Industri Komponen Sepeda, Substitusi Impor Mendesak
Pemerintah mendorong industri kecil dan menengah untuk memasok komponen sepeda yang saat ini masih diimpor sekitar 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Dalam mendorong industri kecil menengah atau IKM, yang paling penting adalah pasar dan kesempatan untuk memasok produk pada industri besar. Inovasi dari produk IKM pun kini tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus didukung. Kemenperin tengah mengumpulkan industri komponen otomotif yang dapat membuat komponen sepeda.
IKM juga akan terus menekankan pentingnya kunci kontinuitas dalam berproduksi, jika sudah bermitra dengan industri besar. Para IKM pun dituntut mampu menjaga standar dan kapasitas produksinya. Sepanjang periode 2015-2019, Kemenperin telah menyalurkan bantuan restrukturasi mesin dan peralatan dengan total nilai penggantian Rp 46 miliar kepada 427 pelaku IKM. Pengembangan komponen sepeda akan sangat bergantung dari regulasi yang diracik pemerintah. Tanpa kewajiban produsen menyerap material lokal, maka akan sulit industri dalam negeri bersaing dengan produk impor.
Pengembangan Kendaraan Listrik, Misi Berat Mewujudkan Peta Jalan
Kendaraan listrik siap menjadi andalan pemerintah dalam memacu konssumsi setrum sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Namun, langkah tersebut tidak mudah dan butuh kerja sama seluruh pihak yang terkait, terutama dalam pemberian insentif. Pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak dapat dilakukan sendiri. Perlu sejumlah insentif agar program yang dirancang untuk jangka panjang tersebut berjalan lancar.
Adapun, dalam peta jalan atau roadmap pengembangan KBLBB, pada tahun ini potensi sepeda motor listrik mencapai 1,34 juta unit, sedangkan potensi mobil listrik di Indonesia sebanyak 125.000 unit. Selain itu, pada tahun ini ditargetkan akan ada 572 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan 3.000 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU). Potensi penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mencapai 440.000 kiloliter (kl).
Untuk memuluskan rencana tersebut, dukungan untuk bahan baku baterai perlu didorong untuk percepatan pembangunan pabrik dengan menerbitkan sejumlah beleid. PT PLN (Persero) telah menyatakan kesiapannya dalam hal pasokan listrik maupun infrastruktur pendukungnya. Hingga akhir tahun lalu, PLN sudah mengoperasikan 20 unit SPKLU milik perseroan dan dua unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra.
Harga sepeda motor listrik untuk kapasitas tempuh 60 kilometer (km) per charging di India sekitar Rp 9 juta - Rp 12 juta per unit. Di Indonesia harganya bisa di atas Rp 24 juta per unit. Berdasarkan perhitungannya, target 1 juta kendaraan per tahun dapat dicapai pada 2024 atau 2025 dengan asumsi daya beli masyarakat tinggi dan harganya lebih murah dibandingkan dengan motor konvensional. Dari sisi produsen, yang jadi fokus adalah membuat biaya produksi serendah mungkin. Oleh karena itu, insentif dalam bentuk tax holiday, pengurangan pajak penjualan, serta jaminan pembelian kendaraan listrik untuk kendaraan dinas dan operasi pemerintah dapat membantu perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dan keekonomian proyeknya.
Disamping mendorong tambahan kendaraan listrik baru, pemerintah juga tengah membidik rencana konversi kendaraan roda dua konvensional menjadi bertenaga baterai. Opsi tersebut diambil untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik dengan memanfaatkan potensi kendaraan roda dua konvensional yang mencapai 130 juta unit. Kendaraan roda dua yang sudah berumur 10 tahun atau lebih namun dengan kondisi fisik yang masih baik dapat diganti menggunakan baterai. Untuk itu, kendaraan listrik dinilai dapat lebih hemat apabila digunakan sebagai kendaraan operasional untuk transsportasi umum jika dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar.
Orang Terkaya Indonesia, Naik Turun Harta Pemilik Bank Mega
Chairul Tanjung (CT) dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya keempat di Indonesia seiring dengan lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) sejak 7 Januari 2021, yang kemudian berbalik arah menyentuh auto rejection bawah (ARB), membawa kekayaan konglomerat CT sebagai pemilik saham ikut bergerak fluktuatif. Meski begitu, euforia kapitalisasi Bank Mega itu perlahan menyusut seiring dengan berakhirnya sentimen. Penurunan ini membuat kapitalisasi Bank Mega susut Rp 20,06 triliun menjadi Rp 78,86 triliun dalam 5 hari terakhir. Kondisi yang membuat kekayaan CT turut terkuras dalam.
Meski susut secara harian, sejatinya dibandingkan dengan tahun lalu,kekayaan CT telah meloncat tajam. Forbes mencatat kekayaan CT yang dikenal dengan anak singkong itu sekitar US$ 3,9 miliar. Kekayaan CT, hanya kalah dari pemilik bank BCA yakni Budi dan Michael Hartono dengan kekayaan gabungan US$ 41,8 miliar, raja petrokimia Prajogo Pangestu (US$ 7,3 miliar), serta bos tekstil dan petrokimia Sri Prakash Lohia (US$ 6,1 miliar). Lompatan kekayaan CT tidak semata datang dari saham Bank Mega, Pembalikan harga saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), yang juga dimiliki CT, dari posisi terlemahnya pada tahun lalu ikut memiliki andil.
