Pariwisata
( 747 )Ada 3.000 Acara Tahun Ini, Potensi Ekonomi Rp 162 Triliun
Sepanjang tahun 2023, total acara pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan diselenggarakan di Indonesia mencapai 3.000 acara. Potensi nilai ekonomi yang diperoleh dari kegiatan itu diperkirakan bisa mencapai Rp 162 triliun. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, di Jakarta, Senin (22/5/2023), mengatakan, kebijakan pengurusan izin acara satu pintu berbasis aplikasi digital akan digunakan untuk mengakomodasi hal tersebut. (Yoga)
INDUSTRI PARIWISATA : GELIAT KUAT BISNIS WISATA
Pemerintah percaya diri industri pariwisata nasional bisa pulih lebih cepat sejalan dengan sejumlah kegiatan berskala nasional hingga internasional yang digelar di Indonesia. Geliat kuat bisnis pariwisata di Tanah Air bisa tergambar dalam ajang pameran bertajuk DiIndonesiaAja Travel Fair (DIATF) 2023. Pameran pariwisata yang digelar di salah satu mal terbesar di bilangan Kasablanka Jakarta Selatan itu tampak meriah. Kondisi itu membuktikan industri pariwisata mulai bergerak lincah setelah terdampak pandemi Covid-19 nyaris 3 tahun lamanya. Apalagi, Indonesia sudah tidak lagi mengenakan kebijakan pembatasan mobilitas setelah mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak akhir tahun lalu. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan geliat bisnis pariwisata sudah menemukan bentuknya pada awal tahun ini. Menurutnya, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia juga sudah memperlihatkan perbaikan dibandingkan tahun lalu. Selama kuartal I/2023, dia mencatat total kunjungan wisman ke Indonesia sudah mencapai sekitar 2,24 juta. Khusus pada Maret 2023, kunjungan wisman bahkan lebih dari 800.000 kunjungan.
Dengan bukti tersebut, Angela optimistis total kunjungan wisman sepanjang tahun ini bisa melebihi target yang dicanangkan oleh pemerintah sekitar 8,5 juta kunjungan. “Kalau kita pukul rata per bulannya sekitar 700.000 , target 8,5 juta pasti tercapai. Dengan dukungan bapak ibu sekalian kita bisa hampir 10 juta kunjungan sampai akhir tahun,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Opening Ceremony DIATF 2023, Jumat (19/5). Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menyatakan kegiatan pameran DIATF 2023 merupakan langkah konkret asosiasi menggerakkan masyarakat untuk bepergian di dalam negeri. “Kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi para pengusaha lokal, terutama travel agent konvensional yang sempat terdampak selama pandemi,” kata Pauline. Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkomitmen membangun, meningkatkan peran, serta menghubungkan berbagai destinasi pariwisata di dalam negeri. Dia berharap kebijakan itu menjadi sumber pendapatan tidak hanya bagi negara, tetapi juga bagi pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Coldplay Membawa Jakarta Lebih Dekat Menjadi Kota Musik
Bagi penggemar Coldplay, hari-hari ini terasa magic laksana mimpi yang kesampaian setelah grup band tersebut memastikan menggelar konser di Indonesia pada 15 November mendatang. Akun resmi Coldplay Indonesia di Twitter mengabarkan, pada 17 Mei, lebih dari 1,5 juta orang ikut berburu tiket presale konser. Untuk tiket Rp 800.000 hingga Rp 11 juta per orang, banyak yang mengorbankan tabungan dan mengandalkan pinjaman daring. Prinsip apa pun demi yang dipuja ini membuka mata betapa besar pengaruh konser musik, setidaknya dari nilai uangnya. Setiap orang yang membeli tiket pasti mempersiapkan diri untuk akomodasi dan dana membeli merchandise resmi Coldplay. Bagi kota tempat konser, persiapannya mengeruk uang, membutuhkan waktu lama, serta mematangkan perencanaan untuk menyiapkan infrastruktur yang diperlukan. Namun, anggaran besar kota ataupun individu itu setara dengan apa yang didapatkan kemudian.
