;

Bulog Tetap Tunggu Izin Impor Bawang Putih

Ayu Dewi 29 Apr 2019 Republika

Perum Bulog tetap menantikan izin impor bawang putih sebesar 100 ribu ton sesuai hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian pada Maret lalu. Meski pemerintah sempat menetapkan Bulog sebagai pelaksana importasi bawang putih sebesar 100 ribu ton, persetujuan impor dari Kemendag belum diterbitkan. Pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan PI kepada 8 importir swata dengan kuota impor sebesar 115 ribu ton.

Direktur utama perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya pun kini tidak bisa ikut serta melakukan upaya stabilisasu harga bawang putih. Menurut dia, hal tersebut membuat harga bawang putih terus naik seiring dengan pasokan yang kurang mencukupi. Ia mencurigai kartel-kartel bawang putih menjadi penyebab utamanya.

Pengamat ekonomi pangan dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori menilai apabila pemerintah memberikan izin impor sebanyak 100 ribu ton kepada Bulog, impor kembali tetap akan diperlukan untuk memenuhi konsumsi nasional. Untuk diketahui, tingkat kebutuhan bawang putih nasional mencapai 500 ribu ton setahun sekitar 90% berasal dari impor.

Kalau benar seperti yang disampaikan Kemendag bahwa importir masih punya 115 ribu ton bawang putih sisa impor tahun lalu maka jika ditambah dengan impor kepada 8 importir 115 ribu dan kemungkinan Bulog 100 ribu totalnya masih kurang tutup konsumsi kita. Apabila bawang putih impor dari 8 importir swasta telah masuk, pemerintah perlu mengawasinya. Pengawasan dilakukan dari pendataan jumlah stok yang dimiliki importir hingga pendistribusianya. 

Otomotif menjadi Sektor Manufaktur Andalan

Ayu Dewi 26 Apr 2019 Kompas

Pemerintah berkomitmen mendukung industri otomotif sebagai salah satu sektor manufaktur andalan tanah air. Sejumlah dukungan dan insentif disiapkan untuk mendorong investasi serta ekspor produk industri otomotif.

Kementerian perindustrian mencatat, produksi kendaraan roda empat atau lebih mencapai 1,34 juta unit atau setara 13,76 miliar dollar AS pada tahun lalu. Adapun ekspornya mencapai 346.000 unit atau setara 4,78 miliar dollar AS. Jumlah kendaraan yang diekspor tahun ini diharapkan bisa meningkat menjadi 400.000 unit.

Sebanyak 20% dari total produksi otomotif nasional tahun 2025 adalah kendaraan listrik. Pengembangan kendaraan rendah emisi karbon ditempuh antara lain dengan memberikan pengurangan pajak bagi industri komponen otomotif. Pemerintah juga menegosiasikan perjanjian perdagangan preferensial (preferential tariff agreement/PTA) serta perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif untuk perluasan pasar. Langkah ini diharapkan membuka pasar baru bagi Indonesia. Terkait ini target yang relatif mudah dijangkau dan ada depan mata adalah pasar Australia.

Insentif Pajak Vokasi dan Litbang Terbit Semester I

Leo Putra 26 Apr 2019

Menteri Perindustrian memastikan insentif pengurangan pajak untuk perusahaan yang menyelenggarakan pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan atau super deductible tax diterbitkan Semester I 2019. Besarnya insentif direncanakan sebesar 200% dari total investasi yang dikeluarkan,s edangkan untuk litbang mencapai 300%. Aturan ini berlaku jika perusahaan bekerja sama dengan SMK tertentu untuk memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan dengan menghabiskan biaya Rp 1 Milyar. Kepada perusahaan itu, pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp 2 milyar. Hal ini salah satunya untuk menghubungkan industri dan SMK (link and match).

Astra Siapkan Belanja Modal Rp 30 Triliun

Ayu Dewi 26 Apr 2019 Republika

PT Astra International Tbk menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp 30 triliun. Anggaran ini lebih tinggi dibandingkan belanja modal pada 2018 yang sebesar Rp 29 triliun. Dana belanja modal akan digunakan untuk suntikan dana ke anak usaha, seperti :

  • PT United Tractor Tbk sebesar Rp 15 triliun
  • PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar 1,7 triliun
  • ekspansi jalan tol dan pembangunan outlet baru sebesar Rp 2,5 triliun 
  • dan sisanya akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi yang diperlukan oleh anak usaha Grup Astra

Astra kemungkinan akan menyuntikan modal untuk Gojek. Astra telah kedua kalinya menanamkan modal ke Gojek dengan total sebesar 250 juta dolar AS. Dalam dua fundraising terakhir Astra ikut 150 juta dolar AS dan 100 juta dolar AS. 

