Harga Emas Antam Naik Rp 3.000, dan Sudah Kini Berada di Angka Rp 1.611.000
Menhub Ingin Maskapai Fly Jaya Mengudara Sebelum Lebaran 2025
Pembongkaran Pagar Laut Tangerang
Pelihara Marwah Perguruan Tinggi dari Godaan Izin Tambang
Menurut Dewan Pers Penggunaan AI Harus Tetap Patuhi Kode Etik Jurnalistik
Optimisme Pasar Modal di Tahun Ular Kayu
Pasar modal Indonesia diprediksi akan mendapatkan momentum pertumbuhan pada Tahun Ular Kayu 2025, meskipun terdapat tantangan dari ketidakpastian global, seperti perlambatan ekonomi China, ketegangan perdagangan, dan dinamika geopolitik. Sektor-sektor unggulan seperti teknologi, energi, dan konsumsi diperkirakan akan mencatatkan performa positif, sementara sektor berbasis logam, seperti tambang dan otomotif, menghadapi risiko tekanan.
Menurut CLSA Feng Shui Index 2025, sektor berbasis elemen kayu (seperti pendidikan, ekonomi baru, dan manajemen dana) dan elemen api (seperti teknologi, minyak, dan gas) memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Di sisi lain, sektor berbasis elemen logam, seperti tambang dan kripto, diperkirakan menghadapi tantangan.
Ekky Topan, analis dari Infovesta Utama, menyarankan investor untuk memanfaatkan penurunan harga saham sebagai peluang, dengan merekomendasikan sektor-sektor unggulan seperti perbankan (BBRI dan BMRI), properti (PWON dan SMRA), serta konsumsi (JPFA dan MYOR). Di sektor energi, saham batu bara (PTBA dan AADI) juga dipandang memiliki prospek cerah, berkat harga komoditas yang stabil dan permintaan domestik yang kuat.
Secara keseluruhan, meskipun pasar modal menghadapi berbagai tantangan global, sektor-sektor tertentu di Indonesia diharapkan dapat mencatatkan pertumbuhan yang positif, memberikan peluang bagi investor yang bijak dalam memilih sektor yang tepat.
Kredit Rumah Berjalan Lambat
Bank Indonesia (BI) mencatat per-tumbuhan kredit konsumsi perbankan RI mencapai se-besar 9,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada De-sember 2024. Kredit pemilik-an rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh melambat.Berdasarkan laporan Anali-sis Uang Beredar, nominal kre-dit konsumsi yang disalurkan hingga bulan terakhir 2024 mencapai Rp2.195,1 triliun. Realisasi ini meningkat diban-dingkan dengan bulan sebe-lumnya yang sebesar Rp2.178 triliun, meskipun terdapat pe-lambatan laju pertumbuhan dari level 10,2% YoY.“Peningkatan terutama dido-rong oleh perkembangan KPR, KKB, dan kredit multiguna,” demikian bunyi laporan BI, dikutip Jumat (24/1).Laju pertumbuhan KPR pada Desember 2024 terpantau me-lambat tipis ke angka 10% YoY dibandingkan dengan 10,2% YoY pada November 2024. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp786 triliun.Di sisi lain, pertumbuhan KKB melambat dari 10,3% YoY pada November 2024 menjadi 7,8% YoY pada De-sember 2024, dengan total nilai Rp143,7 triliun.Kredit multiguna juga me-lambat tipis dengan laju se-besar 10% YoY pada bulan terakhir 2024, dibandingkan 10,1% pada bulan sebelum-nya. Total kredit multiguna yang disalurkan mencapai Rp1.265,4 triliun.BI juga mencatat penyaluran kredit sektor properti tumbuh 6,5% YoY per Desember 2024. Angka ini kembali menun-jukkan tren pelambatan dari 7% pada bulan sebelumnya.Dari segi nominal, pem-biayaan properti mencapai Rp1.412,3 triliun sampai de-ngan Desember 2024. Jumlah ini ditopang KPR dan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang sebesar Rp785,9 triliun, kredit konstruksi Rp393,1 tri-liun, serta kredit real estate (Rp233,2 triliun).Sementara itu, laju pertum-buhan kredit kepada segmen usaha mikro, kecil, dan me-nengah atau UMKM kian melemah hingga pengujung 2024. Kredit UMKM per De-sember 2024 bertumbuh hanya 3% (YoY) hingga mencapai Rp1.405 triliun. Realisasi ini melambat dibandingkan laju pertum-buhan 3,7% pada November 2024, sekaligus menjadi yang terendah sepanjang tahun. “Penyaluran kredit kepada UMKM pada Desember 2024 tumbuh sebesar 3,0% [YoY], setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 3,7% [
Korupsi dan Jokowi: Membedah Fakta & Persepsi Publik
Nominasi mantan Presiden Joko Widodo dalam daftar lima besar Person of the Year 2024 oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengejutkan publik Indonesia dan memicu perdebatan. Beberapa pihak menilai nominasi ini merusak reputasi Jokowi tanpa bukti yang cukup, sementara pihak lain menganggap tuduhan tersebut beralasan, terutama terkait dengan melemahnya demokrasi dan dugaan konflik kepentingan selama masa pemerintahannya. Salah satu isu yang disorot adalah potensi penguatan politik dinasti, seperti pencalonan putranya, Gibran Rakabuming, sebagai calon wakil presiden.
