Pemerintah Alokasikan Belanja Produk UMKM Rp460 T Tahun Ini
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp460 triliun untuk menyerap produk UMKM pada tahun ini. Ia menyebut alokasi itu berasal dari anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) di 2021.
"Bagi K/L sebesar 40 persen belanja pemerintah harus serap produk dan jasa UMKM, nilainya sekitar Rp 460 triliun tahun ini," ujarnya dalam acara UMKM Milenial Summit 2021, Kamis (6/5).
Ia menuturkan Kemenkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) tengah mempersiapkan skema belanja K/L atas barang UMKM tersebut. Nantinya, kata dia, Kemenkop UKM akan melakukan pendampingan pada UMKM agar produk-produk mereka memenuhi standar K/L.
"Penting bagi kami sekarang untuk melakukan pendampingan bagi mereka agar standar produk mereka penuhi standar produk pemerintah yang ditetapkan lewat LKPP," imbuhnya.
Upaya tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas. Selain itu, selama pandemi ini pemerintah juga telah menggelontorkan bantuan kepada pelaku UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Khusus untuk program dukungan bagi UMKM dan korporasi nilainya mencapai Rp 191,13 triliun tahun ini, meningkat dari sebelumnya Rp 123,46 triliun pada 2020. Dana tersebut diberikan dalam sejumlah program antara lain subsidi bunga kredit, penempatan dana pada bank umum untuk pembiayaan pada UMKM, penjaminan modal kerja bagi UMKM, Pajak Penghasilan (PPh) final UMKM ditanggung pemerintah, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM, dan sebagainya.
Menurutnya, program bantuan tersebut terbukti cukup tepat untuk menjaga agar UMKM bisa bertahan menghadapi pandemi covid-19. Buktinya, kata dia, pertumbuhan ekonomi membaik meskipun masih minus 0,74 % pada kuartal I 2021. Teten menilai ada kontribusi bantuan pada UMKM dari program PEN pada pemulihan pertumbuhan ekonomi itu lantaran UMKM adalah mesin utama penggerak perekonomian Indonesia.
Selain itu, ia mengatakan survei dari Bank BRI menyatakan bahwa indeks kepercayaan pelaku UMKM kepada pemerintah meningkat dari 126,8 di kuartal IV 2020 menjadi 136,3 di kuartal IV 2020.
"Pelaku UMKM optimis dan yakin pemerintah mampu tangani dampak covid-19 dengan baik. Ini kepercayaan penting saat kita menghadapi problem besar dan ini kepercayaan 99 persen dari pelaku UMKM di Indonesia," ujarnya.
Lirik Bank Digital, Alfamart Ingin Bermitra dengan Bank Aladin
Perusahaan pengelola gerai retail Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), buka suara soal kabar akan berinvestasi pada PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK) atau yang kini dikenal Bank Aladin Syariah .
Sebelumnya, Alfamart mengumumkan akan menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue maksimal 5 miliar saham dengan nominal Rp 10 per saham. Dalam informasi perusahaan, tambahan modal itu rencananya akan digunakan untuk berinvestasi di perusahaan teknologi.
Di sisi lain, Bank Aladin juga berencana untuk menjual saham baru untuk meningkatkan modal inti perusahaan. Sumber Katadata.co.id mengungkapkan Alfamart kemungkinan berinvestasi di Bank Aladin.
Menanggapi hal itu, Presiden Direktur Alfamart Anggara Hans Prawira tak membantah ataupun membenarkan kabar yang beredar terkait investasi tersebut. Dia hanya memastikan Alfamart akan menjajaki kerja sama dengan Bank Aladin.
"Saya tidak katakan tidak (membeli saham Bank Aladin), juga iya. Too early to say. Hal yang pasti, kami akan bermitra bisnis dengan Bank Aladin," kata Anggara dalam paparan publik di kantornya, Tangerang, Kamis (6/5).
Ia menjelaskan, alasan Alfamart tertarik untuk bekerja sama dengan Bank Aladin karena bank tersebut merupakan bank syariah. Hal tersebut relevan dengan basis konsumen atau customer base yang dimiliki oleh Alfamart saat ini.
Ketertarikan lainnya karena perusahaan adalah bank digital, meski saat ini Bank Aladin belum memiliki produk atau platform yang dirilis kepada publik. "Kami percaya, ke depan akan lebih ke dunia digital makanya kami eksplore kerja sama dengan bank digital" kata Anggara.
