;

Bursa Kripto Segera Beroperasi

R Hayuningtyas Putinda 02 Mar 2021 Investor Daily, 2 Maret 2021

JAKARTA – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) memastikan bursa kripto pertama di Indonesia, Digital Future Exchange (DFX), beroperasi mulai kuartal III-2021. Bursa yang akan memperdagangkan aset kripto, seperti Bitcoin, Doge, dan Litecoin itu merupakan hasil kolaborasi BBJ dengan 11 perusahaan calon pedagang fisik aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Kehadiran DFX akan memberikan banyak pilihan investasi bagi masyarakat dan turut memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional,” kata Direktur Utama BBJ atau Jakarta Future Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang saat berkunjung secara virtual ke redaksi BeritaSatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Senin (1/3). Paulus Lumintang menjelaskan, BBJ berkolaborasi dengan 11 perusahaan calon pedagang fisik aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti. Dari 11 perusahaan, empat di antaranya merupakan perusahaan berstatus penanaman modal asing (PMA), yakni PT Indodax Nasional Indonesia, PT Upbit Exchange Indonesia, PT Zipmex Exchange Indonesia, dan PT Pintu Kemana Saja.

229 Aset Kripto

Kementerian Per dagangan (Kemendag) melalui Bappebti, menyatakan akan terus meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum, serta kepastian berusaha di sektor komoditas digital atau aset kripto. Salah satunya melalui Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Menurut Kepala Bappebti, Sidharta Utama, peraturan tersebut bertujuan meningkatkan kredibilitas industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, terutama dalam menghadapi persaingan global dalam era ekonomi digital.

Sejak awal 2020, harga Bitcoin meningkat sekitar 570%. Harga 1 bitcoin pada awal 2020 tercatat US$ 8.440, kemudian pada akhir 2020 melonjak menjadi US$ 29.000, dan pada Februari 2021 melesat menjadi US$ 53.000 per Btc. Alhasil, pamor Bitcoin terus meningkat, mendominasi transaksi aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi. 

Rekor Tertinggi 

Di sisi lain, Direktur Utama BBJ/ JFX, Stephanus Paulus Lumintang menjelaskan, pihaknya menaikkan target transaksi tahun ini, dari 10 juta lot menjadi 11,1 juta lot.  Berdasarkan data BBJ, tahun lalu, total transaksi di BBJ mencapai 9,43 juta lot. Dari jumlah itu, 7,75 juta lot berasal dari transaksi bilateral, sisanya 1,68 juta lot berasal dari transaksi multilateral. Padahal, tahun lalu, BBJ menargetkan transaksi 8,25 juta lot, dengan rincian 6,50 juta lot dari transaksi bilateral dan 1,75 juta lot berasal dari transaksi multilateral

Pajak Final 

Stephanus Paulus Lumintang mengemukakan, untuk meningkatkan perdagangan komoditi primer di Tanah Air, langkah tepat yang dapat ditempuh pemerintah adalah memberlakukan pajak final dengan tarif lebih terjangkau terhadap perdagangan berjangka komoditi melalui bursa berjangka

(Oleh - HR1)

Citi: Bitcoin Dapat Menjadi Pilihan Mata Uang

R Hayuningtyas Putinda 02 Mar 2021 Investor Daily, 2 Maret 2021

New York - Citigroup memandang bitcoin saat ini sedang berada di titik yanng menentukan dan suatu hari dapat menjadi pilihan mata uang untuk perdagangan internasional. Setelah perusahaan-perusahaan global seperti Tesla and PayPal merengkuhnya dan sejumlah bank sentral mulai mempelajari penerbitan mata uang digitalnya masing-masing. 

Pandangan lembaga-lembaga keuangan besar terhadap bitcoin sudah berubah. Banyak bank yang selama ini mengesampingkan aset digital. karena dianggap tidak memiliki nilai intrinsik dan gembar-gembor yang melingkupinya disamakan dengan kehebihan bunga tulip pada abad 17. Tapi lonjakan harga bitcoin dalam beberapa bulan terakhir dan terus naik membuat para pemain besar di Wall Street untuk melirik mata uang digital ini. BNY Mellon selaku bank tertua di AS bulan lalu mengumumkan akan menawarkan jasa kustodian untuk bitcoin dan mata uang digital lainnya. Sedangkan JPMorgan menyatakan tengah mempertimbangkan secara serius bitcoin.  

