;

Tambal-Sulam Peringatan Dini Bencana

Yuniati Turjandini 21 May 2024 Tempo
MEMBUKA pidatonya, Dwikorita Karnawati bercerita tentang pengalaman mencekam dua dekade lalu, ketika tsunami dalam sekejap menyapu hampir seluruh daratan Aceh. Kala itu, Kepala Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu masih bergelut di kampus sebagai Ketua Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Dwikorita sama sekali tak punya gambaran betapa parah dampak dari bencana megathrust—yang sebelumnya hanya ia ketahui dari buku. “Saya seorang ahli geologi, tapi saat itu saya tidak pernah melihat seperti apa itu tsunami,” kata Dwikorita dalam diskusi Panel Tingkat Tinggi World Water Forum 2024 di Nusa Dua, Bali, Senin, 20 Mei 2024.

Kemarin, ajang WWF ke-10 resmi dibuka. Forum internasional multipihak yang digelar tiga tahunan ini menjadi wadah untuk merumuskan upaya penyelesaian krisis air dan perbaikan tata kelola air, terutama di negara-negara berkembang. Pembahasannya beragam, menyentuh hingga masalah pembiayaan, transfer pengetahuan dan teknologi, hingga mitigasi bencana. Pada urusan terakhir ini, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) telah mewajibkan setiap negara agar membangun sistem Early Warnings System for All (EW4All) dalam mitigasi bencana.

Dwikorita mafhum, sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini bencana yang mumpuni ketika gempa 9,3 skala richter mengguncang lepas pantai barat Sumatera dari kedalaman 30 kilometer di bawah permukaan laut pada Ahad, 26 Desember 2004. Satu-satunya alat pendeteksi kala itu adalah seismograf yang dioperasikan secara manual dan tak akurat. Walhasil, sedikitnya 130 ribu orang tewas akibat tsunami di Aceh yang terparah di Meulaboh. Gelombang air laut besar yang dipicu megathrust tersebut juga menerjang pesisir Srilanka, India, Thailand, dan Maladewa dengan korban hampir 100 ribu jiwa. (Yetede)

Asal Perpanjang Usia Pensiun Polisi

Yuniati Turjandini 21 May 2024 Tempo
Sulit mencari dalil pembenar atas rencana Dewan Perwakilan Rakyat memperpanjang masa usia pensiun polisi dengan merevisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain hanya akan memperbesar organisasi Polri, yang sebagian diisi orang-orang sepuh, perpanjangan tersebut bakal makin memberatkan anggaran negara yang terus cekak.  DPR secara tiba-tiba membahas revisi sejumlah undang-undang strategis di ujung masa jabatannya. Perpanjangan masa jabatan polisi itu akan menimbulkan mudarat ketimbang memberi manfaat. Perubahan masa dinas polisi itu justru berpotensi memunculkan masalah baru di masa depan.

Pembahasan revisi UU Polri memang masih berlangsung di Badan Legislasi DPR. Ada beberapa pasal yang akan diubah dan ditambah. Salah satu pasal yang krusial adalah Pasal 30 yang membatasi usia pensiun personel kepolisian hingga 58 tahun, yang bisa diperpanjang sampai 60 tahun jika memiliki keahlian khusus. Dalam draf revisi UU Polri itu, masa dinas diperpanjang menjadi 60 tahun. Usia pensiun bertambah menjadi 65 tahun bila polisi itu menduduki jabatan fungsional dan berubah menjadi 62 tahun bila berkemampuan khusus.

Saat ini, masa dinas personel Polri bukan termasuk kepentingan yang mendesak. Apalagi perubahan itu membutuhkan penelitian fisik, psikis, dan kapasitas yang komprehensif untuk menentukan bahwa polisi masih produktif di usia 60 tahun. Penambahan masa dinas polisi ini justru akan berpengaruh terhadap regenerasi internal Polri. Sementara itu, masih banyak perwira menengah, bahkan jenderal, yang belum mendapat kesempatan rotasi jabatan sesuai dengan pangkatnya. (Yetede)


Mengapa Akses Internet Tak Merata

Yuniati Turjandini 21 May 2024 Tempo
ANAK usaha SpaceX milik Elon Musk, Starlink, resmi diluncurkan pada Ahad, 19 Mei 2024. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Starlink bakal memfasilitasi layanan Internet di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Selama ini, daerah 3T relatif minim terjangkau Internet. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada Januari 2024, jumlah pengguna Internet Indonesia terus meningkat, tapi masih terpusat di perkotaan.

