Neraca Dagang Indonesia Simpan Problem Struktural
Grup Barito Kuasai Tiga Besar Market Cap Bursa
Saham Grup Barito, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menguasai tiga besar kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kontribusi masing-masing mencapai 10,9% dan 6,49%. Saham BREN kokoh ini di posisi puncak dengan market cap Rp1.335 triliun, sedangkan saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu lainnya, TPIA, berada di urutan ketiga dengan market cap Rp789 triliun. Sementara itu, di posisi kedua, ada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap Rp 1.159 triliun. Kemarin, saham-saham Group Barito melejit, sehingga turut mengerek indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 1,36% ke level 7.279. Nilai transaksi di bursa pada perdagangan kemarin mencapai Rp11,73 triliun, dengan 296 saham mencatatkan kenaikan, 257 saham terkoreksi, dan 224 saham stagnan. "Derasnya capital inflow yang masuk ke BREN dan TPIA membuat market cap-nya terus meningkat, sehingga wajar saja kalau dua saham tersebut berhasil masuk tiga besar market cap bursa," kata Senior Invesment Information-Retail Business Mirea Aseet Sekurita Muhammad Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily. (Yetede)
Babak Baru Merjer XL Axiata dan Smartfren
Kabar penggabungan usaha (merjer) antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) resmi memasuki babak baru, lewat penandatanganan MoU dari masing-masing induk perseroan. Merjer diekspektasikan menghasilkan efisiensi belanja modal di tengah industri telekomunikasi yang sunset. Induk EXCL, Axiata Group Berhad, menekan MoU yang bersifat tidak mengikat dengan Grup Sinar Mas melalui PT Wahana Inti Nusantara (WIN), kemudian PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Tujuannya, untuk menjajaki rencana merjer antara EXCL dan FREN dalam rangka menciptkan entitas baru (MergeCo).
Manajeman Axiata Group Berhad menyampaikan bahwa rencana transaksi tersebut sampai saat ini masih tahap evaluasi awal. mengingat, baik Axiata maupun Sinar Mas sama-sama berkeinginan menjadi pemegang saham pengendali MergeCo. Makanya, diskusi yang sekarang berlangsung diantara para pihak belum menghasilkan kesepakatan atau penyelesaian rencana transaksi yang mengikat. validasi atas penggabungan dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, uji tuntas, persiapan rencana bisnis bersama dan kesepatakan atas persyaratan penting akan menjadi kegiatan utama yang dilakukan selama tahap penjajagakan yang diatur dalam MoU. (Yetede)
Basnaz Berpotensi Bantu Program Makan Siang Gratis
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani yang juga Wakil Ketua MPR menilai, ada potensi kerja sama antara Badan Amil Zakat Indonesia (Baznas) dan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam program pelaksanaan makan siang gratis. Namun demikian, peluang kerja sama ini belum diputuskan karena masih dibicarakan dengan semua pihak terkait setelah pelantikan presiden 2024. "Baznas memiliki kesiapan untuk bisa bersama-sama mendukung program pemerintah makan siang gratis dan minum susu gratis," ungkap Muzani. Program makan siang gratis ini diperkirakan akan membutuhkan anggaran sekitar Rp450 triliun. Oleh karena itu, pemerintah berencana melibatkan berbagai pihak untuk meminimalisasi penggunaan anggaran dari APBN. Sementara itu, Baznas RI menyatakan siap untuk mendukung program pemerintah terpilih dalam mengadakan makan siang dan minum susu gratis untuk anak. "Ke depan, kalau bisa (kita) kolaborasi apalagi ada program makan siang gratis InsyaAllah Baznas siap," kata Ketua Baznas RI Noor Achmad. (Yetede)
Ekspansi ESG, BSI Rilis Sukuk Keberlanjutan Rp 3 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menerbitkan instrumen environment, social, governance (ESG) sukuk pertama kali di Indonesia berupa sustainability sukuk (sukuk mudharabah keberlanjutan) tahap pertama sebesar Rp 3 triliun. Hasil dana tersebut nantinya digunakan perseroan untuk ekspansi pembiayaan ke sektor ESG. BSI memiliki target penerbitan sukuk keberlanjutan dengan total Rp 10 triliun, untuk tahap pertama sebesar Rp 3 triliun tahun ini. Perseroan siap mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui implementasi instrumen keuangan syariah yang fokus terhadap ESG. Efek syariah dengan aset (kegiatan usaha) yang menjadi dasar (underlying sukuk) ini adalah pembiayaan dengan kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS). Instrumen ini akan memberikan values berbeda bagi investor yakni memberikan manfaat besar dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Per Maret 2024, portfolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp59,19 triliun yang terbagi atas katagori KUBL sebesar Rp12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp46,62 triliun. (Yetede)
Industri TPT Masih Menanti Keampuhan Lartas