(Oleh - IDS)

Peluang Ekonomi Digital dalam Pemulihan Ekonomi

R Hayuningtyas Putinda 02 Mar 2021 Investor Daily, 2 Maret 2021

Jelang setahun pascapengumuman kasus pertama Covid-19 di Indonesia, perekonomian nasional telah banyak merespons tekanan yang diakibatkan pandemi. Di tengah berbagai ketidakstabilan yang terjadi, ekonomi digital mencatatkan anomali. Pertama, kinerjanya yang tumbuh positif selama pandemic. 

Dalam E-Conomy Report South East Asia 2020 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company (2020) tercatat bahwa terdapat peningkatan se besar 37% konsumen pengguna ekonomi digital. Dalam rilis yang sama, Indonesia tercatat sebagai negara tertinggi kedua di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan pengguna aplikasi mobile banking, yaitu sebesar 44% selama 2020, setelah Vietnam sebesar 73%, sedangkan Filipina sebesar 43%. 

Lebih spesifik, berkaitan dengan uang elektronik, perbankan digital dan transaksi e-commerce tumbuh pesat selama pandemi. Bank Indonesia (BI) mencatat pada 2020 uang elektronik tumbuh 32,3% year on year (yoy), vo lume transaksi digital banking meningkat 41,53% (yoy) de ngan nilai transaksi tumbuh se besar 19,1% (yoy), serta transaksi e-commerce meningkat 33,2% (yoy).

Kinerja Respons Kebijakan Fiskal dan Moneter 

Secara statistik, berbagai langkah pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia sudah sesuai dengan berbagai formula yang dilakukan berbagai Negara di dunia. Ekonom Harvard University, Kenneth Rogof f, me nyampaikan bahwa sebagian besar negara berkembang (emer ging markets) dan Negara maju melakukan stimulus fiskal dalam bentuk belanja pemerin tah dan insentif pajak masing-masing di atas 4% dan 13% dari produk domestik bruto (PDB).

Stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah tercatat sebesar Rp 695,2 triliun pada 2020 yang senilai 4,3% pendapatan domestik bruto yang dilakukan melalui bantuan kesehatan, jarring pengamanan sosial, dan dukungan ekonomi. Pada 2021 Kementerian Keuangan menganggarkan Rp 699,4 triliun dana untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Di samping itu, Bank Indonesia (BI) sebagai punggawa sektor moneter juga turut berperan dengan quantitative easing sejumlah Rp 740 triliun hingga Februari 2021 atau 4,8% dari PDB.

Optimalisasi Elektronifikasi dan Pajak Transaksi Digital 

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah realisasi dana anggaran pemulihan ekonomi yang masih rendah. Realisasi anggaran PEN di daerah masih rendah. Di tingkat nasional realisasi anggaran PEN 2020 berdasarkan data terbaru (November 2020) mencapai 83,4% dari anggaran 2020 sebesar Rp 695,2 triliun. Bila diuraikan lebih lan jut, kendala pencairan dana me rupakan salah satu faktor peng hambat realisasi tersebut. Keterbatasan mobilitas yang tidak diikuti dengan penyederhanaan prosedur pencairan dana menjadi salah satu penyebab penyerapan yang belum optimal.

Dalam situasi ini, peran ekonomi digital perlu digali secara makin mendalam. Per tama, se bagai pengungkit realisasi ang garan pemerintah melalui berbagai mekanisme elektronifikasi.  Kedua, kemajuan ekonomi digital memiliki potensi peningkatan penerimaan pajak. Kementerian Keuangan memrediksikan potensi pajak atas per dagangan melalui sistem elektronik (PMSE) mencapai Rp 10,4 triliun dengan menggunakan dasar data transaksi pada 2017.


(Oleh - HR1)

Jika Beruntung, Sehari Dapat 7 gram

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sumatera Ekspres

MUARADUA - Desa Ujanmas Kecamatan Sungai Are, OKU Selatan memiliki sumber daya alam yang tak disangka. Sesuai namanya, desa ini ternyata memiliki lairan sungai yang mengandung emas.

Beberapa hari terakhir aktivitas warga sedikit berbeda. Warga turun ke sungai.  Mereka membawa peralatan limbang emas mencari butiran emas sepanjang aliran sungai.

