UMKM
( 686 )Komoditas Unggulan Sulteng Belum Dikelola secara Optimal
Provinsi Sulteng memiliki sejumlah komoditas unggulan di sektor perikanan, kehutanan nonkayu, dan pertanian, namun, belum tergarap optimal oleh pelaku UMKM, yang mengemuka saat Wapres Ma’ruf Amin (7/1) meninjau sejumlah produk UMKM di Palu, Sulteng, mendampingi Menkop dan UKM Teten Masduki. Teten menilai, potensi unggulan Sulteng belum digarap maksimal, selama ini UMKM Sulteng, 90 % berada di Palu bergerak di sektor perdagangan produk industri. Ia mengingatkan pelaku UMKM dan pemeda tidak mengharapkan bantuan pemerintah pusat. Daerah harus berdaya mengembangkan UMKM. Pembiayaan murah tersedia dalam KUR dengan bunga 3 % per tahun. Pusat Layanan Usaha Terpadu dioptimalkan agar pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang dengan akses pasar, modal, dan produk berdaya saing.
Wapres menyatakan, UMKM perlu terus dibina dan dipacu agar tumbuh sebagai bagian dari upaya menangani kemiskinan ekstrem di Indonesia. Penggelontoran bansos untuk penanggulangan kemiskinan malah terkesan melestarikan kemiskinan. Pendekatan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus untuk memerangi kemiskinan. Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menegaskan, pemerintah mendukung pelaku UMKM. Pelaku usaha diminta mengakses modal ke bank dalam bentuk KUR guna mengembangkan usahanya. (Yoga)
Pertamina akan Terus Dorong UMKM Go Global
PT Pertamina (Persero) terus memberi dukungan pada UMKM untuk berkembang dan go global dengan ekspansi pasar hingga luar negeri. Sesuai UU BUMN, Pertamina harus melakukan pembinaan UMKM, sehingga UMKM Indonesia bisa menjadi penopang saat krisis ekonomi, tegas Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 64,2 juta UMKM secara nasional yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi 61 % terhadap PDB, dengan penyerapan tenaga kerja 91 %. UMKM juga memberi kontribusi 64 % terhadap masuknya investasi baru di tanah air. “Kami melakukan edukasi, juga memberikan pelatihan agar UMKM bisa Go Modern, Go Digital, dan Go Global”, sebutnya. Tahun lalu 187 UMKM sudah Go Global. “Dengan menggelar Smexpo kita buka pasar global untuk UMKM”, kata Nicke. (Yoga)
PII Berikan Penjaminan 37 Proyek Senilai 350 T
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (persero) atau PII sudah memberikan penjaminan terhadap total 37 proyek senilai Rp350 triliun hingga Desember 2021. Direktur Utama PII Muhammad Wahid Sutopo menjelaskan, PII mempunyai peran dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. Sedangkan delapan proyek non-KPBU, yaitu proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, proyek Hydropower Program PT PLN (persero). Proyek PLTP Patuha unit 2 dan Dieng 2, proyek pengembangan jaringan distribusi Kalimantan dan Maluku-Papua PLN dan proyek pengembangan jaringan distribusi Sulawesi dan Nusa Tenggara PLN, proyek pengembangan jaringan distribusi Jawa Timur dan Bali PLN, serta obligasi dan penjaminan pinjaman PT Waskita Karya Tbk. Dia menjelaskan, proyek yang dijamin PII tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia dari barat ke timur. Hal ini berarti PII berhasil untuk memperluas dan memberi kesempatan yang sama bagi setiap proyek disetiap daerah. (Yetede)
2022 Platform KUR Naik 30,9% Menjadi 373,17 Triliun
Pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2022 menjadi Rp 373,17 triliun atau meningkat hingga 30,9% dan plafon tahun ini yang sebesar Rp285 triliun. Sedangkan untuk suku bunga KUR, dipertahankan di level 6%. Namun, lanjut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dengan mempertimbangkan tren penurunan cost of fund dan peningkatan efisiensi over head cost (OHC) suku bunga KUR, pemerintah juga menurunkan subsidi bunga KUR tahun depan untuk KUR Super Mikro sebesar 1%, KUR Mikro 0,5%, dan KUR PMI 0,5%. "Kebijakan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga dilakukan perubahan, termasuk penyusuan plafon KUR Penempatan PMI dari maksimal Rp25 juta menjadi maksimal Rp 100 juta serta perubahan dan perpanjangan relaksasi kebijakan KUR pada masa pandemi Covid-19," papar Airlangga. (Yetede)
Jumlah Wirausaha Terus Didorong
Kementerian Koperasi dan UMKM terus dorong munculnya wirausaha berbasis teknologi dan inovasi di Indonesia. Diantaranya gandeng Korsel menggelar kompetisi usaha rintisan bertaraf internasional. Korsel merupakan satu negara yang unggul dalam kembangkan UMKM berbasis teknologi, bahkan pelaku UMKM menjadi rantai pasok industri global, karenanya kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Ministry SMEs and Startups Korsel dilakukan untuk menyiapkan masa depan UMKM kita supaya mempunyai daya saing, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Temu Wicara Pemenang Kompetisi Wirausaha Inovatif 2021 (27/12) di Jakarta.
