Kebutuhan Pendanaan Non-DPK Perbankan Meningkat
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kebutuhan perbankan
untuk meningkatkan penyaluran kredit diperkirakan mendorongpendanaan non dana
pihak ketiga (non-DPK) semakin meningkat. Meski demikian, likuiditas perbankan
yang masih memadai saat ini dan selisih biaya menyebabkan pertumbuhan dana
non-DPK belum signifikan.
“Pemanfaatan pendanaan non-DPK potensial lebih banyak
digunakan bank skala menengah dan atas untuk memperbaiki struktur pendanaan
jangka panjang dan mendapatkan selisih biaya dana yang lebih murah,” Jelas
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber dana non-DPK meningkat 3,28 % (yoy) pada Januari 2024
yang mencapai Rp 585,82 triliun atau terkoreksi 0,59 % secara bulanan (month to
month/mtm). Kenaikan pendanan non-DPK secara tahunan terutama dikontribusi oleh
meningkatnya kewajiban bank lain sebesar Rp 17,78 triliun dan pinjaman
pembiayaan diterima sebesar Rp 27,46 triliun. (Yetede)
IHSG Berpotensi Rebound Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)
berpotensi bergerak bervariatif dengan kecenderungan menguat (mixed to higher)
pada pekan terakhir perdagangan sebelum memasuki libur Lebaran 2024. Peluang
rebound IHSG cukup terbuka setelah melemah -0,83 % pada pekan lalu ke posisi
7.288.
“IHSG semestinya bisa mixed to higher dengan support
7.238-7.179 dan resistance 7.321-7.346,” kata Senior Investment
Information-Retail Business Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta
Utama, Minggu (31/3). Nafan menyebut, banyak data ekonomi domestic dan global
yang rilis pekan ini, akan memengaruhi pergerakan IHSG, diantaranya PMI
Manufakturing, data inflasi dan lainnya. “Juga perkembangan sentimen terkait
dinamika the Fed ke depan dan kita juga menantikan US Nonfarm Payroll,” tutur dia.
(Yetede)
Dampak Kebijakan Tarif Efektif terhadap Nilai THR
Penerapan kebijakan pajak terkait Tarif Efektif Rata-Rata
(TER) kembali menimbulkan kegaduhan di masyarakat, khususnya menjelang
penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan pada tahun ini. Pasalnya skema tariff
yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2024 tersebut mengurangi pendapatan bersi
yang diterima masyarakat.
Konsultan Pajak di PT Botax Consulting Indonesia Raden Agus
Suparman menjelaskan, TER dibuat dengan metode rata-rata berdasarkan jumlah
penghasilan waji pajak. Dengan berlakunya tariff secara progresif, maka tarif TER
akan meningkat seiring peningkatan penghasilan diterima pegawai. Pegawai yang
menerima THR menerima tarif TER lebih tinggi dari bulan lainnya.
Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analyst (CITA)
Fajry Akbar mengatakan, bagi wajib pajak pasti akan ada kenaikan pajak yang
dipotong oleh pemberi kerja. Dampak langsungnya, gaji yang diperoleh berkurang
karena besaran pajak. “Dampak tidak langsungnya ada penurunan daya beli,
apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri dimana pengeluaran rumah tangga
meningkat,” kata dia, Minggu (31/3). (Yetede)
Pengembangan PSN Dorong Perekonomian Nasional
Kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) termasuk
pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK 2) dan pengembangan Bumi Serpong Damai
(BSD) dinilai ikut mendorong perekonomian nasional. Pengembangan PIK 2 dan BSD
akan menyerap investasi Rp 58,54 triliun yang mencakup PIK 2 Rp 40 triliun dan
BSD sebesar Rp 18,54 triliun.
