Pariwisata
( 747 )Festival Kapuas Menggeliatkan Wisata Sungai
Festival Kapuas digelar di Kampung Wisata Caping, tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat-Minggu (24/6/2023). Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji seusai membuka festival, Jumat, mengatakan, kegiatan itu mendorong pertumbuhan kawasan tepian sungai sebagai salah satu obyek wisata. Festival juga diharapkan meningkatkan kepedulian pada lingkungan. (Yoga)
WISATA RAMAH MUSLIM, Tantangan di Puncak Peringkat Global
Indonesia dan Malaysia ditetapkan sebagai destinasi teratas secara global untuk wisatawan Muslim menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2023 oleh Mastercard dan CrescentRating. Capaian itu lebih cepat daripada target yang diharapkan tercapai pada tahun 2025. Namun, para pelaku sektor pariwisata Indonesia menghadapi tantangan untuk mempertahankan posisi sekaligus memperbaiki segenap aspek yang terkait. Menparekraf Sandiaga S Uno yang hadir pada peluncuran GMTI 2023 di acara ”Halal in Travel-Global Summit 2023” yang digelar secara hibrida di Jakarta, Kamis (1/6) mengatakan, halal merupakan servis tambahan, bukan islamisasi wisatawan. Hal ini yang masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Selain sosialisasi tentang wisata ramah Muslim, ada tantangan lain bagi Indonesia.
Founder dan CEO Crescentrating sekaligus Halaltrip.com Fazal Bahardeen berpendapat, untuk Indonesia, ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi agar Indonesia bisa menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim yang semakin memikat, seperti masalah konsistensi kebijakan (Kompas.id, 21/9/2023). Menurut dia, negara lain lebih dulu punya sikap konsisten mengembangkan berbagai kebijakan atau program pariwisata ramah Muslim. Malaysia, misalnya, mulai mengembangkan program pariwisata ramah Muslim sekitar tahun 2007. Pemerintahnya juga memiliki organisasi khusus yang mengurus wisata ramah Muslim dan fokus melatih SDM. Sertifikasi restoran atau halal pun sudah kuat. ”Hal yang harus dipastikan (oleh Indonesia) adalah konsistensi kebijakan dan punya program jangka panjang. Lalu, fokus ke makanan halal karena bagaimanapun wisatawan butuh dijamu. Apalagi, wisatawan internasional,” tutur Fazal. (Yoga)
GELIAT EKOWISATA, Kulari ke Hutan Kota di Palangkaraya
Kristana Parinters Makur (30) melepas alas kakinya dan merasakan pasir basah hutan kerangas di Kahui, Palangkaraya, Kaliteng. Penatnya sirna bersama hilangnya terik matahari di balik pepohonan. Nando, sapaan akrabnya duduk di bawah pohon beringin tak jauh dari Sungai Tahai yang airnya berwarna hitam karena gambut. Sekitar 50 meter dari sungai berdiri pondok-pondok dengan atap segitiga menutupi badan pondok. Beberapa orang terlelap di dalamnya, sebagian mengunyah camilan. Anak-anak kecil berlarian di depan pondok, mengejar sinar matahari yang muncul dari balik ranting-ranting. ”Saya, dari kampung, jadi apa-apa ingin kembali ke hutan. Biasanya kembali ke hutan itu entah kenapa hati jadi tenang,” kata Nando, Rabu (31/5). Kahui tidak menawarkan wisata modern seperti tempat wisata pada umumnya. Kahui hanya menawarkan ketenangan alam. Tak ada yang diubah dari bentuk Kahui sebelum menjadi seperti sekarang. Pohon-pohon berumur puluhan tahun, sungai alami, tanah berpasir, dan rasa nyaman sudah hadir sejak dulu. Pemilik hanya menambahkan bangunan nonpermanen untuk memoles Kahui.
