Jualan Daring UMKM tertipu
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah kini mulai beralih ke layanan dalam jaringan atau daring untuk memasarkan produk dan bertransaksi dengan konsumen. Kemudahan dan kenyamanan proses transaksi menjadi alasan mereka memanfaatkan layanan digital. Meski demikian, tidak semua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memahami fitur-fitur yang disediakan, baik oleh perbankan maupun platform dompet digital (e-wallet). Ketidakpahaman ini yang kemudian dimanfaatkan penjahat untuk menipu pelaku usaha.
Yuni Widyastuti (45), pelaku UMKM di daerah Depok, Jawa Barat, menjadi korban penipuan secara daring. Ia kehilangan Rp 9,2 juta setelah mengikuti arahan dari penipu yang mengaku bernama SSA dan berdomisili di Tangerang Selatan. Sementara itu, Indira Mulyawan (50), pelaku UMKM di daerah Depok, hampir tertipu oleh SSA dengan menggunakan modus serupa. Ia tahu bahwa SSA penipu setelah melihat unggahan Yuni di media sosial.
Pakar digital forensik Ruby Alamsyah menyampaikan, istilah dan pengertian yang tidak sederhana membuat pengguna atau nasabah bank kurang memahami fitur produk VCN sehingga menjadikan celah terjadi kasus penipuan. Head of Network and Services BNI Kantor Wilayah Jakarta Senayan Agustinus Fernando Pinem menyampaikan, kasus ini merupakan persoalan komunikasi bagaimana menggunakan VCN. Produk ini sebenarnya justru dibuat untuk kelancaran dan kemudahan bertransaksi, termasuk untuk UMKM. Produk VCN, menurut Fernando, juga untuk memproteksi nasabah dalam bertransaksi daring. Melalui produk ini, nasabah dapat membuat kas kecil (petty cash) dari keseluruhan tabungan yang dimiliki.
Anak Usaha Pertamina Segera IPO
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas bumi (migas), PT Pertamina (Persero) , sedang melakukan kajian dan mempersiapkan langkah menuju initial public offering (IPO).
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, salah satu alasan Pertamina segera melepas subholding hulu ke pasar saham karena sektor hulu membutuhkan dana yang tak sedikit untuk mengembangkan bisnis. Nicke mencontohkan, anak usaha yang bernama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ia menjelaskan pada saat ditetapkan pemerintah menjadi pemenang dan mengambil alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia, Pertamina dituntut mencari mitra dalam menggarap wilayah kerja migas tersebut. Menurut Nicke, pembentukan subholding hulu juga bertujuan supaya aset per regional dapat terintegrasi secara keseluruhan. Hal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi perusahaan dalam mengembangkan blok migas di setiap wilayah.
Langkah anak usaha Pertamina masuk bursa juga diharapkan membuat kapitalisasi perusahaan migas pelat merah tersebut makin besar. IPO anak usaha Pertamina ini sekaligus menjawab tantangan Menteri BUMN Erick Thohir yang berpesan tegas kepada direktur utama Pertamina dalam dua tahun ke depan harus bisa menyiapkan dua anak usaha Pertamina bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Erick, dengan perusahaan melakukan go public, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Ia mengatakan, target IPO itu merupakan salah satu dari pengukuran kinerja atau key performance indicator (KPI).
Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap adanya struktur organisasi baru di tubuh Pertamina bisa membuat perusahaan tersebut makin cekatan.
BUMN Rangkul Pelaku UMKM Lewat Pasar Digital
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan perusahaan pelat merah yang berperan sebagai agen pembangunan terus berupaya mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, UMKM merupakan sektor yang cukup memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Namun, menurut Kementerian Koperasi dan UKM, lanjut Erick, baru sekitar 8 juta UMKM yang sudah go online meskipun memang sudah terdapat peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil inventarisasi belanja BUMN baik belanja modal maupun operasional pada 2019 tercatat Rp 32,5 triliun belanja pada sektor UMKM yang dilakukan 30 BUMN top berdasar total aset.
Erick menyusun suatu inisiatif pengembangan UMKM, yaitu membentuk suatu ekosistem yang diberi nama PaDi UMKM. PaDi UMKM merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN untuk mengoptimalkan, mempercepat, dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM. Masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, menurut Erick, dapat memperluas jaringan secara daring, meningkatnya penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu pengalaman dalam memasuki dunia transaksi digital. Erick menilai hal ini salah satu hikmah lain dari pandemi Covid- 19 saat ini, yang mana akhirnya masyarakat akan dipaksa mulai terbiasa menggunakan teknologi dalam berbagai aktivitasnya, termasuk digital signing dalam sebuah kesepakatan atau perjanjian.
Pasar Mobil Listrik Bertumbuh
Meski 2019 menjadi tahun yang sulit bagi industri otomotif dunia, penjualan mobil listrik terus bertumbuh.
Menurut Global EV Outlook, penjualan mobil listrik naik 2,1 juta unit tahun lalu. Ini membuat stok global menjadi 7,2 juta unit.
