Tembaga Memoles Prospek MDKA
Angka produksi tembaga yang menguat bakal memoles kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Emiten pertambangan bijih logam ini berpeluang kembali menadah laba bersih pada tahun ini, setelah di tahun 2023 lalu menelan kerugian. Analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael mengatakan, tahun ini, MDKA membidik 14.000-16.000 ton tembaga. Naik dibandingkan dengan produksi tembaga di tahun lalu yang sebesar 12.706 ton.Dengan kenaikan produksi tembaga pada tahun ini, MDKA diprediksikan bisa mencapai laba tipis, setelah merugi pada tahun 2023 sebesar US$ 20,7 juta. Pada kuartal IV-2023, MDKA mencetak laba bersih sebesar US$ 3,1 juta, turun hingga 87,8% secara kuartalan. Sedangkan pendapatan MDKA tumbuh cukup kuat sebesar 120% year on year (yoy) pada kuartal IV-2023.
Dalam riset 5 April 2024, Benyamin mengatakan, harga komoditas nikel yang lebih rendah akan menjadi tantangan utama MDKA pada tahun 2024. Benyamin memperkirakan, pendapatan MDKA pada tahun 2024 akan mencapai US$ 2,29 miliar, tumbuh dari tahun 2023 yang mencapai US$ 1,7 miliar. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, banyak peluang yang dapat diraih MDKA pada tahun ini, sejalan dengan kenaikan produksi tembaga. Selain itu, Nico mengatakan ada indikasi peningkatan cadangan tembaga di proyek Tujuh Bukit Banyuwangi. Cadangan tembaga naik dari sebelumnya 442 juta ton menjadi 755 juta ton. Hal ini menjadi katalis positif untuk MDKA, di tengah sejumlah risiko yang masih membayangi sektor tambang nikel. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai, prospek bisnis MDKA di tahun ini masih positif, di tengah banyaknya proyek yang sedang digarap.
Duit Elektronik Terus Naik
Duit yang mengendap di kartu uang elektronik (e-money) bank kian tambun. Peningkatan jumlah dana mengendap di uang elektronik ini sejalan dengan meningkatnya transaksi masyarakat dalam menggunakan uang elektronik untuk berbagai kebutuhan pembayaran. Data statistik sistem pembayaran Bank Indonesia (BI) menunjukkan, sampai Februari 2024, total dana mengendap e-money telah mencapai Rp 12,35 triliun, naik dari Rp 10,78 triliun di periode serupa tahun 2023. Dari total dana mengendap tersebut, dana float penerbit e-money perbankan sebanyak Rp 4,02 triliun, tumbuh 10,74% secara tahunan dari Rp 3,63 triliun pada Februari 2023. Ambil contoh dana mengendap Bank Mandiri Tbk. Per Maret 2024, nilai dana mengendap e-money Bank Mandiri sebesar Rp 1,85 triliun, naik 4,44% secara tahunan dari Rp 1,77 triliun. Ali Usman, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri mengatakan, pertumbuhan transaksi e-money pada kuartal pertama tahun ini didorong momentum mudik Lebaran 2024.
Di momen tersebut, pengguna e-money Bank Mandiri banyak melakukan transaksi untuk pembayaran tarif jalan tol. Sampai April 2024, jumlah kartu e-Money Bank Mandiri yang beredar sudah mencapai 35 juta keping, dengan nilai transaksi untuk top up atau isi ulang dan pembelian tumbuh 15% secara tahunan. Sampai akhir 2024, Ali menargetkan pertumbuhan kartu beredar tumbuh 12% secara tahunan. Senada, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn bilang, jumlah dana mengendap Flazz BCA terus tumbuh hingga akhir tahun 2024. Hera menambahkan, meningkatnya pengendapan dana di Flazz BCA sejalan dengan tren transaksi penggunanya yang terus positif. Hal ini ditandai dengan adanya pertumbuhan frekuensi transaksi Flazz sebesar 5,9% secara tahunan di kuartal I-2024, dengan lebih dari 255 juta transaksi. Nominal transaksinya lebih dari Rp 3,7 triliun.
