;

Investasi Bitcoin Mengalir Deras

Hairul Rizal 16 Nov 2024 Kontan (H)
Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi di US$ 93.462 pada 13 November 2024, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,73 triliun atau 59,4% dari total kapitalisasi pasar kripto. Kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS menjadi katalis utama lonjakan ini, didukung aliran masuk investasi kripto sebesar US$ 1,98 miliar pasca-pemilu, menurut Fyqieh Fachrur, trader Tokocrypto. Selain itu, pendekatan dovish The Federal Reserve, termasuk prospek pemotongan suku bunga, semakin memperkuat daya tarik bitcoin sebagai aset safe haven.

Salah satu kebijakan potensial dari Trump, yaitu RUU Cadangan Bitcoin Strategis, menambah sentimen positif. Jika disahkan, AS akan mengakumulasi 1 juta bitcoin atau 5% dari total pasokan selama lima tahun. Optimisme ini juga tercermin dari meningkatnya permintaan institusional, termasuk dana masuk ke ETF Bitcoin yang mencetak rekor baru.

Meski demikian, Gabriel Rey, CEO Triv, mengingatkan agar investor tidak hanya berfokus pada bitcoin. Altcoin seperti ZKSync (ZK), XRP, dan koin berbasis AI seperti The AI Prophecy (ACT) menawarkan peluang menarik. Data menunjukkan, ACT naik lebih dari 2.300% dalam sepekan. XRP juga didukung oleh ekosistem pembayaran lintas batas yang berkembang, sedangkan zkSync semakin populer dalam ranah DeFi.

Namun, risiko tetap ada. Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consulting, menyarankan agar alokasi aset kripto, termasuk bitcoin, tidak melebihi 10% dari portofolio. Sentimen pasar juga menunjukkan tanda jenuh beli, dengan Crypto Fear & Greed Index berada di level ekstrem (82), yang berpotensi memicu aksi profit-taking.

OJK, yang akan mulai mengawasi industri kripto pada 2025, telah menyiapkan aturan seperti kewajiban know your customer (KYC) untuk exchanger, menurut Hasan Fauzi dari OJK. Hal ini diharapkan menciptakan ekosistem kripto yang lebih teratur dan aman bagi investor.

Surplus Dagang Tak Mengangkat Nilai Rupiah

Hairul Rizal 16 Nov 2024 Kontan
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 2,48 miliar pada Oktober 2024, menandai surplus beruntun selama 54 bulan. Sepanjang 2024, total surplus mencapai US$ 24,43 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (US$ 31,19 miliar). Surplus ini ditopang oleh lonjakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar 70,90% secara bulanan (mtm), meskipun ekspor batu bara dan besi baja mengalami penurunan tahunan (yoy).

Namun, pelemahan nilai tukar rupiah tetap terjadi, meskipun surplus perdagangan bertahan. Pada Oktober 2024, rupiah melemah 3,30% menjadi Rp 15.705 per dolar AS dan terus tertekan hingga Rp 15.888 pada pertengahan November. Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS, serta ekspektasi bahwa The Fed tidak akan segera menurunkan suku bunga.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.700–Rp 16.000 hingga akhir 2024. Meskipun neraca perdagangan diperkirakan tetap surplus hingga akhir tahun, nilainya diproyeksi stagnan akibat harga komoditas yang masih fluktuatif dan potensi kebijakan proteksionis AS di bawah Trump.

Kenaikan impor pada Oktober, terutama bahan baku dan barang modal, menunjukkan sinyal positif untuk kegiatan industri. Namun, sentimen global yang masih penuh ketidakpastian menjadi tantangan utama bagi stabilitas nilai tukar rupiah, meski ekonomi domestik menunjukkan performa surplus perdagangan yang konsisten.

Ekspansi TLKM untuk Dorong Pertumbuhan

Hairul Rizal 16 Nov 2024 Kontan
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) optimis mengejar target pertumbuhan pendapatan low single digit hingga akhir 2024. Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Heri Supriadi, kinerja Telkom di kuartal IV biasanya lebih kuat karena aktivitas liburan yang meningkatkan bisnis seluler. Hingga September 2024, Telkom meraih pendapatan Rp 112,21 triliun, naik tipis 0,88% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar dari layanan data, internet, dan teknologi informatika senilai Rp 70,55 triliun.

Telkom juga memproyeksikan margin EBITDA di kisaran 50%-52% tahun ini. Belanja modal (capex) 2024 dialokasikan sebesar 20%-22% dari total pendapatan, sebagian besar untuk mendukung ekspansi layanan 5G dan penguatan broadband tetap (fixed broadband). Heri juga mencatat potensi pertumbuhan dari investasi di bisnis ke bisnis (B2B) melalui penyedia solusi enterprise meski masih dalam tahap awal.

Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai prospek Telkom hingga akhir 2024 tetap positif, didukung oleh dominasi layanan data dan internet serta diversifikasi ke layanan digital. Ia memprediksi ekspansi 5G dapat menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan di era ekonomi digital. Untuk investor, Hendra merekomendasikan strategi "buy on weakness" dengan target harga Rp 2.800 per saham, mencerminkan optimisme terhadap perbaikan kinerja Telkom.

Meski saham TLKM terkoreksi 35,70% sejak awal tahun dan kini berada di Rp 2.540 per saham, prospek jangka panjang Telkom di sektor telekomunikasi tetap menjanjikan. Dengan peningkatan kontribusi layanan digital dan efisiensi operasional, TLKM diharapkan terus menjadi pemain utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Industri Migas Makin Agresif Sewa Kapal

Hairul Rizal 16 Nov 2024 Kontan
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 November 2024, mengumpulkan dana segar sebesar Rp 100,05 miliar dari IPO. Dana ini akan digunakan untuk pelunasan utang Rp 75 miliar, pengembangan infrastruktur, pembaruan armada, dan peningkatan layanan.

Berfokus pada layanan maritim untuk industri minyak dan gas, BOAT menawarkan solusi lengkap (one-stop shop), mulai dari penyewaan kapal hingga layanan menyeluruh sesuai kebutuhan klien. Saat ini, perusahaan memiliki enam kapal milik sendiri dan akses ke berbagai jenis kapal sewa, memperluas jangkauan operasinya di Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Malaysia.

Sekretaris Perusahaan, Ahmad Wisya Pratama, menjelaskan bahwa tren harga minyak dan kebutuhan energi yang meningkat menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis BOAT. Hingga April 2024, penjualan dalam negeri mencapai US$ 2,08 juta, sementara penjualan internasional menyumbang US$ 1,02 juta. Tahun depan, BOAT menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30%, didukung oleh ekspansi armada dan peningkatan permintaan layanan kapal di sektor energi.

Rencana strategis BOAT mencakup penambahan dua hingga tiga kontrak baru serta pembaruan armada untuk memperkuat daya saing. Ahmad optimistis prospek ini didukung oleh kenaikan harga sewa kapal yang konsisten sejak pertengahan 2023.

Dengan basis operasional yang solid sejak 2008, BOAT berkomitmen memaksimalkan peluang di pasar global, khususnya Asia Tenggara, untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. IPO diharapkan dapat menjadi katalis utama untuk memperluas pasar dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan maritim terkemuka.

Bank Kesulitan Menurunkan Suku Bunga KPR

Hairul Rizal 16 Nov 2024 Kontan
Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan, penyesuaian bunga floating Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan belum signifikan. Suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk segmen KPR masih berkisar 9%-12% di bank-bank besar KBMI 4, mencerminkan likuiditas yang ketat dan komponen biaya yang tinggi.

BNI menawarkan SBDK KPR terendah sebesar 9,13% dengan margin keuntungan 1,96%, tetapi overhead cost-nya cukup tinggi, mencapai 4%. Direktur Retail Banking BNI, Corina Leyla Karnalies, menyatakan bahwa penyesuaian bunga masih dalam kajian, mengingat likuiditas pasar yang ketat. Meskipun demikian, permintaan KPR di BNI tetap tumbuh, dengan peningkatan jumlah nasabah sebesar 6% secara tahunan, mayoritas berasal dari pembelian properti baru.

Di sisi lain, BCA memiliki SBDK KPR sebesar 9,45% dengan margin keuntungan tertinggi di antara bank KBMI 4, yaitu 4,65%. Menurut Welly Yandoko, Executive Vice President Consumer Loan BCA, bunga floating KPR BCA stabil di level 11% selama lebih dari 10 tahun, meskipun BI rate mengalami fluktuasi signifikan. Hingga kuartal III-2024, BCA telah menyalurkan KPR sebesar Rp 130,4 triliun, naik 10,7% secara tahunan, dengan pengalihan KPR ke bank lain hanya di kisaran 2%-3%.

Sementara itu, BRI dan Bank Mandiri menawarkan SBDK KPR masing-masing 10% dan 12,5%, dengan margin keuntungan 2,85% dan 2,57%.

