;

Perlu Revitalisasi Pendidikan Vokasi

Yoga 21 May 2024 Kompas

Menjawab sulitnya Gen Z mencari kerja di sektor formal, pemerintah berdalih ada ketidaksesuaian kompetensi angkatan kerja baru dengan pasar kerja. Faktor lainnya adalah digitalisasi, tekanan ekonomi, gelombang PHK di industri manufaktur, hingga perubahan regulasi ketenagakerjaan. Menurut Menaker Ida Fauziyah, Senin (20/5) di Jakarta, pemerintah berusaha mendorong agar masalah miss match kompetensi lulusan SMA / Kejuruan dan perguruan tinggi dengan pasar kerja lekas teratasi. Salah satu solusi yang sudah ada, yaitu melakukan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasional berorientasi dengan pasar kerja.

”Payung hukumnya adalah Perpres No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Lewat Perpres ini, Kadin kami libatkan,” kata Ida seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Gen Z dengan usia 18-24 tahun yang menganggur adalah mereka yang baru lulus sekolah atau kuliah. Praktisi SDM, Samuel Ray, berpendapat, porsi penyerapan tenaga kerja di sektor formal yang cenderung naik dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya digitalisasi, tekanan ekonomi, gelombang PHK di industri manufaktur, hingga perubahan regulasi ketenagakerjaan.

Profesi-profesi baru, seperti ojek daring, creator konten, dan live streamer, muncul karena pesatnya perkembangan teknologi. ”Belakangan, lowongan karyawan tetap memang terbatas. Tren untuk membuat program management trainee seperti sepuluh tahun silam sudah tidak lagi jadi prioritas bagi korporat karena ongkos tinggi. Banyak korporat beralih mengambil program permagangan, yang mana program-program ini juga sudah difasilitasi oleh pemerintah di antaranya lewat kebijakan Kampus Merdeka,” ujarnya. (Yoga)


BPR Diharapkan Bergabung ke Bursa

Yoga 21 May 2024 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) menanti bergabungnya penyalur kredit berupa bank perekonomian rakyat ke  pasar modal. Kesempatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kapasitas industri tersebut. BEI telah membuka peluang bagi bank perekonomian rakyat (BPR), termasuk yang berbasis syariah (BPRS), untuk menggalang dana melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal Indonesia, sesuai ketentuan Peraturan OJK (POJK) No 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPRS yang diterbitkan 25 April 2024. Namun, peluang itu belum dimanfaatkan oleh lebih dari 1.500 BPR yang eksis di Indonesia. “Mungkin karena peraturan IPO untuk BPR dan BPRS ini masih relatif baru, dapat kami informasikan bahwa saat ini belum terdapat permohonan pencatatan dari BPR dan BPRS yang disampaikan kepada BEI,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Senin (20/5).

Sesuai ketentuan yang ada, baik BPR maupun BPRS yang dapat melakukan penawaran umum perdana saham melalui pasar modal Indonesia wajib memiliki persyaratan, antara lain, modal inti minimum Rp 80 miliar dan penilaian tata kelola dengan predikat paling rendah peringkat 2, penilaian profil risiko paling rendah peringkat 2, dan tingkat kesehatan paling rendah peringkat komposit (PK)-2, serta keseluruhannya dinilai dalam dua periode terakhir. OJK mengingatkan agar BPR dan BPRS dapat berpartisipasi di pasar modal dalam upaya mengembangkan industri secara berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. Hal ini guna berkontribusi dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya. (Yoga)


Presiden Ajak Elon Musk Investasi di Indonesia

Yoga 21 May 2024 Kompas

Presiden Jokowi bertemu CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk di sela-sela KTT Ke-10 Forum Air Sedunia, Senin (20/5) di Bali International Convention Center, Kabupaten Badung, Bali. Miliarder itu pun diajak mengembangkan investasinya di Indonesia. Presiden Jokowi mengapresiasi keikutsertaannya sebagai pembicara di forum tersebut dan membahas pentingnya pengelolaan air serta terkait mulai masuknya layanan internet berbasis satelit, Starlink. Presiden Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet di Indonesia untuk menyediakan akses internet yang terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, serta memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan publik, termasuk di puskesmas hingga sekolah terpencil di Indonesia.