Forbes.com menyatakan, konser musik menjadi salah satu alasan utama pusat kota bangkit lagi sejak gejala perluasan kota besar-besaran ke pinggiran terjadi merata di seluruh dunia 50 tahun terakhir. Apalagi umumnya kota-kota utama memiliki fasilitas lebih memadai dibandingkan kota-kota baru di sekitarnya. Setelah Covid-19 melandai, konser musik menghadirkan langsung para musisi kenamaan di panggung berinteraksi dengan penggemarnya bersemi di banyak kota di dunia. Konser di dalam ataupun di luar ruang diselenggarakan sebebas, seramai, dan semegah sebelum pagebluk, seusai WHO mencabut status Covid-19 sebagai wabah global. Konser musik kembali pada kiprah pentingnya menghidupkan kota sekaligus ekonomi.
Catatan organisasi nirlaba di bidang industri rekaman dunia, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), pada 2022, total streaming dengan menghitung langganan berbayar dan iklan mencapai 17,5 miliar dollar AS, 67 % dari pendapatan musik rekaman global. Sisanya pertumbuhan di area lain seiring kembalinya berbagai aktivitas, termasuk konser luring. Di Indonesia, tak hanya Jakarta yang kian rutin menjadi lokasi konser musik kelas dunia. Kota-kota kecil, seperti Surakarta dan Boyolali di Jateng pun unjuk gigi. Shain Shapiro, pendiri dan CEO Sound Diplomacy, dalam tulisannya di Forum Ekonomi Dunia 2019 menyatakan, kota menjadikan budaya sebagai salah satu yang dipertimbangkan dalam kebijakan penggunaan lahan, regenerasi area urban, menggenjot pariwisata, pendidikan, dan pembangunan ekonomi. Budaya, termasuk musik, yang menjadi tonggak pembangunan kota. ”Bidang yang muncul ini menciptakan ’Moniker’ (julukan) baru, yaitu kota musik. Menjadikan kota tempat untuk memikirkan musik dan memasukkannya kebijakan pembangunan, selain menikmatinya. (Yoga)
Pariwisata Dunia Pulih 80 Persen
Jumlah turis yang melakukan perjalanan internasional di seluruh dunia selama triwulan I-2023 telah mencapai 80 % dari tingkat perjalanan sebelum pandemi Covid-19. Namun, pemulihan industri pariwisata masih menghadapi sejumlah tantangan seperti gejolak ekonomi dan ketegangan situasi geopolitik. Laporan Barometer Pariwisata Dunia Organisasi Pariwisata Internasional PBB (UNWTO) menyebutkan, 235 juta turis melakukan perjalanan internasional dalam tiga bulan pertama tahun 2023 atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2022., setara 80 % jumlah sebelum pandemi Covid-19. Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili, dalam siaran pers Jumat (19/5) mengatakan, pada awal 2023 terlihat industri pariwisata berupaya untuk bangkit kembali. Di berbagai tempat, kedatangan internasional telah mendekati atau bahkan ada yang melebihi tingkat kedatangan prapandemi Covid-19.
Menurut Panel Pakar UNWTO, situasi ekonomi tetap akan menjadi tantangan utama yang membebani pemulihan pariwisata internasional pada tahun 2023, dengan inflasi yang tinggi dan kenaikan harga minyak yang mengakibatkan meningkatnya biaya transportasi dan akomodasi. Akibatnya, wisatawan berpotensi melakukan perjalanan yang lebih dekat dari negaranya. Ketidakpastian yang berasal dari agresi Rusia terhadap Ukraina dan ketegangan geopolitik lainnya juga tetap perlu diwaspadai. ”Kita harus tetap waspada terhadap aneka tantangan mulai dari ketidakamanan geopolitik, kekurangan staf, dan potensi krisis biaya hidup yang berdampak pada pariwisata. Kita masih harus memastikan selama proses pemulihan, industri pariwisata memenuhi tanggung jawabnya sebagai pendorong pembangunan inklusif dan solusi mengatasi perubahan iklim,” ujar Pololikashvili.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi B Sukamdani, yang ditemui di acara #DiIndonesiaAja Travel Fair 2023, Jumat (19/5), di Jakarta, mengatakan, pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke dalam negeri tahun ini naik menjadi 8,5 juta kunjungan dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) naik menjadi 1,4 miliar pergerakan. Menurut dia, ini merupakan target yang besar. Sebelum pandemi Covid-19, pergerakan wisnus pada 2018 hanyar 295 juta pergerakan dan 2019 turun menjadi 250 juta pergerakan. ”Kita sekarang masih berada di tengah kondisi pemulihan,” ujarnya. Meski demikian, Haryadi berharap agar pelaku industri tidak pesimistis terhadap target pemerintah itu. Pelaku industri harus bersama-sama mendorong agar semakin banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia. (Yoga)
BISNIS KONSER KIAN MONCER