Bank masih mempertahankan bunga KPR yang relatif tinggi meskipun BI rate turun, akibat faktor likuiditas, biaya overhead, dan risiko kredit. Namun, permintaan KPR tetap meningkat, terutama di BNI dan BCA, yang mencerminkan daya tarik pricing dan layanan mereka bagi nasabah.

Strategi Utang Korporasi di Tengah Tekanan Pasar

Hairul Rizal 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Emisi obligasi korporasi di Indonesia diprediksi akan meningkat pada penghujung tahun 2024. Hal ini seiring dengan kebutuhan perusahaan untuk melakukan refinancing utang yang jatuh tempo dan rencana ekspansi bisnis mereka. Pada pekan kedua November 2024, setidaknya tujuh perusahaan diperkirakan akan menerbitkan obligasi dengan total nilai sekitar Rp19 triliun dan US$20 juta. Di sisi lain, data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan bahwa ada Rp19,32 triliun obligasi korporasi yang jatuh tempo hingga akhir 2024, menandakan tingginya peluang penerbitan surat utang korporasi dalam waktu dekat.

Salah satu contoh penerbitan obligasi adalah oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai Rp2 triliun untuk refinancing. Demikian pula, perusahaan-perusahaan lain seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. dan PT Petrosea Tbk. berencana menerbitkan obligasi untuk tujuan refinancing dan pendanaan ekspansi. Menurut Ahmad Nasrudin dari Pefindo, emisi obligasi korporasi pada Oktober 2024 mencapai Rp113,90 triliun, dan diprediksi akan melampaui Rp130,80 triliun pada akhir tahun 2024, didorong oleh turunnya suku bunga dan kebutuhan perusahaan untuk refinancing utang.

Selain itu, Ramdhan Ario Maruto dari PT Anugerah Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa obligasi korporasi dengan peringkat baik, seperti AAA, lebih diminati oleh investor karena menawarkan premi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN), sehingga menjadi alternatif menarik bagi investor dengan toleransi risiko moderat yang ingin memperoleh imbal hasil lebih tinggi.

Secara keseluruhan, peningkatan emisi obligasi korporasi ini mencerminkan kebutuhan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memenuhi kewajiban finansial dan mendanai ekspansi, sementara kondisi pasar yang lebih stabil dengan suku bunga yang lebih rendah memberikan dorongan positif bagi penerbitan obligasi hingga akhir 2024.


Menarik Minat Investor di Sektor Migas

Hairul Rizal 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Cita-cita pemerintah Indonesia untuk mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030 semakin mendekati kenyataan. Dalam upaya mencapainya, otoritas hulu migas Indonesia, melalui SKK Migas, sangat agresif mencari investor kelas dunia dan membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan energi internasional. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas di dalam negeri, serta mendukung keberlanjutan ketersediaan energi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah meluncurkan regulasi baru terkait kontrak bagi hasil, yang menjamin kepastian bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi kontraktor, yakni antara 75%-95%. Regulasi ini juga menyederhanakan parameter perhitungan bagi hasil untuk meningkatkan daya tarik industri migas dan memberikan insentif yang lebih jelas bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor migas nasional.

Berdasarkan data SKK Migas, Indonesia masih memiliki potensi besar di sektor migas yang dapat dieksplorasi lebih lanjut, seperti potensi lapangan yang belum dimanfaatkan dan teknologi untuk meningkatkan produksi migas. Potensi ini, jika dikelola dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan produksi migas nasional dan mengamankan ketersediaan energi untuk kebutuhan domestik.

Langkah strategis pemerintah dalam menjalin kemitraan dengan investor asing di sektor migas diharapkan dapat mendongkrak pencapaian target produksi 1 juta barel per hari pada 2030. Dengan demikian, sektor migas tidak hanya akan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui peningkatan pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja.



Mengatasi Tantangan Pendanaan di Tengah Perlambatan

Hairul Rizal 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pentingnya investasi besar untuk mendukung proyek-proyek transisi energi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia. Utusan Khusus Indonesia untuk Conference of the Parties (COP) 29, Hashim S. Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$235 miliar untuk mewujudkan target-target besar, seperti reforestasi lebih dari 12 juta hektare hutan yang rusak, revitalisasi lahan terdegradasi, serta perlindungan lautan dalam rangka menciptakan ekonomi biru yang berkelanjutan. Hashim juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan mobilisasi sumber daya global, termasuk teknologi dan pendanaan, untuk mendukung upaya tersebut.