Cina merupakan pasar kendaraan listrik terbesar, diikuti Eropa dan Amerika Serikat.
Pertamina Tindak Lanjuti Pembentukan Subholding
Direksi Pertamina melakukan pengukuhan subholding yang merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dengan pembentukan holding Migas, termasuk juga penjabaran dari road map program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdapat lima subholding yang dibentuk, yakni upstream subholding, gas subholding, refinery & petrochemical subholding, power & NRE subholding, dan commercial & trading subholding. Selain itu, terdapat shipping company yang operasionalnya diserahkan ke pada PT Pertamina International Shipping.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, hal ini merupakan inisiatif yang dilakukan agar bisa beradaptasi dengan perubahan ke depan, bergerak lebih lincah, cepat serta terfokus dalam pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif. Transformasi yang dilakukan saat ini adalah untuk menyiapkan lini bisnis Pertamina berkembang dan mandiri.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, total ada 36 pejabat yang dikukuhkan mengisi jabatan subholding.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan pesan tegas kepada Direktur Utama Pertamina bahwa dalam dua tahun ke depan harus mampu menyiapkan dua anak usaha Pertamina dapat melantai di bursa atau menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dunia Penerbangan Mulai ‘Hidup’ Lagi
Dunia penerbangan di Tanah Air mulai `hidup' lagi. Terlihat dari mulai meningkatnya jumlah penumpang maskapai penerbangan.
PT Angkasa Pura (Persero) I dan II mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang transportasi udara sejak memasuki era new normal. Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudithiawan mengatakan, kenaikan jumlah penumpang mulai terjadi setelah pemerintah kembali membuka akses penerbangan. Lima bandara di bawah pengelolaan AP I tercatat mengalami kenaikan jumlah penumpang, yaitu Bandara Surabaya, Makassar, Balikpapan, Yogyakarta dan Denpasar. Handy mengatakan, data tersebut untuk periode 1-12 Juni 2020 dan mengantisipasi ini dengan memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, jumlah penumpang pesawat rute domestik dan internasional di 19 bandara yang dikelola perseroan secara mulai merangkak naik selama masa adaptasi yang dimulai 8 Juni 2020 lalu. Ia mengatakan, maskapai penerbangan Lion Air sudah kembali beroperasi menyusul Garuda Indonesia dan Citilink. Maskapai Air Asia Indonesia juga berencana akan terbang mulai 19 Juni 2020 mendatang. Awaluddin menambahkan, peningkatan juga terjadi di angkutan kargo. Angkutan kargo di tengah pandemi Covid-19 ini memang yang paling terjaga. Pandemi Covid-19 membawa perubahan di sektor penerbangan Indonesia. Penumpang pesawat diklaim melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan mengedepankan aspek kesehatan dan kebersihan. Awaluddin mengatakan, AP II tetap konsisten mengimplementasikan konsep smart airport yang dapat mendukung operasional dan pelayanan saat ini dan ketika memasuki era new normal.
PLN Klaim Lonjakan Tagihan Akibat Tambahan Pemakaian Listrik
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero), Bob Saril menyatakan tak ada kenaikan tarif listrik selama masa pandemi. Kenaikan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan rumah tangga diklaim terjadi karena peningkatan penggunaan daya.
Bob menuturkan penyebaran Covid-19 membuat sebagian besar pelanggan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Dalam beberapa kasus, PLN menemukan pelanggan yang membawa peralatan elektronik mereka dari kantor untuk bekerja di rumah sehingga pemakaian energi lebih tinggi dari biasanya.
Menurut Bob, kenaikan tagihan terasa sangat tinggi lantaran PLN sempat menarik petugas pencatat meter dari lapangan sejak Maret lalu. Petugas dinilai rentan menularkan dan tertular virus lantaran setiap bekerja dapat mendatangi hingga 300 rumah.
Akibatnya, PLN tak memiliki data penggunaan listrik pelanggan dan memilih menggunakan skema penghitungan rata-rata untuk menagih biaya pemakaian. Penggunaan listrik pelanggan pada Maret diasumsikan setara dengan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya. Untuk pemakaian April, Bob mengklaim telah meminta pelanggan melalui media sosial, cetak, dan elektronik untuk mencatat meter mandiri. Pelanggan yang tak melaporkan stand meternya ditagihkan dengan skema rata-rata.
Bob menyatakan skema penghitungan rata-rata ini diputuskan perusahaan setelah mencari referensi dari negara lain. Salah satunya perusahaan listrik di Bahrain. Negara di Timur Tengah itu menggunakan skema tersebut jika lokasi pelanggan tidak terjangkau, pengaruh cuaca atau musim, serta kendala lain yang tidak memungkinkan pembacaan meter oleh perusahaan.
Lantaran dihitung secara rata-rata, Bob menyatakan tagihan yang telah dibayarkan pelanggan tidak sesuai dengan pemakaian aslinya. Terdapat potensi penggunaan daya yang belum ditagihkan PLN.
