Beban Bank Berpotensi Naik Tahun Depan
Biaya yang akan ditanggung perbankan untuk menunaikan kewajiban kepada regulator akan bertambah tahun depan. Pasalnya, program premi restrukturisasi (PRP) akan diberlakukan mulai Januari 2025. Bank-bank wajib membayar PRP kepada Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dengan besaran hingga 0,055% dari nilai aset. Besar premi tergantung dari nilai aset dan tingkat komposit risiko bank terkait. Para bankir mengakui iuran tersebut akan membuat beban perbankan tambah bengkak tahun depan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beban non operasional bank umum pada semester I-2024 mencapai Rp 32,6 triliun, meningkat 26,6% secara tahunan dari Rp 25,7 triliun di paruh pertama 2023. Direktur Bank Oke Efdinal Alamsyah mengatakan, pihaknya tetap siap menjalankan kewajiban itu. Namun, perseroan ini harus melakukan perencanaan alokasi dana dan memastikan kecukupan likuiditas untuk membayar premi sesuai jadwal, tanpa mengganggu arah dan rencana bisnis bank ke depannya.
Efdinal berujar, kewajiban PRP ini akan berdampak terhadap profitabilitas ke depan. Sebab, sebagian dana dari likuiditas bank harus disisihkan membayar kewajiban itu.
Direktur Keuangan Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan, pembayaran premi PRP akan membuat biaya bank membengkak. Hanya saja, ia mengakui program tersebut diperlukan.
Program ini akan menjaga keberlanjutan bank ke depan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada sistem perbankan. "Program ini membangun kredibilitas juga, karena orang akan melihat bank punya pertahanan," ujar Edi.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menilai program PRP tak akan memberatkan perbankan. Iurannya tidak sebesar premi penjaminan simpanan.
ANTM Pacu Kinerja di Paruh Kedua
Emiten pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus mengoptimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti perusahaan di sisa tahun ini. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, ANTM konsisten mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, guna memaksimalkan kinerja komoditas nikel, emas, dan bauksit. ANTM menargetkan, volume produksi dan penjualan di tahun 2024 masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Target itu tumbuh 5% dari capaian produksi tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, dan tumbuh 12% dari capaian penjualan feronikel tahun 2023 yang sebesar 20.138 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan ke pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi bijih nikel tahun 2023 yang sebesar 13,45 juta wmt. Terkait dengan komoditas emas, Perusahaan menargetkan produksi emas tahun 2024 yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz). Sedangkan, untuk penjualan emas pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan emas tahun 2023 yang sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz).
Untuk mencapai target tersebut, Antam fokus melakukan pengembangan basis pelanggan domestik untuk produk emas, bijih nikel, dan bauksit.
Beberapa strategi yang dilakukan adalah fokus melakukan inovasi produk dan layanan, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya melalui eksplorasi.
ANTM juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia bersama mitra strategisnya.
Terkait pencapaian kinerja sepanjang semester I-2024, Antam berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 7%, yakni dari Rp 21,66 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 23,18 triliun.
Kendati penjualan meningkat, tapi perolehan laba bersih ANTM mengalami penurunan 17,55% secara tahunan (year on year/yoy). Yakni, menjadi Rp 1,55 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,88 triliun.
Khotbah Paus Fransiskus : Jangan Lelah Bermimpi
Misa kudus di kompleks Gelora Bung Karno yang dihadiri 86.000 umat Katolik, Kamis (5/9) menjadi puncak kunjungan Paus Fransiskus di Tanah Air. Selain berpakaian adat, sejumlah petugas misa juga penyandang disabilitas. ”Saya berkata kepada Anda, kepada bangsa ini, kepada Nusantara yang mengagumkan dan beraneka ragam ini: jangan lelah berlayar dan menebarkan jalamu, jangan lelah bermimpi dan membangun lagi sebuah peradaban perdamaian! Beranilah selalu untuk memimpikan persaudaraan!” kata Paus dalam khotbahnya yang disampaikan dalam bahasa Italia. Paus tiba di kompleks GBK untuk memimpin misa, pukul 16.00 WIB. Presiden Jokowi turut menyambut kedatangan Paus. Dengan naik Maung MV3 Pope Mobile berwarna putih dan didampingi Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, Paus lalu menuju Stadion Madya GBK untuk menyapa umat yang hadir.
