Bulog Merambah Bisnis Komersial
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Bulog akan berfokus pada kegiatan usaha komersial dengan menyediakan beras premium. Pada Rabu lalu, Bulog baru saja membuka kanal dagang dalam jaringan (online) bernama Pangan.com. Platform e-commerce yang khusus disediakan oleh Shopee itu juga menggandeng PT Istoreisend Elogistic Indonesia dan PT JNE
Hingga 18 November lalu, Perum Bulog baru mengadakan 1,14 juta ton beras atau 63,6 persen dari target tahun ini yang sebesar 1,8 juta ton. Menurut Budi, Bulog mengalami kendala menyerap beras dalam negeri lantaran masalah utang. Dengan menyerap beras komersial yang juga leluasa diperdagangkan, menurut Budi, Bulog diharapkan tidak lagi terbebani utang hingga Rp 28 triliun seperti saat ini. Hingga akhir pekan lalu, Bulog mengklaim memiliki beras hingga 2,2 juta ton. Sedangkan stok beras komersial saat ini hanya di kisaran 100 ribu ton. Untuk jangka menengah, persentase beras komersial di Bulog ditargetkan menjadi 50 persen dari total stok beras bulog.
Pemerintah Kembali Pangkas Populasi Bibit Ayam
Demi mendongkrak harga ayam hidup tingkat peternak, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengurangi bibit ayam usia sehari untuk stok akhir sebanyak 8 juta butir selama bulan ini. Pengurangan itu dilakukan dengan menarik telur tertunas (hatching egg) umur 19 hari.
Berdasarkan rapat koordinasi pada 19 November lalu, Kementerian berencana mengurangi telur bertunas sebanya 7 juta butir per pekan mulai 1 Desember mendatang. Pengurangan itu ditargetkan mencapai 28 juta butir telur. Langkah itu, kata Sugiono, akan mengurangi penyediaan ayam hidup sebnayak 10.627 ton. Pengurangan populasi ini dilakukan menyusul anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak selama beberapa waktu terakhir. Saat ini harga ayam hidup berada di bawah harga acuan Rp 18 ribu per kilogram yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018.
Parlemen Segera Selesaikan RUU Mineral dan Batu Bara
Komisi VII DPR bersama Kementerian ESDM sepakat membentuk panitia kerja nuntuk melanjutkan pembahasan RUU Minerba. Tim ini akan bekerja mulai Selasa pekan depan. Namun, Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, tak dapat memastikan apakah parlemen akan melanjutkan hasil pembahasan RUU Minerba pada periode sebelumnya atau mengulang pembahasan dari awal sesuai dengan desakan masyarakat. Politikus Partai NasDem itu memastikan DPR akan memperhatikan masukan publik.
DPR memutuskan memutuskan menunda pengesahan RUU Minerba menjelang berakhirnya masa jabatan periode 2014-2019. Pembahasan selama ini terhambat koordinasi pemerintah, salah satunya akibat Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian tak kunjung sepakat mengenai penghiliran. Manajer Advokasi Publish What You Pay Indonesia, Aryanto, mengatakan parlemen seharusnya tidak langsung melanjutkan pembahasan naskah RUU Minerba dan daftar inventarisasi masalah dari periode sebelumnya. Aryanto mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat bukan sekadar penundaan pengesahan, melainkan menunda pembahasan lantaran minimnya keterlibatan publik dalam pembahasan RUU Minerba.
Ekonomi Kian Lesu Defisit Potensi Melebar
Pemerintah memprediksi situasi perekonomian global masih mengalami kelesuan pada 2020. Karena itu pemerintah akan berupaya menjga stabilitas perekonomian domestic melalui APBN meskipun berpotensi menyebabkan defisit anggaran menjadi lebih besar dari target. Sebgai gambaran, target defisit di APBN 2020 sebesar 1,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nezara memperkirakan angka defisit bisa lebih lebar. Beliau menyebut gambaran situasi global yang masih penuh ketidakpastian pada 2020, terungkap dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2019 yang lalu. Pada salah satu sesi pertemuan IMF, ada pembahasan soal suku bunga global yang saat ini sangat rendah. Sebagian besar negara peserta pertemuan menyimpulkan bahwa kemungkinan besar kondisi rendahnya suku bunga global akan berlanjut pada tahun depan untuk waktu yang lumayan panjang. Dengan gambaran situasi global yang masih lesu tahun depan, pemerintah akan mengoptimalkan fungsi APBN sebagai instrument stabilisasi pendorong pertumbuhan ekonomi.
