UMKM Penikmat Belanja Perpajakan Terbesar
Masalah Modal Investree
Multifinance Geber Kredit Mobil Bekas
Lesunya pasar mobil baru membuat pelaku bisnis pembiayaan alias multifinance harus memutar otak agar bisa tetap menyalurkan pembiayaan. Pasar mobil bekas pun menjadi lahan yang coba dimaksimalkan. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales mobil nasional turun 21% secara tahunan selama lima bulan pertama tahun ini menjadi 334.969 unit. Penjualan mobil di pasar ritel juga hanya mencapai 422.514 unit, alias turun 14,4% dari secara tahunan. Namun di saat yang sama, piutang pembiayaan di segmen mobil bekas naik jauh lebih tinggi, yakni sebesar 25,82% jadi Rp 83,72 triliun. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno melihat lebih tingginya kenaikan pembiayaan mobil bekas ini salah satunya karena penurunan daya beli masyarakat.
Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman menyebut, efek penurunan daya beli membuat industri pembiayaan makin menggenjot segmen pasar mobil bekas. Tak hanya di perusahaannya, dia mengakui strategi serupa dilakukan oleh banyak perusahaan Ristiawan melanjutkan, pertumbuhan pembiayaan mobil bekas saat ini juga menjadi salah satu penopang kinerja CNAF. Catatan perusahaan ini, pembiayaan mobil bekas berkontribusi 40% terhadap portofolio pembiayaan. mengalahkan porsi pembiayaan mobil baru yang sebesar 30% dan refinancing 22%. Per Mei, CNAF menyalurkan pembiayaan Rp 1,24 triliun ke segmen mobil seken. Realisasi tersebut tumbuh 23% secara tahunan. Kendati begitu, Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim menuturkan, perusahaannya masih tetap mengutamakan bisnis pembiayaan ke segmen mobil baru.
'TENAGA DALAM' PENDORONG EKONOMI
World Bank meramal Indonesia bakal mendapatkan tambahan energi untuk memacu ekonomi lebih tinggi pada 2024 seiring dengan kenaikan konsumsi di dalam negeri. Gelagat itu terindikasi dari infl asi yang sejauh ini terkendali. Kondisi tersebut merupakan faktor penting yang dapat menggenjot konsumsi domestik, pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.Tak ayal, World Bank dalam Global Economic Prospects June 2024 yang dirilis kemarin, Rabu (12/6), merevisi ke atas prospek laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari 4,9% menjadi 5% pada tahun ini.
Dari eksekutif, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian fokus mempercepat penyelesaian Perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA). Dalam negosiasi itu dibahas pula solusi untuk menghilangkan hambatan perdagangan. Sementara itu dari sisi legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI turut memfasilitasi masuknya investasi China melalui Komisi Luar Negeri Lembaga Legislatif Negeri Panda. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus mendorong penyelesaian Indonesia-EAEU FTA yang ditargetkan tuntas tahun ini, sehingga bisa memacu ekonomi melalui optimalisasi ekspor dan investasi.
Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan negosiasi dengan beberapa perusahaan Rusia untuk menanamkan modalnya di Tanah Air, antara lain JSC Rosatom dan Public Joint Stock Company (PJSC) Aerofl otSementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pertemuan dengan Komisi Luar Negeri Lembaga Legislatif Tertinggi China berfokus pada investasi di sektor transportasi, yakni pembangunan proyek kereta cepat serta transportasi di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Mei 2024 yang dirilis Bank Indonesia (BI) awal pekan ini, tekanan infl asi dan kenaikan harga pada Juli 2024 dan Oktober 2024 menguat. Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2024 dan Oktober 2024 yang masing-masing mencapai 142,5 dan 142,0, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang janya 140,1 dan 134,5. Kemudian, Survei Konsumen yang juga dirilis bank sentral awal pekan ini menunjukkan seluruh indeks kompak mencatatkan penurunan. Dalam konteks ini, kalangan pelaku usaha pun mengingatkan pemerintah untuk berfokus menjaga konsumsi. Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, mengatakan ada tiga hal yang perlu dilaksanakan oleh pemerintah. Pertama, penguatan daya beli masyarakat. Kedua, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan. Ketiga, mendistribusikan kebijakan fi skal dan moneter yang pro pertumbuhan ekonomi.
