Wamen ESDM Pantau Satgas Nataru Pertamina di Medan Agar Tidak Ada Kelangkaan
Program Baru Pertamina Tukar Minyak Jelantah ke Pertamina dengan Saldo Mulai Rp6.000 per Liter
Cara Daftar Penerima Bansos 2025 dan Syaratnya
Roda Perekonomian pada Saat Nataru Diprediksi Menggeliat
Roda perekonomian pada saat Nataru diprediksi menggeliat, Di tengah daya beli yang menurun, ternyata tidak mengurangi keinginan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik maupun berwisata. Perputaran uang selama libur Nataru yang dipresikdi mencapai Rp 19,2 triliun-Rp 100 triliun sangat strategis dalam meningkatkan konsumsi rumah tangga dan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 di atas 5%. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada Nataru kali ini diperkirakan mencapai 110,67 juta oraang atau tumbuh 3,67 juta (3,43%) daei 2023.
Perputaran uang selama Nataru tahun ini, meningkat dibandingkan Nataru tahun lalu yang mencapai Rp 80,250 triliun. Pergerakan masyarakat yang signifikan tersebut menunjukkan potensi besar untuk mendongkrak konsumsi domestk, utama dalam sektor-sektor seperti transportasi pariwisata perdagangan, dan akomodasi. Sektor transportasi menjadi salah satu yang paling diuntungkan, dengan peningkatan penjualan tiket pesawat, kereta api, bus, dan kapal laut. Penurunan harga tiket pesawat ikut meningkatkan daya tarik tersendiri. Hal itu mendorong mobilitas masyarakat, baik untuk kunjungan ke kampung halaman maupun destinasi wisata. Selain itu, UMKM sekitar destinasi wisata juga ikut meraskan dampak positif beruoa peningkatan produk lokal dan kuliner. (Yetede)
Kenaikan Harga-harga Komoditas Perlu Diwaspadai
Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk mewaspadai kenaikan harga komoditas menjelang Nataru 2025. Karena, sejumlah komoditas, seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, hingga minyak goreng, terpantau mengalami kenaikan harga. "Jadi, ini adalah kenaikan angka kabupaten/kota di beberaoa komoditas tadi yang disampaikan oleh Ibu Plt (Pelaksana Tugas) kepala BPS. Kita lihat tadi seperti yang disampaikan beberapa provinsi mencatat angka yang tinggi untuk IPH (Indeks Perkembangan harga)," kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Dia mengungkapkan, menjelang perayaan seperti Natal, biasanya terjadi peningkatan permintaan barang/jasa dari masyarakat yang berdampak terhadap kenaikan harga.
Kondisi itu perlu untuk diantisipsi oleh pemda dengan melakukan langkah konkret. Ia merinci langkah-langkah itu seperti dengan menggelar operasi pasar, sehingga mengadakan gerakan pangan murah. "Peningkatan permintaan masyarakat inilah yang harus kita antisipasi agar stoknya selalu ada. Jadi mohon dilanjutkan tadi upaya gerakan pangan murah, operasi pasar, dan lain-lain," imbuh dia. Selain itu, Bima mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengendalikan inflasi. Kota tersebut diketahui telah menjalankan strategi 4 K dalam mengendalikan inflasi, yakni Keterjangkauan Harga Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, hingga Komunikasi Efektif. Strategi tersebut diterapkan dengan melibatkan pihat terkait. (Yetede)
Menjemput Investasi dari Negeri Tirai Bambu Senilai US$ 7,46 Miliar
Pemerintah Indonesia berhasil meraih komitmen investasi senilai US$ 7,46 miliar atau sekitar Rp 120 triliun dari hasil kunjungan ke China pada 18-20 Desember 2024. Adapun investasi yang masuk ke dalam negeri merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Karena mendorong peningkatan kapasitas produksi. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi China di Indonesia sejak 2019 hingga semester 1-2024 mencapai US$ 32,2 miliar (sekitar Rp525,17 trililiun). Pada tahun lalu, nilai investasi tersebut mencapai US$ 7,4 miliar. Dalam kunjungan yang dilaksanakan di Hangzou, Quzhou, dan Beijing pada 18-20 Desember 2024 tersebut, Menteri BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan, pihaknya dengan 8 perusahaan dan menawarkan sejumlah prospek investasi di Indonesia. Salah satunya pertemuan penting terjadi dengan Geely Auto Group, produsen otomotif global terkemuka dan pemegang saham di beberaoa merek mobil terkenal Eropa, diantaranya Volvo, Daimler, dan Lotus. Geely mengungkapkan minat untuk mengembangkan mobil berbahan bakar metanol, memafaatkan potensi kelapa sawit Indonesia. (Yetede)
Kebijakan PPN 12% Mulai Diberlakukan pada 1 Januari 2025 Diyakini Berdampak ke Berbagai Sektor
Hari Ini Puncak Penyebrangan di Merak, Tol Lancar
Hingga Minggu (22/12/2024) malam, arus lalu lintas di Jalan Tol Trans-Jawa relatif lancar. Sementara itu, puncak arus libur Natal dan Tahun Baru melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, diprediksi terjadi pada Senin (23/12) ini. Hingga semalam di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tidak terlihat antrean panjang di Gerbang Tol Cikampek Utama. Volume kendaraan yang melintas bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Sabtu, sehari sebelumnya. Berdasarkan data PT Jasa Marga, ada 17.821 kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Palimanan (Cirebon), Minggu pukul 06.00-14.00 WIB. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama pada hari sebelumnya, yakni 22.930 unit. Arus kendaraan dari ruas Tol Jakarta-Cikampek menuju Bandung juga relatif lancar. Dalam periode waktu yang sama, jumlah kendaraan di Gerbang Tol Kalihurip Utama mencapai 15.953 unit atau belum melewati periode hari Sabtu yang mencapai 23.072 kendaraan. Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Raden Slamet Santoso menyatakan, puncak arus libur Natal 2024 yang diprediksi terjadi pada Sabtu (21/12) telah terlewati.
