Bursa Kripto Segera Beroperasi
JAKARTA – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)
memastikan bursa kripto pertama di Indonesia,
Digital Future Exchange (DFX), beroperasi
mulai kuartal III-2021. Bursa yang akan
memperdagangkan aset kripto, seperti Bitcoin,
Doge, dan Litecoin itu merupakan hasil kolaborasi
BBJ dengan 11 perusahaan calon pedagang fisik
aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
“Kehadiran DFX akan memberikan banyak pilihan investasi bagi
masyarakat dan turut memberikan
nilai tambah terhadap perekonomian
nasional,” kata Direktur Utama BBJ
atau Jakarta Future Exchange (JFX),
Stephanus Paulus Lumintang saat
berkunjung secara virtual ke redaksi
BeritaSatu Media Holdings (BSMH)
di Jakarta, Senin (1/3).
Paulus Lumintang menjelaskan,
BBJ berkolaborasi dengan 11 perusahaan calon pedagang fisik aset
kripto yang telah terdaftar di Bappebti. Dari 11 perusahaan, empat di
antaranya merupakan perusahaan
berstatus penanaman modal asing
(PMA), yakni PT Indodax Nasional
Indonesia, PT Upbit Exchange
Indonesia, PT Zipmex Exchange Indonesia, dan PT Pintu Kemana Saja.
229 Aset Kripto
Kementerian Per dagangan
(Kemendag) melalui Bappebti,
menyatakan akan terus meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum, serta kepastian berusaha di sektor komoditas digital
atau aset kripto. Salah satunya
melalui Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.
Menurut Kepala Bappebti, Sidharta Utama, peraturan tersebut
bertujuan meningkatkan kredibilitas
industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) dan menciptakan iklim
investasi yang kondusif, terutama
dalam menghadapi persaingan
global dalam era ekonomi digital.
Sejak awal 2020, harga Bitcoin meningkat sekitar 570%. Harga 1 bitcoin pada awal 2020 tercatat US$ 8.440, kemudian pada akhir 2020 melonjak menjadi US$ 29.000, dan pada Februari 2021 melesat menjadi US$ 53.000 per Btc. Alhasil, pamor Bitcoin terus meningkat, mendominasi transaksi aset kripto sebagai salah satu pilihan investasi.
Rekor Tertinggi
Di sisi lain, Direktur Utama BBJ/
JFX, Stephanus Paulus Lumintang
menjelaskan, pihaknya menaikkan
target transaksi tahun ini, dari 10 juta
lot menjadi 11,1 juta lot.
Berdasarkan data BBJ, tahun lalu,
total transaksi di BBJ mencapai 9,43
juta lot. Dari jumlah itu, 7,75 juta lot
berasal dari transaksi bilateral, sisanya 1,68 juta lot berasal dari transaksi multilateral. Padahal, tahun lalu,
BBJ menargetkan transaksi 8,25 juta
lot, dengan rincian 6,50 juta lot dari
transaksi bilateral dan 1,75 juta lot
berasal dari transaksi multilateral
Pajak Final
Stephanus Paulus Lumintang
mengemukakan, untuk meningkatkan perdagangan komoditi primer
di Tanah Air, langkah tepat yang
dapat ditempuh pemerintah adalah
memberlakukan pajak final dengan
tarif lebih terjangkau terhadap perdagangan berjangka komoditi melalui
bursa berjangka
(Oleh - HR1)
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023