Senada, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, selain menjaga daya beli, pemerintah perlu meningkatkan investasi asing langsung serta membantu pelaku usaha mencari pasar baru untuk memperluas ekspor.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, mengatakan faktor tingginya suku bunga acuan juga akan membayangi soliditas konsumsi.
Meneropong Prospek Industri Batu Bara
Para pelaku bisnis di sektor pertambangan mulai bernapas lega. Pasalnya, permintaan komoditas batu bara dari domestik dan regional mulai meningkat beberapa waktu belakangan ini. Sayangnya, tingginya permintaan batu bara tersebut masih sangat berfluktuasi akibat banyaknya tantangan yang menyelimuti industri batu bara nasional. Kewajiban menempatkan minimal 30% devisa hasil ekspor (DHE) di bank nasional setidaknya untuk 3 bulan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 36/2023 serta rencana pemberlakuan skema pungut salur dana kompensasi batu bara dinilai menambah beban pelaku usaha. Apalagi kebijakan tersebut diberlakukan di tengah meningkatnya beban operasional usaha dari kenaikan kewajiban pembayaran royalti pertambangan yang berlaku pada 2022.
Fluktuasi harga ‘emas hitam’ yang saat ini mulai landai, membuat bisnis ini menjadi lebih menantang. Kondisi pasokan berlebih di pasar global, membuat harga batu bara akhir-akhir ini terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Indonesia Mining Association (IMA) memproyeksikan rerata harga batu bara hingga akhir 2024 fluktuatif di rentang US$110—US$120 per ton. Adapun, rerata harga batubara acuan (HBA) sepanjang Januari—Mei 2024 berada di kisaran US$118 per ton atau lebih rendah sekitar 40% dari rerata HBA tahun sebelumnya di level US$210 per ton. Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional mencapai 775 juta ton sepanjang 2023, melampaui target produksi pada 2023 yang dipatok sebesar 695 juta ton dan menjadi rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Kementerian ESDM mencatat realisasi wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) batu bara pada 2023 mencapai 213 juta ton atau 121% dari target 177 juta ton. Di sisi lain, pemerintah menargetkan produksi batu bara pada 2024 berada di kisaran 710 juta ton, dengan alokasi wajib pasok domestik di sekitar 181,28 juta ton. Adapun, pemerintah melalui Kementerian ESDM menyetujui rencana produksi batu bara Indonesia mencapai 2,74 miliar dari 587 perusahaan dalam 3 tahun mendatang. Hanya di Eropa dan Amerika Utara saja yang telah mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Kendati, pada masa pandemi Covid-19, beberapa negara di Eropa kembali menyalakan pembangkit listrik dengan sumber energi fosil akibat pembatasan mobilitas masyarakat. Peluang ini tentu saja perlu dimanfaatkan negara-negara produsen batu bara, termasuk Indonesia untuk mempertebal pundi-pundi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Memetik Pelajaran dari BSI
Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menarik dana simpanan dan pembiayaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Bagaimana nasib BSI ke depan? Pelajaran apa saja yang dapat dipetik? Bagaimana sejarah BSI? . BSI yang berdiri pada 1 Februari 2021 adalah hasil merger dari tiga bank syariah PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah. Komposisi pemegang saham BSI meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 50,83%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 24,85% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,25%. Pemegang saham lainnya di bawah 5%. Dengan merger itu, BSI digadang-gadang menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan bahkan menduduki 10 besar bank syariah tingkat dunia pada 2025.
Sejauh mana kinerja BSI per kuartal I/2024? BSI mampu meningkatkan perolehan laba bersih 17,07% menjadi Rp1,71 triliun per kuartal I/2024. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 2,01% (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,38 triliun. Kemudian, pendapatan dari penyaluran dana tumbuh 12,26% menjadi Rp 6,31 triliun. Cadangan turun 27,84% menjadi Rp541,31 miliar. Untunglah, tingkat efisiensi yang tampak pada rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun 71 basis poin (bps) menjadi 68,94%. Lantas, apa saja pelajaran berharga yang dapat dipetik?.Pertama, Muhammadiyah akan mengalihkan dana mereka di BSI ke bank syariah lainnya seperti Bank Mega Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Muamalat dan beberapa bank syariah lainnya.