Lonjakan kendaraan diantisipasi dengan pengawasan petugas hingga pelaksanaan contraflow atau rekayasa lalu lintas yang mengambil jalur dari lajur yang berlawanan. Rekayasa ini berlangsung pada Sabtu, dari pukul 09.40 hingga pukul 13.06 WIB, di ruas Tol Jakarta-Cikampek ke arah timur. ”Puncak arus Sabtu itu sesuai prediksi. Selain dalam rangka mudik, ada juga perjalanan liburan. Karena itu, kendaraan yang balik ke Jakarta pada Minggu (22/12) ini juga padat,” ujarnya. Namun, Slamet melihat kemungkinan potensi waktu puncak arus libur Natal dan Tahun Baru melebar hingga ke hari-hari lainnya, seperti Selasa (24/12) dan Jumat (27/12). Perubahan ini diprediksiterjadi karena sejumlah pengguna jalan masih bekerja. ”Rekan-rekan ASN (aparatur sipil negara) dan pegawai lainnya masih ada yang libur setelah tanggal 24. Jadi, kami mengantisipasi kepadatan di tanggal-tanggal tersebut. Meskipun momen Natal dan Tahun Baru ini lebih banyak digunakan untuk rekreasi, kami tetap memastikan masyarakat bisa mudik dan berlibur dengan lancar,” ujarnya. Secara garis besar, lonjakan volume kendaraan terjadi sejak H-7 hingga H-4 periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Trans jawa Tol Ria Marlinda Paallo menjabarkan,total volume kendaraan yang melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dalam tiga hari tersebut mencapai 159.169 unit atau 36,2 persen lebih banyak dibandingkan dengan lalu lintas normal. (Yoga)
Menikmati Liburan Sembari Mengencangkan "Ikat Pinggang"
Deonisus Pradipta (27), karyawan swasta di Jakarta, kali ini memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. Berlibur dinilainya sebagai ruang menikmati hasil kerja dan jerih payah selama ini dengan orang-orang terkasih. Berbelanja barang-barang baru bukan inti dari sebuah perayaan Natal dan Tahun Baru. Perayaan bersama keluargalah yang kini dicarinya. ”Tetapi, kalau diajak tukar kado, boleh-boleh saja. Kalau untuk pribadi, enggak wajib punya sesuatu yang baru,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (22/12/2024), di Jakarta. Hal serupa diutarakan karyawan lainnya, Faustina Galuh (29). Liburan kali ini, ia dan keluarga tidak pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah. Pasalnya, ia ingin menghabiskan waktu hanya bersama keluarga inti guna menghindari kemacetan di jalan. Meski demikian, mereka tetap antusias jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ragam dekorasi Natal mulai dipasang di rumahnya. ”Sekarang, beli hiasan Natal hanya untuk Sejumlah penghargaan pun telah diterima Kompas dari beberapa pihak, yang menandakan bahwa kualitas jurnalistik masih diakui baik oleh banyak pihak. Meski begitu, sejumlah tantangan perlu diantisipasi pada tahun mendatang. Pada tahun 2024 ini terbit sebuah buku yang sangat menarik yang ditulis oleh Anne Applebaum, Autocracy Inc.: The Dictators Who Want to Run The World (London: Allen Lane, 2024), yang menjadi pemenang Penghargaan Pulitzer dan disebutkan oleh The New York Times sebagai salah satu buku nonfiksi terbaik tahun ini.