Keputusan OCCRP untuk menominasikan Jokowi didasarkan pada penilaian yang mencakup penyalahgunaan kekuasaan, konflik kepentingan, dan dampaknya terhadap demokrasi. Meskipun tidak ada bukti hukum yang jelas, persepsi publik tentang dinamika kekuasaan dan demokrasi Indonesia memainkan peran penting dalam proses ini.
Dampak dari laporan ini terhadap Indonesia cukup signifikan, terutama dalam aspek ekonomi. Nominasi Jokowi dapat menurunkan minat investasi asing dan merusak citra Indonesia di mata internasional, karena dianggap meningkatkan persepsi korupsi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap reformasi ekonomi yang sedang dijalankan. Selain itu, melemahnya lembaga pemberantasan korupsi seperti KPK juga berpotensi mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.
Secara keseluruhan, nominasi ini membawa dampak serius terhadap citra Indonesia, menyoroti masalah dalam sistem pemerintahan dan pemberantasan korupsi, serta mengangkat isu politik dinasti yang dapat merusak integritas demokrasi. Pemerintah perlu memastikan mekanisme checks and balances berfungsi dengan baik agar dapat menghindari tuduhan nepotisme dan penyalahgunaan kekuasaan.
Perbaikan Sistem MLFF: Upaya Menekan Kebocoran Tol
Adanya perdebatan mengenai proyek investasi sistem tol nirsentuh atau multilane free flow (MLFF) yang sedang berjalan antara Indonesia dan Hungaria. Anggota Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras, mengusulkan agar proyek tersebut diambil alih oleh BUMN, mengingat adanya kendala dalam pelaksanaannya. Namun, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menanggapi bahwa usulan tersebut sulit dilakukan karena proyek ini merupakan hasil dari kerja sama bilateral yang sudah terjalin dengan Hungaria, dan kontrak sudah ditandatangani.
Dody menegaskan bahwa meskipun ada beberapa kendala, proyek ini masih dalam tahap penyempurnaan sistem dan pihak Kementerian PU terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Hungaria untuk memastikan kelancaran proses tersebut. Selain itu, implementasi MLFF sedang dievaluasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan efektivitas dan efisiensi anggaran ke depan.
Secara keseluruhan, meskipun ada ketidaksesuaian dalam implementasi proyek ini, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan dan memastikan bahwa sistem ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perjanjian yang telah ada.
Inovasi AI Smartphone: Tren Teknologi Masa Depan
kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam meningkatkan fungsionalitas dan pengalaman pengguna smartphone. AI pada perangkat seperti asisten virtual, pengenalan wajah, dan pengenalan suara semakin canggih, membuat interaksi dengan smartphone menjadi lebih personal dan intuitif. Konsumen di Indonesia menunjukkan minat yang tinggi terhadap smartphone yang dilengkapi fitur AI, dengan merek seperti Samsung dan Google Pixel yang paling diminati. Teknologi AI memungkinkan inovasi dalam berbagai aspek, termasuk pengelolaan daya yang lebih efisien, kualitas gambar yang lebih baik, serta pengembangan asisten virtual yang lebih responsif dan relevan.
Selain itu, teknologi Generative AI (GenAI) diharapkan dapat menciptakan konten baru berdasarkan masukan pengguna dan mendukung komunikasi dalam berbagai bahasa secara real-time. Keamanan data juga menjadi perhatian utama, dengan peningkatan fitur keamanan berbasis AI yang dapat mendeteksi ancaman secara real-time, seperti pengenalan wajah dan perilaku mencurigakan.
Vendor smartphone, terutama Samsung, terus berinovasi untuk memimpin di bidang AI, dengan produk seperti Galaxy S25 Series yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, seperti sistem multimodal AI dan personalisasi yang mengutamakan privasi pengguna. Samsung juga berkomitmen untuk terus mengembangkan AI yang tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga menjaga keamanan data pribadi mereka.