Industri musik Indonesia semakin menggeliat seiring tingginya minat masyarakat. Sejumlah konser yang mendatangkan artis asing maupun lokal diburu penonton. Penyelenggaraan konser musik ini dinilai akan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Salah satunya adalah konser grup musik asal Inggris Coldplay yang rencananya digelar pada 15 November. Dalam dua hari, tiket konser Coldplay terjual habis. Sejumlah konser juga sudah dijadwalkan pada tahun ini, seperti Red Velvet, Baby Metal, Suga BTS, 2 Dekade D’Masif, NIKI dan David Foster. Selain itu beberapa festival musik tahunan juga menunggu pelaksanaan seperti Java Jazz, We the Fest, Synchronize, dan Pesta Pora. Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menginstruksikan kepada para pemimpin daerah untuk tidak menghambat perizinan acara seni maupun olahraga. Dalam acara pengarahan kepada Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia yang digelar di Balikpapan, Jokowi mengatakan pada tahun ini ada sekira 3.000 event olahraga dan seni. Berbagai kegiatan besar ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyambut positif antusiasme masyarakat terhadap konser Coldplay di Jakarta. Menurut dia, konser Coldplay di Indonesia membawa dampak positif pada perekonomian bangsa. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menilai dampak berganda dari penyelenggaraan konser cukup positif menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Misalnya MICE, jasa event organizer, periklanan, ticketing, jasa transportasi, telekomunikasi, industri makanan dan minuman, hingga UMKM di sekitar lokasi konser. Pengamat musik Nuran Wibisono mengatakan animo masyarakat yang tinggi terhadap konser musik ini sebenarnya sudah terasa sejak pertengahan tahun lalu. Sejak mobilitas masyarakat makin bebas, industri musik dan ekonomi kreatif kembali hidup. Rizky Aulia, Chief Marketing Officer Boss Creator mengatakan hype konser musik di Indonesia memiliki napas yang panjang karena proses pembentukan animonya berjalan perlahan. Pada 2022 lalu, saat mobilitas dilonggarkan secara bertahap, konser-konser musik lokal menjadi pembuka jalan. Sejalan dengan itu animo masyarakat terhadap konser musik pun meningkat. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran mengatakan penyelenggaraan konser dan pertunjukkan musik yang kian semarak pasca-pandemi, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional.
Memacu Denyut Ekonomi Kreatif
Maraknya perhelatan konser yang menghadirkan para musisi kelas dunia kian membuka mata betapa besarnya potensi industri ekonomi kreatif dalam menggenjot perekonomian sekaligus menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Tanah Air. Setelah pandemi Covid-19 berlalu dan mobilitas masyarakat menjadi lebih leluasa seiring dengan pencabutan PPKM, beberapa kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar telah digelar mulai dari pertemuan resmi hingga ke panggung hiburan. Tidak hanya skala lokal, kegiatan bertaraf internasional juga silih berganti dilalui seperti dari KTT G20, KTT Asean, dan konser musik Blackpink. Beberapa event tersebut disambut antusias masyarakat yang dibuktikan dengan kesuksesan penyelenggaraan acara. Tingginya animo masyarakat untuk berkumpul pascapandemi tampak sangat kuat, terutama dalam menikmati hiburan mengingat selama 3 tahun terakhir panggung konser tidak diadakan secara langsung. Kian bangkitnya ekonomi Indonesia yang didorong oleh sisi konsumsi pascapandemi memperlihatkan kuatnya optimisme masyarakat yang menjadi salah satu indikator pulihnya perekonomian domestik. Karena itu, harian ini berharap pemerintah agar dapat memanfatkan momentum agar acara bertaraf internasional tidak hanya berdampak kepada penyelenggara yang untung besar, tetapi juga bisa memberikan efek berganda kepada sektor usaha kecil menengah. Hal ini mengingat besarnya pertumbuhan jumlah penduduk muda berpendapatan menengah. Terus bergairahnya bisnis hiburan dan gaya hidup tentunya makin memberi peluang bagi sektor penunjang lain seperti industri makanan dan minuman, cinderamata, dan garmen. Penyelenggaraan seperti konser musik di atas tidak harus terhenti pada penjualan tiket tetapi juga bisa mengalir sampai jauh. Hadirnya tempat hiburan yang terintegrasi juga diharapkan memberi tempat bagi pelaku industri kreatif untuk menawarkan produk lainnya hingga pada penyediaan hotel dan sarana akomodasi lainnya. Mulai bergeraknya roda ekonomi kreatif harus terus didorong agar dapat lebih banyak menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan penguatan daya beli masyarakat yang signifikan.