Laba Jasa Raharja Naik 33%
Triliuner Indonesia di Kancah Sepak Bola Dunia
Prestasi sepak bola Indonesia memang belum mendunia. Namun, triliuner Indonesia sudah lama malang melintang menjadi pemilik saham klub di Eropa. Meski sudah jelas punya motif bisnis, mereka juga ikut membawa nama Indonesia di panggung sepak bola dunia. Keberhasilan klub sepak bola Italia, Como 1907, naik ke kasta tertinggi liga Italia, Serie A, beberapa hari ini, mendadak jadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola dan para pengusaha di Indonesia. Bukan karena tim ini memiliki pesepak bola terbaik di dunia atau karena lokasi klub yang termasyhur dengan keindahan Danau Como, destinasi wisata ”Negeri Piza” itu. Akan tetapi, karena klub ini dimiliki oleh grup Djarum, grup konglomerasi bisnis salah satu orang terkaya di Indonesia, Hartono bersaudara. Kepemilikan Grup Djarum pada Como 1907 bermula pada 2019. Mengutip The Athletic, Djarum merogoh kocek 850.000 euro (Rp 14 miliar) dan membayar lunas seluruh utang sebesar 150.000 euro (Rp 2,6 miliar) untuk mengambil alih Como.
Saat itu Como sedang terjerembap di Serie D atau liga kasta keempat Italia akibat bangkrut dan gagal melunasi utang pada 2017. Suntikan finansial dari Grup Djarum itu berdampak pada prestasi Como yang langsung naik ke Serie C atau kasta ketiga liga Italia pada tahun itu. Kini, setelah lima tahun berselang, Como berhasil naik ke Serie A. Terakhir, mereka bermain di Serie A pada musim 2002/2003 atau 21 tahun lalu. Dari ditebus seharga Rp 14 miliar, kini, mengutip Transfermrkt per 14 Mei 2024, nilai valuasi Como 1907 telah meroket menjadi Rp 698,74 miliar. Kendati klubnya baru bergabung di Serie A, kekayaan Hartono bersaudara langsung melejit menjadi nomor wahid sebagai pemilik klub terkaya di Italia. Mengutip Bloomberg Billionaires Index per 13 Me 2024, kekayaan Robert Budi Hartono mencapai 22 miliar USD sehingga menempatkannya di posisi ke-86 orang terkaya sedunia. Adapun familinya, Michael Bambang Hartono, tercatat memiliki kekayaan 20,4 miliar USD, membuatnya duduk di posisi ke-96 orang terkaya sedunia.
Budi dan Michael tercatat sebagai orang terkaya ke-3 dan ke-4 Indonesia dalam daftar itu. Hartono bersaudara bukan orang Indonesia pertama yang punya klub Serie A. Sebelumnya, Erick Thohir pernah memiliki Inter Milan pada 2013-2016. Mengutip Forbes, Erick membeli 70 % kepemilikan saham Inter Milan dengan banderol 250 juta euro pada 2013. Ia pun didapuk menjadi presiden klub dengan seragam hitam-biru itu. Enam tahun berselang, Erick menjual kepemilikan sahamnya di Inter Milan kepada grup konglomerasi China senilai 350 juta euro. Artinya, Erick memperoleh keuntungan 100 juta euro dari transaksi kepemilikannya di Inter Milan. Selain Hartono bersaudara dan Erick, masih ada pula pengusaha Indonesia yang aktif menjadi pemilik klub di Eropa. Salah satunya adalah Sofjan Wanandi, pemilik klub Tranmere Rovers yang kini berkompetisi di League Two atau kasta keempat Liga Inggris. (Yoga)
Singapura Berada di Tangan yang Tepat
Lawrence Wong telah dilantik sebagai PM keempat Singapura. Ini menandai transisi kepemimpinan pertama Singapura dalam 20 tahun.Wong (51) menggantikan Lee Hsien Loong (72) yang tetap berada dalam kabinet sebagai menteri senior. Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam mengambil sumpah jabatan Wong pada Rabu (15/5) malam. Tharman dalam pidatonya mengatakan, dia sangat percaya pada kemampuan Wong memimpin seiring upaya Singapura yang belum terpetakan secara internasional. Dia menekankan peran penting Wong dalam menyusun kebijakan ekonomi dan sosial Singapura.
