Risiko Monopoli di Balik Rencana Investasi Asing Masuk Budi Daya Lobster
Pemerintah semakin serius menyiapkan rencana budi daya benih
bening lobster (BBL). Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan Vietnam.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan sudah lima
investor Vietnam yang siap mengembangkan budi daya lobster di Indonesia. Implementasi
kerja sama budi daya telah dilakukan lewat pertemuan bilateral dengan petinggi
pemerintahan. Trenggono mengatakan sudah ada nota kesepahaman tentang
pengembangan benih bening lobster, ujarnya saat melakukan pertemuan bilateral
dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Perdesaan Vietnam Phung Duc
Tien di Nha Trang, 22 Maret 2024. Menurut Trenggono, Vietnam memiliki etos
kerja dan mata rantai industri budi daya lobster yang bagus. Karena itu, ia meminta
Vietnam berinvestasi.
Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani
Setiawan mengatakan kondisi pembudi daya lobster domestik saat ini masih
stagnan karena teknologi budi daya masih sederhana. Ia menilai pembudi daya
rakyat belum mengalami lompatan pengetahuan dan dukungan konkret dari
pemerintah. Dani menilai keberadaan investasi asing di sektor ini akan
menyebabkan praktik monopoli. Sebab, pembudi daya lokal akan kalah bersaing
dengan pemodal besar. Jika salah pengelolaan, akan menimbulkan kerugian bagi
Indonesia, karena kemiskinan dan ketimpangan di wilayah pesisir akan bertambah.
Selain itu, ia beranggapan transfer teknologi dari Vietnam sulit terjadi.
Karena pemerintah Vietnam tentu tidak mau budi daya lobster di negara mereka kalah
bersaing dengan Indonesia. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023