Penulisnya sendiri adalah seorang kolumnis di The Atlantic dan menjadi senior fellow di Johns Hopkins University. Dari halaman pertama saja, buku ini sudah menggedor pembacanya: ”Sistem pemerintahan otokrasi (pemerintahan yang dilakukan oleh satu orang dengan kekuasaan yang absolut) hari-hari ini tidak dijalankan oleh satu orang jahat, tetapi oleh jejaring yang rumit yang dijalankan oleh struktur keuangan yang kleptokratif, layanan keamanan yang kompleks (militer, paramiliter, polisi), dan ahliteknologi yang menyediakan pengawasan, propaganda, dan disinformasi. Anggota jejaring ini terhubung tidak hanya antara satu orang dan orang lainnya dalam negara tersebut, tetapi juga berjejaring dengan mereka yang berada dalam negara otokrasi yang lain, kadang-kadang mereka juga menyebut diri mereka sebagai negara demokratis” (Applebaum, 2024, hlm 1). Perusahaan yang korup dan dikuasai negara di satu pemerintahan diktator, berbisnis dengan perusahaan korup dan dikuasai negara di pemerintahan lainnya. Polisi dari suatu negara bisa saja mempersenjatai, melengkapi, dan melatih polisi di negara lainnya. Di dunia ini mungkin ada sekitar tiga lusin (kurang lebih 36 negara) yang dikuasai oleh orang kuat ini, dan mereka tidak ragu-ragu untuk menyingkirkan masyarakat sipil dan menghindari transparansi dalam pemerintahan. Sesama orang kuat dari berbagai negara ini berusaha memelihara agar sesama anggota mereka akan tetap berkuasa, dan walaupun dunia internasional mengecam pimpinan sejumlah negara ini, tetapi di antara sesama negara otokrasi akan menunjukkan dukungannya, terutama dari sisi bisnis (Applebaum, 2024, hlm 2-4). (Yoga)
Warga Berburu Tiket Murah
Lumernya sambal petis khas Jawa Timur sudah terbayang dalam benak Fachrizal (26), karyawan swasta asal Jakarta Barat. Meski baru enam bulan yang lalu dia pulang ke kampung halamannya di Gresik, Jawa Timur, kerinduan terhadap makanan khas Suroboyoan tetap tak bisa dibendung. Selain bersua dengan keluarga, alasan itu pula yang membuatnya merasa wajib pulang kampung pada liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. ”Sambal petis, sambal pecel, tahu tek, atau rujak cingur, sudah kebayang semua. Sebenarnya ada juga yang jual di Jakarta, tapi tetap beda rasanya dengan masakan asli kampung,” kata Fachri, panggilan Fachrizal, saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu, akhir pekan lalu. Khawatir kehabisan tiket murah pada periode libur Natal dan Tahun Baru, Fachri memutuskan membelitiket lebih dari satu bulan sebelum keberangkatan. Dia sudah membeli tiket pada pertengahan November 2024 untuk keberangkatan ke Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, pada 20 Desember 2024.
Dengan membayar Rp 370.000, Fachri bisa duduk di kursi kelas bisnis yang menurut dia hampir sama nyamannya dengan kursi kelas eksekutif. Adapun harga tiket untuk kelas eksekutif bisa lebih dari Rp 500.000. ”Tiket kelas bisnis menurut saya paling ideal, bisa dapat tiket murah, tapi tetap nyaman,” ungkapnya. Terbukti, sepekan sebelum periode libur Natal, tiket kereta yang sekelas dengan milik Fachri sudah ludes terjual. Saat itu hanya tersisa beberapa tiket di tanggal 20 Desember denganharga lebih tinggi danjam keberangkatan pada pagi hari yang tidak pas untuk jadwal kerjanya. Tak hanya membeli tiket sejak jauh hari, Fachri juga memanfaatkan tarif reduksi yang merupakan hasil kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan kampus tempat ia berkuliah dulu. Dengan fasilitas tersebut, ia bisa mendapatkan diskon sebesar 10 persen setiap membeli tiket kereta. Oleh karena itu, ia tidak ragu untuk mengurus pendaftaran tarif reduksi meski harus langsung datang ke stasiun dan mengantre. Bagi Fachri, berbagai cara membeli tiket murah penting demi mengatur pengeluarannya. Sebab, tidak hanya pada periode libur Natal dan Tahun Baru, ia juga berencana pulang kampung kembali pada libur panjang akhir Januari 2025 dan Idul Fitri, Maret 2025. (Yoga)