“Pembangunan ini (2 PSN itu) akan membantuperekonomian
masyarakat yang akan memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi
nasional,” ujar Staf Khusus Menko Bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar,
baru-baru ini. Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan, kehadiran PSN ikut
mendorong investasi bangunan, yang pada gilirannya mendorong ekonomi nasional. (Yetede)
BABAK BARU KONTRAK FREEPORT
Pemerintah memastikan segera menyetujui perpanjangan kontrak Freeport selama 20 tahun hingga 2061 dengan persyaratan bahwa pemerintah akan mendapatkan penambahan 10% saham Freeport tanpa mengeluarkan investasi baru. Selain tambahan 10% saham, Freeport juga diminta membangun smelter baru di Fakfak, Papua Barat, guna memastikan penghiliran mineral tembaga berjalan lancar agar memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. Poin-poin strategis tersebut dicapai sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Chairman & CEO Freeport McMoran Inc Richard C. Adkerson di Amerika Serikat, pada November tahun lalu. Demi perpanjangan izin tambang itu, Adkerson kembali menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/3). Turut menyertai Adkerson yakni President Freeport McMoran Kathleen Quirk dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas. “Disinggung sedikit [perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus/IUPK] tapi enggak detail, [karena] itu sudah dibahas sebelumnya," kata Tony. Dalam pertemuan selama 40 menit dengan Kepala Negara, turut dibahas soal penghiliran dan progres pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur. Manajemen Freeport juga melobi pemerintah ihwal perpanjangan relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga hingga pabrik smelter di Gresik tersebut beroperasi penuh pada Desember 2024. Pembangunan smelter di Gresik saat ini diklaim sudah mencapai 92%. Namun, Presiden justru lebih memilih fokus membahas penyelesaian negosiasi perpanjangan kontrak tambang Freeport Indonesia terlebih dahulu. Berdasarkan Pasal 109 beleid tersebut, permohonan perpanjangan jangka waktu operasi produksi untuk pertambangan mineral logam atau batu bara diajukan kepada menteri paling cepat 5 tahun atau paling lambat 1 tahun sebelum berakhirnya jangka waktu kegiatan operasi produksi. Dengan merujuk pada aturan tersebut, IUPK Freeport yang berakhir pada 2041, seharusnya baru dapat diproses paling cepat pada 2036.
Revisi PP No. 96/2021 bisa memungkinkan Freeport mengajukan perpanjangan IUPK lebih cepat tanpa harus menunggu sampai 2036. Kontrak pertambangan Freeport rencananya diperpanjang hingga 20 tahun. Sebagai kompensasinya, pemerintah meminta penambahan kepemilikan saham di Freeport menjadi 61% dari sebelumnya cuma 51%.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifi n Tasrif memastikan hingga batas waktu yang diberikan oleh Presiden tadi, pemerintah terus berupaya mengejar penyelesaian revisi PP 96/2021. Menurutnya, revisi aturan tersebut akan menuangkan sejumlah kebijakan salah satunya perpanjangan IUPK untuk PT Freeport Indonesia. Setelah rampung, aturan itu akan mewajibkan divestasi atau pelepasan tambahan 10% saham PTFI dari Freeport-McMoran kepada pemerintah sekaligus mewajibkan PTFI membangun smelter tembaga baru di Fakfak, Papua Barat. “Nantinya, pemerintah enggak keluar duit [investasi tambahan] lagi. Mudah-mudahan di Juni [selesai],” katanya. Presiden Jokowi mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia bisa segera menguasai 61% saham PT Freeport Indonesia. “Artinya Freeport bukan milik Amerika lagi, sudah milik Indonesia, milik negara kita,” kata Jokowi. Dengan posisi mayoritas kepemilikan RI di perusahaan tambang tembaga ini membuat pendapatan negara dari Freeport pun bertambah. Oleh karena itu, rencana penambahan saham RI di Freeport menjadi 61% akan semakin menguntungkan negara.
Rizal Kasli, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhepi), menilai bertambahnya saham Indonesia di Freeport Indonesia akan berdampak positif bagi pemerintah, termasuk program penghiliran tambang mineral. “Penambahan jumlah saham tentu akan mendapatkan penambahan dividen. Juga pemerintah bisa menempatkan lebih banyak direksi dan komisaris,” katanya
Memacu Penjualan SBN Ritel
Sebagai salah satu instrumen investasi, penerbitan surat berharga negara ritel tidak pernah sepi peminat. Setiap kali diluncurkan, selalu kelebihan permintaan meskipun di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik. Sukuk ritel seri SR020, misalnya, yang diterbitkan berdekatan dengan Ramadan, Idulfitri, dan ketika harga kebutuhan pokok meningkat, ternyata tak menurunkan minat masyarakat untuk membeli produk investasi tersebut. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan, masa penawaran seri SR020 berlangsung dari 1-27 Maret, dan diterbitkan dalam dua seri yakni SR020-T3 tenor tiga tahun dengan kupon 6,3% dan SR020-T5 tenor lima tahun memiliki kupon 6,4% per tahun. Pemerintah, di awal penerbitannya, menyebutkan kuota penerbitan surat utang itu mencapai Rp15 triliun. Di akhir pemasarannya, pemerintah ternyata berhasil menggalang dana sebesar Rp21,45 triliun atau melampaui dari yang ditetapkan. Meski lebih rendah dari pencapaian SBN ritel sebelumnya yaitu penerbitan obligasi negara ritel seri ORI025T3 dan ORI025T6 yang mencapai senilai Rp23,92 triliun, permintaan SR020 masih bisa disebut berhasil, mengingat pada bulan ini kebutuhan dana meningkat.
