;

Kementan Uji Coba B-100

Ayu Dewi 16 Apr 2019 Republika

Kementerian Pertanian melakukan uji coba bahan bakar nabati biodiesel 100% (B-100) kepada 50 traktor dan mobil milik Kementan. Uji coba tersebut dilakukan setelah melalui penelitian selama 2 tahun di Balitbangtan. Selama melakukan uji coba B-100 belum menemukan permasalahan berarti. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa penggunaan B-100 nantinya dapat mengurangi impor minyak mentah Indonesia secara bertahap dengan total penghematan anggran sebesar Rp 150 triliun. Disisi lain uji coba B-100 sekaligus menjawab kampanye hitam yang dilakukan Uni Eropa yang mencoret sawit dari komoditas nabati ramah lingkungan. 

Penggunaan B-100 jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan solar. Adapun jarak tempuh kendaraan dengan menggunakan 1 liter solar berkisar 9,6 km sedangkan 1 liter B-100 dapat menempuh jarak hingga 13,1 km. Efisiensi B-100 dengan nilai rupiahnya jika dibandingkan solar, adapun untuk 1km  B-100 dihargai Rp 732,- sedangakan 1km solar dihargai Rp 1.000,-. Maka penggunaan B-100 menghemat efisiensi biaya sekitar 25% hingga 30%.

Optimalisasi Biodiesel, Implementasi B100 Butuh Waktu Panjang

B. Wiyono 16 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Penggunaan bahan bakar nabati atau biodiesel 100% secara luas untuk menggantikan bahan bakar fosil masih membutuhkan berbagai pengujian dan tahapan yang cukup panjang. Setidaknya ada lima tes yang perlu dilakukan untuk menerapkan B100, seperti tes bahan bakar, uji emisi, uji kehematan, uji kemampuan pelumas, dan pengaruhnya terhadap mesin. Penggunaan 100% biodiesel tidak hanya mempertimbankan efek samping. Peningkatan B20 ke B30 akan diikuti dengan peningkatan standar, kualitas, dan mutu biodiesel. Hal tersebut yang menyebabkan implementasi biodiesel perlu waktu penelitian.

Indonesia Merintis Pembentukan Super Holding BUMN

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Kementerian BUMN berambisi membentuk super holding BUMN. Holding ini akan menjadi kendaraan korporasi plat merah berinvestasi dan bersaing di tingkat global. Menteri Negara BUMN mengatakan super holding BUMN mirip dengan Temasek dan Kazanah Nasional. Nantinya, super holding BUMN akan langsung berada di bawah presiden. Jika super holding terwujud, maka Kementerian BUMN akan hilang. Meski kendali tetap di pemerintah, nantinya super holding ini akan terbebas dari ranah birokrasi. Wakil Ketua Kadin bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik, menilai pembentukan super holding ini cukup baik. Hanya saja, sebaiknya BUMN menghindari bisnis yang sudah digarap sektor swasta, dan lebih mengemban peran sektor strategis.

Beban Keuangan PLN Tersengat BPP Pembangkit

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

PLN bakal menggotong beban baru. Mulai April 2019 hingga Maret 2020, biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkit listrik nasional meningkat 9% dibandingkan BPP pembangkit listrik di periode April 2018 hingga Maret 2019. Perhitungan BPP berdasarkan sejumlah komponen, khususnya kurs rupiah dan harga bahan bakar minyak. Meskipun demikian, PLN belum mengkaji kenaikan tarif listrik, setidaknya hingga akhir tahun ini.

Enam BUMN Siap Bentuk Holding Penerbangan

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Pemerintah terus mematangkan rencana pembentukan holding BUMN penerbangan. Perusahaan yang masuk BUMN holding penerbangan adalah PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pelita Air, PT Penas, dan Airnav Indonesia. Rencananya pemerintah akan menunjuk PT Penas sebagai holding yang membawahi perusahaan plat merah lain di bidang penerbangan. Pembentukan holding ini bisa menciptakan penghematan hingga Rp 7 triliun.

Gurita Bank China Menguasai Dunia

Budi Suyanto 16 Apr 2019 Kontan

Empat bank asal China menduduki posisi teratas di dunia. Keempat bank itu adalah Industrial & Commercial Bank of China (ICBC), China Construction Bank, Agricultural Bank of China dan Bank of China. Sementara bank AS masuk dalam sepuluh besar, yaitu JPMorgan Chase dan Bank of Amaerica. Sementara bank AS lainnya masih berkutat dengan sejumlah masalah. Wells Fargo misalnya masih terus berjuang untuk melewati skandal yang membelit dua setengah tahun terakhir.