”Dia akan menjadi dirinya sendiri serta memakai pendekatan sendiri untuk membangun konsensus dan menemukan jalan terbaik ke depan. Dia pasti akan melakukannya sesuai ritme dan iramanya sendiri,” ujarnya. Tharman mengatakan, rakyat Singapura berada di tangan yang tepat. Wong dan timnya diyakini akan mampu membangun fondasi kuat yang sudah dibangun oleh para pendahulu. Tharman juga berterima kasih kepada Lee atas kepemimpinannya yang luar biasa sebagai PM selama 20 tahun terakhir. Lee dikatakan sudah memenuhi janjinya untuk menjadi PM bagi seluruh rakyat Singapura. Lee menjunjung tinggi standar kepemimpinan politik, integritas, dan tidak korupsi. ”Lee juga menjaga semangat rakyat tetap tinggi melalui krisis keuangan global dan pandemi Covid-19,” ujarnya. (Yoga)
Pengguna Tiktok di AS Gugat Pemerintah
Para pelaku usaha di AS yang menggunakan Tiktok dalam bisnis mereka, Selasa (14/5) menggugat Pemerintah AS terkait UU Larangan atas Tiktok yang telah ditandatangani Presiden Joe Biden. Mereka khawatir pelarangan Tiktok akan menurunkan omzet usaha, bahkan mematikan nafkah mereka. Gugatan itu diajukan oleh delapan pembuat konten Tiktok ke Pengadilan Federal AS. Para penggugat meminta pengadilan membatalkan pemberlakuan UU itu. Pada 24 April 2024, Biden menandatangani UU yang memaksa Tiktok menjual sebagian sahamnya kepada investor di AS. Saat divestasi tak bisa dipenuhi Tiktok, UU tersebut melarang toko aplikasi, seperti Apple dan Google Alphabet, untuk memberi tawaran kepada Tiktok.
Aturan juga melarang layanan internet yang mendukung Tiktok. Jika sampai 19 Januari 2025 tidak ada penjualan saham, AS akan melarang total Tiktok beroperasi dan berlaku mulai April 2025. Dengan 170 juta pengguna di AS, Tiktok menjadi salah satu media sosial yang paling digemari. Penggugat UU tersebut, antara lain, peternak, penjual kue, pembuat video komentar olahraga, pembuat kuis Alkitab, dan pegiat advokasi hak-hak penyintas kekerasan seksual. Para penggugat itu menggunakan Tiktok dalam usaha dan aktivitas mereka. ”Meskipun berasal dari tempat, profesi, latar belakang, dan pandangan politik yang berbeda, mereka satu pandangan bahwa Tiktok memberi mereka sarana unik dan tak tergantikan untuk mengekspresikan diri dan membentuk komunitas,” demikian isi gugatan yang diungkapkan di Washington, Selasa waktu setempat.
Davis Wright Tremaine LLP, firma hukum yang mewakili para penggugat, mengatakan, gugatan telah diajukan ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Distrik Columbia. Pelarangan Tiktok di AS dinilai akan merugikan kehidupan warga AS. Jika diberlakukan, ketentuan baru itu akan menghalangi warga AS mengungkapkan ekspresi dan berkomunikasi dengan cara Tiktok yang khas. Juru bicara Tiktok mengatakan, perusahaannya menanggung biaya hukum atas gugatan yang diajukan para pengguna aplikasi itu. (Yoga)
Penyederhanaan Pelayanan BPJS Kesehatan
Rumah sakit yang akan melayani pasien peserta BPJS Kesehatan diminta memenuhi persyaratan kesesuaian kamar dengan kelas rawat inap standar atau KRIS. Kemenkes menyatakan, pemerintah tidak memberikan insentif kepada rumah sakit swasta untuk menyesuaikan standar tersebut. Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kemenkes Ahmad Irsan A Moeis menjelaskan, Menkes hanya melakukan pembinaan terhadap fasilitas kesehatan selama masa transisi hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 30 Juni 2025, sesuai Perpres No 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 8 Mei 2024.