Realisasi DPK kelompok nasabah ritel menyentuh Rp4.027,7 triliun pada Februari 2024 atau tumbuh 3,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini lebih landai dibandingkan dengan realisasi pada Januari 2024 yang tumbuh 5,4% YoY.
Setelah sukuk ritel, akan keluar sukuk tabungan dengan masa penawaran pada April hingga Mei, selanjutnya diikuti dengan penerbitan savings bond ritel (SBR) pada Juni hingga Juli, begitu seterusnya hingga pengujung tahun. Pada 2023 pemerintah berhasil meraup dana dari surat berharga negara ritel senilai Rp147,42 triliun, pada tahun ini diharapkan bisa mencapai di kisaran Rp140 triliun hingga Rp160 triliun. Di tengah kian gencarnya pemerintah dalam meraih dana dari masyarakat, terdapat tantangan yang dapat menjadi penghambat dalam mencapai target yang ditetapkan. Tantangan penerbitan SBN ritel datang dari likuiditas di pasar yang akan semakin terbatas dibandingkan tahun lalu. Selain itu, dengan kondisi ekonomi RI yang semakin pulih, maka tren investasi masyarakat di SBN ritel juga akan beralih.
Bila melihat karakter pembeli SBN ritel seri sebelumnya, diketahui bahwa kelompok masyarakat pembeli berada pada usia generasi milenial, diikuti generasi X, baby boomers, dan generasi Z. Dengan masuknya generasi Z, meski secara persentase belum terlalu besar, menandakan bahwa produk investasi itu sudah merambah ke beragam usia.
TARGET 2024 : WOMF Incar Laba Moderat
Perusahaan pembiayaan atau leasing PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance/WOMF) mengincar pertumbuhan laba bersih moderat, sebesar 4% secara tahunan pada 2024 sehingga menutup tahun dengan capaian Rp246 miliar. Direktur Keuangan Wahana Ottomitra Multiartha Cincin Lisa Hadi mengatakan bisnis pembiayaan pada tahun ini masih prospektif. “Target kami tahun 2024 yang kami target ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] itu sebesar Rp246 miliar atau naiknya sebesar 4%,” katanya dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (28/3).
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengakui bahwa tahun ini membawa sejumlah tantangan, tetapi masih memberikan ruang pertumbuhan. Perusahaan pun berhati-hati dalam merespons perkembangan pasar. “Perseroan akan terus menjaga kualitas aset yang sehat. Namun, terus bertumbuh seiring dengan upaya kami melakukan ekspansi ke wilayah baru ke depannya,” kata Djaja. Perusahaan berencana melakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa dengan membuka 13 cabang baru. Perusahaan memperkuat proses penagihan untuk memaksimalkan capaian di wilayah yang sudah ada.
Sejalan dengan capaian itu, perusahaan pun mengumumkan pembagian dividen tunai sebanyak Rp70,92 miliar untuk tahun buku 2023 yang mencerminkan 30% terhadap laba bersih perusahaan. Nilai tersebut setara dengan Rp20,37 per saham. Selain pembayaran dividen, perolehan laba bersih tahun 2023 digunakan untuk dana cadangan umum sebanyak Rp2,5 miliar dan Rp162 miliar akan dicatat sebagai laba ditahan.
PROYEKSI EKONOM : Inflasi Maret Bakal Melaju
Kalangan ekonom memproyeksi inflasi Maret melaju dengan estimasi tengah atau median sebesar 2,91% secara tahunan. Berdasarkan data Bloomberg, konsensus yang terdiri dari 25 ekonom memperkirakan bahwa inflasi tahunan periode Maret 2024 mencapai 2,91% atau lebih tinggi dari realisasi pada Februari 2024, yakni 2,75% YoY. Dari proyeksi tersebut, estimasi inflasi tertinggi sebesar 3,3% YoY dan terendah 2,1% YoY.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono mengatakan bahwa tingkat inflasi umum di dalam negeri masih terkendali, terutama ditopang oleh laju infl asi inti yang rendah.Di sisi lain, Doni menyoroti tingkat inflasi harga bergejolak atau volatile food yang masih mengalami peningkatan. Per Februari 2024, inflasi volatile food tercatat sebesar 8,47%. Doni mengatakan sejumlah tantangan, terutama menjelang Ramadan perlu terus diantisipasi dalam rangka mengendalikan harga pangan. Tantangan tersebut baik dari sisi pasokan, distribusi, kondisi curah hujan yang tinggi, maupun pemenuhan pasokan komoditas pangan impor agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi lebih lanjut.
