;

Kredit Menganggur Terus Menyusut

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Sriwijaya Post

Jakarta, Sripo - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan, kredit yang belum ditarik alias kredit menganggur atau Undisbursed Loan Perseroan terus menyusut, seiring terus dilaksanakannya berbagai upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Astturidha mengatakan, sampai dengan Maret 2021, undisbursed loan bank only di Bank Mandiri sebesar Rp 167,2 triliun. ”Membaik dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp 187,3 triliun atau turun sekitar 10 % secara year on year," ujarnya.

Menurutnya, realisasi tersebut menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional sebab para debitur sudah mulai menarik pinjaman yang diajukan. “Baik untuk merealisasikan rencana bisnis maupun untuk menjaga kelangsungan usaha,” katanya. Meskipun demikian, jika dilihat industry perbankan secara nasional, realisasi undisbursed loan masih tinggi, bahkan tumbuh secara kuartalan.

Rudi menilai, hal tersebut disebabkan para pelaku usaha yang masih berhati-hati dan cenderung menggunakan terlebih dahulu pertumbuhan konsumsi rumah tangga, sebagai salah satu indikator perekonomian nasional. “Kami optimistis realisasi undisbursed loan ini akan semakin mengecil karena prospek perkembangan ekonomi yang relative baik menyusul perkembangan program vaksinai dan insentif dari regulator,” ucapnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, per Maret 2021 kredit menganggur perbankan mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang tuurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1 %. Sedangkan dibandingkan akhir 2020 masih terjadi peningkatan 1,6 %.


Rutin Suplai 15 Ribu Ton/Bulan

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Tribun Sumsel

MUARA RUPIT, TRIBUN - PT Semen Padang yang merupakan anak perusahaan PT Semen Indonesia membeli batubara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Perusahaan milik Pemerintah Indonesia atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menilai kualitas batubara di Bumi Beselang Serundingan cukup baik.

"Kualitas batubara di sini ini cukup baik, dan lebih dekat juga untuk dibawa ke Padang," kata Senior Manager Energi PT Semen Indonesia, Ade Meiriyadi usai audiensi dengan Bupati Muratara, Devi Suhartoni, Senin (7/6/2021).

Ade menyebutkan untuk saat ini suplai batubara dari Muratara ke Semen Padang sebanyak 15 ribu ton per bulan. Mereka membeli batubara dari perusahaan pertambangan batubara, PT Triaryani yang beroperasi di Kecamatan Rawas Ilir. Pengangkutan batubara tersebut melewati jalan dari Kecamatan Rawas Ilir, Kecamatan Nibung, Simpang Nibung hingga ke Padang. "Terima kasih kepada Muratara bisa membantu operasional Semen Padang. Kami dari perusahaan tentu pasti ada timbal baliknya untuk masyarakat dan daerah," kata Ade.

Bupati Muratara Devi Suhartoni menyampaikan daerah penghasil batubara terbanyak di Sumsel selain dari Muara Enim adalah Muratara.

"Itu Pak Gubernur sendiri yang bilang, kita ini kaya, tapi selama ini batubara kita belum keluar karena jarak tempuh jauh dan jalannya jelek," kata Devi.

Dia mengatakan dengan adanya suplai batubara dari Kabupaten Muratara ke Semen Padang tentu akan berdampak bagi pertumbuhan pajak daerah dan tenaga kerja lokal.

Selain itu, Kabupaten Muratara juga akan dikenal baik oleh daerah lain. "Kita harus bangga, Semen Padang ini anak perusahaan dari Semen Indonesia, BUMN punya. Kita Muratara insyaallah dapat manfaatnya, dan Semen Indonesia juga dapat keuntungan," ujar Devi.

Devi mengakui dari aktivitas pengangkutan batubara tersebut nantinya akan menimbulkan masalah yaitu jalan rusak.

Apalagi jalan yang dilewati truk-truk pengangkut batubara itu juga dilewati masyarakat mulai dari Rawas Ilir, Nibung hingga Simpang Nibung.

"Mereka sudah ada izin dari provinsi. Saya sudah minta kepada mereka, kalau jalan rusak ya perbaiki. Kemudian jam operasinya tidak mengganggu masyarakat," pinta Devi.

Dia berharap masyarakat Kabupaten Muratara mendukung adanya suplai batubara ke Semen Padang ini.

"Harapan kita masyarakat mendukung, jangan ribut, jangan sampai ada masalah, kalau pun ada masalah mari kita berbicara," kata Devi.


Repsol Bakal Bangun Jalur Pipa Gas Blok Sakakemang Muba

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Tribun Sumsel

SEKAYU, TRIBUN - Perusahaan migas asal Spanyol, Repsol, bakal membangun jalur pipa gas di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan untuk mendukung beroperasinya Blok Sakakemang di Kecamatan Bayung Lencir.

Asisten I Setda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Yudi Herzandi di Sekayu, akhir pekan lalu, mengatakan, pemerintah kabupaten mendukung rencana Repsol tersebut karena sedari awal berharap Blok Sakakemang segera beroperasi.

"Terdapat tiga desa di dua kecamatan yang bakal dilintasi jalur pipa gas bumi tersebut, kami sudah sosialisasikan ke warga," kata dia.

Jalur pipa gas akan melintasi Kecamatan Bayung Lencir dan Tungkal Jaya, dari KBD 2X menuju fasilitas ConocoPhillips Gresik.

Adapun desa yang bakal dilintasi jalur pipa gas Repsol yakni Desa Sinar Tungkal dan Margo Mulyo di Kecamatan Tungkal Jaya, dan Desa Tampang Baru di Kecamatan Bayung Lencir.

"Kami mendukung pihak Repsol dalam membangun jalur pipa gas bumi ini. Masyarakat pun telah merespon positif," katanya.

Pemkab Muba mendorong percepatan operasional Blok Sakakemang di Kecamatan Bayung Lencir setelah di lokasi tersebut ditemukan potensi gas sebanyak 2 triliun kaki kubik (TCF) pada 2019.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex pemkab akan memberikan dukungan dengan memberikan data mengenai tata ruang dan wilayah.

Selain itu, dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan mengenai penerimaan daerah serta Participating Interest (PI) yang akan dilakukan antara kontraktor Talisman dan BUMD Muba.

Ia menjelaskan, Pemkab Muba akan mempersiapkan BUMD yang khusus menjalin kerja sama dengan Pemprov Sumsel dalam rangka memaksimalkan PI sebagai penerimaan daerah dari hasil migas.

"Kami juga akan mengawal, agar eksplorasi migas ini tetap mengedepankan kelestarian lingkungan sekitar serta pemberdayaan masyarakat lokal," kata dia.

Perusahaan eksplorasi minyak dan gas asal Spanyol, Repsol menargetkan Blok Sakakemang di Kecamatan Bayung Lin cir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, beroperasi pada 2023.

Penemuan cadangan gas baru di Sumur Kaliberau 2 (KBD2X) Blok Sakakemang pada Februari 2019, disebut-sebut sebagai penemuan terbesar ke empat di dunia pada periode 2018-2019.

Sumur KBD2X di Blok Sakakemang itu diperkirakan memiliki potensi kurang lebih 2 TCF (trillion cubic feet), atau menjadi temuan terbaik dalam eksplorasi migas di Indonesia dalam kurun waktu 18 tahun.


Omzet Pedagang Pasar Gubah Belum Pulih

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Tribun Sumsel

Palembang, Tribun – Pandemi betul-betul menjadi ujian, tak terkecuali pedagang tradisional yang memang omzetnya tergantung dengan kunjungan pembeli secara langsung.

Pantauan Tribun di pasar Gubah di jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Senin (7/6/2021) suasana pasar tampak sepi. Tidak banyak pembeli yang lalu lalang, layaknya sebuah pasar.

Padahal penerapan protokol kesehatan di pasar Gubah Palembang sudah cukup baik. Sebagian besar pedagang dan beberapa pengunjung yang beraktivitas di pasar telah menggunakan masker dan telah tersedianya fasilitas mencuci tangan di pasar tersebut.

Menurut Juru parkir Pasar Gubah, Jek Arifin, mengatakan, pengunjung di pasar tersebut saat ini sedang sepi pengunjung, namun aktivitas protokol kesehatan tersebut tetap dilaksanakan dengan baik.

"Kalau suasana di pasar saat ini memang sepi terus, kalau penerapan prokes disini sudah berjalan dengan baik dan biasanya dilakukan setidaknya satu bulan sekali dipasar ini oleh tim gabungan, karena lokasi di pasar ini yang ada di tengah kota,” beber dia.

Disisi lain beberapa pedagang di pasar tersebut mengeluhkan turunnya omzet penjualan mereka yang menurun akibat pandemi Covid-19, Hal tersebut dialami salah satu pedagang sembako “Cik Lan” yang mengalami penurunan omzet penjualan hingga 50 persen.

“Aduh, kalau penjualan sekarang sih turun 50 persen akibat pandemi, padahal harga sembako masih seperti biasa belum naik,” ujarnya.

Selain pedagang sembako, pedagang sayuran di pasar yang sama mengatakan juga mengalami penurunan omzet penjualan akibat pasokan sayur tomat dan cabai dari sejumlah daerah sentra produksi berkurang, seperti harga cabai yang biasanya seharga Rp 20.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg dan harga tomat Rp 7000 menjadi Rp 9000 per kg.

“Harga naik, pembeli pikir-pikir mau beli ditambah pandemi juga, pendapatan jadi turun,” aku Cik Aming salah satu pedagang sayuran Pasar Gubah.

Dia tak berhenti berharap kondisi akan segera membaik, agar dagangan mereka juga bisa lebih menghasilkan.

Sukses Bisnis Kuliner itu Harus Enak dan Bersih

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Tribun Sumsel

Hampir semua bisnis terdampak pandemi saat ini membuat pengusaha memutar otak agar bisnis tetap berjalan sehingga bisa tetap membuka peluang kerja.

Endang W Wierono mengatakan sudah terjun ke dunia bisnis kuliner sejak tiga tahun lalu. Menurutnya bisnis kuliner terbilang menjanjikan dibanding bisnis lainnya karena makan adalah kebutuhan dasar manusia sehingga akan selalu dicari keberadaannya.

Bisnis kuliner saat juga mengikuti kebiasaan new normal sehingga harus selalu higenis dan juga rasanya enak.

“ Higenis dan enak itu wajib jadi syarat utama kuliner, karena rasa tidak pernah bohong" ujar Endang, Senin (7/6/2021).

Endang mengatakan sejak pandemi, bisnis kuliner juga harus mengikuti protokol kesehatan sehingga pengujung yang makan di tempat atau pesan dibungkus merasa aman dan nyaman.

Protokol kesehatan yang ditetapkan yakni semua pegawai menggunakan masker saat masak atau menyuguhkan hidangan sehingga aman, di setiap meja juga tersedia hand sanitizer, tempat cuci tangan sebelum masuk lokasi resto dan juga menjaga jarak.

Endang awalnya memulai usaha kuliner Buntut Sunda Kang Ali yang menawarkan beragam kuliner aneka olahan buntut berupa sop, soto, aneka olahan ayam geprek, Sop dan soto juga menu lainnya hingga makanan ringan juga tersedia.

Agar bisnis kuliner juga bertahan perlu dilakukan promosi. Promosi ini juga rutin dilajukan Endang agar bisnisnya semakin di kenal.

Seperti promo yang dilakukan saat ini yakni makan hemat. Paket hemat dua orang dari harga Rp 150 ribu menjadi Rp 119 ribu terdiri dari pi than safu sop atau soto original, satu sop atau soto ayam kampung, dua nasi putih dan dua teh pucuk.

Paket makan single untuk satu orang dari har ga semula Rp 85 ribu menjadi Rp 69 ribu dan juga paket makan berempat dari harga semula Rp 260 ribu menjadi Rp 229 ribu.

Sementara itu untuk jeng Endang tersedia promo makan hemat yang dikemas menjadi paket maksibar untuk dua orang Rp 69 ribu dari semula Rp 130 ribu. Sementara itu paket makan berdua dibandrol Rp 199 ribu menjadi Rp 169 ribu untuk makan berempat dan paket makan hemat untuk delapan orang dari semula Rp 320 ribu menjadi Rp 299 ribu.

“Promo ini berlaku untuk pembelian online di gofood, sehingga bisa tetap makan enak dan murah dari rumah saja," ujar tutup Endang.


Pengganti Sandal Jepang, Original Buatan Indonesia

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Tribun Sumsel

Sandal jepit Swallow seolah sudah jadi andalan sebagian besar orang Indonesia untuk dipakai sehari-hari, baik kota-kota besar maupun pelosok-pelosok desa. Lantas siapa sebenarnya sosok di balik sepak terjang sandal jepit Swallow yang melegenda?

Sandal jepit Swallow di produksi oleh perusahaan bernama PT Sinar Jaya Prakarsa, sebuah pabrik yang kantor pusatnya beralamat di Jalan Kamal Raya No 1, RT 7/ RW 9, Tegal Alur, Kalideres, DKI Jakarta. Swallow adalah salah satu merek sandal jepit yang paling populer dan tertua yang diproduksi di pabrik PT Sinar Jaya Prakarsa. "Ini adalah merek yang hampir dikenal oleh setiap orang Indonesia karena dijual di hampir semua pasar tradisional dan modern," demikian penjelasan PT Sinar Jaya Prakarsa, dikutip dari laman resmi perusahaan pada Selasa (18/5/2021).

"Nama dan logo Swallow melambangkan burung wallet, seekor burung yang mewakili kebebasan, pertumbuhan, dan kesetiaan," sambungnya mengenai makna logo sandal japit Swallow.

PT Sinar Jaya Prakarsa adalah perseroan terbatas swasta yang didirikan pada tanggal 28 Februari tahun 1987. Perusahaan tersebut memulai pabriknya dengan sekitar 500 karyawan. Bermula dari hanya ratusan karyawan, selama bertahun-tahun pabrik sandal Swallow telah berkembang menjadi hampir 2000 karyawan. Selain itu, pabrik sandal Swallow juga berkembang dalam inovasi dengan mengadopsi permesinan dan teknologi terkini.

Sejak awal, pabrik sandal Swallow memang didirikan sebagai perusahaan yang memproduksi sandal karet dengan menggunakan bahan dan teknologi berkualitas tinggi. Dua bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi sandal jepit Swallow adalah karet alam kelas internasional dan EVA (Ethylene Vinyl Acetate). "Kami memproduksi sandal karet dengan harga terjangkau namun berkualitas untuk seluruh warga negara Indonesia, dan negara lain, dengan tujuan untuk meningkatkan gaya hidup mereka," paparnya.

Adapun sosok di balik pabrik sandal Swallow ini adalah pria bernama Amir Djohan. Amir Djohan lah yang kini menjabat sebagai pemilik perusahaan sandal Swallow sekaligus komisaris perseroan.

PT Sinar Jaya Prakarsa menjelaskan bahwa sebelum sandal karet diperkenalkan dan diproduksi massal di dunia, zori Jepang atau sandal gaya Jepang adalah jenis sandal yang paling populer. Hal ini terutama diperkenalkan oleh tentara Amerika yang pulang dengan sandal dari Jepang selama Perang Dunia II (1940). Zori Jepang adalah alas kaki tradisional Jepang yang terbuat dari jerami padi dan kayu berpernis dan sering digunakan bersama dengan pakaian tradisional Jepang, kimono. "Setelah kebangkitan zori Jepang, konsumen menyadari bahwa karena bahan yang digunakan dalam zori Jepang, sandal menjadi licin dan kaku. Dengan demikian, seiring dengan maraknya industri-industri, karet ditemukan menjadi bahan yang tepat untuk digunakan sebagai sandal. Sandal karet lebih fleksibel, tahan lama, dan tidak licin," jelasnya. Kini, sandal jepit Swallow sendiri sudah mempoduksi beragam varian sandal karet dengan berbagai model bermotif atau corak.

Yang paling terkenal tentu saja adalah model sandal jepit Swallow original tanpa corak alias polos dengan alas berwarna putih dan karet japitan warna hijau, biru, kuning, atau beberapa warna lain. Umumnya, harga sandal jepit Swallow model tersebut dibanderol dengan nominal sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 di pasar-pasar atau toko konvensional.

Produk UMKM Palembang Didorong Tembus Pasar Australia

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Bisnis.com

Bisnis.com, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel menggandeng Pemerintah Kota Palembang untuk memasarkan produk UMKM asli Palembang ke Australia. 

Rencana penjualan ekspor produk UMKM ke negara Australia ini, disampaikan langsung Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin, saat bertemu langsung dengan Wali Kota Palembang Harnojoyo, Selasa (8/6/2021). 

“Misalnya ekspor kemplang, kopi dan lain sebagainya yang merupakan produk olahan UMKM Palembang dengan tujuan Australia,” kata dia. 

Menurut Syamsudin, UMKM menjadi prioritas untuk penjajakan pasar ekspor di tengah pandemi Covid-19, sehingga pelaku usaha tidak hanya menyasar pasar domestik.

Hanya saja, katanya produk yang akan dijual tentunya memiliki kualitas yang baik dan barang dagangan tentunya memiliki daya tahan yang lebih lama. 

“Saat ini kami sedang mencari [produk]  yang mana yang lebih layak ekspor, karena kan ada kriteria-kriterianya. Baik itu keawetannya, kualitasnya, dan juga petunjuknya harus bahasa Inggris,” jelasnya 

Untuk penyeleksian UMKM tersebut, kata Syamsudin, perusahaan akan memprioritaskan nasabah-nasabah UMKM dari Bank Sumsel Babel.

 Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo sangat menyambut baik atas apa yang akan dilakukan Bank Sumsel Babel tersebut. 

“Kami menyambut baik rencana ekspor produk UMKM ke Australia agar UMKM bisa memperluas pasar,” katanya.


BUMD Sumsel Ekspor Kelapa ke Thailand

Fadilla Anggraini 08 Jun 2021 Bisnis.com

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melibatkan BUMD PT Sriwijaya Agro Industri dalam peningkatan ekspor komoditas kelapa asal provinsi itu ke Thailand. 

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keterlibatan BUMD sebagai perusahaan yang dapat memberikan stimulan kepada para petani dengan membuka peluang bisnis baru dari hilirisasi turunan dari buah kelapa tersebut. 

"Walau usianya yang baru, PT SAI telah membuktikan perannya kepada pemerintah dalam menyerap hasil pertanian daerah dan mengekspornya,” kata Deru usai melepas ekspor perdana buah kelapa PT SAI baru-baru ini. 

Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Sumatra Selatan (Sumsel), kebun kelapa di provinsi itu terhampar di lahan seluas 65.242 hektare dengan produksi mencapai 57.750 ton kopra.

Produksi kelapa asal Sumsel itu selama ini memang telah berorientasi ekspor dengan pasar utama adalah China dan Thailand. 

Sementara itu Direktur Utama PT SAI, Arkoni, menyampaikan bahwa kegiatan ekspor ini akan berlangsung berkelanjutan dan jumlah permintaan ekspornya tidak terbatas dari negara Thailand. 

"Ini akan berjalan berkelanjutan, permintaan Thailand juga tidak terbatas menyesuaikan kemampuan ekspor yang kita miliki,” kata dia.

Untuk saat ini, Arkoni mengemukakan, kemampuan perusahaan hanya dapat mengirimkan lima kontainer. Pada tahap awal, PT SAI mengekspor sebanyak 135 ton kelapa ke Thailand.

Menko Airlangga Optimis Ekonomi Tumubuh 7-8 Persen pada Kuartal II

Mohamad Sajili 08 Jun 2021 Surya

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II (April-Juni) 2021 dapat mencapai tujuh hingga delapan persen secara tahunan (yearon year/yoy). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (7/6).

Pada kuartal I 2021 Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi negatif di minus 0,74 persen. Angka ini melanjutkan tren resesi perekonomian sejak kuartal II 2020. Pada APBN 2021 pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 - 5,5 persen.

Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, mengatakan pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 terus berlanjut, tercermin dari indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah. Kita melihat bahwa proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 sampai dengan 7,5 persen.


Tren Belanja Furnitur Meningkat

Mohamad Sajili 08 Jun 2021 Surya

Ritel furniture dan interior kantor, rumah dan lainnya dari Kawan Lama Group, Informa, terus agresif membuka geral Jawa Timur (Jatim). Terbaru, Senin (7/6), Informa Suncity diresmikan sebagai gerai kedua di Sidoarjo dan gerai terbesar ketiga di Jatim. Kehadiran Informa di Suncity Mall Sidoarjo ini menggantikan Giant Extra yang sudah tutup operasional beberapa bulan yang lalu.

Mengusung slogan'Furnishings with Style', Informa Suncity Mall tidak hanya menyediakan produk furnitur dan interior saja, tapi juga menyediakan produk elektronik. Diakui Joni, selama pandemi covid 19 sejak tahun 2020 lalu, penjualan produk furniture, elektronik, dan interior terus mengalami peningkatan.

Mulai dari furnitur besar, seperti tempat tidur dan lainnya, interior kecil-kecil untuk kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur dan lainnya terus mengalami peningkatan permintaan, Termasuk kebutuhan taman, seperti pot, rumput sintetis dan lainnya, saat ini juga sedang meningkat.


Pilihan Editor