Kahui atau Kalimantan Hutan Itah (Kalimantan Hutan Kita) dikenal sebagai tempat ekowisata sejak 2017 lalu. Meski pernah dihantam pandemi Covid-19, tempat itu tetap hidup. Ada enam orang yang bekerja di tempat itu. Tidak hanya melayani pengunjung, mereka juga ikut mengedukasi pengunjung. Salah satunya soal sampah. Para ”penjaga” Kahui yang merupakan mahasiswa itu tak segan-segan menegur pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Bahkan, pejabat pun pernah ditegur karena membawa sepeda motor hingga ke pinggir sungai, padahal tempat parkir sudah disiapkan. Anak-anak yang kerja di tempat itu merupakan warga sekitar yang sebelum Kahui hadir hanya bekerja sebagai penggali pasir dengan upah Rp 5.000 sekali angkut pasir, kini bisa kuliah, punya gaji bulanan, bahkan mendapatkan bonus tahunan. Kahui menjadi kawasan ekowisata dengan luas 10 hektar atau 10 kali ukuran lapangan sepak bola yang mulai dikelola sejak 2016, tetapi baru diresmikan pada 2017. Tempat itu diminati pengunjung yang ingin berkemah atau seperti Nando, lari dari kepenatan.
Kahui masuk dalam kategori kelompok tani hutan (KTH). Pengelola Kahui, Lilik Sugiarti, mengungkapkan, sejak 2017 sampai saat ini Kahui bertransformasi tak hanya sekadar sebagai tempat wisata. Kahui juga dipadati peneliti dan menjadi tempat bagi mahasiswa di Palangkaraya yang ingin belajar soal hutan kerangas, tumbuhan, dan keanekaragaman hayati lainnya. Konsep ekowisata ternyata masih menjadi andalan di Palangkaraya. Setelah Kahui, di kawasan yang sama terdapat dua tempat ekowisata lain yang menawarkan konsep serupa meski tak sama. Ada Danum Bahandang dan Lewu Bue. Pengunjung jadi punya banyak pilihan tempat untuk dikunjungi dan berbagai pilihan ekowisata. Danum Bahandang menyajikan wisata air hitam yang memukau. Orang-orang datang untuk menikmati makanan di pinggir sungai atau sekadar berenang. Ekowisata tak sekadar menjadi tumpuan atau sumber ekonomi baru, tetapi juga tempat ”lari” dari kesibukan. Mereka memilih hutan sebagai tempat untuk menepi dari keramaian yang tak diinginkan. (Yoga)
RI Peringkat Pertama Destinasi Ramah Muslim
Indonesia dan Malaysia muncul sebagai destinasi teratas secara global untuk wisatawan Muslim menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2023 oleh Mastercard dan CrescenRating. GMTI 2023 mengukur 138 negara tujuan wisata ramah Muslim berdasarkan empat kriteria utama, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Pendiri dan CEO CrescenRating, Fazal Bahardeen, Kamis (1/6/2023), mengatakan, pasar perjalanan Muslim telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang kuat. (Yoga)
MENGGESER SUKACITA KE KAYUTANGAN
Minggu (28/5) malam, kawasan Kayutangan, Kota Malang, Jatim, riuh. Ribuan orang berkumpul bersesakan di antara UMKM dan panggung pentas. Hari itu, Kota Malang punya acara pentas kolaborasi Malang 109. Sebuah acara musik, tari, berpadu dengan pameran UMKM. Orang bermusik, menari, dan berjualan produk UMKM membaur jadi satu di sepanjang 40 meter ruas jalan Kayutangan. Mereka berkumpul menjadi satu dalam acara Malang 109. Itu adalah pentas tahunan komunitas musik di Malang yang tahun ini dikemas bersamaan dengan pameran produk UMKM. Kegiatan diselenggarakan oleh Musik Malang Bersatu Indonesia (MMBI) berkolaborasi dengan Pemkot Malang, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat. Adapun angka 109 merupakan usia Kota Malang pada tahun ini. Jadi, pentas malam itu disebutsebut sebagai rangkaian HUT Kota Malang yang diperingati setiap 1 April.
”Adanya kegiatan seperti ini membuat UMKM seperti kami memiliki kesempatan menunjukkan produk kami. Lumayan setelah kemarin-kemarin kena pandemi,” kata Suryadi, penjual es puter asal Bareng, Klojen. Suryadi mengaku sudah menghabiskan tiga drum es puter untuk acara tersebut. ”Memang jumlah barang yang habis tidak sebanyak acara saat Malang Tempo Doeloe, beberapa tahun lalu. Saat Malang Tempo Doeloe bisa habis 10 drum sehari. Tapi, hasil ini lumayan juga untuk menjaga kondisi ekonomi sekarang ini,” kata pria yang menjadi generasi kedua pembuat es puter. Semangat dalam menonton acara Malang 109 juga dikatakan oleh Emanuel (43), warga Balearjosari. Menurut dia, acara tersebut bisa menjadi salah satu alternatif hiburan warga yang murah meriah. ”Hanya saja, memang harus ditata konsepnya agar warga bisa menonton dengan nyaman. Ini kami dari tadi hanya bisa nonton dari belakang, karena di depan panggung su-dah sangat penuh penonton dan untuk undangan,” katanya.