Pada pukul 16.20 WIB, Paus keluar dari Stadion Madya menuju Stadion Utama GBK. Kedatangan Paus di Stadion Utama GBK disambut tepuk tangan umat yang kemudian menyanyikan lagu ”Viva Il Papa, Viva Papa Francesco”. Dalam misa ini, bacaan pertama dibaca oleh Benediktus Dustin. Dengan teks huruf braille, ia membacakan Injil dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Saat pembacaan doa umat, sejumlah orang berpakaian adat naik ke panggung, dari pakaian adat Papua hingga Jawa, bergantian memanjatkan doa dengan bahasa daerah masing-masing, antara lain, bahasa Jawa, Toraja, Manggarai (NTT), Batak Toba, Dayak Kanayatn, dan Malind (Merauke, Papua).
Doa dipanjatkan, untuk para pemimpin negeri supaya dalam pengambilan keputusan dapat senantiasa memperjuangkan kebaikan, keadilan, dan kedamaian bangsa. Ada pula doa untuk mereka yang sedang sakit, terkena bencana, dan lanjut usia agar penderitaan mereka bisa diringankan. Paus Fransiskus, dalam khotbahnya, menyampaikan, kita kadang merasa tak mampu, merasakan beratnya komitmen yang begitu besar. Manusia kadang merasa tak selalu mendapat hasil yang diharapkan. Meski demikian, Paus mengajak semua orang untuk tidak menjadi tawanan kegagalan. ”Kita perlu yakin dan percaya pada Tuhan dan penyelenggaraan-Nya,” ujar Paus. (Yoga)
Mengutak-Atik Anggaran Demi Program Prioritas
Pemerintah dan parlemen sepakat menambah dan menggeser beberapa alokasi dana belanja pada tahun depan. Keputusan ini untuk memuluskan langkah pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto menjalani sederet program unggulan yang sudah dijanjikan saat kampanye pilpres lalu. Kegiatan yang disebut-sebut sebagai program percepatan (quick win) tersebut masuk dalam postur sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasiobal (PPN/Bappenas), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Bank Indonesia, Rabu (4/9), disepakati anggaran program quick win mencapai Rp 113 triliun. Duit tersebut untuk enam program Program utama adalah makan bergizi gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita serta peserta didik di seluruh jenjang pendidikan meliputi prasekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, baik umum, kejuruan, maupun keagamaan dengan anggaran Rp 71 triliun. Kemudian pemeriksaan kesehatan gratis untuk 52,2 juta orang, meliputi pemeriksaan tensi, gula darah, hingga foto rontgen untuk screening penyakit katastropik dengan anggaran Rp 3,2 triliun. Total anggaran program quick win masuk alokasi anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) dalam postur sementara APBN 2025. Konsekuensinya, ada sejumlah anggaran yang digeser. Misalnya cadangan anggaran pendidikan dipangkas dari sebelumnya Rp 107,86 triliun menjadi Rp 41,01 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, tambahan anggaran tersebut berasal dari kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari dividen badan usaha milik negara (BUMN) dan kenaikan PNBP K/L dengan total Rp 8,26 triliun. Juga pengurangan sejumlah anggaran belanja non K/L, yakni cadangan belanja negara Rp 28,39 triliun, cadangan anggaran pendidikan Rp 66,85 triliun, dan cadangan transfer ke daerah Rp 14,38 triliun.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, pihaknya akan sepenuhnya membantu pelaksanaan program tersebut melalui kewenangan Banggar. "Saat ini, sedang kami bahas bersama di panja (panitia kerja). Nanti kami sepakati bersama dengan pemerintah," kata Said kepada KONTAN, kemarin.