Melimbang, itulah warga Desa Ujanmas. Biasanya, kegiatan melimbang dilakukan memasuki musim kemarau atau musim paceklik. Saat ini, harga emas terbilang cukup tinggi. Karenanya, melimbang menjadi alternatif bagi sebagian warga Ujanmas.

Aldi (30), warga Ujanmas, mengatakan, aktivitas melimbang dilakukan memasuki musim paceklik. Diakuinya, melimbang tak bisa dijadikan, andalan pendapatan.

Biasanya butiran emas yang didapat sebesar biji sawi bahkan biji cabe. Kemudian emas yang didapat dikumpulkan dalam botol yang nantinya disatukan menggunakan air raksa.

Terpisah Supratna. warga lainnya mengatakan jika aktivitas melimbang ini sering kali dilakukan bersama dengan keluarganya. Bahkan lokasi tempat ia melimbang tidak jauh dari kebum miliknya.

Dari aktivitas melimbang dirinya pernah mendapatkan butiran emas dengan berat 3 - 7 gram dalam sehari. "Asik saja melakukan aktivitas melimbang, kalau dulu banyak warga mengumpulakn pasir dari dasar sungai itu hanya menggunakan  peralatan seadanya," terangnya.

Mahal Tapi Tetap Diburu Pelanggan

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Diklaim memiliki harga paling mahal di Palembang, namun jok mobil Ruj tetap menjadi pilihan favorit pelanggan untuk membuat jok mobilnya nyaman.

Owner jok mobil Ruj 1986, Jimbo Lukito mengatakan sudah memiliki pangsa pasar sendiri sehingga meski harganya paling mahal di Palembang tapi tetap banyak pelanggan yang rela antre dan harus waiting list untuk memesan jok mobil.

"Alhamdulillah pelanggan jok mobil tetap banyak karena memang penjualan mobil juga masih bagus hingga kini dan respon pengunjung pangsa pasar kita memang pengunjung Palembang Icon," ujarnya ditemui di sela Mens World Exibition di Palembang Icon Mall. Jimbo mengatakan istimewanya jok mobil produksinya berkualitas dan bisa costum bentuk hingga warna.

Harga yang ditawarkan mulai Rp 3,5 juta per set atau satu baris jok. Harga ini tergantung jumlah seat mobil, bahan yang digunakan hingga tingkat kerumitan pembuatannya.

Jimbo mengatakan sebenarnya jok mobil produksinya selesai dikerjakan hanya dua jam saja, tapi karena ramai waiting list pembeli sehingga membuat konsumen harus sabar menunggu karena satu minggu baru selesai. Pelanggan yang paling banyak pesan yakni mobil jenis minibus seperti Toyota Rush, Xpander hingga Pajero dengan konsumen mulai usia 30 tahunan.

Sementara itu, Owner March Organizer, Mela Yustika mengatakan Mens World kembali hadir di Palembang Icon Mall untuk kelima kalinya dan menjadi wadah bagi kaum pria untuk belanja karena selama ini pameran serupa hanya mengakomodir kebutuhan wanita saja.

Ada 11 stand yang bisa menjadi solusi bagi pria yang akan belanja mulai dari sepatu, jok kulit mobil, stand mobil dan motor hingga baju.

Mendulang Rupiah dari Tali Meiwa

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sriwijaya Post

Lokasinya persis berada di pinggir perairan Sungai Musi. Mereka mayoritas adalah para ibu rumah tangga, yang mengisi keseharian mereka untuk mencari penghasilan melalui kecakapan gerakan tangan dalam menganyam tali meiwa. Produk yang dihasilkan bukan hanya sangkek sebagai tempat untuk meletakkan bahan belanjaan, tapi juga ada tikar, sangkek bawang dan masih bnyak lagi.

Yus, salah seorang pengrajin tali meiwa mengatakan, rutinitas menganyam tali meiwa sudah dilakukan lebih dari 10 tahun lalu dan secara turun menurun. Awal mulanya, ia diajarkan oleh warga bernama Ela yang menjadi pionir anyaman tali meiwa di kawasan itu.

Untuk menyelesaikan satu sangkek ukuran sedang, Yus hanya membutuhkan waktu 30-40 menit. Dalam sehari, sembari menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga ia mampu menganyam lima sangkek.