Elon Musk menyatakan merasa terhormat bisa berpartisipasi dalam forum tersebut dan merasa senang bisa berada di Bali. ”Kami berharap dapat menyediakan konektivitas Starlink untuk mendukung fasilitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” katanya kepada Presiden Jokowi. Starlink resmi diluncurkan di Bali, Minggu (19/5). Musk pun hadir di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar, untuk melihat uji coba layanan Starlink bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, layanan internet dengan satelit orbit rendah ini juga mulai dipasang di Ibu Kota Nusantara.

Pemasangan disediakan Tony Blair Institute for Global Change untuk mendukung operasional pembangunan IKN, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik bagi masyarakat. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia sedang mempercepat transformasi digital nasional. Karena itu, Presiden mengundang Musk untuk mengembangkan investasinya di Indonesia, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring. ”Pak Musk, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia,” tutur Presiden. (Yoga)


Pasokan Bawang Putih Mulai Bertambah

Yoga 21 May 2024 Kompas

Pasokan bawang putih impor di dalam negeri mulai bertambah kendati masih belum merata. Hal itu terjadi setelah pemerintah mendesak importir untuk segera merealisasikan impor dan mendistribusikan bawang putih. Pemerintah juga perlu mengantisipasi penumpukan impor bawang putih pasca kejadian itu, lantaran banyak importir akan merealisasikan impor komoditas tersebut dalam periode waktu yang sama. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (20/5). Rapat yang dipimpin Irjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw itu dihadiri perwakilan pemeda dan kementerian/lembaga terkait pangan. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, pasokan bawang putih impor di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, bertambah.

Pada 17 dan 19 Mei 2024, volume bawang putih yang masuk ke pasar itu masing-masing sebanyak 90 ton dan 96 ton. ”Volume masuk tersebut tinggi karena jauh di atas rerata kebutuhan pasokan bawang putih di pasar tersebut yang sebanyak 22 ton per hari,” ujarnya. Kendati begitu, lanjut Bambang, rerata total pasokan bawang putih impor di 19 pasar pantauan di daerah-daerah lain masih di bawah normal. Oleh karena itu, Kemendag akan mengawal realisasi impor dan distribusi bawang putih serta segera mengeluarkan sisa persetujuan impor (PI) komoditas itu. Berdasarkan data Kemendag, per 17 Mei 2024, total rerata pasokan bawang putih sepekan terakhir di 19 pasar pantauan sebanyak 151 ton. Volume pasokan itu 13,53 % di bawah total pasokan normal 191 ton.

Dari 19 pasar pantauan itu, pasokan bawang putih di lima pasar di atas pasokan normal dan di 14 pasar di bawah normal. Pasar dengan pasokan bawang putih di bawah normal antara lain Pasar Induk Jakabaring di Palembang, Pasar Johar di Semarang, Pasar Induk Cikopo di Purwakarta, Pasar Induk Pare di Kediri, Pasar Besar Palangkaraya, dan Pasar Wosi di Manokwari. Kemendag juga mencatat, realisasi impor bawang putih per 17 Mei 2024 sebanyak 133.690 ton. Volume realisasi impor tersebut 38,27 % dari PI yang telah diterbitkan dengan volume 342.127 ton. Realisasi impor itu juga baru 20,72 % dari total alokasi impor bawang putih pada 2024 yang sebanyak 645.025 ton. Sisa volume impor bawang putih yang belum diterbitkan PI-nya sebanyak 302.898 ton. (Yoga)


Mempertahankan Kelestarian Tenun Troso

Yoga 21 May 2024 Kompas

Seoarang pemuda terlihat sedang menenun, ia merupakan pekerja pada salah satu usaha kerajinan tenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kebupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (20/5/2024). Sebagian perajin masih mempertahankan tradisi menenun di tengah gempuran beragam produk impor yang sangat berdampak pada usaha mereka. Mereka menyelesaikan satu helai kain dalam beberapa hari dan menjualnya dengan harga jual Rp 300.000 hingga Rp 2 juta. (Yoga)