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LEPM) Universitas Indonesia Teuku Riefky melihat, berbagai program itu, khususnya makan bergizi gratis, tak akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Direktur Eksekuitf Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berharap program
quick win
ini memicu perputaran konsumsi rumah tangga di berbagai daerah. Termasuk, program makan gratis yang membutuhkan distribusi logistik, bahan pangan, hingga usaha mikro kecil menengah.
Memitigasi Risiko di Pasar Finansial Domestik
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada kuartal II-2024. Hasilnya, Indonesia mencatatkan penurunan kewajiban neto investasi internasional. Per akhir kuartal II-2024, kewajiban neto PII Indonesia sebesar US$ 247,3 miliar. Jumlah ini menyusut 2,60% dibandingkan akhir kuartal I-2024 senilai US$ 253,9 miliar. Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono menyampaikan, penurunan kewajiban neto bersumber dari kenaikan posisi aset finansial luar negeri (AFLN) dan penyusutan nilai kewajiban finansial luar negeri (KFLN). "Posisi AFLN Indonesia meningkat didorong peningkatan investasi penduduk di berbagai instrumen finansial luar negeri," tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/9). Posisi AFLN di akhir kuartal II-2024 tercatat US$ 491,5 miliar, naik 1,2% quarter-to- quarter (qtq). Pencapaian ini bersumber dari kenaikan penempatan pada hampir seluruh komponen AFLN, terutama instrumen utang. Kenaikan posisi AFLN juga dipengaruhi faktor perubahan lain terkait peningkatan harga beberapa aset finansial luar negeri. Sementara nilai KFLN Indonesia menurun di tengah aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio. Posisi KFLN Indonesia per akhir kuartal II-2024 turun 0,1% qtq menjadi US$ 738,7 miliar. BI melihat perkembangan PII Indonesia pada kuartal II-2024 tetap terjaga sehingga turut mendukung ketahanan eksternal pasar finansial Indonesia.
Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan II-2024 sebesar 18,1%, lebih rendah dari 18,4% pada triwulan I-2024. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia didominasi instrumen berjangka panjang (92,8%) terutama dalam bentuk investasi langsung.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, penurunan kewajiban neto PII pada kuartal II-2024 berdampak positif ke ketahanan eksternal Indonesia. "Penurunan kewajiban neto menunjukkan utang atau kewajiban internasional Indonesia terhadap aset luar negeri berkurang. Artinya, eksposur risiko ke kewajiban eksternal berkurang, tutur dia, Rabu (4/9).
Dari perspektif stabilitas sistem keuangan, Josua menilai penurunan kewajiban neto investasi internasional Indonesia dapat memberikan sinyal positif. Hal ini menunjukkan terjadi perbaikan dalam neraca keuangan internasional, yang selanjutnya dapat membantu menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.
"Sekalipun kondisi pasar keuangan cenderung bergerak dinamis pada kuartal II-2024, namun kondisinya cenderung membaik pada akhir Juli hingga akhir Agustus sehingga mendukung aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah," ungkap Josua.
Subsidi Energi Berkurang, Kompensasi Melonjak
Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati total alokasi anggaran subsidi energi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) serta listrik senilai Rp 394,33 triliun pada 2025. Meski ada perubahan kurs rupiah tahun depan, total anggaran itu tak berubah dari usulan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Anggaran subsidi energi dan kompensasi 2025 disepakati dalam rapat kerja antara Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Bank Indonesia dengan Banggar DPR, Rabu (4/9). Hal ini sejalan dengan asumsi rerata nilai tukar rupiah tahun depan yang disepakati Rp 16.000 per dolar AS, menguat Rp 100 dari RAPBN 2025 sebesar Rp 16.100 per dolar AS. Sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) tetap US$ 82 per barel, atau sama dengan outlook 2024.