Anggara mengatakan, Alfamart saat ini memiliki ekosistem yang banyak, sehingga menarik untuk dikerjasamakan dengan bank, terutama bank digital. Saat ini, manajemen masih berdiskusi terkait hal-hal yang bisa dikerjasamakan dengan Bank Aladin.
"Saya kira banyak ya kerja samanya. Bisa bicara mengenai financing, seperti umumnya bank nature-nya kan funding dan lending," kata Anggara.
Kabar ketertarikan Alfamart ke dunia digital direalisasikan melalui rencana penerbitan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue maksimal 5 miliar saham dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Dana yang dihasilkan dari aksi korporasi ini digunakan untuk mengakuisisi perusahaan teknologi.
Menurut Anggara, Alfamart meyakini bahwa suka atau tidak suka, ke depan bisnisnya tidak bisa lepas dari dunia digital. Dalam melihat konteks itu, Alfamart terus mengeksplorasi kemungkinan bisa bekerja sama dengan perusahaan berbasis teknologi yang bisa sinergi dengan Alfamart.
"Karena kami punya ekosistem melayani konsumen lebih dari 4 juta orang sehari dan punya member cukup besar kurang lebih 11 juta member," kata Anggara.
Ia menegaskan, dengan rencana berinvestasi pada perusahaan teknologi, bukan berarti Alfamart pindah menjadi perusahaan teknologi. Dia mengatakan, hanya ingin kerja sama strategis untuk memperkuat bisnis Alfamart.
"Jangan kesannya kami akan investasi signifikan sebesar 70-80% ke bisnis teknologi, that's not the idea. Kalau kami masuk, lebih sifatnya strategis untuk memperkuat bisnis ritel," kata Anggara.
RI Butuh Investasi Rp 5.931 T di 2022
Indonesia membutuhkan suntikan investasi hingga Rp 5931,8 triliun di tahun 2022. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, investasi itu dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Soal porsinya, Suharso menjabarkan pemerintah mengandalkan investasi dari kalangan swasta dan BUMN.
Pemerintah juga akan melakukan investasi dalam jumlah yang lebih kecil. Dalam paparannya disebutkan investasi yang akan dilakukan pemerintah hanya sekitar 7,5-8,4% atau sekitar Rp 439,4-497 triliun. Sementara itu investasi dari BUMN mencapai 8,5-9,7%, atau sejumlah Rp 503,1-577 triliun. Sementara itu, jumlah kebutuhan investasi dari pihak swasta yang dipaparkan Suharso senilai Rp 4.948,9-4.857,7 triliun atau sekitar 81,9-84% dari total kebutuhan investasi di tahun 2022.
Pemerintah Bidik Transaksi di Atas Rp 11 Triliun dari Belanja Online Gratis Ongkir 5 -13 Mei
Mulai 5 sampai 13 Mei mendatang, belanja di 72 platform online diberikan diskon besar-besaran sampai gratis ongkos kirim (ongkir). Pemberian diskon dan gratis ongkir itu untuk memperingati hari Bangga Buatan indonesia (BBI).
Pemerintah menargetkan transaksi di hari BBI ini bisa melebihi transaksi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2020, yang tembus Rp 11,5 triliun. Program diskon dan gratis ongkir di hari BBi ini bisa menggenjot pertumbuhan konsumsi rumah tangga atau masyarakat.
Konsumsi rumah tangga akan semakin pulih di kuartal II-2021, sehingga bisa mendobrak pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut, Pasalnya, konsumsi rumah tangga selain didongkrak oleh hal BBI, ada juga sederet program lainnya seperti insentif PPnBM untuk kendaraan bermotor roda empat alias mobil, dan insentif PPN untuk pembelian properti.
Erick Thohir Sebut UMKM RI Hancur Lebur karena Dumping-dumping Tidak Sehat
Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengatakan hilirisasi ekonomi digital merupakan satu dari 18 proyek strategis nasional yang akan dikerjakan kementeriannya pada 2022. Hilirisasi ekonomi digital harus memperoleh perhatian khusus untuk mendukung pengembangan produk dalam negeri—termasuk mengantisipasi adanya dumping yang tidak sehat.
Hilirisasi ekonomi digital ini sekarang harus diantisipasi dengan adanya bitcoin, criptocurrency, dumping pricing di mana UMKM kita hancur lebur karena ada dumping-dumping tidak terkendali.
