;

Tak Mudah Cari Mitra Baru

Ayu Dewi 18 Apr 2019 Kompas

Teknologi dalam jaringan ke luar jaringan untuk pedagang mikro sudah mulai dikenalkan sejak dua tahun lalu. Namun dalam perjalanany, akuisisi pengguna baru tidak mudah dilakukan. Akuisisi yang tidak mudah itu disebabkan antara lain : kondisi infrastruktur jalan yang belum merata hingga ke pelosok daerah. Sehingga terdapat inefisiensi waktu yang berdampak terhadap harga jual barang ke konsumen yang tetap mahal.

Sejak didirikan pada November 2017 sampai saat ini, jumlah pedagang mikro berupa warung kelontong mitra warung pintar sekitar 2000 orang, sekitar 90% tergolong aktif. Pedagang tersebut berada di Jabodetabek dan Banyuwangi. Selain lokasi usaha, tantangan lain yang harus dihadapi adalah legalitas lokasi atau tempat yang dijadikan pengusaha untuk mendirikan warung kelontong. Akusisi mitra baru akan dilakukan terhadap pedagang yang telah mengurus izin ke pemerintah daerah setempat.

Menurut founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky, tantangan utama membesarkan bisnis layanan mitra Bukalapak adalah budaya. Pelaku usaha dagang mikro dan produsen harus menambah kultur. Layanan mitra Bukalapak memungkinkan pemilik warung dan toko kelontong lebih mudah memesan barang secaea daring, mendapat harga lebih murah dan mengakses modal. 

GoJek Jadi Aplikasi "On-Demand" Nomor 1 di Indonesia

Ayu Dewi 16 Apr 2019 Kompas

Fakta terbaru GoJek :

  • aplikasi on demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2018
  • Gross Transaction value GoJek mencapai 9 miliar dollar AS atau tumbuh sekitar 13,5 kali lipat dari Desember 2016 sd Desember 2018
  • GoJek juga menjadi aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia
  • Go-Food, layanan food delivery terbesar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia dengan jumlah order mencapai 30 juta order per bulan pada tahun 2018
  • Go-Pay, layanan uang elektronik paling banyak digunakan di Indonesia
Angka GoJek di Indonesia :
  • >1,7 juta mitra driver
  • >300.000 merchant go food yang lebih dari 80% merupakan industri UMKM
  • 60.000 penyedia layanan Go-Life
  • 2,5 juta anggota arisan mapan
  • 142 juta download (per Maret 2019)

Produksi Ditopang Kapal Kecil

Ayu Dewi 16 Apr 2019 Kompas

Pemerintah menargetkan produksi perikanan tangkap tahun ini sebanyak 8,4 juta ton. Target ini meningkat 25% dibanding tahun 2018 yang hanya 6,7 juta ton. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar mengemukakan, produksi bisa meningkat karena sejumlah hal antara lain stok ikan semakin banyak, lokasi tangkap semakin dekat, serta ukuran ikan makin besar dan kian mudah didapatkan.

Saat ini pembangunan kapal ukuran kecil hingga besar berkembang pesat. Izin kapal berukuran 10-30 gros ton (GT) dalam kewenangan pemerintah daerah, sedangkan  izin kapal-kapal ukuran di atas 30 GT merupakan kewenangan pemerintah pusat. Hal yeng perlu diantisipasi adalah persoalan pendataan. Dengan demikian, data ikan yang masuk melalui berbagai pelabuhan bisa dilaporkan dengan tepat. Oleh karena itu, pelaku usaha diharapkan lebih patuh dalam melaporkan informasi usaha dan kapalnya. 

Ketua Bidang Hukum dan Organisasi Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) Muhammad Billahmar mengatakan, sistem pendataan secara elektronik belum optimal menjamin akurasi data tangkapan. Hal ini karena data tetap dimasukan dan dimutakhirkan secara manual. Lebih lanjut pihaknya menambahkan, perizinan kapal berukuran diatas 30 GT dinilai sangat ruwet, akibatnya pelaku usaha memilih usaha kapal berukuran kecil. 

Perusahaan Asal Oman Tambah Investasi

Ayu Dewi 16 Apr 2019 Kompas

Overseas Oil & Gas LLC (OOG), Perusahaan asal Oman menambah investasi di Indonesia dengan membangun fasilitas pendukung kilang minyak. Investasi senilai 3 miliar dollar AS ini dilakukan bersama 2 mitra lokal yakni PT Sanurhasta Mitra Tbk dan PT Meta Epsi Tbk.

