;

Prospek Uang Kripto Saat Tren Bearish

Budi Suyanto 24 Jan 2019 Kontan
Harga mata uang kripto tak kunjung membaik. Namun, peluang meraih keuntungan dari investasi ini masih ada, asalkan investor memiliki strategi tepat. Sepanjang 2018 lalu, harga bitcoin anjlok hingga 70%. Salah satu penyebab koreksi harga bitcoin karena peran pihak-pihak yang menyerupai bandar atau kerap disebut invincible hand. Pihak tersebut meliputi manajer investasi global, perusahaan hedge fund, hingga spekulan kelas kakap.
Bagi investor berorientasi jangka panjang, strategi akumulasi secara bertahap bisa diterapkan selagi harga mata uang kripto dalam tren koreksi. Investor diharapkan tidak memperlakukan tiap mata uang kripto secara sama, karena masing-masing mata uang digital itu memiliki penurunan yang tidak sama.

[Opini] Mewaspadai Inovasi Teknologi

Budi Suyanto 24 Jan 2019 Kontan
Inovasi teknologi yang berlangsung belakangan ini diibaratkan air yang tenang dan terlihat terkendali, namun sesungguhnya menyimpan cekungan dan pusaran kuat yang mematikan. Setidaknya ada dua pengaruh yang patut diwaspadai. Pertama, teknologi memungkinkan proses mekanisasi yang dapat menggantikan jenis pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah (low-skill jobs). Kedua, inovasi teknologi yang ada saat ini sebenarnya hanyalah pijakan bagi akselerasi inovasi teknologi yang lebih canggih. Akibatnya, gab antara inovasi teknologi dan ketidaksetaraan sosial (inequality) akan selalu ada.
Tentu saja, tidak semua jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin dan teknologi. Inovasi teknologi telah berhasil mengatasi masalah kelangkaan (scarcity). Namun demikian, eksternalitas jejaring yang dibawa oleh produk teknologi justru menimbulkan masalah baru: "kelebihan" (excess), seperti kemacetan, sampah, polusi udara, hoax, hingga obesitas.
Dalam konsep zero-sum-game, kelebihan satu sisi dapat menjadi kekurangan sisi lain. Dus, intervensi kita mutlak diperlukan agar arah pengembangan inovasi teknologi tidak semata didorong oleh motif mencari laba.

Kompor Listrik Perlu Dukungan Konkret

Budi Suyanto 24 Jan 2019 Kontan
Rencana pengembangan kompor induksi listrik sebagai pengganti kompor gas terus bergulir. Penggunaan kompor listrik dinilai akan menurunkan biaya energi sekitar 40% dibandingkan pemakaian kompor gas. PLN sendiri tengah menyiapkan kajian dan rencana kerja untuk pengembangan, sambil terus mempromosikan penggunaan kompor listrik induksi.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan hal terpenting yang harus disiapkan adalah memastikan daya listrik di setiap rumah tangga bisa cukup dan andal. Oleh karena itu, PLN perlu menaikkan daya pelanggan PLN secara gratis. Di samping itu, Kementerian ESDM dinilai perlu untuk mengeluarkan standar efisiensi kompor listrik.

Bukit Asam Berfokus di Pasar Dalam Negeri

Budi Suyanto 24 Jan 2019 Kontan
Meski harga batubara cenderung turun, hal tersebut tidak menyurutkan PT Bukit Asam (PTBA) untuk mengerek produksi batubara sebanyak 27,3 juta ton. Tak hanya itu, PTBA tetap mempertahankan porsi penjualan terbesarnya ke pasar domestik meski harga dalam negeri dipatok US$ 70 per ton. Porsi DMO PTBA diperkirakan berkisar 55%-60% dari total produksi. Mayoritas produksi batubara PTBA berasal dari tambang Air Laya, Muara Tiga Besar, dan Blanko Barat yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Dari sisi pengembangan bisnis, PTBA tengah melakukan pengkajian atas tambang-tambang yang akan menjadi sasaran akuisisi. Dalam melakukan akuisisi, PTBA mempertimbangkan kualitas batubara, akses, serta harganya.