Menkeu Bantah Periksa Rekening Bersaldo di Atas Rp 1 Miliar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegakan tidak ada pemeriksaan saldo rekening yang jumlahnya di atas Rp 1 milar untuk kepentingan pajak. Itu disampaikan menyusul maraknya artis dan youtuber memamerkan saldo rekeningnya. "Kami tidak akan memajaki di atas Rp 1 Miliar. Bagaimana rekening dipajaki?," kata Sri Mulyani ditemui di FEB UI Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11). Menkeu melanjutkan, apabila jumlah saldo di rekening merupakan penghasilan yang sudah dikurangi pajak, maka itu juga tidak menjadi masalah. "Jadi kalau memang Rp 1 miliar itu adalah hasil penerimaan yang sudah bersih dari pajak, ya tidak apa-apa," kata dia.
Satu Data untuk Optimalisasi Kebijakan
Beragamnya versi data yang dimiliki sejumlah lembaga negara membuat implementasi kebijakan pemerintah tak memberi hasil optimal. Karena itu, sensus penduduk penduduk 2020 diharapkan menghasilkan data tunggal penduduk. Hal itu bisa menjadi dasar kebijakan agar tepat sasaran dan mengantisipasi soal kependudukan.
10 Korporasi Korsel Siap Berekspansi
Sedikitnya 10 korporasi raksasa asal Korea Selatan menegaskan komitmenya untuk berkespansi di Indonesia. Kesepuluh raksasa tersebut adalah Hankokk Tire & Technology Group, Sk E&C, Doosan Group, Lotte Corporation, Kexim Bank, CJ Group, Posco, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, LG International dan GS Global.
Hyundai Motor Company bahkan akan mulai membangun pabrik seluas 77,6 ha di Cikarang Desember 2019 sebagai basis produksi untuk pemasaran Asia Tenggara dan sekitarnya. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Hyundai akan berinvestasi di Indonesia dengan nilai 1,55 miliar dollar AS.
Tren Mutiara
Penjualan perhiasan mutiara secara daring terus meningkat dan diminati pasar milenial. Sejumlah produk mutiara laut selatan (south sea pearl) asal Indonesia juga dipasarkan dengan harga puluhan ribu hingga ribuan dollar AS.
Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan nilai ekspor mutiara Indonesia pada 2018 sebesar 42,27 juta dollar AS atau peringkat kelima setelah Hongkong, Jepang, Tahiti dan China. Padahal kontribusi Indonesia terhadap produksi mutiara laut selatan dunia mencapai 50%.
Peluang Riset Manufaktur Terbuka
Pemerintah menilai program percepatan kendaraan listrik menjadi peluang bagi manufaktur untuk mendorong riset, pengembangan dan desain. Perpres No 55/2019 mengatur penelitian dan pengembangan, tingkat kandungan dalam negeri dan insentif dan diterbitkan juga PP No 73/2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor, mengatur hal-hal terkait percepatan program tersebut.
Dalam skema PPnBM yang baru, tarif dihitung berdasarkan kapasitas mesin ditambah parameter baru yaitu konsumsi bahan bakar dan emisi karbondioksida.
Penawaran Obligasi Ritel Sukses Menggaet Investor Baru dari Kalangan Milenial
Pemerintah telah mengakhiri penawarn obligasi ritel untuk tahun ini. Pemerintah menutup penawaran sukuk tabungan seri ST-006 sekaligus obligasi ritel terakhir yang ditawarkan tahun ini. Melihat hasil penawaran sepanjang tahuin ini, pemerintah cukup berhasil memperbesar basis investor. Jumlah investor baru yang masuk setiap penawaran obligasi ritel mencapai ribuan. Perolehan investor baru terjadi pada penawaran SR-011 pada Maret lalu. Jumlah investor baru yang masuk saat itu 20.630 investor. Selain itu tingkat keritelan di setiap penerbitan obligasi ritel terus meningkat. ST-006 menjadi obligasi ritel dengan tingkat keritelan terbaik sepanjang penerbitan SBN ritel online. Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat rata-rata volume pemesanan tabungan ini mencapai Rp 189 juta per investor.
Persentase investor milenial juga terus meningkat. Pada penerbitan ST-006, jumlah investor milenial mencapai 3.950 investor, setara 51,07% dari total investor. Bahkan, 56% investor baru adalah generasi milenial. Bulan sebelumnya, pada penerbitan ORI016 jumlah investor baru dari kalangan milenial 40,37%.









