Pariwisata
( 747 )Hilangnya Gaji Ke-13 dan Ke-14 Perlu Diwaspadai
Trump dan Pemangkasan Anggaran
Efisiensi Subsidi Energi Agar Anggaran Tidak Bengkak
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025, ada target keluaran perlindungan sosial yang bertujuan mengentaskan warga dari kemiskinan dan menurunkan kesenjangan. Target itu, antara lain, program keluarga harapan untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), program bantuan sosial sembako untuk 18,3 juta KPM, dan bantuan langsung tunai desa untuk 2,96 juta KPM. Penyaluran subsidi elpiji termasuk dalam target itu. Berbagai program perlindungan sosial itu mestinya berlandaskan data penerima yang sudah diverifikasi. Pertanyaannya, penerima subsidi elpiji termasuk penerima fasilitas perlindungan sosial yang mana? Jika data sudah ada, seharusnya segera diverifikasi agar tepat sasaran. Jika masih belum lengkap dan benar, benahi sesegera mungkin agar subsidi bisa disalurkan dengan cepat dan tepat. Masyarakat penerima bantuan berhak menerima subsidi tanpa berlama-lama mengantre dan kepanasan. Subsidi kepada yang berhak merupakan efisiensi yang sesungguhnya. (Yoga)
Perawatan Pasien JKN Lebih Efisien dengan Fitofarmaka
Pasar Jadul Surabaya Tempat Berburu Jajanan ”Ndeso”
Kunjungan Masyarakat ke Kawasan Inti IKN Ditutup Dua Hari
Tren Berwisata 2025, ”Membeli” Memori Indah
Optimisme Terhadap Lonjakan Wisatawan 2024
Anomali Daya Beli Masyarakat Melemah
MASA libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 membawa cuan buat pengelola Bugis Waterpark Adventure di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pengunjung tempat wisata milik Kalla Land & Property itu kebanjiran pengunjung. Sekitar 33 ribu orang datang menikmati wahana di sana. Sales Residential Senior Manager Kalla Land Iwan Richardo Nainggolan mengatakan jumlah pengunjung melonjak hingga 120 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Orang yang datang kebanyakan dari luar Makassar, bahkan ada rombongan dari Palu, Sulawesi Tengah," tuturnya pada Kamis, 2 Januari 2025.
Menurut Iwan, besarnya jumlah pengunjung tak terlepas dari program diskon. Perusahaan menawarkan tiket promosi seharga Rp 60 ribu per orang hingga 6 Januari 2025. Normalnya, harga tiket di wahana tersebut mulai dari Rp 150 ribu per orang. Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah. Bisakah? Selama masa libur ini, bukan cuma tempat wisata yang padat. PT Angkasa Pura Indonesia mencatat lonjakan jumlah penumpang yang terbang melalui 37 bandar udara milik perseroan. Totalnya terdapat 6 juta penumpang hingga 30 Desember 2024, naik dari 8,17 juta penumpang pada periode yang sama pada 2023. "Kami menargetkan trafik penumpang selama 19 hari pada masa libur Natal dan tahun baru sebanyak 9,3 juta," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi.
Seiring dengan pertumbuhan aktivitas perjalanan, industri perhotelan ikut terkena imbas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menyatakan terdapat kenaikan okupansi hotel di beberapa destinasi favorit. Di Bali, misalnya, pertumbuhan okupansi tercatat hingga 5 persen. "Dari pemantauan kami, di Yogyakarta naik 10 persen," katanya. Data kepadatan di tempat wisata, bandara, hingga hotel menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat. Namun kondisi ini tampak seperti anomali. Menjelang akhir tahun, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tanda pelemahan daya beli masyarakat. Sebut saja deflasi yang terjadi lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Data Purchasing Managers' Index manufaktur Indonesia juga masuk zona kontraksi sejak Juli 2024. (Yetede)
Rencanakan Liburan Dengan Anggaran Yang Matang
Belum semua orang menyiapkan budget liburan akhir tahun secara matang. Anggaran biasa diambil dari penghasilan bulan Desember, bonus akhir tahun, atau penghasilan dadakan. Padahal, dana untuk berlibur perlu disisihkan sepanjang tahun agar pengeluaran tidak mengambil dana dari pos kebutuhan sehari-hari atau justru terjebak utang. Suwito (44), warga Purwakarta, Jawa Barat, salah satunya. Ia mengaku tidak pernah memiliki anggaran khusus liburan, termasuk tahun ini. Menurut dia, kebutuhan dana untuk berlibur masih bisa dipenuhi dengan gajinya sebagai karyawan di perusahaan otomotif. Apalagi, akhir tahun ini ia dan keluarga hanya berlibur ke Jakarta yang bisa ditempuh pergi-pulang tanpa menginap.
”Tidak sampai Rp 1 juta untuk pengeluarannya. Selain ke Taman Mini Indonesia Indah, Museum Nasional Indonesia, kami juga mau ke Monas. Lalu, sore harinya langsung pulang ke Purwakarta,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (29/12/2024). Toni (42), warga Bandung, Jawa Barat, juga tidak memiliki anggaran khusus yang disisihkan sebelum berlibur akhir tahun. Namun, agar tidak mengambil dana kebutuhan sehari-hari, ia menggunakan tunjangan hari raya (THR) untuk membiayai akomodasi dan transportasi liburan. Kali ini, ia dan keluarga berlibur ke Semarang, Jawa Tengah, dengan membawa mobil pribadi dan menginap di hotel selama lima hari. Rifa Mulyawan (30), kreator konten asal Tangerang, Banten, juga mengatakan tidak membuat anggaran khusus untuk setiap liburan. Tidak terkecuali untuk vakansi ke Thailand sejak pertengahan Desember lalu hingga 5 Januari 2025 mendatang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









