;
Tags

Bursa

( 805 )

Nilai Transaksi Harian BEI pada 2025 ditargetkan Rp 13,5 Triliun

KT3 24 Oct 2024 Kompas
Perusahaan penyelenggara pasar modal, Bursa Efek Indonesia atau BEI, menetapkan target kerja pada tahun 2025, antara lain nilai transaksi harian yang mencapai Rp 13,5 triliun. Mereka menetapkan strategi pertumbuhan selaras dengan proyeksi perbaikan kondisi ekonomi di tahun mendatang. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan laporan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025. RKAT 2025 antara lain membuat asumsi yang didasarkan pada kondisi makro, kebijakan ekonomi pemerintahan baru, serta potensi peningkatan dari sisi perusahaan tercatat dan investor pasar modal. ”Asumsi ini berdasarkan adanya tren penurunan inflasi dan suku bunga global, di mana The Fed telah menurunkan suku bunga 50 basis poin, dan diharapkan pada tahun depan akan menurunkan lagi.

Yang kedua adalah terkait dengan kebijakan ekonomi pemerintahan baru, di mana target GDP (gross domestic product)-nya adalah 8 persen,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan secara daring, Rabu (23/10/2024). Asumsi RKAT 2025 menetapkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 13,5 triliun dengan jumlah hari bursa sebanyak 242 hari. Target ini lebih tinggi dari RNTH yang ditetapkan untuk 2024 senilai Rp 12,25 triliun. Asumsi lain yang ditetapkan adalah jumlah pencatatan efek menjadi 407 efek dari 340 efek. Target itu terdiri dari 66 pencatatan efek antara lain berupa saham dan obligasi, serta pencatatan efek lainnya meliputi exchange traded fund (ETF), dana investasi real estate (DIRE), dana investasi infrastruktur, dan efek beragun aset (EBA), serta emisi waran terstruktur. Kemudian, target investor pasar modal baru sejumlah 2 juta investor baru. 

BEI secara umum menyusun 31 rencana kerja ditahun depan yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan meningkatkan pelindungan investor, penyediaan layanan data yang sesuai kebutuhan pelanggan, serta penyempurnaan teknologi dalam sistem. ”Hal ini tentu saja memperhatikan perkembangan kondisi pasar dan berkoordinasi dengan OJK serta SRO terkait penyediaan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” kata Iman. Untuk mewujudkan ini, Iman melanjutkan, pihaknya akan selalu mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi rutin melalui jaringan distribusi BEI, termasuk media sosial dan untuk menarik investor, terutama investor ritel. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada kesempatan sama menyampaikan, sampai triwulan ketiga 2024, asumsi yang mereka buat untuk tahun ini banyak yang terlampaui meski banyak diterpa isu perlambatan ekonomi global dan dalam negeri, serta politik di tahun pemilu Indonesia. (Yoga)


Harapan Tinggi pada Kinerja BEI

HR1 24 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membawa optimisme bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menetapkan target kinerja pasar modal yang lebih ambisius pada tahun depan. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8% akan memberikan dampak positif bagi emiten dan kegiatan penggalangan dana di pasar modal.

BEI menetapkan target moderat dengan proyeksi penambahan 66 emiten baru, meskipun saat ini baru tercatat 36 emiten. Iman menekankan pentingnya kualitas emiten yang terdaftar dan akan lebih selektif dalam menerima pencatatan baru. Ia berharap stabilitas politik dan perbaikan kualitas emiten akan menarik lebih banyak korporasi untuk berpartisipasi di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas efek, BEI akan bekerja sama dengan pihak independen untuk menghasilkan kebijakan yang komprehensif. Sementara itu, analis pasar, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa kepercayaan terhadap pasar modal yang meningkat akan berkontribusi pada gairah transaksi, dengan proyeksi pertumbuhan nilai transaksi harian sebesar 10% tahun depan.

Namun, pengamat pasar modal, Lanjar Nafim, mengingatkan bahwa BEI perlu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan agar daya tarik pasar modal dapat terjaga. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor domestik dan asing. Budi Frensidy, seorang pengamat pasar, juga menyoroti bahwa kebijakan yang bermasalah sebelumnya menjadi tantangan, sehingga perbaikan diperlukan agar pasar modal dapat tumbuh lebih dinamis dan sehat.


Bursa Targetkan Kenaikan Moderat di Tahun Depan

HR1 24 Oct 2024 Kontan
Proyeksi moderat Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2025 dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 13,5 triliun per hari, meningkat dari target 2024 sebesar Rp 12,25 triliun. Target ini didasarkan pada asumsi penurunan inflasi dan suku bunga global serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 8%.

