari masalah likuiditas.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, juga menilai program ini akan berdampak positif, terutama bagi emiten kesehatan seperti Prodia (PRDA), jika mendapatkan kerja sama dalam program tersebut. Nico juga melihat bahwa program ini adalah bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, gizi, dan pendidikan.

Hendra dan Nico merekomendasikan saham-saham emiten rumah sakit seperti MIKA, SILO, dan HEAL karena prospek cerah, ditambah faktor-faktor lain seperti ekspansi rumah sakit dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Hendra merekomendasikan beli MIKA, SILO, dan HEAL dengan target harga masing-masing Rp 3.300, Rp 3.450, dan Rp 1.800 per saham, sedangkan Nico merekomendasikan beli MIKA dengan target harga Rp 3.300 per saham.