Nelayan Rempang Kampanye Tolak Relokasi

Yoga 21 May 2024 Kompas

Nelayan di Pulau Rempang, Batam, Kepri, menggelar spanduk dengan belasan sampan di laut untuk berkampanye menolak relokasi. Pemerintah berencana menggusur lebih kurang 961 keluarga terkait Proyek Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tak menghalangi puluhan nelayan mendayung belasan sampan di perairan Pulau Rempang, Senin (20/5). Mereka membentangkan sejumlah spanduk yang berisi penolakan relokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City dimana Pemerintah berencana menggusur 961 keluarga terkait proyek tersebut.  Salah satu nelayan, Ares (57) mengatakan, pemerintah harus mendengar suara masyarakat pesisir. Hidup warga Rempang yang mayoritas nelayan amat bergantung pada kelestarian kawasan pesisir dan laut.

”Pemerintah bilang PSN buat menyejahterakan,tetapi buat nelayan itu musibah. Kalau laut tercemar, hidup kami bagaimana? Tak ada yang bisa kami kerjakan lagi. Itu sama saja dengan membunuh kami,” tuturnya. Nelayan tradisional di Rempang mayoritas menggunakan sampan dayung dan hanya melaut lebih kurang 3 km dari bibir pantai. Meskipun hanya nelayan kecil, menurut Sri Mariyani (50), salah satu warga di Rempang, hidup mereka tidak pernah kekurangan. ”Dulu hidup kami damai. Bisa cari makan di laut dengan tenang dan bisa berkebun tanpa waswas. Makanan selalu ada dan cukup,” ujarnya. Sri menuturkan, hidup mereka berubah penuh kekhawatiran sejak pemerintah menyatakan akan menggusur lima kampung untuk PSN Rempang Eco City. Kelima kampung itu adalah Pasir Panjang, Belongkeng, Pasir Merah, Sembulang Tanjung, dan Sembulang Hulu. ”Sekarang ibu-ibu merasa ketakutan direlokasi. Kalau digusur dari kampung, nanti suami kami yang kerjanya nelayan payah cari makan,” ucapnya. (Yoga)


Perluasan Inovasi Padi Apung Terkendala Biaya Tinggi

Yoga 21 May 2024 Kompas

Inovasi padi apung berhasil dikembangkan dalam skala kecil di lahan rawa pasang surut Desa Sampurna, Barito Kuala, Kalsel. Namun, pengembangannya dalam skala luas masih terkendala biaya produksi yang tinggi. Perawatannya terbilang rumit. Tanaman padi apung dengan media tanam pot plastik dan styrofoam menghijau di lahan rawa pasang surut, di samping rumah Suparlan (55), warga Desa Sampurna, Senin (20/5).  Desa ini berjarak 35 km dari Banjarmasin. Ia menuturkan, padi apung yang ditanamnya itu baru berusia satu bulan. Tahun 2024 merupakan tahun keduanya mengembangkan padi apung dengan bantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel. Jenis padi yang ditanamnya adalah siam madu.

”Padi ini bisa panen dalam usia tiga bulan. Kalau tidak ada kendala, dalam dua bulan ke depan, Juli, sudah bisa panen,” ujar Suparlan. Pada tahun pertama uji coba padi apung di desanya, hanya Suparlan yang berhasil panen pada Mei 2023. Dari 630 rumpun padi yang ditanam menggunakan 30 lembar styrofoam berukuran 1 x 2 meter, Suparlan dapat 12 kaleng padi atau 240 kg.  ”Kalau sebagian hasilnya tidak dijual, hasil panen padi apung tahun lalu itu cukup untuk makan kami bertiga di rumah selama setahun,” katanya. Namun, karena hasil panennya sangat bagus, banyak petani setempat yang meminta agar Suparlan menjualnya sebagai benih. ”Hasil panen padi apung tahun lalu itu setara hasil panen padi di sawah 2 borong (340 meter persegi),” ujarnya.