Mobil Tiongkok Terus Merangsek Indonesia

Budi Suyanto 24 Jan 2019 Kontan
Wuling Motors memperkenalkan varian SUV dengan merek Almaz. Almaz menonjolkan konsep smart dan memiliki keunggulan teknologi.
Selain Wuling, pabrikan asal Tiongkok yang ikut meramaikan pasar Indonesia adalah PT Sokonindo Automobile atau DFSK Indonesia. DFSK Indonesia akan terus memperluas jaringan, termasuk pengembangan pabrik. Dalam upaya memperkenalkan produk dan menambah penjualan, DFSK mengeluarkan promo menarik kepada Glory 580 dengan DP spesial dan bunga ringan mulai 0%.

Platform Pemesanan Tiket : Travelstop Garap Pasar Korporasi

Ayu Dewi 24 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Potensi pasar perjalanan bisnis di Indonesia yang makin besar membuat Travelstop, perusahaan rintisan Singapura yang mengkhususkan diri dibidang manajemen perjalanan bisnis, melebarkan sayapnya ke Tanah Air. Perusahaan yang telah mendapatkan pendanaan tahap awal senilai US$ 1,2 juta dari Seedplus, Expedia dan Yahoo itu pertama kali meluncurkan layananya pada Agustus 2018. Travelstop telah hadir di tujuh wilayah Asia yaitu: Indonesia, Thailand, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.

OJK Memperketat Penerbitan MTN Multifinance

Budi Suyanto 23 Jan 2019 Kontan
Pelaku industri pembiayaan (multifinance) mulai dipusingkan dengan sumber pendanaan. Sejak kasus SNP Finance terkuak , bank-bank lebih ketat menyalurkan kredit ke multifinance. Sementara itu, penerbitan medium term notes juga diperketat sebagaimana diatur dalam POJK nomor 35/2018. Aturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen likuiditas, risiko pendanaan, dan risiko pembiayaan. Dengan aturan ini, investor akan mendapatkan informasi yang cukup sebelum memutuskan berinvestasi di MTN.

Core Tax System Berefek Tahun 2021

Budi Suyanto 23 Jan 2019 Kontan
Pengadaan sistem teknologi informasi baru DJP berdasarkan Perpres nomor 40/2018. Namun, sistem core system baru akan beroperasi mulai 2021, dan efektif sepenuhnya pada 2023. Pada saat ini, pengadaan masih memasuki tahapan procurement atau bidding agen pengadaan. Agen akan bertugas melaksanakan lelang, sekaligus menentukan pemenangnya. Selanjutnya, pada tahun depan, memasuki tahap deployment alias pendefinisian semua proses bisnis oleh Ditjen Pajak.

Ekonomi Dunia Tumbuh Melambat

Budi Suyanto 23 Jan 2019 Kontan
IMF memprediksi perekonomian global akan tumbuh pada laju terlemah dalam tiga tahun pada 2019. Pertumbuhan global akan berada pada level 3,5% di bawah prediksi sebelumnya di angka 3,7%. Hal ini dikuatkan oleh survei PwC terhadap 1.400 kepala eksekutif perusahaan yang meyakini ekonomi global akan tumbuh melambat. Ancaman terhadap perekonomian global antara lain perang tarif perdagangan, kebijakan pengetatan likuiditas, belum adanya kesepakatan Brexit, dan perlambatan ekonomi China.
Revisi terdalam di antara negara maju adalah Jerman. Untuk kawasan negara berkembang, IMF memprediksi akan tumbuh 4,5% atau turun 0.2 poin dari prediksi sebelumnya. Faktor utama adalah resesi yang diperkirakan akan lebih dalam di Turki. Ada juga sentimen negatif dari downgrade besar untuk prospek ekonomi Meksiko.

Peminat Sukuk Mencetak Rekor

Budi Suyanto 23 Jan 2019 Kontan
Lelang surat berharga syariah negara (SBSN) pada Selasa (22/1) menarik minat investor. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 24,47 triliun. Jumlah ini, menurut DJPPR, merupakan yang terbesar untuk lelang sukuk tahun ini. Daya tarik terletak pada yield obligasi pemerintah lebih menarik dari negara emerging market lainnya. Terlebih, kebijakan bank sentral negara maju yang mengerem kenaikan suku bunga acuan semakin membuat investor yakin masuk ke pasar emerging market. Meski berhasil mencetak penawaran tertinggi, pemerintah memilih hanya menyerap lima seri sukuk saja.

Pilihan Editor