Dengan Hilirisasi ekonomi digital, praktik dumping bisa dikendalikan. Tak hanya menekan risiko dari banjirnya produk asing murah, hilirisasi ekonomi digital diyakini bisa mendorong BUMN menjadi agregator atau tulang punggung untuk memperkuat industri-industri besar.
Sektor Pertanian Tumbuh Positif Selama Pandemi
Sektor pertanian pada triwulan ke-1 tahun 2021 kembali mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 2,95%. Capaian ini menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhanyanto, sangat menggembirakan karena 30% dari tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor tersebut.
Selama pandemi Covid-19 tahun 2020, sektor pertanian merupakan satu di antara tujuh sektor yang terus tumbuh positif selama tahun 2020. Bahkan pertumbuhan itu hampir terjadi pada semua subsektor. Subsektor tanaman pangan pada triwulan ke 1 tumbuh 10,32 persen, dua digit.
Hortikultura juga tumbuh 3,02%. Hal ini didukung karena faktor cuaca yang lebih kondusif dibandingkan tahun lalu sehingga mendorong peningkatan produksi buah dan sayur. Tingginya permintaan domestik terutama untuk produksi ayam dan telur serta adanya optimalisasi produksi juga menyebabkan peternakan tumbuh 2,48%.
Subsektor perkebunan tumbuh 2,17%. Pertumbuhan pada subsektor ini menurutnya ditopang adanya program Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) dan peningkatan harga sawit.
Start-up Kuliner Hangry Raih Pendanaan Seri A Rp 188 Miliar
JAKARTA – Hangry, perusahaan
rintisan (start-up) kuliner multi-brand,
mengumumkan perolehan pendanaan
Seri A senilai US$ 13 juta, atau setara
dengan Rp 188 miliar.
Pendanaan dipimpin oleh Alpha
JWC Ventures dan dengan partisipasi dari Atlas Pacific Capital, SALT
Ventrures, dan Heyokha Brothers.
Dengan pendanaan terbaru tersebut,
Hangry pun menargetkan ekspansi
nasional pada 2021 dan 2022.
Sebelumnya, Hangry juga sudah
menerima pendanaan institusional
pertamanya senilai US$ 3 juta, atau
sekitar Rp 43 miliar dari Alpha JWC
Ventures dan Sequoia Capital melalui
program akselerator Surge pada 2020.
Hangry merupakan start-up kuliner
yang memiliki konsep cloud kitchen dan
multi-brand. Dengan model bisnis yang
ringkas dan teknologi terkini, Hangry
dapat menghadirkan pilihan berkualitas
dengan harga terjangkau bagi konsumen di daerah perkotaan Indonesia.
Saat ini, Hangry memiliki beberapa
merek ternama dengan menu beragam,
antara lain Moon Chicken (ayam goreng
ala Korea), San Gyu (masakan autentik
Jepang), dan Ayam Koplo (ayam geprek
dan berbagai hidangan ayam). Semua
tersedia dengan harga terjangkau mulai
dari Rp 15.000 hingga Rp 70.000 per porsi.
Bahkan, pandemi Covid-19 yang
sedang terjadi pun tidak menyurutkan ambisi tersebut. Meskipun
sempat mengalami tantangan di awal
pandemi, Hangry berhasil bertahan
dan berkembang di tengah tantangan
perekonomian serta pembatasan
sosial yang diterapkan pemerintah.
Tahun lalu saja, Hangry berhasil
membuka lebih dari 35 outlet dan tumbuh
hingga 22 kali hanya dalam kurun waktu
satu tahun. “Dalam jangka panjang, Hangry ingin menjadi brand yang tumbuh bersama konsumen, hadir pada tiap momen
mereka dan membuat momen tersebut
menyenangkan,” imbuhnya
(Oleh - HR1)
Bappenas:2022, Butuh Investasi Rp 5.931 Triliun
JAKARTA – Pemerintah meyakini, pemulihan
ekonomi di 2022 semakin baik sejalan dengan
target pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%.
Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan
investasi sekitar Rp 5.891,4 triliun - Rp 5.931,8
triliun.
"Pada 2022, investasi akan jadi aktor utama
dorong laju pertumbuhan ekonomi," kata
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa
dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan
Pembangunan Nasional (Musrenbangnas)
secara virtual, Jakarta, Selasa (4/5).
Secara rinci, komponen investasi dimaksud
terdiri dari investasi pemerintah sekitar 7,5-
8,4% atau setara Rp 439,4 triliun – Rp 497 triliun
dari total target investasi. Berikutnya, investasi
BUMN Rp 503,1 triliun - Rp 577 triliun atau
sekitar 8,5-9,7%. Serta, investasi swasta yang
diharapkan mencapai sekitar Rp 4.948,9 triliun
- Rp 4.857,7 triliun.