"Karena nilai tukar Rp 16.100 menjadi Rp 16.000 maka dari sisi jumlah berkurang Rp 1,12 triliun dan dialihkan sebagai penambahan kepada kompensasi," kata Said Abdullah, Ketua Banggar DPR kepada KONTAN, Rabu (4/9).
Dengan penambahan tersebut, maka anggaran kompensasi energi naik menjadi Rp 190,92 triliun, dari usulan sebelumnya Rp 189,80 triliun.
Volume subsidi untuk tahun depan juga tidak mengalami perubahan dari usulan.
Merujuk data yang dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, anggaran subsidi energi dan kompensasi pada tahun 2024 mencapai Rp 334,8 triliun. Dengan demikian, alokasi tahun depan naik 17,8% dibandingkan 2024.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menyoroti besaran anggaran subsidi energi dan kompensasi yang meningkat pada tahun depan.
Harga Komoditas Dorong Kinerja Emiten BUMN
Emiten tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan holding Mind Id berupaya memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini. Tiga anggota Mind Id telah memaparkan strategi dalam public expose live 2024, pekan lalu. Ketiga emiten itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya ingin mengejar target produksi untuk margin yang optimal di tengah fluktuasi harga komoditas. Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono mengatakan, emiten ini terus mencari potensi pasar baru. PTBA ingin menggenjot pasar ekspor dengan menyasar pasar potensial di Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Pada semester pertama tahun ini, PTBA membukukan rekor penjualan tertinggi, yakni 20,1 juta ton, naik 15,51% secara tahunan. Pencapaian rekor penjualan pada semester I ditopang ekspor batubara 8,5 juta ton, meningkat 20% secara tahunan. PTBA menargetkan volume penjualan batubara 43,1 juta ton di 2024. Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menambahkan, ANTM ingin menggenjot komoditas andalannya, yakni emas, nikel dan bauksit. Saat ini ANTM sedang menjajaki peluang untuk mendapatkan pasokan emas (offtake) dari Freeport, yang kini juga menjadi bagian dari Mind Id.
Bergeser ke INCO, emiten nikel ini juga sedang menggarap proyek strategis yang berada di tiga wilayah, yakni Morowali, Pomalaa dan Sorowako. Di sisi lain, INCO bersiap untuk membuka keran pendapatan baru dengan menjual bijih nikel ke pasar domestik. Per semester I-2024, produksi nikel matte INCO 34.774 ton.
Presiden Direktur &
Chief Executive Officer
Vale Indonesia, Febriany Eddy menyampaikan, saat ini ada bijih yang dihasilkan dari proses produksi, yaitu dari
bulk sampling test
. Jadi, penjualan bijih sudah bisa dilakukan dalam jumlah kecil. "Ini upaya kami untuk menambah pendapatan kala harga nikel sedang turun," kata Febriany.
Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengingatkan, prospek kinerja dan tren harga saham emiten tambang akan beriringan dengan laju harga komoditasnya. Dus, dia menyarankan
trading plan
untuk jangka pendek hingga menengah bagi saham emiten tambang BUMN ini.
PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 6,3 Triliun
Emiten jasa konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun hingga Agustus 2024. Realisasi itu mencapai 80% dari target kontrak yang dipatok anak usaha BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini pada 2024 sebesar Rp 8 triliun.
Direktur Utama PPRE, Arzan mengatakan, pencapaian kontrak baru naik 36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 4,6 triliun. Nilai kontrak itu diperoleh dari jasa pertambangan, pembangunan bandara, jalan tol,
production plant
dan infrastruktur sipil lainnya.
Nilai kontrak baru mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal sebesar 85% dan PP Group sebesar 15%. "Ini membuktikan PPRE mampu bersaing di sektor konstruksi jasa pertambangan dan sipil nasional," ujar Arzan dalam keterangan resmi, Rabu (4/9).