Menurut Bob, PLN tengah mempersiapkan inovasi pencatatan meter agar kejadian ini tak terulang. Salah satunya melalui pengembangan PLN Mobile. Pelanggan dapat mengunggah angka meter mereka melalui aplikasi tersebut dan tagihan secara otomatis dihitung oleh sistem.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi, Hendra Iswayudi, mendukung pernyataan PLN. Menurut dia, tidak ada kenaikan tarif listrik hingga saat ini dengan pertimbangan daya saing industri dan daya beli masyarakat. Dia juga memastikan tak ada subsidi silang untuk insentif kepada pelanggan yang terkena dampak pandemi.
Nasabah Alihkan Dana ke Bank Besar
Bank terlibat persaingan memperebutkan dana nasabah untuk menjaga likuiditas di tengah pelemahan ekonomi akibat wabah Covid-19. Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu, mengatakan dana nasabah cenderung beralih dan terparkir di bank besar.
Menurut Daniel, ketersediaan likuiditas menjadi prioritas seiring dengan kebijakan restrukturisasi kredit yang mengganggu arus kas perbankan. Di tengah kondisi ini, bank-bank kecil dan menengah terpaksa menaikkan tingkat bunga simpanan atau deposito untuk menarik deposan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia, hingga kemarin bunga deposito tertinggi bank saat ini mencapai 6 persen.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengatakan simpanan masyarakat di bank sebenarnya masih bertumbuh dan fluktuasi dana simpanan wajar terjadi, sehingga menimbulkan risiko bagi bank. Halim mengatakan saat ini nasabah cenderung lebih konservatif karena tingkat konsumsi yang menurun. Dia memperkirakan tren peningkatan simpanan dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan berlanjut. Halim pun mengimbau nasabah untuk tidak khawatir karena simpanan di perbankan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank dijamin oleh LPS.
Otoritas Jasa Keuangan memastikan industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga. Tingkat rasio kecukupan modal (CAR) berada di posisi 22,13 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,89 persen.
Bank Berlomba Memupuk Modal dan Dana Pihak Ketiga
Perbankan nasional terus memupuk dana pihak ketiga (DPK) untuk menopang ketersediaan likuiditas selama pandemi Covid-19. Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan bank berlomba menghimpun DPK, khususnya yang bersumber dari dana murah, seperti tabungan atau current account and savings account (CASA).
Pada kuartal I 2020, BCA mencatatkan petumbuhan DPK sebesar 16,8 persen (year-on-year) menjadi Rp 741,02 triliun. Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh simpanan giro, khususnya yang bersumber dari nasabah korporasi.
Jahja mengatakan likuiditas menjadi krusial karena saat ini bank dihadapkan pada banyaknya permintaan restrukturisasi kredit dari nasabah yang terkena dampak Covid-19. Arus kas bank juga terganggu. Sebab, restrukturisasi menyebabkan pendapatan bank yang berasal dari cicilan ataupun bunga tertunda.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan kondisi likuiditas dan permodalan masih aman. Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan bahwa posisi likuiditas perseroan saat ini mencapai Rp 35 triliun dan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit di tengah pandemi cenderung hanya berasal dari segmen kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi.
Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Bank Bukopin, Adhi Brahmantya, mengatakan bahwa bank Bukopin telah meminta dukungan technical assistance dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam bidang manajemen treasury dan mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar 6 persen.
Ihwal permodalan, Bukopin bersiap mendapatkan suntikan dana tambahan dari Kookmin Bank, grup usaha asal Korea Selatan. Kookmin saat ini memiliki 22 persen saham Bukopin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan telah menerima pernyataan dari Kookmin Bank yang siap menjadi pemegang saham pengendali mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan 51 persen saham Bukopin.
Kereta Api Jarak Jauh Kembali Beroperasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali mengoperasikan kereta reguler untuk rute jarak jauh dan kereta lokal, hari ini. Juru bicara KAI, Joni Martinus, mengatakan, pada tahap penyesuaian, hanya tersedia tiket 70 persen dari total kapasitas kereta.
Menurut Joni, reaktivasi kereta reguler disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Bagi penumpang, kata Joni, ada delapan syarat yang harus dipatuhi. Setiap penumpang tidak menderita flu, pilek, batuk, dan demam. Suhu badan penumpang pun tidak boleh lebih dari 37,3 derajat Celsius. Di dalam kereta, penumpang wajib menggunakan masker dan disarankan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.
KAI juga mewajibkan penumpang mencuci tangan di tempat yang telah tersedia di stasiun. Penumpang juga diharapkan membawa sanitizer pribadi dan diimbau untuk datang paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan untuk verifikasi berkas persyaratan bepergian sebelum masuk ke peron stasiun.
Pada saat antre, penumpang harus mematuhi batas yang tersedia. Untuk menghindari kontak fisik dengan petugas, proses boarding dilakukan secara mandiri oleh penumpang dengan menunjukkan tiket dan identitas yang sah. Khusus penumpang kereta api jarak jauh, KAI menyediakan pelindung wajah atau face shield bagi penumpang dewasa guna mencegah penyebaran Covid-19.