Menurut Suparlan, padi apung cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut setelah dirinya dan banyak petani di desanya kerap gagal panen pascabanjir besar di Kalsel tahun 2021. Namun, pengembangannya saat ini terkendala biaya besar di awal, khususnya untuk media tanam. ”Saya terbantu karena sudah dua tahun ini mendapat bantuan media tanam dari pemerintah. Tahun ini, saya menggunakan 76 lembar styrofoam dengan lebih dari 1.500 pot padi apung,” ucapnya. Meskipun modal awal besar, Suparlan menyebut biaya perawatan padi apung lebih ekonomis dibandingkan perawatan padi di sawah. Hal itu karena tanaman padi apung tidak membutuhkan banyak pupuk dan pestisida. (Yoga)


Beni Yusana dan Qonny Ilma Nofianti Asa Baru dari Ayam Sentul

Yoga 21 May 2024 Kompas (H)

Beni Yusana (54) kerap jatuh bangun saat menjalani kehidupan. Namun, ternak ayam sentul Kabupaten Ciamis membangkitkannya. Kini, bersama anaknya, Qonny Ilma Nofianti (28), mereka tidak hanya berbisnis, tetapi turut melestarikan ayam khas itu. ”Di sini enggak ada ayam yang stres. Sehat,” ucap Beni saat menunjukkan puluhan ayam sentul di Qomafi Farm, Jumat (3/5). Letaknya di Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, 36 km dari pusat kota Ciamis, Jabar. Dari sela-sela kandang, beberapa ayam jantan bertengger memperlihatkan dada besar yang dibalut bulu berwarna abu-abu. Ayam sentul punya modal untuk pamer. Posturnya mirip ayam petarung. Kini, ayam plasma nutfah Jabar ini dipelihara 1.200 peternak yang tersebar di 11 kabupaten.

Abah, sapaan Beni, mengenal ayam sentul seperti memahami dirinya sendiri. Ayam sentul menjadi jawaban atas jeratan utang. Keberadaannya sekaligus harapan keluarganya menghadapi masa depan. Awalnya Beni mencoba bertani dan berkebun dengan modal lahan 5.400 meter persegi dan sawah 700 meter persegi. Kelompok Tani Taruna Guna Bhakti besutannya mendapat program penanaman jagung seluas 6 hektar. ”Kami dapat penghargaan dari Pemprov Jabar hingga Tambaksari ditetapkan sebagai kecamatan jagung di Ciamis,” ucapnya. Tahun 2009, pendapatannya ia gunakan untuk beternak sapi. Kala itu, ia menginvestasikan Rp 300 juta untuk membeli puluhan sapi unggul.Tahun 2012, usahanya mandek, bahkan bangkrut.

Muncullah ide ternak ayam sentul, yang lebih murah dan daya tahannya lebih bagus. Ayam sentul merupakan turunan ayam hutan asal Ciamis yang telah didomestifikasi. Belajarlah ia ke Edi Diana, pelopor peternak ayam sentul di Ciamis. Edi memberinya dua ayam. Tiga ekor lainnya ia beli dengan harga Rp 600.000 per ekor. Kandang sapi dijadikan tempat ternak ayam. Istrinya, Teti, berjualan pakaian untuk menambah pemasukan. Setahun pertama, ia fokus pada pemeliharaan ternak untuk menghasilkan bibit yang sesuai. Dari upaya itu, ia mendapatkan 173 ekor ayam. ”Tahun 2013-2014, abah sudah bisa hasilkan DOC (anak ayam) 1.700-2.800 ekor per bulan,” katanya.

