Bursa
( 805 )Nilai Transaksi Harian BEI pada 2025 ditargetkan Rp 13,5 Triliun
BEI secara umum menyusun 31 rencana kerja ditahun depan yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan meningkatkan pelindungan investor, penyediaan layanan data yang sesuai kebutuhan pelanggan, serta penyempurnaan teknologi dalam sistem. ”Hal ini tentu saja memperhatikan perkembangan kondisi pasar dan berkoordinasi dengan OJK serta SRO terkait penyediaan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” kata Iman. Untuk mewujudkan ini, Iman melanjutkan, pihaknya akan selalu mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi rutin melalui jaringan distribusi BEI, termasuk media sosial dan untuk menarik investor, terutama investor ritel. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada kesempatan sama menyampaikan, sampai triwulan ketiga 2024, asumsi yang mereka buat untuk tahun ini banyak yang terlampaui meski banyak diterpa isu perlambatan ekonomi global dan dalam negeri, serta politik di tahun pemilu Indonesia. (Yoga)
Harapan Tinggi pada Kinerja BEI
Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membawa optimisme bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menetapkan target kinerja pasar modal yang lebih ambisius pada tahun depan. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8% akan memberikan dampak positif bagi emiten dan kegiatan penggalangan dana di pasar modal.
BEI menetapkan target moderat dengan proyeksi penambahan 66 emiten baru, meskipun saat ini baru tercatat 36 emiten. Iman menekankan pentingnya kualitas emiten yang terdaftar dan akan lebih selektif dalam menerima pencatatan baru. Ia berharap stabilitas politik dan perbaikan kualitas emiten akan menarik lebih banyak korporasi untuk berpartisipasi di pasar modal.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas efek, BEI akan bekerja sama dengan pihak independen untuk menghasilkan kebijakan yang komprehensif. Sementara itu, analis pasar, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa kepercayaan terhadap pasar modal yang meningkat akan berkontribusi pada gairah transaksi, dengan proyeksi pertumbuhan nilai transaksi harian sebesar 10% tahun depan.
Namun, pengamat pasar modal, Lanjar Nafim, mengingatkan bahwa BEI perlu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan agar daya tarik pasar modal dapat terjaga. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor domestik dan asing. Budi Frensidy, seorang pengamat pasar, juga menyoroti bahwa kebijakan yang bermasalah sebelumnya menjadi tantangan, sehingga perbaikan diperlukan agar pasar modal dapat tumbuh lebih dinamis dan sehat.
Bursa Targetkan Kenaikan Moderat di Tahun Depan
IPO di Era Prabowo: Bursa Siap Ngebut
Emiten Tingkatkan Laba Lewat Anak Usaha
Potensi Rebound Saham BUMN
Dampak positif dari pembentukan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto terhadap emiten BUMN. Erick Thohir kembali ditunjuk sebagai Menteri BUMN, didampingi oleh tiga Wakil Menteri, yang membawa sinyal positif untuk keberlanjutan program-program BUMN. Fath Aliansyah dari Lotus Andalan Sekuritas menilai hal ini penting bagi restrukturisasi dan aksi korporasi emiten BUMN.
Sektor-sektor seperti infrastruktur, energi baru dan terbarukan, telekomunikasi, dan perbankan diprediksi mendapat sentimen positif dari program pemerintahan Prabowo, menurut Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas. Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas mengamati potensi saham BUMN untuk trading jangka pendek, sementara Raden Bagus Bima melihat peluang di sektor perumahan yang dapat menguntungkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Arjun Ajwani dari Infovesta Kapital Advisori merekomendasikan saham BUMN di sektor perbankan dan energi, serta mencermati peluang IPO BUMN yang diharapkan dapat menyuntikkan daya tarik tambahan bagi pasar modal. Strategi buy on weakness pada saham seperti SMGR, PGEO, dan JSMR juga disarankan oleh Sukarno, mengingat prospek pertumbuhan emiten BUMN yang kuat dalam jangka panjang.
Bursa Saham Berada di Bawah Kendali Kabinet Baru
Bisnis Telkom (TLKM) Menerima Sentimen Positif
Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi
Melirik Kembali Emiten Grup Bakrie
Pilihan Editor
-
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
29 Jan 2022