APJII mencatat jumlah pengguna Internet di Indonesia pada 2024 mencapai 221,5 juta jiwa. Dengan total populasi 278,6 juta jiwa pada 2023, tingkat penetrasi Internet di Indonesia menyentuh angka 79,5 persen atau naik 1,4 persen dibanding pada tahun lalu. Namun 69,5 persennya masih terpusat di daerah urban dengan kontribusi terbesar di Pulau Jawa, yaitu 57,82 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2023, pengguna Internet di daerah perdesaan hanya mencapai 55,92 persen. Artinya, 44,08 persen dari populasi perdesaan masih belum menggunakan layanan Internet. Ketidakseimbangan ini menunjukkan adanya kesenjangan infrastruktur yang signifikan. Dengan demikian, perlu diatasi untuk mencapai inklusi digital yang universal di Indonesia.

Dibanding negara tetangga, Indonesia juga tertinggal. Akses Internet di Brunei Darussalam, misalnya, tercatat mencapai 99 persen, disusul Malaysia 97,4 persen, Singapura 96 persen, dan Thailand 88 persen. Selain soal akses, kecepatan Internet di Indonesia masih rendah. Indonesia berada di peringkat ke-9 dari 11 negara di ASEAN dalam soal kecepatan Internet. Berdasarkan data per Desember 2023, kecepatan Internet mobile Indonesia hanya 24,96 megabit per detik (Mbps). Sedangkan untuk jaringan fix broadband 27,87 Mbps. Jauh dibanding Filipina yang 55 Mbps ataupun Singapura dengan 208 Mbps. (Yetede)

Menguji Kredibilitas Anggaran Prabowo-Gibran

Hairul Rizal 21 May 2024 Kontan (H)

Potret ekonomi pemerintah baru mulai nampak. Pemerintah kemarin menyerahkan proyeksi dan asumsi makro ekonomi Indonesia 2025 ke parlemen. Ini akan jadi modal awal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia lima tahun ke depan, atau mulai Oktober 2024-Oktober 2029. Lewat Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, ini akan menjadi acuan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  untuk menyusun Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Merujuk dokumen yang sama, target pertumbuhan ekonomi 2025  dipatok 5,1%-5,5%. Angka jauh dari target Prabowo-Gibran yang menginginkan ekonomi tumbuh hingga 8% selama tiga tahun ke depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan ditopang stabilitas inflasi, kelanjutan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik, hingga digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM. Untuk mencapai target ekonomi tumbuh di sasaran 5,1%-5,5%, pemerintah memproyeksikan belanja negara di kisaran 14,59%-15,18% dari produk domestik bruto (PDB). Yang menarik, untuk membiayai belanja itu, target pendapatan negara lebih rendah dari belanja atau  berkisar 12,14%-12,36% PDB.

Alhasil, anggaran 2025 akan defisit 2,45%-2,82% PDB. Target ini lebih besar dari defisit APBN 2024 yang dipatok sebesar 2,29% PDB. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dengan indikasi rasio pendapatan yang rendah ketimbang belanja negara, itu memperkuat argumen bahwa tahun depan pemerintah akan mengandalkan pendanaan alternatif sebagai tambahan pendanaan utama. Pada 2025, pemerintah memasang target imbal hasil surat berharga negara atau yield SBN tenor 10 tahun berkisar 6,9%-7,3%, lebih tinggi dibanding target 2024 sebesar 6,7%.