Kedua, apakah penarikan dana Muhammadiyah itu akan membuat BSI limbung? Berapa besar dana pihak ketiga (DPK) BSI? Data Biro Riset Infobank menunjukkan DPK BSI Rp293,24 triliun per April 2024. Nah, ketika Muhammadiyah menarik dana sekitar Rp13 triliun atau 4,43% dari DPK BSI, itu berarti penarikan dana tak begitu berpengaruh. Ketiga, namun dipandang dari sisi manajemen aset dan liabilitas (assets and liabilities management), sudah barang tentu penarikan dana itu akan memengaruhi margin pendapatan secara keseluruhan.
Keempat, apakah penarikan dana Muhammadiyah itu boleh dikatakan sebagai rush (penarikan dana secara besar-besaran)? Tidak. Mengapa? Karena Muhammadiyah tidak akan menarik dana secara tunai. Dengan demikian, BSI masih memiliki cukup waktu untuk memenuhi permintaan penarikan dana itu. Kelima, sesungguhnya, ada kiat lain bagi BSI untuk melakukan pendekatan kepada Muhammadiyah supaya tidak menarik seluruh dana mereka di BSI. Keenam, di sisi lain, bank syariah yang akan menerima limpahan dana Muhammadiyah mulia tersenyum riang karena akan segera menerima dana triliunan tanpa mengeluarkan biaya tinggi. Ketujuh, namun bank syariah harus mampu meningkatkan kualitas pembiayaan mereka di tengah kenaikan ketidakpastian ekonomi global.
INDUSTRI OTOMOTIF LESU : GIIAS SIAP INJEKSI PENJUALAN MOBIL
Laju penjualan mobil di dalam negeri berpotensi terdongkrak pada tahun ini seiring dengan 55 merek otomotif terlibat dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS pada 18—28 Juli 2024. Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah mengatakan bahwa ke-55 merek otomotif yang ikut serta terdiri atas 31 merek kendaraan penumpang, empat kendaraan komersial, dan 20 merek sepeda motor. “Adanya banyak pemain baru membuat banyak cerita. Saya rasa banyak sekali hal yang menarik pengunjung,” katanya dalam konferensi pers GIIAS 2024 di Jakarta, Rabu (12/6). Dia memaparkan, sejumlah merek kendaraan penumpang yang ikut debut pada pameran tahun ini adalah Baic, BYD, GAC Aion, Jaecoo, Jetour, dan VinFast. Menurutnya, masih ada empat merek kendaraan komersial yang hadir, seperti Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, dan UD Trucks. Oleh karena itu, Rizwan optimistis penjualan mobil sepanjang tahun ini bisa menembus target 1,1 juta unit atau minimal setara dengan pencapaian pada 2023. Dia menegaskan, revisi target penjualan mobil di domestik belum dipertimbangkan lantaran pasar sudah mulai menunjukkan pemulihan pada Mei 2024.
Apalagi, ada pameran GIIAS 2024 yang siap digelar pada 18—28 Juli 2024. “Kami mengharapkan pasar ini masih sangat potensial. Jangan cepat-cepat berubah dahulu. Optimistis dong,” katanya.
Untuk penjualan ritel pada Mei 2024 juga menembus 72.137 unit atau meningkat 22,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 58.788 unit. Sayangnya, penjualan secara wholesales pada Januari—Mei 2024 hanya menembus 334.969 unit, atau anjlok 21% daripada periode yang sama 2023 sebanyak 423.771 unit. Penjualan ritel juga lesu dengan angka 361.698 unit atau turun 14,4% daripada Januari—Mei 2023 sebanyak 422.514 unit.
Head of Public Relation JDI Fedy Dwi Parileksono mengatakan, BAIC akan membawa dua model pada pameran, yakni BJ 40 Plus dan BAIC X55 II yang bertarung dalam kelas SUV. BAIC juga segera memulai fasilitas perakitan atau completely knocked down (CKD) di Indonesia dari salah satu model yang akan dipamerkan dalam ajang GIIAS. Sementara itu, agen pemegang merek (APM) otomotif juga berharap penjualan mobil bisa meningkat dengan pameran GIIAS pada 18—28 Juli 2024. Sales & Marketing and After Sales Honda Prospect Motor (APM) Yusak Billy menyatakan, pasar otomotif pada kuartal II/2024 sudah kembali bergairah. Laju penjualan mobil Honda berpotensi melejit, sejalan dengan digelarnya GIIAS 2024.