Kadis Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Baihaqie mengatakan bahwa Kayutangan masuk destinasi wisata ke-75 dari 4.500 destinasi wisata se-Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan bisa digelar rutin tahunan. ”Untuk kegiatan ini sudah masuk 82 UMKM, yang sudah berjualan sejak tadi siang, dan malam hari sudah habis. Produk dijual adalah aneka makanan khas Kota Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangkitkan ekonomi di Kota Malang,” kata Baihaqie. Wali Kota Malang Sutiaji berharap bahwa masyarakat mendukung kegiatan itu dengan menjaga kondusivitas kegiatan. Dengan terjaganya kondusivitas acara, maka menurut Sutiaji, pemerintah akan mengupayakan acara tersebut bisa digelar lagi tahun depan. (Yoga)
KUNJUNGAN TURIS : PERAN STRATEGIS WISATA MEDIS
Hadirnya sejumlah rumah sakit berkualitas di Kota Medan, Sumatera Utara memperkokoh langkah transformasi ibu kota provinsi ini sebagai pusat wisata medis atau medical tourism. Tercatat ada 12 rumah sakit yang dinilai siap untuk berpartisipasi pada konsep ini. Saat ini, ada 7 rumah sakit (RS) tipe A dan B di Kota Medan yang mendapat sertifi kasi dari Kementerian Kesehatan untuk medical tourism itu.Ketua Medan Medical Tourism (MMT) Board Destanul Aulia mengungkapkan bahwa dari jumlah itu, pihaknya merekomendasi 5 RS tambahan yang dianggap layak sebagai bagian dari RS yang berpartisipasi dalam wisata medis.Dari data yang ia miliki, RS yang terdata saat ini adalah RS Adam Malik, RS Columbia Asia Medan, RS Murni Teguh, RS Putri Hijau, RS Royal Prima, Sumatera Eye Center, RS Stella Maris, RS Dr. Pirngadi Medan, RS Mitra Media Premier, dan RS Permata Bunda.Menurutnya, sejumlah program telah dijalankan untuk menciptakan ekosistem Kota Medan sebagai wisata medis. Salah satunya, imbuhnya, adalah dengan rutin mengikuti webinar internasional menyusul keingintahuan masyarakat internasional terkait keunggulan RS di Kota Medan.
Dia menjelaskan bahwa dengan konsep wisata medis itu, pihaknya dengan mempromosikan bagaimana orang luar negeri datang ke Sumatra Utara (Sumut) dengan menikmati Danau Toba, dan juga mendapatkan fasilitas kesehatan dengan layanan unggulannya.Destanul menjelaskan bahwa 12 RS itu memiliki medical check up yang spesifik untuk keunggulannya masing-masing.Contohnya, RS Adam Malik dengan layanan jantungnya, RS dr. Pirngadi dengan layanan gigi, RS Siloam dan Sumatera Eye Center dengan keunggulan spesialis mata. Sementara itu, RS Columbia Asia dengan spesialisasi kardiovaskular, RS Murni Teguh dengan keunggulan onkologi, RS Putri Hijau dengan keunggulan di bedah saraf, RS Royal Prima dengan keunggulan ortopedi, dan RS Stella Maris dengan spesialisasi bayi tabung.
Destanul menjelaskan syarat rumah sakit menjadi bagian dari wisata medis adalah adanya kerja sama dengan travel agent yang telah memiliki pemandu wisata medis. Para travel agent, imbuhnya, yang akan melakukan promosi dan membantu wisatawan yang ingin ke rumah sakit di Kota Medan dengan keunggulan yang sesuai dan kebutuhan yang cocok dengan para wisatawan itu.
Di sisi lain, General Mana-ger RS Columbia Asia Deny Hidayat memandang bahwa medical tourism merupakan sebuah cita-cita yang dibangun di atas komponen-komponen yang melibatkan banyak hal a.l infrastruktur, ketertiban kota, kebersihan.
Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo memandang bahwa letak geografis provinsi ini yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, membuat kebiasaan berobat ke luar negeri menjadi seperti budaya tersendiri.