Selain itu, Tri Joko Haryanto, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), menjelaskan peran BPDLH dalam mendukung pembiayaan untuk pengendalian perubahan iklim. BPDLH bertanggung jawab menyalurkan dana untuk sektor-sektor yang mendukung keberlanjutan, seperti kehutanan, energi, pertanian, kelautan, dan lainnya. Saat ini, BPDLH mengelola dana hingga Rp24,9 triliun, yang dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.

Di sisi sektor energi, John Anis, CEO PT Pertamina New & Renewable Energy, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut berencana menambah kapasitas energi terbarukan menjadi 6 gigawatt (GW) pada 2029-2030, dengan investasi sebesar US$6 miliar. Pertamina berfokus pada pengembangan energi bersih, termasuk geotermal, tenaga surya, dan biogas, untuk mendukung transisi energi dan target net zero emission Indonesia pada 2060.

Namun, untuk mewujudkan semua rencana ambisius ini, perlu adanya kerja sama kolektif antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional. Hal ini termasuk dukungan terhadap pengembangan infrastruktur, teknologi yang lebih murah, serta regulasi yang adaptif dan inovatif. Dengan investasi yang cukup besar dan pembiayaan yang inovatif, Indonesia dapat mencapai tujuan transisi energi dan pengurangan emisi karbon, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.


DIY: Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Hairul Rizal 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Proyek infrastruktur di selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing dan Jalur Jalur Lintas Selatan (JJLS), diharapkan dapat menjadi pengungkit bagi perekonomian kawasan tersebut. Dina Indrianapada, Kepala Sub-bagian Pengendalian Urusan Keistimewaan, menekankan pentingnya proyek ini sebagai tonggak untuk pengembangan ekonomi, terutama di sektor industri perikanan. Pantai Gesing yang terletak di Kalurahan Girikarto, Panggang, Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi besar untuk dijadikan pelabuhan perikanan berkat posisinya yang strategis dan terlindung dari gelombang laut, sehingga memudahkan nelayan untuk bersandar.

Bayu Mukti Sasongko, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, menjelaskan bahwa produktivitas perikanan di Pantai Gesing sebelumnya masih terbatas, dengan kapasitas kapal nelayan kecil. Namun, dengan adanya pembangunan pelabuhan baru, diharapkan dapat mendukung kapal-kapal yang lebih besar dan meningkatkan hasil tangkapan ikan. Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing yang telah diresmikan pada 22 Oktober 2024 ini dibangun di atas lahan seluas 54.445 m² dan diharapkan bisa mengoptimalkan konektivitas kawasan selatan DIY dengan jalur transportasi utama, termasuk JJLS dan akses ke bandara.

Secara keseluruhan, pembangunan pelabuhan ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan sektor perikanan, serta membuka peluang bagi peningkatan ekonomi kawasan selatan DIY, dengan dampak positif bagi masyarakat lokal, terutama nelayan.


Indonesia Diminta Mandiri dalam Teknologi AI

Hairul Rizal 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia harus mulai mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara mandiri, dan tidak hanya bergantung pada impor dari luar negeri. Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, mengingatkan bahwa saatnya Indonesia memiliki AI sendiri yang dapat membantu berbagai sektor, terutama pertanian, untuk lebih produktif dan menguntungkan petani. Huang juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI oleh generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka, sambil tidak bergantung sepenuhnya pada AI.

Selain itu, Indonesia juga sedang bergerak ke arah pengembangan ekosistem AI dengan dukungan dari berbagai pihak. Contohnya, Indosat bersama GoTo meluncurkan Sahabat-AI, sebuah model AI besar (LLM) dalam bahasa Indonesia, yang dapat digunakan untuk membantu dalam berbagai aplikasi sehari-hari, seperti asisten suara Dira pada aplikasi Gojek dan Gopay. Vikram Sinha, CEO Indosat, menyatakan rencana untuk membangun AI Center di beberapa kota Indonesia, termasuk Jakarta, Solo, dan Jayapura, yang akan mendukung pengembangan teknologi AI di seluruh tanah air.

Komitmen pemerintah Indonesia juga terlihat, dengan Meutya Hapid, Menteri Komunikasi dan Informatika, mendukung pembangunan pusat AI di Indonesia Timur, khususnya di Jayapura, untuk memastikan pemerataan akses terhadap teknologi AI. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri BUMN Erick Thohir juga mendukung inisiatif ini, dengan Erick menyoroti potensi energi hijau Indonesia yang dapat mendukung pertumbuhan AI, mengingat kebutuhan AI terhadap listrik untuk pusat data.

Secara keseluruhan, perkembangan AI di Indonesia mendapat dukungan kuat dari sektor pemerintah dan swasta, dan hal ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



Pilihan Editor