Ekspor Ratusan Ton Kelapa ke China dari Sultra
Sebanyak 646 ton kelapa asal Sultra diekspor secara bertahap ke pasar China. Pengiriman ini menandakan besarnya potensi komoditas nontambang wilayah ini. Selama ini kekayaan hasil bumi Sultra tertekan masifnya pertambangan nikel dan belum adanya keseriusan pengembangan hingga hilirisasi. Pada Senin (19/8) sebanyak 54 ton kelapa bulat diekspor dari Pelabuhan Pelindo Kendari, Sultra. Ekspor ini bagian dari total 646 ton yang akan diekspor secara bertahap ke China. Nilai ekspor mencapai Rp 2,5 miliar. Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean menuturkan, ekspor kelapa menjadi poin penting untuk pengembangan komoditas di daerah. Hal ini menunjukkan potensi hasil perkebunan menembus pasar dunia.
”Kita punya banyak sumber daya, salah satunya kelapa. Ikan juga besar potensinya, bahkan mencapai Rp 476 miliar. Kami berharap ekspor berbagai hasil pertanian, perkebunan, dan kelautan terus ditingkatkan. Ini menjadi tugas kita bersama,” kata Sahat, usai melepas ekspor tersebut. Kelapa merupakan komoditas yang banyak terdapat di Sultra hingga Kalimantan dan Sulawesi. Namun, potensinya belum banyak dikelola untuk pasar yang lebih luas. Padahal, selain kelapa bulat, santan hingga serabut kelapa juga sangat terbuka untuk diekspor. Karena itu, pihaknya terus berusaha menjembatani dengan kementerian teknis dan pemda agar hasil bumi dan laut berorientasi ekspor. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah persoalan kualitas dari hulu hingga ke hilir. (Yoga)
Pariwisata Bersemi di Bunaken
Dermaga baru nan megah di ujung selatan Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulut, seolah menyambut dengan senyuman: Selamat datang di musim semi pariwisata Bunaken! Kapal-kapal yang membawa wisatawan dari Manado dan sekitarnya silih berganti merapat, Sabtu (10/8). Wajah-wajah Eropa dan rombongan turis lokal meramaikan suasana pulau siang itu. Di sisi pesisir yang tak jauh dari dermaga, deretan resor dan penginapan (homestay) terasa hidup. Warung dan kafe pun sibuk melayani pelanggan yang bersantap atau sekadar menikmati es kelapa muda sambil memandangi birunya lautan. Di laut, perahu-perahu yang mengangkut penyelam, kebanyakan bule, hilir-mudik menyusuri perairan ke berbagai penjuru. Di kalangan penyelam, Bunaken dikenal sebagai surga di jantung segitiga terumbu karang dunia. Terdapat 26 lokasi penyelaman yang tersebar di perairan Pulau Bunaken dan dua pulau kecil di sekitarnya, yakni Manado Tua dan Siladen.
Keunikan Bunaken adalah reef wall atau tebing karang bawah laut. Bentang alam yang tak banyak ditemui di daerah lain ini, yang menarik turis asing, terutama dari Eropa dan AS, menjelajahinya. Terumbu karang beraneka rupa dan warna bisa juga dinikmati dengan bersnorkeling tak jauh dari pantai, yang jadi daya tarik Bunaken bagi turis lokal. Gairah ekonomi Industri pariwisata mulai menanjak pertengahan dekade 2000-an. Frans Caroles (42), pelaku wisata penyedia jasa transportasi darat dan laut di Bunaken, yang juga kepala lingkungan Pulau Bunaken mengatakan, 85 % dari total 8.000 penduduk bersandar pada pariwisata. Warga bekerja di resor dan homestay, menjadi pemandu selam, penyedia jasa transportasi, hingga membuka warung makan dan penjual suvenir. Saat musim puncak kunjungan pada Juni-Agustus, Frans bisa meraup pendapatan hingga Rp 1 juta per hari. (Yoga)
Suka-suka Merombak Kabinet
Presiden Joko Widodo Menugaskan Bahlil Menggantikan Arifin Tasrif
Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Baru
Ketahanan Pangan Diharapkan Berdaulat
Pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan program ketahanan pangan dan menjadikan sebagai prioritas dalam pembangunan nasional. Hal ini antara lain terlihat dari besaran anggaran yang dialokasikan dalam APBN tahun 2025 untuk ketahanan pangan yang mencapai Rp124,4 triliun atau naik dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp 108,8 triliun. Diharapkan, ketersediaan pangan dalam program tersebut sepenuhnya berasal dari dalam negeri dan bukan impor. Anggaran ketahanan pangan di RAPBN 2024 diigunakan bagi kegiatan praproduksi, produksi, distribusi, pemasaran, dan konsumen.
Praproduksi mencakup bantuan alat tangkap ikan 20 ribu unit, subsidi pupuk 8,5-9,5 juta ton, alat dan mesin pertanian (alsintan) 1.012 unit, benih ikan 131,6 juta hektar, benih pangan 2.267 hektare, KUR Pertanian/alsintan, serta subsidi resi udang. Produksi berupa food estate di tiga lokasi (Kalteng, Sumut, NTT), cetak sawah 250 ha, pengembangan kawasan padi 485 ribu ha dan jagung 250 ribu ha, bendungan 12 unit, jaringan irigasi 17 ribu ha, lahan pertanian pangan produktif 20,4 kilometer persegi, serta asuransi pertanian 1 juta ha. (Yetede)
Jaga Kepercayaan Investor dengan Resuffle Kabinet
Reshuffle Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keberlanjutan dan efisiensi proses transisi pemerintahan dinilai sebagai langkah positif. Karenanya keputusan Presiden Joko Widodo yang diambil di akhir periode kedua pemerintahan itu berpotensi menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian maupun iklim berusaha di Indonesia. Penunjukkan Roslan Reoslani sebagai menteri investasi/kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) misalnya, diperkirakan akan direspons positif oleh investor dan pasar. Apalagi, Rosan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia yang memilki pemahaman mendalam tentang iklim investasi di Indonesia. "Tentunya menjalin relasi yang baik (juga) dengan pelaku usaha," ujar Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede. Sedangkan penunjukkan Bahlil Lahdahlia sebagai menteri ESDM- sebelumnya adalah menteri investasi/kepala BKPM-dianggap memiliki pengalaman yang relevan untuk meningkatkan investasi, terutama untuk proyek-proyek strategis sektor energi. (Yetede)