Nelayan Kecil Jadi Tumpuan

Ayu Dewi 15 Apr 2019 Kompas

Nelayan kecil yang menggunakan kapal berukuran kurang dari 30 gros ton mendominasi penangkapan tuna, tongkol dan cakalang. Ketiga jenis ikan itu merupakan komoditas unggulan ekspor. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), armada penangkapan ikan Indonesia pada 2016 sebanyak 544.000 unit. Dari jumlah tersebut sekitar 96% diantaranya berupa armada kecil berukuran kurang dari 30 GT. 

Armada kecil memberi andil besar terhadap komoditas unggulan. Sekitar 60% produksi tuna, tongkol dan cakalang bersumber dari hasil tangkapan nelayan skala kecil. Ekspor komoditas tuna, tongkol dan cakalang pada 2018 sekitar 118.000 ton dengan nilai 620 juta dollar AS.

Pasar ekspor menuntut persyaratan dalam hal mutu produk dan aspek ketertelusuran tuna asal Indonesia. Oleh karena itu, penanganan ikan tangkapan dan dokumentasi pencatatan kapal perlu diperbaiki. Negara tujuan utama ekspor, antara lain : Amerika Serikat dan Jepang.


ESDM Dorong Pengembangan Sawit Menjadi Bensin

Ayu Dewi 15 Apr 2019 Republika

Kementerian ESDM medorong pemanfaatan minyak kelapa sawit sebagai campuran BBM jenis bensin dan LPG. Kementerian ESDM akan mendorong kerjasama penelitian tersebut bersama Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Indonesia yang pertama mengembangkan sawit untuk bensin melalui co-processing . Minyak sawit dicampurkan ke kilang dengan proses cracking menggunakan katalis Merah Putih dan akan menghasilkan bensin dan LPG di akhir proses.

Pemanfaatan sawit untuk bensin juga telah dilakukan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Italia dan Uni Emirat Arab. Namun, pengembangan di negara tersebut adalah membuat pabrik baru yang dapat mengolah langsung sawit dengan bensin sebagai salah satu produknya. 

Proyek Pembangkit Hijau, PLN Perpanjang Tenggat Pendanaan

B. Wiyono 15 Apr 2019 Bisnis Indonesia
PT Perusahaan Listrik Negara berencana memperpanjang tenggat penyelesaian pembiayaan atas 23 proyek pembangkit listrik energi bersih yang telah melakukan perjanjian jual beli sejak 2017. Pada 2017, ada 70 proyek pembangkit listrik energi bersih yang telah melakukan perjanjian jual beli listrik atau power purchasing agreement (PPA) antara PLN dan produsen listrik swasta atau independen power producer (IPP). Dari 70 PPA tersebut, sebanyak 7 proyek sudah beroperasi, 29 proyek masih tahap konstruksi, 10 proyek talh menyerahkan jaminan pelaksanaan, tetapi belum menyelesaikan penuntasan pembiayaan atau financial close, 23 proyek belum menerahkan jaminan pelaksanaan atau penuntasan pendanaan, dan 1 proyek berpotensi diputus atau terminasi kontrak. Pendanaan masih menjadi kendala realisasi proyek pembangkit listrik energi terbarukan. Pertemuan antara investor dan pengembang terus dilakukan dalam waktu dekat untuk mempercepat proyek. Jika terdapat investor yang tertarik melakukan pendanaan pada 23 proyek tersebut, tenggat penyelesaian pembiayaan yang seharusnya jatuh pada Juni 2019 kwmungkinan diperpanjang.

Investasi Budi Daya Perikanan, Peluang & Tantangan Bisnis Udang

B. Wiyono 15 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Indonesia bertekad untuk terus menggenjot produksi udang yang merupakan salah satu komoditas ekspor dengan nilai tertinggi dari sektor perikanan. Menilik data yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah tampaknya memiliki ambisi yang besar terkait dengan peningkatan ekspor udang Indonesia. Pada 2018, ekspor udang Indonesia tercatat mencapai 182.740 ton dengan nilai US$1,606 miliar. Ekspor udang Indonesia pada 2018 masih terbilang kecil, karena baru 7,11% dari total pergerakan udang dunia. 

Amerika Serikat menjadi salah satu negara di mana Indonesia bisa melebarkan sayap ekspornya. Pada 2018, total ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai 132.376 ton, terbesar kedua setelah India. Tak hanya Amerika Serikat, pangsa pasar ekspor udang juga datang dari Jepang, China, dan Uni Eropa. Namun, di tengah peluang terbuka sangat lebar dengan ketersediaan lahan yang luas, ceruk pasar yang masih memungkinkan, dan niatan pemerintah menggenjot ekspor, budi daya dalam negeri bukan tanpa hambatan. Besarnya investasi yang dibutuhkan menjadi salah satu tantangan khususnya untuk pembudi daya mandiri. Biaya operasional untuk 1 ha lahan budi daya untuk 20 ton udang membutuhkan biaya Rp 900 juta.

Pilihan Editor