;

Darwinbox Meraih Pendanaan US$ 15 Juta

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Investor Daily, 20 Januari 2021

Darwinbox, platform digital manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk pasar kawasan Asia, termasuk Indonesia, telah merampungkan putaran pendanaan terbarunya senilai US$ 15 juta. Pendanaan dipimpin oleh investor global Salesforces Ventures bersama sejumlah investor lain. Sebagai perusahaan teknologi telah mencatatkan pertumbuhan lebih dari 300% terhitung sejak putaran pendanaan terakhir pada 2020. Hanya dalam kurun waktu satu tahun beroperasi di Indonesia, Darwinbox telah dipercaya oleh perusahaan terkemuka untuk mentransfomasi manajemen SDM secara digital.

Platform manajemen SDM berbasis cloud Darwinbox merupakan layanan komprehensif yang memenuhi kebutuhan pengelolaan SDM di seluruh fase masa kerja karyawan, mulai dari awal bergabung sampai dengan pensiun. Platform dibuat dengan pemahaman kultur kerja di Asia, kemudahan penggunaan yang smartphone friendly, tingkat konfigurasi tinggi, dan efisiensi waktu untuk penilaian karyawan lebih cepat. Semuanya itu menjadi daya tarik utama dari Darwinbox yang mendapatkan kepercayaan yang besar dari perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Kebutuhan terhadap SDM dan manajemen karyawan Indonesia unik. Selama ini, belum mampu dipenuhi oleh sebagian besar penyedia solusi global. Penyebab utamanya dikarenakan adaptasi teknologi yang kaku, sulit digunakan pada telepon genggam. Padahal, Indonesia memiliki tingkat adaptasi terhadap penggunaan telepon seluler tertinggi. Selain itu, perusahaan konglomerasi berusia puluhan tahun yang dikombinasikan dengan tenaga kerja milenial dalam jumlah besar dan budaya kerja yang berbeda membutuhkan pendekatan teknologi yang berbeda. Inovasi teknologi untuk manajemen SDM yang ditawarkan oleh Darwinbox mampu menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia, termasuk Indonesia, dan telah menjadi platform pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Baru Terakselerasi di Kuartal II

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Investor Daily, 20 Januari 2021

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru akan terakselerasi pada kuartal II-2021 seiring dengan telah dilaksanakannya sejumlah program pemulihan ekonomi nasional. Kendati demikian, tantangan yang dihadapi perekonomian sepanjang tahun ini dinilai masih relatif sama, yakni tekanan akibat pandemi Covid-19. 

Hingga kini pengendalian pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia. Pasalnya, meski vaksin telah ditemukan dan diproduksi, namun kemungkinan penularan virus ini masih akan terjadi jika semua negara belum menuntaskan pandemi tersebut. Meski begitu, Menkeu mengaku optimistis terhadap prospek kinerja ekonomi tahun ini akan lebih baik meski pemerintah tetap harus bersiap dengan berbagai kemungkinan seiring berbagai perkembangan yang bergerak dinamis.

Menkeu meyakini, pengusaha akan selalu berikhtiar untuk memperbaiki kinerja usahanya tahun ini agar pulih dari tekanan pandemi. Jika kinerja dunia usaha membaik, maka akan berdampak positif terhadap kinerja penerimaan negara. Disamping itu, dia megharapkan harga komoditas kembali membaik, ekspor terus tumbuh, dan tidak ada gejolak ekonomi global. Kondisi ekonomi yang baik, akan mempengaruhi secara positif terhadap penerimaan negara.

Pemerintah meyakini kondisi perekonomian 2021 mmenuju tren positif. Hal tersebut disebabkan antara lain adanya indikator positif dari kinerja perekonomian di sebagian besar negara pada kuartal IV-2020. Ada beberapa faktor kunci yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di 2021. Pertama, menjaga konsumsi rumah tunggu untuk mendorong daya beli masyarakat. Sedangkan, untuk kelas menengah bawah dapat dijaga daya belinya dengan menggencarkan program bantuan sosial, perlindungan sosial, maupun penguatan UMKM. Penyusunan DPI atau positive list juga diharapkan membantu penambahan investasi ke dalam negeri.