Nilai Pasar Saham BCA Bisa Menggusur DBS

Budi Suyanto 26 Apr 2019 Kontan

Berdasarkan data Bloomberg, tiga bank lokal berhasil menduduki posisi 10 besar bank terbesar di Asia Tenggara berdasarkan nilai kapitalisasi pasar. Peringkat perbankan di Asia Tenggara berturut-turut: DBS Bank - Singapura (US$ 51,12 miliar), BCA - Indonesia (US$ 48,47 miliar), BRI - Indonesia (US$ 37,53 miliar), OCBC Bank - Singapura (US$ 35,16 miliar), UOB - Singapura (US$ 33,03 miliar), Bank Mandiri - Indonesia (US$ 25,08 miliar), Malayan Banking - Malaysia (US$ 24,34 miliar), Public Bank Berhad (US$ 21,16 miliar), KasikornBank - Thailand (US$ 14,12 miliar), dan Siam Commercial Bank - Thailand (US$ 13,76 miliar).

Prospek Positif Garuda Terganjal Perselisihan Internal

Budi Suyanto 26 Apr 2019 Kontan

Pelaku pasar masih bereaksi negatif atas protes sebagian pemegang saham terkait kinerja keuangan PT Garuda Indonesis (GIAA) tahun buku 2018. Kemarin, harga saham GIAA merosot 7,60% jadi Rp 462 per saham. Bila dihitung selama sepekan, harga saham ini sudah merosot sekitar 12%. Efeknya jelek ke kredibilitas Garuda.

Analis berpendapat, pengakuan piutang ini sah dalam laporan keuangan selama sesuai dengan perjanjian. Aksi protes ini justru janggal. Pasalnya, kenaikan kinerja menguntungkan pemegang saham. Apalagi, laporan keuangan tersebut sudah melalui audit auditor resmi.

Eksplorasi Panas Bumi Bakal Disubsidi

Budi Suyanto 26 Apr 2019 Kontan

Pemerintah mendorong proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengurangi impor migas hingga tahun 2025 nanti. Untuk itu, pemerintah bakal memberikan insentif berupa subsidi untuk kegiatan eksplorasi. Pemerintah menargetkan, bauran energi untuk listrik panas bumi mencapai 11% pada tahun 2025 mendatang.

Kemenko Perkonomian Diminta Turun Tangan

Ayu Dewi 26 Apr 2019 Republika

Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi meminta bantuan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk melakukan intervensi terhadap harga tiket pesawat. Permintaan ini disampaikan Menhub agar tarif tiket pesawat yang kini sudah terlampau tinggi segera turun.

Menko perekonomian juga berwenang mengatasi masalah tiket pesawat. Kondisi saat ini mencemaskan terlebih momen mudik saat idul fitri sudah dekat. Tidak hanya Menko Darmin, Menhub Budi juga akan meminta bantuan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk terlibat dalam permasalahan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Garuda akan menjadi salah satu pihak yang dikutsertakan dalam pembahasan tiket. Sebab, Garuda dinilai sebagai market leader yang menentukan tren. Apabila Garuda menaikkan batas atas, semua maskapai cenderung naik begitupun sebaliknya.

Nazir Perlu Edukasi Blockchain

Ayu Dewi 26 Apr 2019 Republika

Penggunanaa teknologi blockchain dalam pengelolaam wakaf dinilai positif. Hanya hal itu harus diimbangi dengan edukasi pengelola wakaf (nazir). United Nations Development Programme (UNDP) melalui innovative financing labnya meluncurkan inisiatif blockchain wakaf. Blockchain memungkinkan donatur untuk melacak dana wakafnya diterima oleh siapa dan digunakan untuk apa. 

Hara salah satu perusahaan berplatform teknologi sektor pertanian yang telah menggunakan blockchain untuk memudahkan pekerjaan administrasi. Selama ini masalah pembiayaan petani muncul karena data yang tidak reliable. Hara memasukan identitas petani dalam blockchain sehingga data para petani tersimpan dengan baik. Petani terkadang sulit mengakses pembiayaan karena data mereka yang tidak terstandarisasi. Hingga saat ini Hara berhasil mengumpulkan 21 ribu petani dalam sistem blockchain

Ekonomi Korea Selatan Melambat

Budi Suyanto 26 Apr 2019 Kontan

Kabar tak sedap dari Negeri Ginseng Korea Selatan. Ekonomi Korea Selatan melambat pada kuartal I 2019 ini. Kondisi ini akan berdampak bagi negara lain karena Korea Selatan merupakan importir yang menopang pertumbuhan ekonomi dunia. Tak cuma Korea Selatan, perlambatan ekonomi di sejumlah negara importir lain di kawasan Asia Pasifik juga perlu diwaspadai. Hanya indikasi perlambatan masih sulit dibaca penyebabnya, apakah penurunan terjadi karena siklus ekonomi atau akibat adanya ketegangan perdagangan.

Pilihan Editor