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) masih menanti keampuhan larangan terbatas (lartas) impor dari pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dengan perubahan terakhir melalui Permendag 7/2024. Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi menerangkan, ada perbaikan di Kuartal I-2024 dengan meningkatkan order UMKM/konveksi rumahan pasca terbitnya Permendag 36/2023. Dia mengatakan, 6-12 tahun pasca Permendag tahun 2023 ini di sahkan baru semua industri TPT bisa dapat pulih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri PTP tumbuh 2,64% pada kuartal I-2024. Menanggapi data tersebut, Farhan mengatakan, pada kuartal IV-2023 industri TPT tertinggal minus 1,15% secara kuartal ke kuartal. "Jadi kalau pertumbuhan di kuartal I-2024 sudah psoitif, bisa jadi itu betul. namun memang efeknya belum sampai ke industri serat," kata dia. (Yetede)
Kemenhub Rampungkan 25 PSN Sektor Tranportasi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merampungkan 25 proyek strategis nasional (PSN) di sektor transportasi dari total 35 PSN yang ditetapkan pemerintah Presiden Jokowi. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan dengan adanya pembangunan proyek infrastruktur PSN, diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas dan layanan logistik, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru diberbagai daerah. "Hingga saat ini Kemenhub telah menyelesaikan sebanyak 25 PSN sektor transportasi," kata Budi Karya. Untk diketahui, dari total 35 PSN di sektor transportasi yang ditetapkan pemerintah Presiden Jokowi, 25 proyek telah selesai pembangunannya. Proyek tersebut meliput pembangunan bandara tujuh proyek, kereta api tujuh proyek, dan pelabuhan 11 proyek. "Sisanya 10 proyek PSN sektor transportasi saat ini dalam masa penyelesaian dengan proyek yang akan selesai di tahun 2024," jelas Budi. (Yetede)
Peningkatan Daya Saing Jadi Kunci Ekonomi Digital RI
Peningkatan daya saing digital yang konsisten diyakini menjadi kunci guna mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Upaya peningkatannya dilakukan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan masuknya aktivitas ekonomi ke ruang digital yang merata diseluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, Google memprediksi ekonomi digital nasional mencapai US$ 109 miliar tahun 2025 dan US$ 360 miliar pada 2030 dari pencapaian US$ 82 miliar tahun 2023. Sektor dan daya saing digital di Indonesia terus mencatat peningkatan yang pesat. Terlepas dari pembangunan infrastruktur yang secara giat terus dicanangkan oleh pemerintah, para pemangku kepentingan juga turut berperan dalam menghadirkan program terkait literasi dalam ekonomi digital. Upaya-upaya tersebut dipercaya menjadi pondasi untuk mendorong peningkatan sektor digital di Indonesia. Dalam empat tahu terakhir (2020-2023), East Ventures, perusahaan modal ventura (venture capital/VC) yang terbuka pada seluruh sektor dan pelopor investasi startup di Indonesia, pun secara rutin memetakan daya saing digital di Indonesia yang dituangkan dalam laporan bertajuk East Ventures-Digital Competitivenes Index (EV-DCI). (Yetede)
Kemenkominfo dan IBM Hadirkan Inkubasi Startup
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama IBM kembali membuka program pendaftaran inkubasi Startup Studia Indonesia (SSI). Kegiatan ini digelar bagi startup tahap awal yang tertarik untuk meningkatkan skala bisnis (Scale up) dan mengikuti pembinaan agar produk siap masuk ke pasar (product-product fit/PMF). Setelah sukses meluluskan 132 dari delapan batch sebelumnya, pada 2024 ini, proram SSI hadir dengan bendera dan nama baru, yakni SSI X IBM, hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi global IBM asal Amerika Serikat. Melalui program tersebut, tidak hanya bertujuan untuk membantu para founder strartup menjadi PMF, tetapi juga membuka peluang bagi startup untuk menjadi official build partner IBM dan mendapatkan eksposur ke jajaran klien serta ekosistem IBM. Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo Boni Pujianto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan kurikulum pelatihan yang praktis, tepat guna dan sesuai kebutuhan para peserta startup. "Kolaborasi terbaru SSI dengan IBM diharapkan dapat membantu startup untuk mencapai PMF, menciptakan model finansial yang berkelanjutan, serta memiliki rencana yang solid dalam pencapaian profitabilitas," ungkap Boni. (Yetede)
Struktur Tetap Sehat, Utang Luar Negeri Menurun
Bank Indonesia (BI) menegaskan struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia tetap sehat dan didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian. Adapun utang luar negeri pada kuartal I-2024 mencapai US$ 403,9 miliar atau menurun dari posisi kuartal IV-2023 yang mencapai US$ 408,5 miliar. Dengan perkembangan tersebut, utang luar negeri Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,02% secara year on year (yoy) pada kuartal sebelumnya. "ULN Indonesia pada kuartal I-2024 menurun. Penurunan posisi utang luar negeri sektor publik maupun swasta," tutur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. Erwin mengungkapkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermnin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB yang turun menjadi 29,3% dari 29,8% pada kuartal sebelumnya, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,8% dari total ULN. "Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi resiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," ungkap Erwin. (Yetede)