Alhasil, beban pokok sekaligus bunga utang pemerintah bakal lebih besar. Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menyoroti target pertumbuhan ekonomi yang berkutat di level 5%. Meski realistis, angka ini belum mencerminkan perbaikan fundamental ekonomi kita. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita juga melihat, pemerintahan Prabowo-Gibran masih terjebak tren pertumbuhan era Jokowi di kisaran 5%. Jadi "Pekerjaan mencapai 8% tidak mudah," ucap dia.

Berharap Investasi dari Korea Selatan Meningkat

Hairul Rizal 21 May 2024 Kontan
Pemerintah berharap Korea Selatan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Sebab, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korsel kembali menguat pasca pandemi Covid-19. Dalam kunjungan kerja ke Seoul, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga bertemu sejumlah investor. Utamanya mereka yang telah menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, CEO LG CNS Shingyoon Hyun. Airlangga mengaku senang dengan langkah LG CNS yang telah meneken memorandum of agreement dengan Sinar Mas Group untuk mendirikan perusahaan joint venture (JV) di bidang layanan konsultasi manajemen data center serta teknologi informasi dan komunikasi. "Kami berharap Korea Selatan dapat meningkatkan investasinya di berbagai bidang," kata Airlangga dalam keterangan resminya, kemarin. Selain LG, Airlangga juga bertemu CEO Hyundai Motor Group, Euisun Ching. Selama ini Hyundai terlibat aktif di berbagai proyek hidrogen secara global. Lalu bertemu Chairman Lotte Chemical. Sebagai gambaran, perdagangan bilateral Indonesia-Korea Selatan mencapai US$ 20,8 miliar di 2023. Korea Selatan juga merupakan investor ketujuh terbesar di RI dengan nilai investasi mencapai US$ 2,5 miliar pada tahun 2023.

Pasar Obligasi Mulai Unjuk Gigi Meski Masih Dibayangi Fluktuasi

Hairul Rizal 21 May 2024 Kontan

Pasar obligasi pemerintah masih bergerak volatil, meski mulai ada perbaikan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh the Federal Reserves (The Fed) yang semakin tinggi menjadi pendorongnya. Ini tercermin dari imbal hasil (yield) yang melandai ke bawah 7%. Dikutip dari Bloomberg, yield Surat Utang Negara (SUN) acuan 10 tahun di level 6,93% pada Senin (20/5). Turun dari level 7,24% pada akhir April 2024. Chief Economist Pefindo, Suhindarto mengatakan, turunnya yield menandakan ada perbaikan harga obligasi. Secara jangka menengah, ada peluang yield bergerak di level yang lebih rendah, mempertimbangkan potensi pelonggaran moneter ke depan. Namun dalam satu-dua bulan ke depan, ia masih khawatir pergerakan yield masih akan volatil. Sebab, risiko geopolitik masih perlu diwaspadai. The Fed juga belum 100% yakin memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Belum lagi faktor geopolitik. Terbaru seperti dikutip Reuters dari kantor berita IRNA, Senin (20/5), Presiden Iran, Ebrahim Raisi, tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh dalam cuaca buruk di pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan. Ini terjadi setelah "perang bayangan” yang panjang antara Iran dan Israel pecah bulan lalu dengan saling tembak-menembak drone dan rudal. Pada semester II, kata Darto, yield akan bergerak menurun karena ada peluang suku bunga diturunkan, baik eksternal maupun domestik. Sejauh ini, tingkat inflasi domestik terus bergerak di rentang target, yang positif untuk memulai pelonggaran. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana memproyeksi, yield 10 tahun bisa lebih baik seiring ekspektasi penurunan Fed Rate yang lebih dekat. Ia memperkirakan yield 10 tahun bisa kembali ke 6,3%-6,6%. Dengan catatannya ada ruang fiskal yang berubah karena ada perubahan di pemerintahan.