Kompetisi wirausaha inovatif bekerja sama dengan Korea Selatan, yakni Ecothon Indonesia dan Korea-ASEAN Business Model Competition (BMC), yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya bisnis hijau (green economy) yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Asisten Deputi Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Siti Azizah mengatakan, dari kegiatan kompetisi yang digelar, terjadi proses pembelajaran, jejaring, dan mentoring dari mentor skala internasional. Selain itu, ada juga kegiatan pelatihan untuk para pelatih dari Indonesia. (Yoga)
OVO jadi Alat Pembayaran Utama UMKM di Indonesia
Hasil survei Core Indonesia menyebut 84 % UMKM mampu bertahan selama pandemi Covid 19, karena menggunakan aplikasi OVO sebagai metode pembayarannya. Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit berkata, selama 4 tahun hadir di Indonesia, OVO makin perluas jangkauannya dan dapatkan penerimaan positif dan aktif dari masyarakat. Dengan brand awareness 96 %, OVO jadi platform pembayaran terpopuler di Indonesia dimana 1 juta lebih merchant bergabung, termasuk UMKM dengan pembayaran metode QRIS. Untuk menjangkau masyarakat unbanked dan underbanked pada 2021, OVO bekerjasama dengan BCA untuk pencairan diseluruh ATM BCA di Indonesia. Saat ini OVO dapat digunakan mengakses pembayaran, transfer, top up, dan tarik dana serta layanan asuransi, investasi dan pinjaman diseluruh Indonesia. (Dini)
UMKM Menatap 2022
Masing-masing orang tentu menentukan sikap berbeda-beda menyonsong tahun depan. Perbedaan sikap itu wajar mengingat pandemi Covid-19 masih menghantam dunia, tidak terkecuali Indonesia. Satu hal yang pasti, pandemi yang melanda Tanah Air nyaris dua tahun tentu sudah menghadirkan dampak negatif bagi sektor usaha UMKM. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga pengusaha terkemuka, Sandiaga Uno pernah berkata begini "Enterpreneurship itu bukan profesi melainkan sebuah mindset, yakni mindset yang terdiri atas kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif, kreatif, serta Leadership,". Pandemi ini mau tidak mau mengakselerasi perubahan perilaku konsumen, dititik ini peran serta startup Unicorn lazim melibatkan para mentor demi menopang perkembangan pelaku UMKM. Seiring Covid-19 yang terkendali ditambah tren digitalisasi kedepan, peluang UMKM untuk kembali melesat di tahun depan terbuka lebar. (Yetede)
UMKM Menatap 2022
Masing-masing orang tentu menentukan sikap berbeda-beda menyonsong tahun depan. Perbedaan sikap itu wajar mengingat pandemi Covid-19 masih menghantam dunia, tidak terkecuali Indonesia. Satu hal yang pasti, pandemi yang melanda Tanah Air nyaris dua tahun tentu sudah menghadirkan dampak negatif bagi sektor usaha UMKM. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga pengusaha terkemuka, Sandiaga Uno pernah berkata begini "Enterpreneurship itu bukan profesi melainkan sebuah mindset, yakni mindset yang terdiri atas kerja keras, sikap hidup optimis, inovatif, kreatif, serta Leadership,". Pandemi ini mau tidak mau mengakselerasi perubahan perilaku konsumen, dititik ini peran serta startup Unicorn lazim melibatkan para mentor demi menopang perkembangan pelaku UMKM. Seiring Covid-19 yang terkendali ditambah tren digitalisasi kedepan, peluang UMKM untuk kembali melesat di tahun depan terbuka lebar. (Yetede)
Presiden Jokowi Harapkan Porsi Pinjaman ke UMKM Ditingkatkan
Presiden RI Joko Widodo mengharapkan porsi pinjaman perbankan ke UMKM dapat terus ditingkatkan, untuk membantu pengembangan bisnis UMKM. "Saya juga sedih melihat porsi pinjaman bank kita juga, usaha UMKM hanya diberi 20%, sisanya yang ((usaha skala) menengah, yang besar," kata Presiden Jokowi pada Kongres Ekonom Umat ke-12 Majelis Ulama Indonesia Tahun 2021. Beberapa bank memang bisa memiliki portfolio pinjaman yang besar hingga 80% ke UMKM seperti Bank Rakyat Indonesia (persero) TBk (BRI), namun banyak juga perbankan yang memiliki segment utama pembiayaan ke bisnis skala menengah dan besar. Presiden Jokowi berharap kehadiran PT Bank Syariah milik BUMN yang resmi berdiri pada Februari 2021. "Sekarang BSI sudah masuk delapan besar dengan kekuatan kapital yang lebih kuat, kalau dulu hanya melayani yang kecil-kecil, ini yang kecil, yang gede bisa dilayani oleh BSI," jelas Presiden Jokowi. (Yetede)
Transformasi Ekonomi, Mendorong Cuan UMKM Via Digital
Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cukup signifikan dalam menggerakkan ekonomi daerah, meski di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki peran agar UMKM terus bertumbuh, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan platform digital. Gubernur Ganjar Pranowo sangat luwes ketika menawarkan produk UMKM secara langsung menggunakan sebuah platform marketplace pada Kamis (9/12). Didampingi David Bayu, eks punggawa band Naif, Ganjar menawarkan produk sepatu, perabot rumah tangga, sarung bantal, aksesori, hingga makanan dan minuman. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan marketplace untuk memacu bisnis UMKM di daerah tersebut agar percaya diri untuk berkembang.
Pilihan Editor
-
Industri Sepeda, Penjualan Mulai Melambat
08 Jun 2021