Mengutip dari Panel Harga Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), kemarin, (29/3) pukul 09.35 WIB, rata-rata harga bawang merah naik 0,35% menjadi Rp34.110 per kilogram. Begitu pula dengan harga bawang putih bonggol naik 0,74% menjadi Rp41.970 per kilogram. Selain itu, rata-rata harga daging sapi murni kemarin naik 1,17% menjadi Rp137.130 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras naik 0,8% menjadi Rp31.590 per kilogram. Harga cabai rawit merah kemarin terpantau naik Rp2.170 menjadi Rp47.870 per kilogram. Senasib, harga minyak goreng kemasan sederhana kemarin naik tipis 0,17% menjadi Rp17.840 per liter dan rata-rata harga tepung terigu curah kemarin naik 0,6% menjadi Rp10.650 per kilogram. Terkait kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menyampaikan, lonjakan harga pangan yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis.
Adapun, Kemendag melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di berbagai kota terus melakukan pemantauan di lebih dari 600 pasar tradisional di 500 lebih kabupaten/kota.
KONSENTRAT TEMBAGA : Relaksasi Ekspor Belum Dapat Sinyal Perpanjangan
Pemerintah belum memberikan sinyal untuk melakukan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia yang berakhir Mei 2024. Presiden Joko Widodo mengatakan percepatan proses perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga baru diurus setelah pembahasan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Belakangan, Freeport diketahui melobi pemerintah untuk memperpanjang relaksasi ekspor konsentrat tembaga sampai Desember 2024. Hal ini lantaran smelter baru Freeport di Gresik, Jawa Timur diklaim membutuhkan waktu untuk dapat berproduksi dengan kapasitas penuh setelah beroperasi secara komersial pada Mei 2024.
Lebih lanjut, Presiden Ke-7 RI itu mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan revisi regulasi untuk mengakomodasi percepatan perpanjangan IUPK Freeport. Relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga Freeport, menurut Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, penting karena menyangkut potensi pendapatan negara yang hilang. Dia berujar negara bisa kehilangan pendapatan hingga US$2 miliar atau sekitar Rp31,7 triliun (asumsi kurs Rp15.872 per dolar Amerika Serikat) bila izin ekspor konsentrat tembaga Freeport tidak diperpanjang hingga Desember 2024. Berdasarkan laporan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) kuartal III/2023, izin ekspor konsentrat tembaga PTFI sebesar 1,7 juta metrik ton yang diperoleh pada 24 Juli 2023, hanya berlaku hingga Mei 2024.
Sebelumnya, perwakilan Freeport hadir menemui Kepala Negara. Chairman & CEO Freeport McMoran Inc (FCX) Richard C Adkerson, President Freeport McMoran Kathleen Quirk, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas melakukan diskusi dengan Presiden. Tony menjelaskan bahwa dalam pertemuan berdurasi sekitar 40 menit itu, mereka membahas mengenai perkembangan terkini dari situasi pertambangan dan penghiliran. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kepada orang nomor satu di Indonesia itu, pihaknya turut menyampaikan terkait dengan perkembangan pembangunan smelter Freeport di Gresik Jawa Timur. Progres pembangunan smelter mencapai 92% yang diharapkan beroperasi dalam waktu dekat dan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2024.