Ekspor Mobil Anjlok 66%

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Investor Daily, 20 Januari 2021

Ekpor mobil sepanjang 2020 turun 66,18% menjadi 285.207 unit dibanding tahun sebelumnya 843.429 unit. Penurunan ekspor mobil terjadi baik dalam bentuk utuh (CBU) maupun terurai (CKD). Berdasarkan data GAIKINDO, ekspor mobil CBU pada 2020 mencapai 232.175 unit, turun 30,1% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 332.004 unit. Ekspor mobil dalam bentuk CBU dilakukan oleh sembilan produsen. Ekspor CBU didominasi oleh Daihatsu yang mencapai 91.472 unit atau 39,4% dari total. Sementara itu, ekspor mobil dalam bentuk CKD anjlok hingga 89,6% pada tahun 2020 menjadi tinggal 53.032 unit dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 511.425 unit. 

Ekspor komponen juga menurun 22,9% pada 2020 menjadi 61.177.323 pieces dibanding tahun sebelumnya 79.300.676 unit. Ekspor komponen otomotif ini dilakukan oleh Toyota, Honda, Hino, dan Suzuki. Tidak hanya Ekspor, impor mobil juga mengalami penurunan hingga 53,5% pada tahun 2020 menjadi 34.353 unit dibanding tahun 2019 yang sebanyak 73.879 unit. Kemendag tengah menyiapkan argumentasi pendukung sanggahan (submisi) keberatan untuk membebaskan mobil Indonesia dari bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) atau safeguard yang dibuat oleh pemerintah Filipina. Produk yang dikenakan safeguard oleh otoritas FIlipina adalah mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan (LCV). Pengenaan safeguard tersebut akan efektif berlaku lima belas hari sejak tanggal penetapan. Pengenaan safeguard tersebut bakal berlaku selama 200 hari.

Industri kendaraan bermotor merupakan salah satu yang didorong pengembangannya di Tanah Air. Hal ini karena industri tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan yang juga mendukung perekonomian nasional. Perkembangan otomotif Indonesia tersebut, menunjukkan tren yang menggembirakan. Menperin mengungkapkan, ada dua faktor yang akan membuat investasi di sektor otomotif semakin bertambah. Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun.

RI Impor Bawang Putih 532 Ribu Ton

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Investor Daily, 20 Januari 2021

Indonesia masih harus mengimpor 532 ribu ton bawang putih untuk memenuhi kebutuhan tahun ini, komoditas tersebut harus sudah masuk ke Tanah Air mulai Maret karena stok sisa tahun lalu hanya cukup sampai Februari 2021. Kemampuan produksi bawang putih lokal hingga saat ini baru sebesar 98 ribu ton dan yang bisa digunakan 59 ribu ton, sementara kebutuhan komoditas tersebut per tahun hampir 600 ribu ton. Produksi bawang putih tahun ini diperkirakan 98.387 ton dan yang bisa digunakan 59.032 ton, sementara kebutuhan diperkirakan 591.596 ton. Impor bawang putih telah menunjukkan penurunan, meski belum signifikan. Hal itu karena produksi bawang putih lokal sudah bisa untuk benih dan sedikit konsumsi. 

Sementara untuk membantu mempercepat produksi bawang putih lokal, Komisi IV DPR meminta Kementan untuk mengkaji mekanisme penetapan lokasi wajib tanam bawang putih maksimal tiga hamparan dan tidak tersebar, dengan harapan pengawasan produksi bawang dengan dana APBN dan dengan wajib tanam menjadi lebih mudah. Pemerintah diminta mengkaji kebijakan pengembangan bawang putih melalui mekanisme wajib tanam bagi perusahaan importir, apabila sulit pengawasannya maka importirlah yang menyediakan benih bawang putih bagi petani sebagai kompensasi dari izin RIPH yang diperoleh.

Industri Komponen Sepeda, Substitusi Impor Mendesak

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah mendorong industri kecil dan menengah untuk memasok komponen sepeda yang saat ini masih diimpor sekitar 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Dalam mendorong industri kecil menengah atau IKM, yang paling penting adalah pasar dan kesempatan untuk memasok produk pada industri besar. Inovasi dari produk IKM pun kini tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus didukung. Kemenperin tengah mengumpulkan industri komponen otomotif yang dapat membuat komponen sepeda.