Kesepakatan kerjasama sudah dilakukan tinggal menyiapkan persyaratan untuk studi kelayakan di perbankan oleh OOG. Menurut Chairman OOG Khalfan Al Riyami, pihaknya tertarik berinvestasi di Indonesia karena pasar yang besar. Hasil kilang minyak ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta diekspor ke Australia dan Papua Nugini.

Kementan Uji Coba B-100

Ayu Dewi 16 Apr 2019 Republika

Kementerian Pertanian melakukan uji coba bahan bakar nabati biodiesel 100% (B-100) kepada 50 traktor dan mobil milik Kementan. Uji coba tersebut dilakukan setelah melalui penelitian selama 2 tahun di Balitbangtan. Selama melakukan uji coba B-100 belum menemukan permasalahan berarti. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penggunaan B-100 nantinya dapat mengurangi impor minyak mentah Indonesia secara bertahap dengan total penghematan anggran sebesar Rp 150 triliun. Disisi lain uji coba B-100 sekaligus menjawab kampanye hitam yang dilakukan Uni Eropa yang mencoret sawit dari komoditas nabati ramah lingkungan. 

Penggunaan B-100 jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan solar. Adapun jarak tempuh kendaraan dengan menggunakan 1 liter solar berkisar 9,6 km sedangkan 1 liter B-100 dapat menempuh jarak hingga 13,1 km. Efisiensi B-100 dengan nilai rupiahnya jika dibandingkan solar, adapun untuk 1km  B-100 dihargai Rp 732,- sedangakan 1km solar dihargai Rp 1.000,-. Maka penggunaan B-100 menghemat efisiensi biaya sekitar 25% hingga 30%.

Optimalisasi Biodiesel, Implementasi B100 Butuh Waktu Panjang

B. Wiyono 16 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Penggunaan bahan bakar nabati atau biodiesel 100% secara luas untuk menggantikan bahan bakar fosil masih membutuhkan berbagai pengujian dan tahapan yang cukup panjang. Setidaknya ada lima tes yang perlu dilakukan untuk menerapkan B100, seperti tes bahan bakar, uji emisi, uji kehematan, uji kemampuan pelumas, dan pengaruhnya terhadap mesin. Penggunaan 100% biodiesel tidak hanya mempertimbankan efek samping. Peningkatan B20 ke B30 akan diikuti dengan peningkatan standar, kualitas, dan mutu biodiesel. Hal tersebut yang menyebabkan implementasi biodiesel perlu waktu penelitian.

Indonesia Merintis Pembentukan Super Holding BUMN

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Kementerian BUMN berambisi membentuk super holding BUMN. Holding ini akan menjadi kendaraan korporasi plat merah berinvestasi dan bersaing di tingkat global. Menteri Negara BUMN mengatakan super holding BUMN mirip dengan Temasek dan Kazanah Nasional. Nantinya, super holding BUMN akan langsung berada di bawah presiden. Jika super holding terwujud, maka Kementerian BUMN akan hilang. Meski kendali tetap di pemerintah, nantinya super holding ini akan terbebas dari ranah birokrasi. Wakil Ketua Kadin bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik, menilai pembentukan super holding ini cukup baik. Hanya saja, sebaiknya BUMN menghindari bisnis yang sudah digarap sektor swasta, dan lebih mengemban peran sektor strategis.

Beban Keuangan PLN Tersengat BPP Pembangkit

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

PLN bakal menggotong beban baru. Mulai April 2019 hingga Maret 2020, biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkit listrik nasional meningkat 9% dibandingkan BPP pembangkit listrik di periode April 2018 hingga Maret 2019. Perhitungan BPP berdasarkan sejumlah komponen, khususnya kurs rupiah dan harga bahan bakar minyak. Meskipun demikian, PLN belum mengkaji kenaikan tarif listrik, setidaknya hingga akhir tahun ini.

Enam BUMN Siap Bentuk Holding Penerbangan

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan holding BUMN penerbangan. Perusahaan yang masuk BUMN holding penerbangan adalah PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelita Air, PT Penas, dan Airnav Indonesia. Rencananya pemerintah akan menunjuk PT Penas sebagai holding yang membawahi perusahaan plat merah lain di bidang penerbangan. Pembentukan holding ini bisa menciptakan penghematan hingga Rp 7 triliun.

Gurita Bank China Menguasai Dunia

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Empat bank asal China menduduki posisi teratas di dunia. Keempat bank itu adalah Industrial & Commercial Bank of China (ICBC), China Construction Bank, Agricultural Bank of China dan Bank of China. Sementara bank AS masuk dalam sepuluh besar, yaitu JPMorgan Chase dan Bank of Amaerica. Sementara bank AS lainnya masih berkutat dengan sejumlah masalah. Wells Fargo misalnya masih terus berjuang untuk melewati skandal yang membelit dua setengah tahun terakhir.

Pilihan Editor