CPIN Tunggu Manfaat dari Program Makan Gratis
Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diproyeksikan masih tumbuh positif ke depan. Salah satunya akan didorong oleh program makan bergizi gratis dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Marvin Lievincent, analis Phillip Capital mengatakan, pada semester I-2024 pendapatan CPIN meningkat hingga 6,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 32,96 triliun. Alhasil laba bersih ikut naik menjadi sebesar Rp 1,76 triliun dari Rp 1,37 triliun yoy dengan margin laba bersih (NPM) sebesar 5,4% pada semester I-2024. Program presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan akan memberi angin segar bagi CPIN. Program tersebut dapat memberikan manfaat bagi kalangan peternak ayam dan petani dengan menstabilkan harga jagung dan memastikan pasokan jagung nasional yang stabil. Sebagai catatan, pemerintah terus mengimpor jagung dari AS untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, fluktuasi harga jagung dan harga SBM berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pakan.
Dengan adanya katalis positif ini, Marvin melihat, prospek jangka panjang dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% pada akhir 2024, dan 12% di akhir 2025 akibat permintaan yang kuat untuk protein hewani.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terkait program makan bergizi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan atau tidak.
Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran menambahkan, data perunggasan terkini menunjukkan, sektor peternakan komersial berpotensi memperoleh keuntungan dari harga acuan baru yang ditetapkan sebesar Rp 21.000–Rp 23.000 per kg.
Berdasarkan analisa ini Gibran mempertahankan rekomendasi
hold
CPIN dengan target harga Rp 5.400 per saham. Sedangkan Marvin mempertahankan peringkat
buy
dan dengan menaikkan target harga menjadi Rp 6.600 per saham.
Penyaluran Kredit Bank ke Sektor Tambang Meningkat Pesat
Kuncuran kredit perbankan ke sektor pertambangan masih deras, termasuk ke industri batubara. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit ke sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 302,2 triliun, tumbuh 33,2% secara tahunan. Bank Negara Indonesia (BNI) juga masih memberikan kredit ke sektor pertambangan. Terbaru, bank pelat merah ini memberi fasilitas kredit ke dua perusahaan tambang milik taipan Prajogo Pengestu. Rinciannya, sebesar Rp 2,3 triliun dikuncurkan kepada Petrosea Tbk (PTRO). Lalu sebesar Rp 775 miliar dialirkan ke Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Portofolio BNI di sektor batubara per Juni 2024 mencapai 4,1% dari total kredit sebesar Rp 727,0 triliun, atau sekitar Rp 29,8 triliun. Pada Desember 2023, portofolionya baru 3,8% dari total kredit senilai Rp 695,1 triliun. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengungkapkan, permintaan kredit di sektor energi masih tinggi. Permintaan terbesar berasal dari berasal energi pangan. Herry Hykmanto, Direktur Syariah & Sustainability Finance Bank Danamon, mengatakan, sektor pertambangan masih menjadi sektor usaha yang dominan di Indonesia. Alhasil, kebutuhan pembiayaan di sektor ini masih besar.
Herry menyebut, bank juga masih sulit mengabaikan sektor tambang, mengingat Indonesia masih bergantung ke sektor tersebut. Misal, tambang nikel tengah digalakkan karena jadi bahan baku utama dalam memproduksi baterai untuk mobil listrik. Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan portofolio batubara. Mengacu pada paparan kinerjanya, kredit batubara bank ini per Juni 2024 sudah mencapai 4,34% dari total kredit secara bank only sebesar Rp 1.196 triliun. Artinya, portofolio batubara bernilai Rp 51,9 triliun, naik dari Desember 2023 yang masih 3,4% dari total kreditnya. EVP Corporate Communication Bank Central Asia Hera F. Haryn menyebut, kredit batubara BCA sekitar 2% dari total kredit sebesar Rp 850 triliun per Juni 2024.