IKM juga akan terus menekankan pentingnya kunci kontinuitas dalam berproduksi, jika sudah bermitra dengan industri besar. Para IKM pun dituntut mampu menjaga standar dan kapasitas  produksinya. Sepanjang periode 2015-2019, Kemenperin telah menyalurkan bantuan restrukturasi mesin dan peralatan dengan total nilai penggantian Rp 46 miliar kepada 427 pelaku IKM. Pengembangan komponen sepeda akan sangat bergantung dari regulasi yang diracik pemerintah. Tanpa kewajiban produsen menyerap material lokal, maka akan sulit industri dalam negeri bersaing dengan produk impor.

Pengembangan Kendaraan Listrik, Misi Berat Mewujudkan Peta Jalan

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Kendaraan listrik siap menjadi andalan pemerintah dalam memacu konssumsi setrum sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Namun, langkah tersebut tidak mudah dan butuh kerja sama seluruh pihak yang terkait, terutama dalam pemberian insentif. Pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) tidak dapat dilakukan sendiri. Perlu sejumlah insentif agar program yang dirancang untuk jangka panjang tersebut berjalan lancar.

Adapun, dalam peta jalan atau roadmap pengembangan KBLBB, pada tahun ini potensi sepeda motor listrik mencapai 1,34 juta unit, sedangkan potensi mobil listrik di Indonesia sebanyak 125.000 unit. Selain itu, pada tahun ini ditargetkan akan ada 572 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan 3.000 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU). Potensi penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mencapai 440.000 kiloliter (kl).

Untuk memuluskan rencana tersebut, dukungan untuk bahan baku baterai perlu didorong untuk percepatan pembangunan pabrik dengan menerbitkan sejumlah beleid. PT PLN (Persero) telah menyatakan kesiapannya dalam hal pasokan listrik maupun infrastruktur pendukungnya. Hingga akhir tahun lalu, PLN sudah mengoperasikan 20 unit SPKLU milik perseroan dan dua unit SPKLU yang merupakan pilot project partnership dengan para mitra. 

Harga sepeda motor listrik untuk kapasitas tempuh 60 kilometer (km) per charging di India sekitar Rp 9 juta - Rp 12 juta per unit. Di Indonesia harganya bisa di atas Rp 24 juta per unit. Berdasarkan perhitungannya, target 1 juta kendaraan per tahun dapat dicapai pada 2024 atau 2025 dengan asumsi daya beli masyarakat tinggi dan harganya lebih murah dibandingkan dengan motor konvensional. Dari sisi produsen, yang jadi fokus adalah membuat biaya produksi serendah mungkin. Oleh karena itu, insentif dalam bentuk tax holiday, pengurangan pajak penjualan, serta jaminan pembelian kendaraan listrik untuk kendaraan dinas dan operasi pemerintah dapat membantu perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dan keekonomian proyeknya.

Disamping mendorong tambahan kendaraan listrik baru, pemerintah juga tengah membidik rencana konversi kendaraan roda dua konvensional menjadi bertenaga baterai. Opsi tersebut diambil untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik dengan memanfaatkan potensi kendaraan roda dua konvensional yang mencapai 130 juta unit. Kendaraan roda dua yang sudah berumur 10 tahun atau lebih namun dengan kondisi fisik yang masih baik dapat diganti menggunakan baterai. Untuk itu, kendaraan listrik dinilai dapat lebih hemat apabila digunakan sebagai kendaraan operasional untuk transsportasi umum jika dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar. 

Orang Terkaya Indonesia, Naik Turun Harta Pemilik Bank Mega

R Hayuningtyas Putinda 20 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Chairul Tanjung (CT) dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya keempat di Indonesia seiring dengan lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) sejak 7 Januari 2021, yang kemudian berbalik arah menyentuh auto rejection bawah (ARB), membawa kekayaan konglomerat CT sebagai pemilik saham ikut bergerak fluktuatif. Meski begitu, euforia kapitalisasi Bank Mega itu perlahan menyusut seiring dengan berakhirnya sentimen. Penurunan ini membuat kapitalisasi Bank Mega susut Rp 20,06 triliun menjadi Rp 78,86 triliun dalam 5 hari terakhir. Kondisi yang membuat kekayaan CT turut terkuras dalam.