Untuk membuat sangkek, tikar, atau anyaman lainnya butuh satu gulung tali meiwa berukuran 10 kg yang di banderol Rp 200 ribuan. Hasilnya bisa untuk membuat puluhan sangkek dan produk lain. Pengrajin biasa menjual satu sangkek berukuran sedang dengan harga mulai dari Rp 20 ribuan dan untuk sangkek ukuran kecil hanya Rp 10 ribu. Ada juga tikar yang dibuat harganya Rp 150 ribu. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda bangga dengan hasil anyaman pengrajin lokal Kota Palembang ini. Karena, kualitas yang dihasilkan para ibu rumah tangga itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya saja, pengrajin terkendala dengan pemasaran dan permodalan sehingga Pemkot pun berkomitmen untuk membantu masalah masyarakat tersebut. "Untuk pemasaran modern / retail seperti transmart atau lainnya agar sangkek hasil pengrajin lokal ini bisa dipasarkan disana. Karena kita tahu, sekarang pusat perbelanjaan juga telah mengurangi penggunaan kantong plastik belanja. Jadi kenapa tidak sangkek ini bisa juga kita gunakan," katanya.

Sedangkan soal permodalan, melalui Bank Palembang Pemkot menyediakan program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan mulai dari Rp 3 juta untuk satu UMKM.

Dengan syarat, menyertakan surat keterangan usaha dan RT setempat dan identitas diri berupa KK, KTP, dan Buku Nikah.

Kue Bingen yang Bikin Kangen

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Jika kebanyakan orang-orang tua yang sudah berusia diatas 60 tahun menghabiskan waktunya bersama keluarga. Berbeda dengan itu, nenek-nenek di Jln KH Azhari Lorong Waspada Kampung 13 Ulu Palembang ini, masih sangat tekun membuat beragam jenis kue bingen khas Kota Palembang yang sudah menjadi warisan turun temurun. Kue bingen adalah sebutan bagi kue-kue atau makanan khas Kota Palembang yang sudah ada sejak nenek moyang, dan diwariskan hingga ke anak cucu.

Bingen berasal dari bahasa Palembang yang artinya tempo dulu atau masa zaman dahulu.. Nenek-nenek tersebut ialah Aisyah, Cek Dan, Halimah, dan Khodijah yang sudah berusia diatas 60 tahun, dan sangat pandai membuat beragam jenis kue bingen. Uniknya, mereka berempat adalah kerabat yang sejak dahulu tinggal bertetangga dengan rumah yang bersambung dari satu rumah ke rumah lainnya.

Aisyah bercerita bahwa kebanyakan kue bingen terbuat dari tepung beras, yang jika pada zaman dirinya kecil membuat tepung beras harus dibuat secara manual, dengan cara merendam beras beberapa jam, kemudian digiling menggunakan alat bernama isaran. Hingga kini, Aisyah masih pandai membuat kue bingen yaitu kue Gandus, Lumpang, dan Lapis. Dia menerima banyak pesanan setiap harinya, yang biasanya untuk acara arisan, pernikahan atau hajatan keluarga.

Gandus adalah kue yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan dan garam, kemudian dikukus, diatasnya ditaburi potongan daun sop, cabai, dan ebi halus. Hampir sama seperti Gandus, kue Lumpang juga terbuat dari tepung beras, dengan campuran gula merah yang sudah dicairkan, dan gula pasir. Kemudian dikukus, dan ditambahkan kelapa parut diatas kue.

Pembuat kue Pare, yaitu Cek Dan. Kue Pare adalah berbentuk bulat berwarna hijau terang dengan rasa manis didalam kue. Kue Pare terbuat dari ubi kayu atau singkong, yang direbus kemudian dihaluskan dan dicampur tepung tapioka, dicampur air pandan dan kapur sirih. Isinya dimasukkan parutan kelapa yang sudah dioseng dengan gula merah.

Sedangkan Khodijah, membuat kue Mentu yaitu kue yang terbuat dari tepung beras dengan campuran sagu dan santan. Di dalamnya ditambahkan udang ragu, bawang putih, dan jinten, kemudian ditumis, tidak lupa masukkan kelapa dan bungkus menggunakan daun pisang. Rasa kue Mentu cenderung gurih dan asin. Kue bingen lainnya yaitu Klepon, kue berwarna hijau kecil ini dibuat oleh Halimah, dengan berbahan dasar ubi yang diparut kemudian diadon dengan air pandan, ditambahkan sagu agar adonan merekat.