Siap-Siap, Waktu Belanja Saham Segera Tiba

Hairul Rizal 20 May 2024 Kontan (H)

Usai dilanda tekanan jual, pasar saham dalam negeri kembali bergairah. Dalam tiga hari beruntun sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anteng di zona hijau. Indeks saham pun mengakumulasi kenaikan hingga 3,22% dalam sepekan dan kembali ke atas level 7.300. Apakah waktu belanja saham sudah tiba (time to buy). Sebagai gambaran, dua hari perdagangan terakhir, dana investor asing juga mulai kembali masuk ke pasar saham. Alhasil, sejumlah saham mulai berbalik arah dari tren pelemahan sebelumnya. Tak bisa dipungkiri, laju IHSG juga didongkrak dua saham emiten milik Prajogo Pangestu. Sepanjang pekan lalu saham BREN menguat 11,40% dan TPIA naik 14,11%. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, salah satu agenda penting di pekan pendek ini adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 21-22 Mei 2024.

Konsensus analis memperkirakan, BI akan mempertahankan suku bunga di level 6,25%. Pidato Ketua Fed Jerome Powell akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Belum lagi, akan ada Federal Open Market Committee FOMC minutes pada Kamis (23/5) mendatang. Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menambahkan, inflasi CPI AS yang lebih baik dari perkiraan telah menaikkan potensi pemangkasan suku bunga The Fed.

Hal inilah yang membuat IHSG menguat pada pekan lalu. Pelaku pasar pun berharap pemotongan suku bunga dua kali dapat dimulai pada September mendatang. Alhasil, Hans memperkirakan IHSG pekan ini berpeluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Support ada di 7.200 sampai 7.052 dan resistance di level 7.356 hingga 7.454. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga meyakini, pasar saham berpeluang melanjutkan penguatannya. Terutama jika pejabat Fed menunjukkan sikap dovish. Reza Priyambada, Investment Consultant Reliance Sekuritas memperkirakan, IHSG di pekan pendek ini akan menguji support di 7.190-7.238 dan resistance di 7.378-7.396. Selain saham-saham yang berkaitan dengan suku bunga, Reza merekomendasikan sejumlah saham yang sudah mulai berbalik arah untuk menguat. Contohnya, saham BBCA, BMRI, ASII, PGAS dan ISSP.

Mengisap Potensi Cuan Saham Rokok

Hairul Rizal 20 May 2024 Kontan

Kinerja emiten rokok tidak mengepul optimal di tiga bulan pertama 2024. Ini tampak dari realisasi kinerja sejumlah emiten rokok. Misalnya saja PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Emiten rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini  mencatat laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk Rp 595,5 di kuartal I-2024. Hasil itu merosot 69% dari periode serupa 2023 yang tembus Rp 1,96 triliun. Ini imbas dari penurunan pendapatan GGRM di kuartal I-2024 sebesar 11,7% menjadi Rp 26,26 triliun. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2024. Begitu juga pendapatan emiten ini yang mengalami koreksi. Meski demikian hasil berbeda dicapai oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Emiten saham milik Philip Morris ini berhasil mencetak pertumbuhan dan laba bersih positif.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo melihat secara kinerja hasil penjualan GGRM dan WIIM di kuartal I-2024 masih di bawah ekspektasi. Penurunan kinerja kedua emiten tersebut, menurutnya, karena adanya penurunan penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM). Masih mengepulnya kinerja HMSP, sebut Azis, dikarenakan emiten ini bisa menjaga pendapatan di segmen SKM. Sedangkan penurunan kinerja GGRM dan WIIM, ia lihat sebagai indikasi pelemahan daya beli perokok. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta melihat kinerja emiten rokok masih sustainable. Terutama HMSP yang menunjukan kinerja relatif membaik dan stabil. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana  merekomendasikan trading buy GGRM dengan target  Rp 19.725-Rp 20.000 dan speculative buy WIIM dengan target Rp 1.200-  Rp 1.260. Sedangkan Azis trading buy HMSP dengan target harga  Rp 810-Rp 850.