Meski susut secara harian, sejatinya dibandingkan dengan tahun lalu,kekayaan CT telah meloncat tajam. Forbes mencatat kekayaan CT yang dikenal dengan anak singkong itu sekitar US$ 3,9 miliar. Kekayaan CT, hanya kalah dari pemilik bank BCA yakni Budi dan Michael Hartono dengan kekayaan gabungan US$ 41,8 miliar, raja petrokimia Prajogo Pangestu (US$ 7,3 miliar), serta bos tekstil dan petrokimia Sri Prakash Lohia (US$ 6,1 miliar). Lompatan kekayaan CT tidak semata datang dari saham Bank Mega, Pembalikan harga saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), yang juga dimiliki CT, dari posisi terlemahnya pada tahun lalu ikut memiliki andil.

Di tengah pandemi, Bank Mega masih tergolong agresif. Kenaikan laba ditopang oleh masih tumbuhnya Net Interest Income (NII). MEGA juga mampu meningkatkan fee based income sebesar 3,1% menjadi Rp 1,64 triliun dari Rp 1,59 triliun. Saat ini, price book value (PBV) Bank Mega dibandingkan dengan aset yang dimiliki mencerminkan 5 kali nilai buku. Masuknya MEGA dalam radar unusual arket activity (UMA) dari otoritas bursa turut membawa saham perusahaan tertekan. Para investor ritel tercatat terus melepas kepemilikan. 

Tarif Penumpukan Rp18 Ribu per Hari

Mohamad Sajili 20 Jan 2021 Tribun Timur

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar, Yosef Benny Rohy mengatakan, tarif penumpukan peti kemas di Pelabuhan Utama Makassar mulai Rp18 ribu per hari.

“Berlaku untuk kontainer ukuran 20 feet dan Rp36 ribu untuk ukuran 40 feet, “ kata Yosef, Selasa (19/1) kemarin.

Tak hanya menerapkan tarif murah untuk biaya penumpukan di Terminal Petikemas Makassar (TPM), pihaknya memberikan stimulus atau relaksasi kepada para pengguna jasa khususnya untuk kegiatan transhipment selama masa Pandemi Covid-19.

Namun stimulus tersebut bukan berarti gratis. Hanya diberikan untuk penumpukan kegiatan transhipment dari sebelumnya tujuh hari menjadi 14 hari.


Naikkan Omzet, Youtap Indonesia Dampingi Pelaku Usaha di Kota Medan dengan Teknologi Digitalisasi

Mohamad Sajili 20 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Youtap Indonesia sebagai pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha semakin memainkan peranannya dalam mendigitalisasi UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kurun waktu 4 bulan, Youtap berhasil membantu digitalisasi 2.500 pelaku usaha di 28 kabupaten/kota di Sumut.

Survey internal Youtap yang dilakukan akhir 2020 menemukan bahwa dari merchant Youtap di Sumut yang memiliki akses internet, 90 persen sudah memanfaatkan internet untuk pengembangan usahanya, di samping untuk keperluan pribadi dan hiburan semata.

Dari 2.500 merchant yang terdaftar hingga Desember 2020, 10 persen berasal dari area di luar Medan. Secara nasional, Youtap telah diadopsi lebih dari 150 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan total merchant yang didominasi oleh 98 persen para pelaku UMKM ini, akuisisi pedagang di wilayah Medan akan masih berlanjut dengan pertumbuhan mingguan rata-rata 40 persen.

 


Produksi Bawang Merah di Sumut 278.803 Ton Selama 2020

Mohamad Sajili 20 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Medan bertahan di level harga Rp 28.000 per kg. Sedangkan harga cabai merah Rp 45.000 per Kg. Harga kedua komoditi tersebut tambah mahal jika pembelian dalam bentuk eceran misalnya 0,5 kg atau 1/4 kg.

Sementara itu Kepala Dinas TPH ( Tanaman Pangan dan Hortikultura) Sumut melalui Kasubbag Program, Akuntabilitas dan Informasi Publik Yuspahri Perangin-angin mengatakan, produksi bawang merah di Sumut berasal dari 18 kabupaten/kota mencapai 278.803 ton.

Selama tahun 2020 produksi bawang merah tertinggi yakni di bulan Juli sebanyak 33.151,50 ton, bulan Agustus 30.240,50 ton, Oktober 29.721, September 28.779,02 ton, Nopember 27 397, 20 ton, Desember 23.538 ton, Juni 22.345,68 ton , April 19.009 ton, Pebruari 18.483 ton, Januari 17.598,50 ton, Maret 15.444,10 ton, dan Mei 12.618 ton.


Pilihan Editor