Ambisi Surabaya Vaganza Menjangkau Internasional
Pemkot Surabaya, Jatim, berambisi memperluas jangkauan acara yang digelar di kota itu hingga ke tingkat nasional dan internasional. Upaya itu, antara lain, dilakukan dengan mendaftarkan sejumlah cara, misalnya kirab tahunan Surabaya Vaganza, ke program Kharisma Event Nusantara milik Kemenparekraf. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan hal itu seusai penyelenggaraan Surabaya Vaganza, Sabtu (27/5) malam. Surabaya Vaganza merupakan kirab tahunan untuk memperingati Hari Jadi Surabaya yang jatuh pada 31 Mei. Surabaya Vaganza 2023 terbagi dua. Sesi pertama berisi parade kendaraan hias bunga dan kirab budaya dengan rute Jalan Pahlawan, Jalan Kramat Tunggak, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Pemuda pada pukul 15.00-18.00 WIB. Sesi kedua diisi parade cahaya yang terdiri dari kendaraan berhias lampu warna-warni, kirab budaya dengan kostum bercahaya, serta atraksi drumband dan pemandu sorak. Parade cahaya yang baru dilaksanakan tahun ini digelar di Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, dan Jalan Pemuda pukul 18.00-21.00 WIB
Dari evaluasi Pemkot Surabaya, Surabaya Vaganza berlangsung lancar dan tertib. Untuk menjaga ketertiban dan keselamatan warga yang menonton, petugas memasang pagar pembatas sepanjang rute. Masyarakat pun tidak menerobos pagar tersebut. Selain itu, tidak ada laporan insiden yang menonjol selama acara. Eri memaparkan, 10.000-20.000 orang menonton dari balik pagar pembatas di sepanjang rute Surabaya Vaganza. Kelancaran acara dan ketiadaan insiden menjadi capaian yang baik sekaligus modal untuk mengajukan acara itu sebagai bagian program Kharisma Event Nusantara (KEN). ”Kami mengupayakan Surabaya Vaganza masuk dalam KEN 2024,” ujarnya. KEN merupakan kurasi dan rangkuman agenda pariwisata di seluruh Indonesia yang disusun Kemenparekraf. Program itu diharapkan bisa meningkatkan kunjungan pelancong domestik dan internasional. Penyusunan KEN melalui proses kurasi oleh tim agar acara yang lolos dalam program itu benar-benar berkualitas
Dalam KEN 2023, ada 110 kegiatan budaya, delapan di antaranya berada di Jatim. Satu dari delapan acara di Jatim itu adalah Festival Rujak Uleg yang digelar di Surabaya pada Sabtu (6/5) lalu. Eri menyatakan, setelah Festival Rujak Uleg, Pemkot Surabaya berharap ada dua acara lagi yang bisa masuk KEN, yakni Surabaya Vaganza dan Parade Juang, kegiatan tahunan memperingati Hari Pahlawan pada 10 November sekali mengenang Pertempuran Surabaya yang terjadi pada November 1945. Kadis Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim untuk mengajukan Surabaya Vaganza dan Parade Juang ke KEN. (Yoga)
Kegilaan Massal Berburu Konser
Pertempuran sudah usai bagi DianTriani (27). Perang tiket konser Coldplay pada 17 dan 19 Mei 2023 dilepas dengan tangan hampa setelah berjibaku untuk tiket kategori 2 atau 3. Padahal, hari pertama pembelian, ia menghabiskan waktu lima jam demi tiket seharga Rp 4 juta dan Rp 3,25 juta itu. ”Sudah, menunggu saja. Menurut rencana, bareng tim kantor beli dari orang yang kenal. Semuanya 14 orang, tapi mau dikabari lagi,” katanya, Jumat (26/5) di Jakarta. Sejak hiruk pikuk soal Coldplay viral di pelbagai media sosial pada awal Mei 2023, Dian bersama teman-temannya sudah mengambil ancang-ancang. ”Waktu aku akses, ternyata sudah masuk18.000 pengantre. Enggak boleh refresh page (memuat kembali halaman internet) pula sampai akhirnya ditutup,” katanya. Ia sampai menggunakan laptop dan ponselnya. Kesempatan yang belum tentu datang lima tahun lagi mendorong Dian ikut berduyun-duyun mengantre tiket. ”Setim memang ada yang fans Coldplay, tapi beberapa teman gen (generasi) Z tahu cuma lima lagu topnya gara-gara euforia saja, sih. Jadi, pengin ikut,” ucapnya. Saat ditanya lagu-lagu Coldplay, warga Pasar Minggu, Jakarta, tersebut merapal ”Viva La Vida”, ”Fix You”, dan ”Yellow”.
