KTT ASEAN, Sepeda Bambu dan Kekayaan Alam Flores
Saat ini bersepeda telah menjadi gaya hidup dan bahkan bagian dari kebutuhan hidup, yakni terkait upaya menjaga kebugaran. Sepeda pun mendapat tempat dalam rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei 2023. Sepeda dimaksud khususnya adalah sepeda yang memiliki rangka bambu. Sebelumnya, salah satu momentum yang kian memopulerkan sepeda bambu di negeri ini adalah ketika Presiden Jokowi mengajak PM Australia Anthony Albanese mengayuh sepeda bambu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 6 Juni 2022. Keduanya bersepeda dari Istana menuju Resto Raasaa di Kebun Raya Bogor. Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menawari PM Albanese membawa sepeda bambu sekembalinya ke Australia. Sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT Julie Laiskodat, sepeda bambu direncanakan juga menjadi suvenir bagi para pemimpin ASEAN yang mengikuti KTT di Labuan Bajo. Ditemui di lokasi pameran Batu Cermin, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Monica Tanuhandaru mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan bambu dari Flores.
Dijadikannya sepeda bambu sebagai suvenir bagi kepala negara di ASEAN dapat mengenalkan produk unggulan daerah ke level lebih tinggi. ”Kita bilangnya, kita akan mendukung ASEAN green mobility. Kita mendorong kota-kota di ASEAN untuk ramah terhadap pesepeda. Nanti di bulan September, kita akan kampanye ’Ayo sepeda ke sekolah’,” kata Monica. Berkaitan daya tahan menempuh jarak jauh, duta jenama Spedagi, Wisli Sagara, menuturkan, dirinya beberapa waktu lalu mengayuh sepeda bambu dari kilometer nol di Sabang sampai Jakarta. Pernah pula dia bersepeda bambu dari Jakarta ke Bajawa menempuh jarak 2.100 kilometer. Agustus 2023, Wisli juga akan ikut tur sepeda tertua di Perancis menempuh jarak 1.200 kilometer menggunakan sepeda bambu. Menurut Wisli, kelebihan sepeda bambu adalah empuk, ada fleksibilitas. ”Beratnya, sih, mirip-mirip sepeda besi. Sebab, yang dipakai ini, kan, bukan bambu yang dalamnya kosong, tetapi bambu padat. Ini belahan-belahan bambu yang ditangkupkan, dipadatkan, dan baru dibentuk (dibubut),” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023