Menyigi Kinerja, Prospek dan Rekomendasi Emiten Kontruksi

Hairul Rizal 20 May 2024 Kontan

Emiten jasa konstruksi swasta menyajikan kinerja keuangan yang beragam. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) misalnya, mengantongi kenaikan pendapatan usaha 32,31% secara tahunan menjadi Rp 818,87 miliar di kuartal I-2024. Laba bersih TOTL pun melonjak 77,60% yoy menjadi Rp 52,71 miliar di kuartal I 2024. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) juga mencatatkan kenaikan pendapatan 9,6% di periode serupa menjadi senilai Rp 715,01 miliar. Tapi laba bersih emiten ini turun tipis 0,28% di kuartal I-2024 menjadi Rp 28,75 miliar. Sebaliknya PT Acset Indonesia Tbk (ACST) mencatatkan lonjakan rugi ke entitas pemilik sebesar 42,3% di kuartal I-2023 menjadi sebesar  Rp 42,49 miliar.

Kerugian itu dialami ACST di tengah kenaikan pendapatan bersih 52,59% secara tahunan menjadi senilai Rp 549,86 miliar. Erlin Budiman, Vice President Head of Investor Relations PT Surya Semesta Iinternusa Tabk (SSIA), induk NRCA, menyebut realisasi kontrak baru itu melonjak 92,5% dibandingkan dengan kontrak baru pada kuartal I 2023 yang sebesar Rp 701,7 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas melihat TOTL masih memimpin di di kalangan emiten konstruksi swasta pada kuartal I 2024. Namun Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada melihat emiten konstruksi swasta dan BUMN karya justru bisa bersinergi. Masing-masing pihak juga sudah punya pasar masing-masing.

Bidik Proyek Smelter Agar Kredit Bank Kian Moncer

Hairul Rizal 20 May 2024 Kontan

Sejumlah perbankan optimis penyaluran kredit ke sektor smelter bakal semakin gemuk di tahun 2024 ini. Hal ini seiring upaya Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk meningkatkan penyaluran kredit perbankan. Penguatan KLM dilakukan bank sentral dengan memperluas sektor prioritas yang dapat menerima insentif tersebut. Salah satu sektor hilirisasi yang digenjot penyaluran kreditnya oleh pemerintah adalah industri smelter. Berdasarkan data BI, penyaluran kredit ke industri pengolahan termasuk hilirisasi hingga smelter terus meningkat. Per Maret 2024, penyaluran kredit ke sektor hilirasi mencapai Rp 322,7 triliun, naik 15,4% secara tahunan dari Rp 279,7 triliun.

Salah satu bank yang mengucurkan kreditnya ke sektor hilirisasi Bank Mandiri Tbk. Per Maret 2024, Bank Mandiri menyalurkan kredit ke industri smelter logam Rp 26,17 triliun. Teuku Ali Usman, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, bilang, bank ini akan terus mendukung program pemerintah, termasuk menyalurkan kredit ke sektor hilirisasi logam. "Kami melihat penyaluran kredit ke sektor tersebut bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan lepas dari middle income trap, sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju," katanya, Jumat (17/5). Alus mengatakan, tahun 2024, panduan pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi berada di kisaran 13%-15% secara tahunan.

Pada 2024, pertumbuhan kredit bank dengan logo pita emas ini akan difokuskan ke sektor-sektor prospektif. Hal ini dilakukan dengan tetap menjaga diversifikasi portofolio sesuai dengan profil risikonya. Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta menyatakan, sejalan dengan sang induk, anak usaha Bank Mandiri ini akan tetap memperhatikan sektor bisnis yang memberikan profit optimal dan risiko terjaga. Saat ini BSI memiliki nasabah pembiayaan smelter dengan outstanding sekitar Rp 300 Miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menilai, prospek penyaluran kredit pada sektor smelter cukup bagus.

Meskipun, kata Amin, dalam menyalurkan kreditnya ke sektor hilirisasi, bank masih pakai model sindikasi. Alasannya, sektor kredit tersebut masih terlalu berisiko bagi bank. Meski begitu, insentif KLM bisa mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Peneliti Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Lay Monica berpendapat, insentif KLM belum tentu mendorong penyaluran kredit ke sektor hilirisasi.

Pilihan Editor