Kemudian masukkan gula batok yang sudah dicairkan, kue Klepon dibentuk bulat dan direbus hingga adonan matang. Setelah matang, diamkan selama beberapa menit, dan baluri dengan kelapa parut..

Hingga kini, nenek-nenek di Kampung 13 Ulu ini masih menerima pesanan secara langsung, hal itu karena mereka pernah ditipu lantaran menerima orderan melalui telpon.

Tidak hanya kue bingen jenis tersebut, keempat nenek ini juga bisa menerima pesanan jenis makanan khas Palembang lainnya untuk acara-acara sesuai permintaan. Kedepan, mereka berharap kue bingen ini terus dilestarikan, hingga anak cucu keturunan masih dapat mengenal dan menikmati kearifan lokal ini.

Harga Getah Karet di PALI Ikut Naik

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sriwijaya Post

PALI, Sripo - Trend harga getah karet di sejumlah wilayah beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan, termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Harga getah karet kualitas mingguan di pasar getah Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi mencapai Rp 10.500 / kg. Salah satu petani karet dari desa Karta Dewa, Amrin mengatakan, naiknya harga getah di pasaran membuat semangat petani karet di tengah pandemi saat ini.

Harga getah Rp 10.500/kg memang belum sebanding dengan harga kebutuhan pokok, tetapi dengan harga itu sudah bisa memperbaiki ekonomi petani. Sementara Ketua Komisi III DPRD PALI, Edi Eka Puryadi berkata, dengan kenaikan harga getah kualitas mingguan di PALI, diharapkan para petani tetap menjaga kualitas getah hasil sadapannya agar harga getah terus meningkat.

Jika pembeli semakin banyak, maka akan ada persaingan harga yang berimbas harga getah karet bisa tinggi.

Politisi PKS itu berpesan, petani karet di PALI harus bisa mendatangkan penghasilan lain dalam menopang ekonomi keluarganya, misalnya melakukan tumpang sari.

Ternak Ikan Cupang Hasilakan Jutaan Rupiah

Fadilla Anggraini 02 Mar 2021 Sriwijaya Post

Bermodal kurang dari satu juta melalui usaha ikan cupang, M Renol (27) warga Kecamatan Muaradua OKU Selatan berhasil mengumpulkan omset hingga Rp 5 juta perbulannya. Ketertarikannya berternak ikan hias itu berawal saat melihat ikan unik tersebut disebuah kali aliran sungai kecil serta ditambah lagi mendapat dari pemberian bibit dari rekannya. "Awalnya dari hobi memancing di parit sawah, ditambah ada teman yang memberi 5 pasang ikan hias dari jenis Galaxi Koi, Nemo, Samurai, Halpmont, dan Serit. Dari situlah awal mulanya saya mengembangkan ternak ikan hias cupang ini," kata Renol.

Ia menuturkan, sebagai peternak memulai dari nol sejak setahun terakhir proses pengembang biakan ikan cupang tidaklah sulit serta dengan modal yang terjangkau. "Modalnya awal-awal dulu sekitar Rp 900 ribu, untuk membuat lubukan sekitar 20 buah, dan kini omset saya per bulannya mencapai Rp 5 juta," ujarnya. Ikan yang banyak digemari oleh anak-anak tersebut ia pasarkan lewat media sosial (medsos) Facebook, Instagram, dan Whatsapp sebagai wadah promosi, harga ikan cupang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 300 ribu per ekor," katanya.

OJK memberikan Izin Gadai ke PT Dwitunggal Prima

Mohamad Sajili 02 Mar 2021 Kontan

Tambah lagi pemain di bisnis gadai. PT Dwitunggal Prima Pegadai baru saja mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemberian izin tersebut sudah sesuai dengan keputusan dewan komisioner nomor KEP-17/NB.1/2021 pada 15 Februari 2021.

Setelah mengantongi izin usaha, perusahaan ini wajib menjalankan kegiatan usaha dengan menerapkan praktik usaha yang sehat serta mengacu pada perundang - undangan yang berlaku.

Sesuai ketentuan Pasal 16 Peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian, perusahaan wajib mencantumkan keterangan atau informasi secara jelas pada setiap kantor atau unit layanan mulai dari nama atau logo perusahaan.


Pilihan Editor