BEI juga menargetkan pencatatan 66 perusahaan baru melalui IPO, dengan total 407 efek baru pada 2025. Iman optimis, meski mengakui adanya tantangan global dan domestik yang mungkin mempengaruhi pasar saham. Selain itu, BEI berharap jumlah investor baru bertambah 2 juta, sehingga total investor pasar modal Indonesia mencapai 16 juta pada akhir 2025.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, menilai target BEI relatif moderat dan mudah dicapai, terutama mengingat tren positif RNTH dari tahun ke tahun. RNTH tertinggi tercapai pada 2022 dengan Rp 14,71 triliun per hari, meskipun turun menjadi Rp 10,75 triliun pada 2023.

Untuk 2025, BEI mengincar pendapatan Rp 1,78 triliun dan laba bersih Rp 275,02 miliar, didorong oleh peningkatan pencatatan efek dan jasa informasi yang diproyeksi naik 11% tahunan. Target ini merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025 yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB).

IPO di Era Prabowo: Bursa Siap Ngebut

HR1 24 Oct 2024 Kontan (H)
Target Bursa Efek Indonesia (BEI) di bawah pemerintahan baru Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah pencatatan saham melalui IPO menjadi 66 pada 2025, naik dari target 62 pada 2024. Meskipun demikian, hingga 18 Oktober 2024, baru 36 perusahaan yang melantai di BEI, sehingga masih ada 26 slot IPO yang harus dipenuhi untuk mencapai target tahun 2024.

Beberapa perusahaan, termasuk PT Golden Westindo Artajaya Tbk dan Lion Air, serta BUMN seperti PT Pertamina Hulu Energy, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan Palm Co, telah menunda IPO mereka. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebutkan bahwa lesunya aktivitas IPO tahun ini disebabkan oleh sikap "wait and see" investor terkait pilpres 2024 dan transisi pemerintahan.

Iman Rachman, Direktur Utama BEI, mengungkapkan bahwa 70% perusahaan yang mendaftar IPO lolos, sementara sisanya diminta memperbaiki dokumen atau kinerja. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyatakan bahwa BEI sedang melakukan riset untuk memahami alasan perusahaan menunda IPO, serta mengkaji insentif atau regulasi yang diinginkan untuk mendorong lebih banyak perusahaan melantai di bursa

Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha

HR1 23 Oct 2024 Kontan
Strategi ekspansi sejumlah emiten sektor pertambangan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan memanfaatkan peluang dalam ekosistem pendukung tambang. PT Petrosea Tbk (PTRO) mendirikan anak usaha, PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PT PIN), untuk mendukung aktivitas di bidang infrastruktur, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto. 

Langkah serupa diambil oleh PT Carsurin Tbk (CRSN) dengan mendirikan PT Carsurin Minerals Solutions (CMS) untuk meningkatkan kontribusi di masa depan, menurut Direktur Timotius Nugraha Tjahjana. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menjajaki bisnis baru, termasuk manufaktur baja dan penyewaan alat berat, untuk memperluas potensi pendapatan, meski belum ada kesepakatan yang final, ujar Sekretaris Perusahaan Sari Dewi.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menggunakan strategi akuisisi dengan membeli saham PT Bumi Bintang Silika untuk memperluas kegiatan usaha di sektor eksplorasi batu kapur. Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi jangka panjang untuk memperluas izin usaha pertambangan.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, dan Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai bahwa pendirian anak usaha dan ekspansi adalah upaya untuk menggali potensi bisnis dan efisiensi, meskipun kinerja tetap tergantung pada prospek komoditas. Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas menekankan pentingnya manajemen operasional dan keuangan dalam strategi ekspansi.

Hendra merekomendasikan saham PTRO dan DKFT, dengan target harga masing-masing Rp 17.800 dan Rp 200 per saham, karena kombinasi bisnis tambang dan infrastruktur PTRO serta stabilitas pengembangan sumber daya mineral DKFT.

Potensi Rebound Saham BUMN

HR1 22 Oct 2024 Kontan

Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.

Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). 

Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.

Bursa Saham Berada di Bawah Kendali Kabinet Baru

HR1 21 Oct 2024 Kontan
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia mulai 20 Oktober 2024. Dalam waktu singkat setelah dilantik, Prabowo mengumumkan kabinetnya yang terdiri dari 109 pejabat, termasuk menteri-menteri berpengalaman dari pemerintahan sebelumnya, seperti Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani Indrawati. 

Dengan total anggaran APBN 2025 mencapai Rp 3.613,1 triliun, diharapkan pemerintahan ini dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8% per tahun. Sri Mulyani dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor, dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar modal. 

Namun, tantangan besar juga menghadang, seperti penurunan daya beli dan pelemahan kurs rupiah. Program populis, seperti penyediaan makan bergizi gratis, diperkirakan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Para analis, seperti Martin Wiranata Chandra dari Maybank Sekuritas, optimis bahwa 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran akan menjadi momen penting untuk menarik kembali investasi asing ke pasar modal.

Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif

HR1 18 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pada tahun depan, didukung oleh kebijakan pemerintah baru dan faktor-faktor positif lainnya. Namun, pada tahun ini, TLKM diprediksi masih akan menghadapi tekanan, seperti yang disampaikan oleh Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta, yang skeptis terhadap pertumbuhan laba TLKM di akhir tahun. Dia mengungkapkan bahwa meskipun pendapatan TLKM mungkin tumbuh pada kuartal ketiga 2024, laba bersih perusahaan ini diperkirakan akan mengalami penurunan akibat meningkatnya biaya operasional dan kerugian investasi di GOTO.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kinerja TLKM yang terbatas untuk akhir tahun, meskipun ada potensi rebound harga saham GOTO yang bisa memberikan sentimen positif bagi TLKM. Sementara itu, Niko Margonis dari BRI Danareksa melihat kebijakan pemerintah baru sebagai katalisator yang dapat mendukung pemulihan TLKM dengan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga perusahaan berencana menaikkan harga melalui Telkomsel.

TLKM juga berencana untuk menurunkan rasio belanja modal guna meningkatkan free cash flow, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan dividen pada tahun 2025-2026. Meskipun proyeksi pertumbuhan pendapatan telah dipangkas menjadi di bawah 2%, rekomendasi untuk membeli saham TLKM tetap kuat dari beberapa analis, dengan target harga berkisar antara Rp 3.400 hingga Rp 4.250 per saham.

Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi

KT3 17 Oct 2024 Kompas
Indeks Harga Saham Gabungan kembali bergairah awal pekan ini menyambut beberapa peristiwa di dalam negeri. Peristiwa ini mulai dari pelantikan presiden dan pembentukan kabinet hingga Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dana investor asing juga berkontribusi pada bangkitnya kinerja pasar modal pada produk surat utang. Sejalan dengan beberapa peristiwa itu, dana asing masuk ke pasar modal. Pada Selasa (15/10/2024), menurut RTI Business, investor asing mencatatkan net buy atau nilai pembelian bersih di pasar modal Rp 339 miliar. Kondisi ini menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89 persen ke level 7.626. Pada akhir perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup menguat 0,29 persen di level 7.648.

Pengamat pasar modal, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, menilai bahwa sentimen pemerintahan baru di Indonesia ikut memberikan dampak positif di pasar modal. Sejak Senin (14/10), presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil puluhan tokoh yang diyakini akan mengisi jabatan kementerian dan lembaga di pemerintahannya. Para tokoh itu akan dilantik setelah Prabowo Subianto dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Reza menilai, pasar melihat nama-nama tokoh lama yang muncul. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat yang sudah menduduki posisi di sektor perekonomian di periode pemerintahan sebelumnya.

”(Situasi) ini tampaknya cukup memberikan sentimen positif. Pelaku pasar bisa jadi memiliki persepsi bahwa program-program pemerintahan sebelumya yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan kembali,” ujarnya di Jakarta. Selain isu terkait pembentukan kabinet pemerintahan baru, pasar juga mengapresiasi surplus perdagangan ekspor-impor Indonesia yang bertahan selama 53 bulan sejak Mei 2020. Pada pekan ini, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengatur strategi moneter setelah menurunkan suku bunga 25 basis poin pada September 2024. Mengutip analisis Phintraco Sekuritas, pasar memperkirakan BI masih menahan suku bunga 6 persen bulan ini meski ke depan ada peluang BI melanjutkan penurunan suku bunga. Pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi di luar negeri. Positifnya bursa regional Asia menyambut laporan kinerja keuangan triwulan III juga menjadi penguat bagi IHSG. (Yoga)

Melirik Kembali Emiten Grup Bakrie

HR1 17 Oct 2024 Kontan
Grup Bakrie diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang berfokus pada keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menilai bahwa hubungan akrab antara Prabowo dan keluarga Bakrie dapat menjadi katalis untuk mendorong perkembangan di sektor energi, tambang, dan manufaktur, di mana Grup Bakrie memiliki pengaruh signifikan melalui anak perusahaannya seperti BUMI, ENRG, BRMS, dan BNBR. Dileep Srivastava dari Bumi Resources mengharapkan kebijakan yang lebih kondusif, meskipun ia enggan berspekulasi mengenai regulasi yang akan datang. Raden Bagus Bima, praktisi pasar modal, menyarankan investor untuk selektif dalam memilih saham Grup Bakrie, terutama mengingat adanya sentimen beragam dan beberapa emiten yang terjerat masalah, seperti VIVA. William Hartanto juga memperingatkan agar investor waspada terhadap spekulasi politik yang sifatnya sementara. Hendra merekomendasikan saham BUMI, BRMS, dan ENRG sebagai pilihan investasi dengan target harga tertentu.