Di tengah pandemi, Bank Mega masih tergolong agresif. Kenaikan laba ditopang oleh masih tumbuhnya Net Interest Income (NII). MEGA juga mampu meningkatkan fee based income sebesar 3,1% menjadi Rp 1,64 triliun dari Rp 1,59 triliun. Saat ini, price book value (PBV) Bank Mega dibandingkan dengan aset yang dimiliki mencerminkan 5 kali nilai buku. Masuknya MEGA dalam radar unusual arket activity (UMA) dari otoritas bursa turut membawa saham perusahaan tertekan. Para investor ritel tercatat terus melepas kepemilikan.
Tarif Penumpukan Rp18 Ribu per Hari
General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar, Yosef Benny Rohy mengatakan, tarif penumpukan peti kemas di Pelabuhan Utama Makassar mulai Rp18 ribu per hari.
“Berlaku untuk kontainer ukuran 20 feet dan Rp36 ribu untuk ukuran 40 feet, “ kata Yosef, Selasa (19/1) kemarin.
Tak hanya menerapkan tarif murah untuk biaya penumpukan di Terminal Petikemas Makassar (TPM), pihaknya memberikan stimulus atau relaksasi kepada para pengguna jasa khususnya untuk kegiatan transhipment selama masa Pandemi Covid-19.
Namun stimulus tersebut bukan berarti gratis. Hanya diberikan untuk penumpukan kegiatan transhipment dari sebelumnya tujuh hari menjadi 14 hari.
Naikkan Omzet, Youtap Indonesia Dampingi Pelaku Usaha di Kota Medan dengan Teknologi Digitalisasi
Youtap Indonesia sebagai pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha semakin memainkan peranannya dalam mendigitalisasi UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kurun waktu 4 bulan, Youtap berhasil membantu digitalisasi 2.500 pelaku usaha di 28 kabupaten/kota di Sumut.
Survey internal Youtap yang dilakukan akhir 2020 menemukan bahwa dari merchant Youtap di Sumut yang memiliki akses internet, 90 persen sudah memanfaatkan internet untuk pengembangan usahanya, di samping untuk keperluan pribadi dan hiburan semata.
Dari 2.500 merchant yang terdaftar hingga Desember 2020, 10 persen berasal dari area di luar Medan. Secara nasional, Youtap telah diadopsi lebih dari 150 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan total merchant yang didominasi oleh 98 persen para pelaku UMKM ini, akuisisi pedagang di wilayah Medan akan masih berlanjut dengan pertumbuhan mingguan rata-rata 40 persen.
Produksi Bawang Merah di Sumut 278.803 Ton Selama 2020
Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Medan bertahan di level harga Rp 28.000 per kg. Sedangkan harga cabai merah Rp 45.000 per Kg. Harga kedua komoditi tersebut tambah mahal jika pembelian dalam bentuk eceran misalnya 0,5 kg atau 1/4 kg.
Sementara itu Kepala Dinas TPH ( Tanaman Pangan dan Hortikultura) Sumut melalui Kasubbag Program, Akuntabilitas dan Informasi Publik Yuspahri Perangin-angin mengatakan, produksi bawang merah di Sumut berasal dari 18 kabupaten/kota mencapai 278.803 ton.
Selama tahun 2020 produksi bawang merah tertinggi yakni di bulan Juli sebanyak 33.151,50 ton, bulan Agustus 30.240,50 ton, Oktober 29.721, September 28.779,02 ton, Nopember 27 397, 20 ton, Desember 23.538 ton, Juni 22.345,68 ton , April 19.009 ton, Pebruari 18.483 ton, Januari 17.598,50 ton, Maret 15.444,10 ton, dan Mei 12.618 ton.
GAPKI - KADIN Sebut Petani di Sumut Terbantu Oleh Kenaikan Harga Sawit Selama Masa Pandemi Covid -19
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Doddy Thaher SE MBA dan Sekretaris Gabungan Perusahaan Kelapasawit Indonesia (Gapki) Provinsi Sumut, Timbas Prasad Ginting, secara terpisah menyebutkan kenaikan harga sawit belakangan ini memang terjadi merata di sejumlah daerah sentra perkebunan sawit di Indonesia.
Kondisi yang sama juga dirasakan petani sawit di Sumut. Harga TBS yang ditetapkan pada pekan II-November 2020 rata-rata Rp 2.300 per kilogram. Sementara, harga minyak sawit mentah (CPO) dan Kernel masing-masing Rp 9.600 per kilogram dan Rp 5.200 per kilogram.
Hal senada disebutkan Doddy Thaher. Kenaikan harga sawit TBS saat ini katanya dipicu kenaikan harga dari beberapa perusahaan pemasok yang bermitra dengan petani, terlebih di musim trek yang sedang terjadi saat ini.