Dampak Ekonomi Konser Musik Bisa Capai Rp 167 T
JAKARTA, ID – Sejumlah konser musik oleh musisi asing maupun lokal yang hampir selalu disambut antusias oleh pencinta musik di Tanah Air diyakini memiliki dampak positif bagi perekonomian. Tidak hanya mendorong peningkatan sejumlah sektor usaha dan menciptakan lapangan kerja, khusus untuk musisi asing, konser mereka bisa menghemat lebih banyak devisa karena jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berbondong-bondong menyaksikan konser musik di luar negeri (LN) bisa ditekan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekratf) Sandiaga Salahuddin Uno memperkirakan, sejumlah konser musik yang akan digelar di Indonesia sepanjang tahun ini bisa menghasilkan dampak ekonomi hingga senilai Rp 167 triliun. Ini termasuk dampak dari konser kelompok musik asal Inggris Coldplay yang bakal manggung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 15 November mendatang, sebagai bagian dari tour mereka ke Asia dan Australia yang bertajuk Music of The Spheres World Tour. “Selain Coldplay, banyak lagi konser-konser lain yang sedang dipersiapkan, baik artis band luar negeri maupun band dalam negeri. Ini banyak menambah peluang untuk kita bisa mencetak geliat ekonomi karena total konser dan event ini dampaknya itu Rp 167 triliun. Nah, ini yang harus kita persiapkan dengan baik sehingga dampak ekonominya akan berhasil,” ucap Sandiaga di sela acara halal bihalal MUI di Hotel Bidakara, Jakarta. (Yetede)
KTT ASEAN, Sepeda Bambu dan Kekayaan Alam Flores
Saat ini bersepeda telah menjadi gaya hidup dan bahkan bagian dari kebutuhan hidup, yakni terkait upaya menjaga kebugaran. Sepeda pun mendapat tempat dalam rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei 2023. Sepeda dimaksud khususnya adalah sepeda yang memiliki rangka bambu. Sebelumnya, salah satu momentum yang kian memopulerkan sepeda bambu di negeri ini adalah ketika Presiden Jokowi mengajak PM Australia Anthony Albanese mengayuh sepeda bambu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 6 Juni 2022. Keduanya bersepeda dari Istana menuju Resto Raasaa di Kebun Raya Bogor. Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menawari PM Albanese membawa sepeda bambu sekembalinya ke Australia. Sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT Julie Laiskodat, sepeda bambu direncanakan juga menjadi suvenir bagi para pemimpin ASEAN yang mengikuti KTT di Labuan Bajo. Ditemui di lokasi pameran Batu Cermin, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Monica Tanuhandaru mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan bambu dari Flores.