Hasrat dia menyaksikan aksi Coldplay lantaran sangat menyukai konser. ”Kayaknya hampir semua, termasuk Blackpink (di Jakarta, Maret 2023), aku datang walau bukan penggemar K-pop,” katanya. Dora Dwi Puteri (35) Warga Bekasi, Jabar yang menghadiri konser Blackpink, paham K-pop pun tidak. Aku juga dating ke konser Westlife di Bandung (Februari 2023),” tuturnya. Obsesi Dora menonton konser dinyalakan antusiasme menyaksikan keriaan. Ia acuh tak acuh jika disebut fear of missing out (FOMO) alias ogah ketinggalan tren. ”Enggak masalah, malah jadi candaan teman-teman. Kalau nonton konser suka bilang, iya, nih, lagi FOMO aja,” ujarnya sambil tertawa. Lucky Pramana (26) bernasib seberuntung namanya. Untuk konser Coldplay, dia dapat satu karcis berposisi strategis, yaitu kategori 3, area berkursi dengan pandangan lurus ke panggung, seharga Rp 3,25 juta di luar pajak. Karyawan agensi ini tak terlalu hafal judul-judul album Coldplay. Ia lebih ingat judul lagu-lagu Coldplay, terutama yang dirilis sejak 2015 hingga album terkini, Music of the Spheres (2021). Lucky terdorong rekan-rekan sekantornya ikutan perang karcis meski hanya segelintir lagu yang ia hafal. ”Pas awal bulan itu (Mei), divisiku dapat bonus proyek kantor. Jadi, anak-anak (teman-temannya) sedang punya duit. Momennya pas, lha. Eh, ternyata aku dapat (karcis),” katanya.
Rasanya bisa dimaklumi jika terjadi demam atau mania ketika Coldplay mengumumkan konsernya pada 15 November 2023. Tak sampai tiga jam, sekitar 70.000 karcis ludes. Kegilaan yang muncul untuk memburu tiket band asal Inggris itu melahirkan guyonan sarkastik berbunyi, ”Kebutuhan manusia itu ada tiga, yakni primer, sekunder, dan konser”. Coldplay memang punya banyak penggemar di negeri ini. Berdasarkan data dari pelantar musik digital Spotify, pendengar bulanan Coldplay di Indonesia mencapai 2,93 juta, terbanyak keempat di seluruh dunia. Sementara di pelantar Youtube, video-video Coldplay disimak 12,4 juta penonton bulanan atau 12,7 % dari penonton global. Tergambar bahwa basis penggemar Coldplay di Indonesia amat besar (Kompas.id, 21/5/2023). Angka-angka itu bisa menjadi statistik ampuh sebagai acuan band atau agensinya untuk menghelat konser di negara terkait. Melihat angka itu, Indonesia pantas jadi tujuan prioritas. Peneliti budaya populer dan gaya hidup Universitas Pasundan, Idi Subandy Ibrahim, menjelaskan, apresiasi terhadap dunia hiburan tergantung kecerdasan penontonnya. ”Begitu pula tingkat ekonominya. Ada yang harga berapa pun, tiketnya dibeli. Kalau mampu,” katanya. ”Mereka dengan medsos memainkan psikologi. Khalayak jadi dibidik selalu ingin terlibat dalam agenda kolosal karena ingin diakui, misalnya sudah menonton konser,” katanya. (Yoga)
WNA PENCARI KERJA, Turis Asing yang Mengais Hidup di Bali
Turis asing yang tidak memiliki uang terpaksa harus bekerja apa saja atau berbisnis supaya bisa bertahan hidup di Bali. Mereka kemudian seakan menjadi parasit karena mengambil lahan pekerjaan masyarakat lokal. Fenomena ini disebabkan pemerintah lebih mementingkan kuantitas turis dibandingkan dengan kualitasnya. Natalie (48), turis asal AS, mengaku sudah sembilan tahun tinggal di Bali. Ia pernah bekerja sebagai pengasuh hewan peliharaan hingga agen perjalanan wisata. ”Saya pernah menjadi pengasuh hewan peliharaan supaya bisa mendapat tempat tinggal gratis dan upah. Selain itu, saya juga pernah bekerja sebagai agen perjalanan wisata bersama pacar saya,warga lokal di sini,” ucapnya ketika ditemui di Kecamatan Ubud, Bali, Sabtu (8/4). Natalie kerap berpindah-pindah ke negara lain, seperti Singapura dan Thailand, jika masa berlaku visa Indonesia-nya sudah hampir habis. Ia memiliki visa turis dan visa social budaya untuk berkunjung ke Bali. ”Saya menetap di Thailand dua tahun ketika pandemi Covid-19. Saya baru kembali lagi ke Bali dan sudah sekitar tiga minggu tinggal di sini untuk memulai usaha (agen perjalanan wisata) yang pernah saya rintis,” katanya. Saat ini, Natalie tinggal di sebuah penginapan (homestay) bertarif murah di Bali. Bahkan, ia mengaku tak malu harus menawar tarif sewa penginapannya yang tadinya Rp 200.000 per malam menjadi Rp 150.000 per malam.