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono juga memandang pasar otomotif domestik masih penuh harapan di tengah lesunya penjualan hingga Mei 2024. Menurutnya, pameran GIIAS pada Juli 2024 bakal menggairahkan pasar domestik, termasuk bagi Daihatsu.
Dia membenarkan pelemahan pasar otomotif sudah terjadi sejak kuartal I/2024, dengan koreksi sekitar 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
PT Toyota-Astra Motor (TAM) juga berharap pasar otomotif bisa bangkit pada pertengahan 2024. Marketing Director TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan, lesunya penjualan disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi makro, seperti tingginya suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate di level 6,25%, dan menyebabkan pengajuan kredit mobil menjadi lebih ketat.
PRODUKSI MIGAS : PERHATIAN TERTUJU KE ROKAN & CEPU
Tingginya angka penurunan produksi secara alamiah atau natural decline di dua wilayah kerja minyak dan gas bumi andalan memantik perhatian regulator. Terlebih, hingga kini belum ada temuan cadangan minyak baru dengan jumlah signifikan. Aksi pemboran yang dilakukan secara masuk beberapa waktu belakangan ini belum cukup untuk memacu produksi minyak nasional. Pasalnya, program yang dikerjakan sejak 2021 itu baru berhasil menekan natural decline dari semula 5%—7% menjadi 1,1%—1,2% per tahun. Beragam upaya pun dilakukan agar produksi minyak nasional terus bisa bertambah di tengah peningkatan permintaan di dalam negeri. Per 7 Juni 2024, produksi minyak nasional tercatat mencapai 610.750 barel per hari, sedangkan target yang ditetapkan adalah 635.000 barel per hari. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sendiri mengaku telah memetakan beragam strategi untuk menyiasati produksi minyak. Untuk jangka pendek, lembaga tersebut bakal meningkatkan pemboran sumur pengembangan, workover, dan well services di lapangan yang sudah ada.“Untuk jangka menengah, percepatan temuan cadangan ke produksi, serta percepatan realisasi proyek EOR [enhanced oil recovery] menjadi fokus utama,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro, Rabu (12/6). Saat ini, SKK Migas terus menggandeng Pertamina Hulu Rokan untuk melakukan pemboran secara masif untuk meningkatkan produksi minyak dari blok migas yang sudah dikelola sejak era kolonial itu.
Hasilnya, produksi minyak di wilayah kerja itu bisa meningkat mencapai sekitar 162.000 barel per hari, dan menjadi blok migas penyumbang produksi minyak terbanyak di Indonesia. Selain itu, Pertamina Hulu Rokan juga mampu membor 413 sumur pada 2022, kemudian meningkat menjadi 497 sumur pada 2023. Tahun ini, perusahaan menargetkan mampu membor 575 sumur untuk menjaga level produksi minyaknya. Sayangnya hingga kini belum ada temuan cadangan minyak baru dengan jumlah signifikan di Blok Rokan, sehingga produksinya masih bergantung kepada cadangan lama. Hal tersebut juga berdampak kepada belum adanya peningkatan produksi yang signifi kan.
Saat ini, Blok Cepu juga mengalami penurunan produksi alamiah sejak periode 2020—2022, sehingga SKK Migas dan KKKS mencoba menahan natural decline dengan melakukan high rate test atau uji produksi maksimal.Nantinya, SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang mengoperatori blok tersebut akan merealisasikan proyek Banyu Urip Infi ll Clastic atau BUIC. Targetnya, proyek tersebut mampu meningkatkan produksi sebanyak 16.000 barel per hari, dan mulai onstreampada Agustus tahun ini.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencoba memberikan stimulus melalui kebijakan insentif untuk menggairahkan kembali industri hulu migas nasional. Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan kebijakan maupun insentif hulu migas agar eksplorasi lebih menarik. Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan baru. Setidaknya ada tiga kebijakan besar yang diyakini mampu membuat kegiatan industri hulu migas lebih menarik dalam 3 tahun terakhir.Pertama, perbaikan ketentuan lelang dan kontrak blok migas yang mencakup split kontraktor bisa mencapai 50%, signature bonus minimum, lelang penawaran langsung blok migas tanpa joint study, garansi bank lebih murah, dan jenis kebebasan memilih kontrak gross split atau cost recovery. Kedua, privilese eksplorasi, di mana KKKS dapat memindahkan komitmen kegiatan eksplorasi ke wilayah terbuka di luar blok yang dikerjakan.