Dijadikannya sepeda bambu sebagai suvenir bagi kepala negara di ASEAN dapat mengenalkan produk unggulan daerah ke level lebih tinggi. ”Kita bilangnya, kita akan mendukung ASEAN green mobility. Kita mendorong kota-kota di ASEAN untuk ramah terhadap pesepeda. Nanti di bulan September, kita akan kampanye ’Ayo sepeda ke sekolah’,” kata Monica. Berkaitan daya tahan menempuh jarak jauh, duta jenama Spedagi, Wisli Sagara, menuturkan, dirinya beberapa waktu lalu mengayuh sepeda bambu dari kilometer nol di Sabang sampai Jakarta. Pernah pula dia bersepeda bambu dari Jakarta ke Bajawa menempuh jarak 2.100 kilometer. Agustus 2023, Wisli juga akan ikut tur sepeda tertua di Perancis menempuh jarak 1.200 kilometer menggunakan sepeda bambu. Menurut Wisli, kelebihan sepeda bambu adalah empuk, ada fleksibilitas. ”Beratnya, sih, mirip-mirip sepeda besi. Sebab, yang dipakai ini, kan, bukan bambu yang dalamnya kosong, tetapi bambu padat. Ini belahan-belahan bambu yang ditangkupkan, dipadatkan, dan baru dibentuk (dibubut),” katanya. (Yoga)
Menteri LHK Perintahkan Pencabutan Tarif Pemandu Taman Komodo
AKARTA, ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memerintahkan PT Flobamor mencabut surat keputusan (SK) kenaikan tarif jasa pemandu Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, sebelum dimulainya KTT Asean ke-42 pada 10-11 Mei 2023 di Labuan Bajo. SK tersebut menaikkan tarif hingga 1.567%, dari tarif sebelumnya Rp 120 ribu untuk lima wisatawan baik domestik maupun mancanegara, menjadi paling sedikit Rp 250 ribu per wisatawan domestik dan Rp 400 ribu per wisatawan mancanegara. Pencabutan kenaikan tarif itu disambut gembira oleh masyarakat dan pelaku pariwisata NTT. Hal ini diyakini bisa menjaga iklim kondusif bagi wisatawan, delegasi, serta tamu negara yang hadir dalam KTT Asean 2023. “Berdasarkan rumusan dan arahan tindak lanjut dari Kantor Staf Presiden (KSP), serta mempertimbangkan untuk menjaga kondusifnya kegiatan wisata alam di TN Komodo, kami meminta PT Flobamor untuk secepatnya mencabut keputusan direksi terkait kenaikan tarif yang sudah diberlakukan. Khususnya agar pelaksanaan Asean Summit berjalan dengan sukses dan aman, pencabutan keputusan direksi tersebut harus dilakukan sebelum kegiatan Asean Summit dimulai, sehingga tarif jasa pemanduan menggunakan tarif yang lama,” kata Sekjen KLHK Bambang Hendroyono atas nama Menteri LHK, dalam surat resmi kepada Direktur Utama PT Flobamor Agustinus Bokotei seperti dikutip Investor Daily pada Minggu (07/05/2023). (Yetede)
Pemerintah Membidik Pajak dari Turis Asing
Muncul wacana pemungutan pajak terhadap wisatawan mancanegara alias turis asing di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kondisi pariwisata di Indonesia yang semakin pulih.
Terlebih, pajak turis juga telah mulai diberlakukan oleh negara lain. Misalnya, Malaysia, Belanda, Spanyol, Perancis dan Jerman yang menerapkannya mulai tahun ini.
Di Indonesia sendiri, kondisi sektor pariwisata terus menunjukkan pemulihan. Data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan turis asing ke Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2023 mencapai 2,25 juta. Angka tersebut naik signifikan hingga 508,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pengenaan pajak turis ini berkaitan dengan aspek upaya konservasi, upaya menjaga destinasi, dan upaya untuk meningkatkan promosi. Namun, wacana ini masih dalam tahap pembicaraan lintas kementerian dan lembaga (K/L).
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengaku bahwa dirinya belum menerima informasi terkait wacana itu. Makanya, belum diketahui juga setoran pajak tersebut akan masuk ke kantong negara atau pemerintah daerah.
Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar setuju dengan wacana pengenaan pajak turis tersebut. Hal ini bertujuan agar turis yang masuk ke Indonesia atau destinasi wisata tertentu adalah turis-turis yang berkualitas.
Ia melihat, selama ini banyak turis-turis nakal yang masuk ke Indonesia karena beranggapan wisata di Indonesia termasuk murah.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa idealnya pajak turis ini langsung masuk ke penerimaan daerah sehingga adil bagi daerah. "Idealnya begitu, nanti hasilnya dikelola daerah. Tapi harus ada standar tarif antar daerah sehingga pemda tidak seenaknya menaikkan pungutan pajak," jelas Bhima.
Pilihan Editor
-
Kayuhan Ekonomi Sepeda di Yogyakarta
11 Dec 2021 -
Konglomerasi Menguasai Asuransi Umum
04 Oct 2021 -
Ribbit Capital Danai Bank Jago
05 Oct 2021 -
PPATK : Transaksi Narkoba Tembus Rp 120 Triliun
30 Sep 2021