Menurut Ahmad, pihak-pihak terkait, seperti BPJS Kesehatan, Kemenkeu, Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan RS terkait, akan terlibat dan mengevaluasi selama masa transisi ini. Jika dalam evaluasi itu ditemukan keterbatasan, pemerintah kemungkinan mengambil kebijakan terbaru. ”Nanti kita akan lihat hasil evaluasinya. Kemenkeu juga ikut. Nanti kita lihat apa kebijakan yang bisa diberikan pemerintah terhadap para pengelola RS terhadap penyesuaian KRIS ini,” kata Ahmad dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (15/5). Ini sekaligus menjawab kekhawatiran Asosiasi RS Swasta Indonesia (ARSSI) yang mengaku beberapa anggotanya terbebani karena harus menganggarkan dana lebih untuk merenovasi ruang rawat inapnya mengikuti ketentuan KRIS.
Hasil evaluasi dan koordinasi fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat inap akan menjadi dasar penetapan manfaat, tarif, dan iuran BPJS Kesehatan. Ketiga komponen ini harus ditetapkan paling lambat pada 1 Juli 2025. Dalam perpres ini juga tidak ada pasal yang menyebutkan penghapusan kelas I, II, dan III yang berlaku saat ini,tetapi semua kamar rawat inap dibuat sesuai standar KRIS. Aturan teknis dari penyesuaian KRIS ini akan dituangkan dalam Permenkes yang akan diterbitkan nanti, kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Yoga)
Subsidi Uang Kuliah dari Pemerintah Masih Rendah
Pemerintah belum mampu menyubsidi secara penuh biaya kuliah mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) Bantuan operasional PTN yang tersedia hanya mampu memenuhi 30 % biaya operasional kampus. Karena itu, PTN tetap membutuhkan biaya dari mahasiswa dengan sistem uang kuliah tunggal (UKT), yang disebut UKT berkeadilan sesuai dengan kemampuan finansial mahasiswa. Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Tjitjik Sri Tjahjandarie, Rabu (15/5) di Jakarta, mengatakan, pada 2024 ada penyesuaian standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi negeri (SSBOPTN) agar dapat memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sebagai standar minimal.
Biaya operasional untuk tiap rumpun program studi bervariasi, bergantung karakteristik, mutu (akreditasi), dan indeks kemahalan di suatu wilayah. ”Parameter pembiayaan berubah. Jika dulu dengan standar biaya operasional tahun 2020 kuliah cukup ceramah atau praktik laboratorium, kini variasinya banyak untuk mendukung lulusan yang lebih berdaya saing,” katanya. Menurut Tjitjik, memang ada ruang bagi tiap PTN untuk bisa menetapkan UKT sesuai kemampuan mahasiswa. Namun, tetap dipastikan tidak boleh ada mahasiswa yang berpotensi, tetapi terkendala kuliah di PTN karena masalah biaya kuliah. Karena itu, tiap PTN wajib menyediakan UKT kelompok 1 sebesar Rp 500.000 dan kelompok 2 sebesar Rp 1 juta wajib untuk minimal 20 % mahasiswa.
”Termasuk untuk mahasiswa yang pendapatan orangtuanya paling tinggi Rp 4 juta per bulan atau tanggungan tiap orang di dalam keluarga hanya mencapai Rp 750.000 per orang. Mereka harus masuk di UKT 1 atau 2,” ucap Tjitjik. Tjitjik mengatakan, penyesuaian SSBOPTN dengan perhitungan tahun 2023 yang mulai diterapkan tahun ini membuka ruang bagi tiap PTN menambah kelompok UKT, untuk memberikan kesempatan bagi kelompok mahasiswa yang mampu membiayai sendiri biaya operasionalnya. Dengan demikian, bantuan dari pemerintah yang terbatas bisa lebih dimaksimalkan untuk membantu kelompok mahasiswa tidak mampu. (Yoga)
Neraca Perdagangan RI Surplus Beruntun
Neraca perdagangan barang migas dan nonmigas Indonesia mengalami surplus selama empat tahun terakhir atau 48 bulan beruntun sejak Mei 2020. Komoditas penopang utamanya adalah bahan bakar mineral yang didominasi batubara serta lemak dan minyak hewan nabati, terutama minyak sawit dan produk turunan. BPS, Rabu (15/5) merilis, neraca perdagangan migas dan nonmigas Indonesia pada April 2024 surplus 3,56 miliar USD, turun 1,02 % secara bulanan dan 0,38 % secara tahunan. Nilai ekspor RI pada April 2024 sebesar 19,62 miliar USD, turun 12,97 % secara bulanan, sedangkan impor senilai 16,06 miliar USD, turun 10,6 % secara bulanan.