Grab Pertimbangkan IPO di AS
Grab, raksasa pengantaran makanan dan transportasi online Asia Tenggara, dilaporkan sedang mempertimbangkan listing di Amerika Serikat (AS) tahun ini. Didorong oleh kuatnya minat investor terhadap penawaran-penawaran umum perdana (IPO) saham. IPO Grab dapat menghasilkan dana sedikitnya US$ 2 miliar. Perolehan dana sebesar itu akan menjadi IPO terbesar oleh perusahaan Asia Tenggara di luar negeri.
Grab dilaporkan belum sampai pada finalisasi berapa banyak saham pada finalisasi berapa banyak saham yang akan dilepas ke publik. Karena semuanya akan bergantung pada kondisi pasar. Pihak Grab yang berbasis di Singapura menolak berkomentar tentang rencana IPO tersebut. Grab sudah memperluas bisnis sejak memulai sebagai perusahaan transportasi online di Malaysia pada 2012 hingga menjadi perusahaan rintisan terbesar di Asia Tenggara. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 16 miliar.
Grab juga memberikan jasa finansial dan baru-baru ini mendapatkan lisensi untuk menjalankan bisnis bank digital di Singapura. Grab menyatakan bahwa bisnis transportasi online-nya sudah balik modal di seluruh daerah operasi. Termasuk di Indonesia yang merupakan pasar terbesarnya. Grab memperkirakan bisnis pengantaran makanannya akan balik modal pada akhir tahun ini. Rencana IPO Grab ini keluar setelah rencana merger dengan rivalnya di Indonesia, Gojek, dihentikan. Sebaliknya Gojek dan Tokopedia sedang menyiapkan merger senilai US$ 18 miliar, sebelum rencana dual listing di jakarta dan di AS.
Zipmex Tutup Putaran Pendanaan US$ 6 Juta
Zipmex, sebuah perusahaan digital global yang juga beroperasi di Indonesia, mengumumkan penutupan putaran pendanaan terbaru US$ 6 juta, atau sekitar Rp 83,69 miliar. Pendanaan dipimpin oleh Jump Capital, perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat yang mengkhususkan diri pada perusahaan teknologi berbasis data. Jump Capital memiliki banyak pengalaman dan jaringan luas yang bisa menjadi aset berharga bagi Zipmex. Karena, Zipmex ingin untuk membuat semua orang bisa mengakses investasi aset digital.
Diatur di Indonesia, Singapura, Australia, dan berlisensi di Thailand. Misi Zipmex mendobrak hambatan, mendidik, merangsang, dan memperkaya masyarakat terhadap platform aset digital yang diatur sepenuhnya. Hal tersebut merupakan ujung tombak bagi Zipmex dalam menghadirkan peluang investasi aset generasi berikutnya yang layak dan aman, serta memungkinkan setiap orang untuk mencoba produk investasi yang menarik dan berbagai produk diversifikasi. Proporsi nilai jual unik dari Zipmex mencakup penjualan yang cepat, likuiditas yang tinggi, harga yang kompetitif, dan standar keamanan yang tinggi, serta berencana untuk menjadi bursa aset digital terbesar di kawasan Asia-Pasifik.
ESDM Alokasikan 113 Juta Ton Batu Bara untuk Pembangkit Listrik
Kementrian ESDM mengalokasika 113 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik pada tahun ini. Kuota tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyerapan batu bara pada 2020 yang mencapai 105 juta ton. Kuota untuk pembangkit ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (DMO). Alokasi DMO tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Ada industri dalam negeri lain yang dipenuhi kebutuhannya seperti tekstil, semen, kertas maupun metalurgi.
Pemerintah mempertimbangkan kendala yang dihadapi pelaku usaha memenuhi DMO dalam penerapan sanksi di tahun ini. Kendala yang dihadapi antara lain kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mayoritas sudah memiliki kontrak jangka panjang. Artiannya tersisa sedikit ruang bagi pelaku batu bara untuk memasok kebutuhan tersebut. Kendala berikutnya tidak semua kalori batu bara dikonsumsi dalam negeri. Hal ini membuat pelaku tambang kesulitan menjual batu bara di dalam negeri lantaran belum ada pasar yang menyerapnya.
Sanksi pembayaran denda bagi perusahaan yang tidak memenuhi DMO sebesar 25% mulai diterapkan pada tahun lalu. Sanksi berupa pembayaran kompensasi itu merupakan ketentuan baru terkait pelaksanaan DMO. Di 2019 sanksi diterapkan berupa pemotongan kuota produksi batu bara. Hanya saja dalam pelaksanaannya sanksi pemotongan produksi itu berdampak terhadap pengurangan tenaga kerja, pendapatan daerah hingga penerimaan negara. Pada 2020, realisasi penyerapan batu bara sebesar 132 juta ton atau sekitar 85% dari target. Meski tak tercapai target namun pemerintah menegaskan kebutuhan batu bara dalam negeri tercukupi.