Anya (35), warga asal Rusia yang berminat untuk mencari penghasilan di Bali, berencana membuka usaha pakaian di Bali. Menurut dia, wilayah Bali sangat potensial untuk menjalankan bisnis. ”Nanti bahan baku untuk pakaiannya akan saya beli dari Bandung (Jabar). Untuk bisa menjalankan bisnis ini, saya sedang mengurus kitas, semoga bisa segera selesai,” katanya saat ditemui di daerah Canggu. Anya juga mulai belajar bahasa Indonesia supaya ia bisa semakin mudah bergaul dengan warga lokal. Ia pun berencana untuk menggandeng beberapa warga lokal guna menjalankan bisnisnya. ”Cukup sulit untuk belajar bahasa Indonesia, tidak semudah belajar bahasa Inggris” ucapnya. Pada September 2022, ada kejadian viral, yaitu seorang turis asing asal Lebanon bernama Mohamad Ali El Hage membentak penjaga kios di daerah Kerobokan, Bali. Ia tidak sanggup membayar uang kos ketika ditagih penjaga kos. Mendapat pengaduan mengenai situasi tersebut, pelaku usaha dan pegiat sosial Bali, Ni Luh Djelantik, datang untuk memediasi kedua belah pihak. Setelah mediasi tersebut, Ali minta maaf dan berjanji akan membayar uang kos. Antropolog Universitas Warmadewa Denpasar, I Ngurah Suryawan, mengatakan, fenomena turis asing ini disebabkan terbukanya keran pariwisata yang membuat Bali seakan menjadi tempat singgah. Hal ini bisa menjadi bom waktu jika terus-menerus dibiarkan. Pemerintah, menurut Ngurah, lebih mementingkan kuantitas turis asing yang datang. (Yoga)
Pemerintah Targetkan Devisa Pariwisata Capai US$ 10 Miliar
JAKARTA, ID - Pemerintah merevisi naik target devisa dari sektor pariwisata menjadi sekitar US$ 10 miliar atau Rp 148,73 triliun tahun ini, dari semula US$ 5,95 miliar. Target tersebut meningkat 42,25% dibanding perolehan devisa tahun 2022 senilai US$ 7,03 miliar. Devisa tersebut akan diperoleh dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditargetkan mencapai 8,5 juta tahun ini. “Revisi target itu berdasarkan capaian kinerja sektor pariwisata yang menggembirakan di kuartal I-2023. Pada periode tersebut, sebanyak 2,24 juta kunjungan wisman ke Indonesia, melonjak 508,87% dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 369,18 ribu kunjungan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno usai membuka Rakornas Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Jakarta, Selasa (23/05/2023). Dia mengungkapkan, salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut adalah berkolaborasi dengan GIPI, yang membawahkan 37 asosiasi pariwisata dan perusahaan mitra serta DPD di 17 provinsi. GIPI diharapkan menjadi garda terdepan industri pariwisata, salah satunya mengamankan penyediaan fasilitas pemesanan tiket penerbangan yang lebih murah. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
Jasa Keuangan Paling Banyak Dikeluhkan
10 Dec 2021 -
Inflasi AS Melonjak 6,8% pada November
11 Dec 2021