Meskipun tren surplus neraca perdagangan barang turun sejak akhir 2022, RI masih mengalami surplus neraca dagang sejak Mei 2020 hingga April 2024. Sepanjang periode itu, neraca perdagangan RI surplus 157,15 miliar USD dengan komoditas utama penopangnya adalah batubara dan minyak sawit beserta turunannya. Deputi Bidang Statistik Perdagangan dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, sebelumnya, Indonesia pernah mengalami surplus beruntun neraca perdagangan barang. Surplus neraca dagang paling lama terjadi selama 152 bulan berturut-turut sejak Juni 1995 hingga April 2008. ”Kemudian, pada Januari 2016 hingga Juni 2017, neraca dagang Indonesia juga mengalami surplus selama 18 bulan beruntun,” ujarnya dalam konferensi pers secara hibrida di Jakarta. BPS mencatat, surplus neraca perdagangan barang selama empat tahun terakhir disokong surplus nonmigas yang mencapai 224,15 miliar USD. (Yoga)
”Booming” Kecerdasan Buatan Picu Investasi untuk Pusat Data
Booming inovasi teknologi kecerdasan buatan di kancah internasional mendorong peningkatan investasi fasilitas pusat data di Asia Pasifik. Dari operator telekomunikasi, investor ekuitas, manajer aset, dan perusahaan raksasa teknologi global ikut melirik. Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi yang tetap dipandang strategis. NTT Data, lini usaha pusat data bagian dari korporasi telekomunikasi asal Jepang, NTT Group, Rabu (15/5) di Jakarta, mengumumkan akan menambah investasi fasilitas pusat datanya di Indonesia. Keputusan bisnis ini bertujuan untuk mengambil potensi ceruk pasar pusat data yang diperkirakan semakin besar karena booming teknologi kecerdasan buatan.
NTT Data sebelumnya telah mengoperasikan dua fasilitas pusat data di Indonesia, yakni fasilitas pusat data JKT-2 (Kawasan Bisnis Kuningan, Jakarta) dan JKT-3 (Bekasi, Jabar). Tambahan investasi fasilitas pusat data diberi nama JKT-2 Annex dan berlokasi 20 km dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presdir Global Data Centers Indonesia NTT Data dan PT NTT Indonesia Yasuhiro Kaiji dalam konferensi pers, Rabu, di Jakarta, mengatakan, fasilitas pusat data JKT-2 Annex dijadwalkan selesai dibangun pada awal 2026. Pembangunan fasilitas ini menggunakan konsep ramah lingkungan dan menerapkan solusi kecerdasan buatan.
Pembangunan JKT-2 Annex merupakan bagian dari komitmen investasi NTT Data senilai lebih dari 10 miliar USD untuk pembangunan fasilitas pusat data 2023–2027 di seluruh dunia. Asia Pasifik akan memegang porsi besar. Ia menyebut nilai investasi khusus JKT-2 Annex saja sudah mencapai 120 juta USD. NTT Data saat ini mengoperasikan lebih dari 17 fasilitas pusat data di tujuh negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia dan Malaysia. Kapasitas total telah mencapai 278 megawatt. Kini direncanakan ekspansi kapasitas lebih dari 60 megawatt. ”Booming inovasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menciptakan kebutuhan besar kapasitas fasilitas pusat data. Kami ingin mengambil peluang pasar dari booming fenomena itu,” ujar CEO dan Presiden Global Data Centers NTT Data Doug Adams. (Yoga)