STRATEGI PELAKU USAHA : KEJAR BERKAH LIBUR LEBARAN
Momentum Lebaran tahun 2024 menawarkan potensi pada sektor jasa pariwisata, sejalan dengan ekspektasi peningkatan kunjungan wisatawan nusantara. Kalangan pengusaha pun berancang-ancang mengejar berkah pada libur Idulfi tri kali ini. Mendekati musim libur Idulfi tri, sektor pariwisata bersiap untuk memaksimalkan layanan. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., misalnya berupaya mengantisipasi lonjakan pengunjung. Hal ini bertolak pada kondisi tahun lalu kala perusahaan menarik 78.000 pengunjung. Direktur Operasional Pembangunan Jaya Ancol Eddy Prastiyo menjelaskan Ancol membuat skema operasional khusus selama pekan Lebaran mulai 11—13 April 2024. Dari segi keamanan, Ancol akan bekerja sama dengan pihak kepolisian.”Rencananya mereka (pihak kepolisian) akan standby sekitar 200—250 orang untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan pelayanan ke masyarakat di sini,” kata Eddy dalam acara Ancol Press Conference Rayakan Kemenangan Penuh Keajaibanpada Kamis (28/3).Ancol juga menyediakan skema untuk mengantisipasi antrean mengular saat pengujung hendak memasuki atau keluar dari gerbang Ancol. Eddy mengatakan, Ancol akan menyiapkan sistem parkir terpusat yang akan berlaku mulai hari kedua hingga hari keempat Lebaran. Senada, Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bakal memanfaatkan potensi lonjakan penumpang selama momentum mudik 2024. Berdasarkan proyeksi dari InJourney Airport, pada bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, diperkirakan puncak arus mudik pada 5 April dan puncak arus balik pada 14 April 2024. Pada Lebaran 2024, sebanyak 7,9 juta penumpang diperkirakan berangkat melalui 58.000 penerbangan di 35 bandara InJourney Airports. Jumlah penumpang diprediksi meningkat 10%, sementara jumlah penerbangan naik 7%. Adapun, unit usaha perhotelan yang dikelola InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang diprediksi mengalami peak season pada 10—11 April 2024. Kemudian, tingkat okupansi InJourney Hospitality diperkirakan mencapai 61,2% atau meningkat 8% dibandingkan dengan 2023. Melalui unit usaha retail, PT Sarinah diperkirakan menikmati puncak penjualan pada 26 Maret hingga 5 April 2024. Pada Midnight Sale, diberikan program diskon 50% dan program buy one get one untuk brand tertentu. Dari sisi destinasi, InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC) yang mengelola sejumlah tempat rekreasi pariwisata memperkirakan musim puncak terjadi pada 11—15 April, yang merupakan puncak libur Lebaran 2024. Sementara itu, InJourney Tourism Development Corporations atau ITDC memperkirakan peak seasonpada 11—14 April 2024. ITDC tak ketinggalan mempersiapkan berbagai destinasi pariwisata.
Berbagai program diselenggarakan seperti promo dan juga Ramadan Festive di The Nusa Dua & The Mandalika. ITDC, The Mandalika diperkirakan menarik 60.000 pengunjung selama 12 hari libur Lebaran 2024. “Persiapan ini penting untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah pemudik terutama yang menggunakan transportasi udara dan juga pengunjung di sejumlah destinasi pariwisata di InJourney Group,” kata Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, dalam keterangan resmi Jumat (29/3).
Sejalan dengan upaya pelaku usaha, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha terkait untuk meningkatkan perhatian, utamanya pada lokasi—lokasi yang menjadi daya tarik wisata di tiap destinasi. “Kemenparekraf akan mengeluarkan surat himbauan menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2024 kepada seluruh pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi dan lokasi Daya Tarik Wisata (DTW) agar dapat memberikan pelayanan yang prima,” kata Menparekraf Sandiaga dalam agendaThe Weekly Brief With Sandi Uno pada Senin (18/3). Dihubungi terpisah, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengatakan, pertumbuhan sektor pariwisata diprediksi akan tumbuh 10%—11,3% secara tahunan pada momen Lebaran tahun ini. Kenaikan tersebut salah satunya didorong dari besarnya permintaan jasa akomodasi dan penyediaan makan minum serta jasa transportasi. Adapun, untuk memastikan tercapainya target pergerakan wisnus sebanyak 35% dari target 1,2 miliar tahun ini, setidaknya ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama, memastikan arus mudik Lebaran lancar dengan berbagai rekayasa lalu lintas.
Kedua, meningkatkan promosi pariwisata unggulan di daerah tujuan mudik. Khususnya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di daerah-daerah tujuan mudik. Ketiga, memastikan stabilitas jaringan internet dan layanan perbankan selama momen Lebaran. Keempat, mendorong agar swasta dapat tepat waktu dalam menyalurkan THR.
Selain dari sisi target pergerakan wisnus, para pelaku usaha wisata disarankan untuk mulai melakukan sejumlah persiapan dalam menyambut momen libur Lebaran. Mulai dari tingkat okupansi, hingga manajemen kerumunan di tempat wisata yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari para pelancong.