Lebih lanjut, ia meyakini Incremental Capital
Output Ratio (ICOR) Indonesia akan menurun
di 2022, seiring dengan pemulihan ekonomi.
ICOR Indonesia diperkirakan meningkat
menjadi 8,16 pada 2021 dari posisi 2019 yang
tercatat sebesar 6,88.
ICOR diperkirakakan kembali menurun ke
level 6,24 pada 2022. Dengan harapan dapat
mendorong investasi tahun depan. "ICOR
2022 diperkirakan lebih rendah, sehingga investasi dapat mendorong ekonomi secara lebih
efisien,"tuturnya.
(Oleh - HR1)
Pemerintah Pacu Ekspor Sarang Walet dan Porang
JAKARTA – Pemerintah segera melakukan langkah-langkah konstruktif untuk
meningkatkan nilai ekspor sarang burung
walet (SBW) dan porang, antara lain dengan
mengalihkan (shifting) negara tujuan ekspor
untuk komoditas SBW serta menggenjot
produktivitas dan hilirisasi tanaman atau umbi
porang. Saat ini, komoditas SBW dan porang
tengah booming di pasar ekspor, sehingga
situasi tersebut harus dimanfaatkan agar bisa
memberi keuntungan lebih besar bagi peternak/petani dan industri dalam negeri.
Menteri Pertanian (Mentan)
Syahrul Yasin Limpo mengatakan, SBW dan porang kini telah
menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia di pasar dunia.
Karena itu, pemerintah akan
mengoptimalkan budidaya dan
produktivitas kedua komoditas tersebut. “Selaku Menteri
Pertanian, saya akan berproses
lebih maksimal di budidayanya
sampai dengan produktivitas,
yang kemudian produktivitas
itu berakhir dan dihilirisasi dengan melakukan proses-proses
pengolahan lanjutan bersama
Menteri Perindustrian yang
disertai pengaturan-pengaturan
tentang perdagangan, termasuk
ekspornya, bersama dengan
Menteri Perdagangan,” kata
Mentan Syahrul saat memberikan keterangan pers bersama
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi usai rapat
terbatas Kabinet Indonesia Maju
di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (4/5).
Mentan mengungkapkan,
dalam rapat terbatas tersebut,
Presiden Joko Widodo secara
khusus berpesan agar segenap
upaya yang dilakukan pemerintah harus berpihak kepada
rakyat. Segala regulasi yang
nantinya dibuat jangan sampai
menjadi hambatan bagi para
petani/peternak dan industri
lokal. “Saya selaku Mentan
bersama dengan Mendag akan
mencoba melakukan upaya maksimal serta memberikan ruang
bagi petani porang dan tentu
peternak rumah burung walet
agar besok bisa mendapatkan
nilai-nilai ekspor yang lebih banyak bagi kepentingan negeri dan
rakyat tentunya," ujar Mentan
(Oleh - HR1)
Maskapai Super di Lingkaran Singa Merah
Industri penerbangan nasional kedatangan pemain baru setelah Super Air Jet mengajukan rencana operasi di kelas low-cost carrier (LCC) atau penerbangan berbiaya rendah. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan Super Air Jet belum mengantongi izin operasi komersial.
Super Air Jet dioperasikan oleh perusahaan bernama PT Super Air Jet. Dalam akta perusahaan disebutkan bahwa Super Air Jet bergerak dalam bisnis angkutan udara berjadwal untuk penumpang dalam dan luar negeri, angkutan udara perintis, serta angkutan barang dan penerbangan wisata.
Nama-nama dalam akta ini memunculkan dugaan bahwa Super Air Jet terafiliasi dengan grup Lion Air, maskapai yang menguasai pasar LCC di Indonesia. Rudy Lumingkewas tercatat sebagai Direktur Lion Air, sementara Redi Irawan menjabat Direktur Operasional Wings Air, salah satu maskapai di bawah grup Lion Air.
Farian menolak jika Super Air Jet disebut terkait dengan Lion Air. Namun dia enggan memberikan informasi lebih jauh. Redi Irawan dan Rudy Lumingkewas belum memberikan konfirmasi soal kepemilikan sahamnya di Super Air Jet. Adapun Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan Super Air Jet tidak berhubungan dengan Lion Air.