Akhirnya, perekonomian keluarganya membaik. Utang pun terbayarkan pada 2015. Namun, pada 2017, ia kena tipu. Hasil panen empat kali dengan produksi 1,4 ton ayam hilang. Uang puluhan juta rupiah hangus.  Hanya tersisa 11 ekor ayam pejantan di kandang. Titik cerah datang ketika ia mendapat bantuan bibit ayam 200 ekor dari Pemprov Jabar. Anak semata wayangnya, Qonny Ilma Nofianti, pulang kampung dari merantau di Jakarta. Dengan kreativitasnya, Qonny membawa ayam sentul ke jalur penjualan daring. Ketika banyak usaha ambruk saat pandemi Covid-19, Qonny dan abahnya justru meraup cuan. Sejumlah warga yang sebelumnya merantau seperti Qonny kini mulai pulang kampung beternak ayam. ”Anak yang pulang dari kota sekitar 49 orang. Kami fasilitasi bibit, DOC, dan bayarnya bisa setelah panen.

Rumah-rumah yang ditinggal penghuninya terisi lagi,” ujar Beni. ”Belgia saja nantangin, kalau bisa pasok 42.000 ekor per bulan, dia mau buka konsulat di Bandara Kertajati (Majalengka). Padahal, permintaan 12.000 ekor se-Jabar saja baru terealisasi 0,091 %,” ungkapnya. Bahkan, permintaan ayam sentul di tempatnya saja mencapai 1.000 ekor per hari dengan bobot 0,9-1,2 kg. Hingga kini ia dan Qonny baru bisa memenuhi 267 ekor ayam per hari. Kini, di bawah bendera Qomafi Farm, mereka memiliki 7.500 anakan, 250 induk, dan 9.800 pedaging. Permintaannya juga bertambah menjadi sekitar 150 ekor per hari dengan omzet puluhan juta rupiah. Dia bekerja sama dengan 32 mitra yang men jual karkas hingga beragam jenis kuliner. (Yoga)


Menuai Hasil Investasi Besar Saham Freeport

Yuniati Turjandini 21 May 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah melalui MIND ID menggelontorkan investasi besar, US$ 3,8 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan tambang dan pengolahan bijih tembaga, emas, dan perak di Papua. Kini, MIND ID mulai memetik hasil dari investasi tersebut. Tahun 2023, MIND ID meraih bagian laba bersih PTFI sebesar Rp24,68 triliun, melonjak dari tahun 2018 sebesar Rp 184,1 miliar, berdasarkan laporan keuangan MIND ID di Bursa Efek Singapura. Sepanjang 2023, PTFI berhasil memproduksi tembaga 1,65 miliar pound serta 1,97 juta ounces emas. Pendapatan PTFI mencapai Rp 128 triliun, turun dari Rp125 triliun, sedangkan laba bersih turun tipis menjadi Rp48,2 triliun dari Rp49,6 triliun. Adapun setoran dividen PTFI ke MIND ID tahun lalu mencapai US$ 277 juta atau Rp4,2 triliun. Memang, jumlah itu berkurang dari tahun 2022 sebesar US$ 575,5 juta atau Rp8,5 triliun, tetapi lebih besar dari 2021 sebesar US$ 243 juta. (Yetede)

Neraca Pembayaran Defisit US$ 6 Miliar

Yuniati Turjandini 21 May 2024 Investor Daily (H)

Bank Indonesia (BI) mencatat neraca pembayaran Indonesia (NP) pada kuartal I 2024 defisit  sebesar US$ 6 miliar. Defisit ini dinilai tetap rendah meskipun ekonomi global melambat. Di sisi lain transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali akibat peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global. Asisten Gubernur Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2024) menyampaikan, cadangan devisa pada akhir maret 2024 tetap tinggi di angka US$ 140,4 miliar.

Nilai tersebut setara dengan pembiayaan impor selama 6,2 bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar US$ 2,2 miliar (0,6% dari PDB), lebih tinggi dibandingkan defisit US$ 1,1 miliar dolar AS (0,3% dari PDB) pada kuartal IV 2023. Neraca perdagangan nonmigas masih membukukan surplus, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya akibat penurunan kinerja  ekspor non migas sesuai dengan perlambatan ekonomi global. (Yetede)

Pilihan Editor