Ketiga, insentif hulu migas sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 199/2021 untuk memperbaiki keekonomian kontraktor di tengah jalan, melalui perbaikan split kontraktor, investment credit, perhitungan depresiasi dipercepat, dan perbaikan parameter yang mempengaruhi keekonomian lainnya.
Ketergantungan Indonesia terhadap wilayah kerja migas yang sudah mature memang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk mengejar target lifting. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai target lifting nasional akan sulit tercapai jika pemerintah hanya mengandalkan Blok Rokan dan Cepu. Alasannya, upaya untuk meningkatkan produksi di lapangan yang sudah tua bukan perkara mudah, dan membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
EKSPOR NONMIGAS : SINYAL PEMULIHAN DARI BENUA ETAM
Ekspor nonmigas asal Provinsi Kalimantan Timur sepanjang Januari—April 2024 masih terkontraksi lantaran adanya berbagai tantangan global maupun domestik. Akan tetapi, performa ekspor batu bara wilayah ini pada kuartal II/2024 diyakini akan jauh lebih baik sejalan dengan tingginya permintaan dari negara-negara mitra. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan bahwa golongan barang dengan kode HS 27, bahan bakar mineral, termasuk di dalamnya batu bara mencatatkan nilai free on board (FOB) senilai US$5,84 miliar selama periode Januari—April 2024. Capaian ini terkontraksi 26,98% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang periode itu, bahan bakar mineral memiliki peran sebesar 80,29% terhadap total ekspor nonmigas Kaltim. Tak ayal, kontraksi itu turut berimbas pada penurunan total ekspor wilayah ini menjadi US$8,04 miliar pada periode Januari—April 2024, dari US$10,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara bulanan, total ekspor Kalimantan Timur pada April 2024 juga masih terkontraksi 4,61%. “Sektor andalan komoditas hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor dengan kontribusi sebesar 72,75%, diikuti oleh hasil industri dan migas,” jelas Kepala BPS Kalimantan Timur Yusniar Juliana dalam keterangan resmin, Rabu (12/6).
Akan tetapi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) Budi Widihartanto menjelaskan bahwa kontraksi tersebut jauh lebih baik ketimbang kuartal IV/2023 yang anjlok 34,53% YoY. Dia memerinci bahwa ekspor nonmigas Kaltim pada April 2024 mencapai US$1,96 miliar, yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan total impor sebesar US$343,53 juta. “Meskipun terjadi penurunan nominal dari bulan sebelumnya, pertumbuhan ekspor nonmigas menunjukkan perbaikan, dengan kontraksi yang menurun dari -20,94% menjadi -11,13% katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/6). Di sisi lain, imbuhnya, impor minyak dan gas bumi pada bulan yang sama tercatat sebesar US$253 juta yang menunjukkan kontraksi yang lebih kecil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Adapun, Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Mei 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa di tengah peningkatan ketidakpastian seiring dengan tingginya gejolak geopolitik global, ekspor hasil minyak dan gas bumi serta batu bara pada kuartal I/2024 tumbuh lebih tinggi dan mendorong kinerja ekspor migas dan nonmigas Kaltim. Laporan yang dipublikasikan pada Selasa (11/6) itu menunjukkan bahwa ekspor hasil minyak Kaltim pada kuartal I/2024 tumbuh sebesar 38,19%, lebih tinggi ketimbang kuartal IV/2023.
Khusus untuk ekspor nonmigas pada kuartal I/2024, masih didominasi oleh batu bara yang juga mencatatkan perbaikan dari -34,53% YoY pada kuartal IV/2023 menjadi -24,24% YoY pada kuartal I/2024.
Bank sentral juga memproyeksikan bahwa produksi batu bara pada 2024 akan meningkat sejalan dengan target wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO) batu bara 2024 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 220 juta ton.









