;

Ketidakpastian Calon Kepala Daerah Golkar Setelah Airlangga Mundur

Ketidakpastian Calon Kepala Daerah Golkar Setelah Airlangga Mundur

Saat masih memimpin Partai Golkar, Airlangga Hartarto telah memberi dukungan kepada para calon kepala daerah. Di tingkat provinsi, Golkar telah memberi rekomendasi kepada calon Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan dii pilkada Jabar, Golkar mendukung calon dari Gerindra, Dedi Mulyadi. Untuk pilkada Jatim, Partai Golkar bersama Koalisi Indonesia Maju mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan untuk pilkada Jakarta, Golkar mendukung kadernya, Ridwan Kamil. Para analis politik mengatakan peta politik Golkar dalam pilkada berpeluang berubah setelah Airlangga Hartarto mundur dari posisi Ketua Umum Golkar. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategi Agung Baskoro mengatakan hal ini disebabkan referensi politik Airlangga kemungkinan bisa berbeda dengan ketua umum baru nanti.

Menurut Agung, perubahan signifikan ada kemungkinan akan terjadi pada wilayah yang strategis, misalnya, pemilihan Gubernur Banten dan DKI Jakarta. Agung mengatakan Ketua Umum Golkar yang baru bisa saja mengubah rekomendasi terhadap bakal calon yang akan diusung. Rekomendasi Golkar untuk Airin Rachmi Diany di Banten bisa terancam gagal apabila ketua umum baru memiliki preferensi politik yang berbeda. Selain rekomendasi di pilkada Banten, kans Ridwan Kamil yang digadang-gadang didampingi oleh Suswono dari PKS di pilkada Jakarta bisa pupus. “Bisa saja berubah kalau preferensi ketua umumnya ingin Ridwan Kamil-Kaesang, misalkan,” kata Agung, Rabu, 14 Agustus 2024. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :