Pengganti Sandal Jepang, Original Buatan Indonesia
Sandal jepit Swallow seolah sudah jadi andalan sebagian besar orang Indonesia untuk dipakai sehari-hari, baik kota-kota besar maupun pelosok-pelosok desa. Lantas siapa sebenarnya sosok di balik sepak terjang sandal jepit Swallow yang melegenda?
Sandal jepit Swallow di produksi oleh perusahaan bernama PT Sinar Jaya Prakarsa, sebuah pabrik yang kantor pusatnya beralamat di Jalan Kamal Raya No 1, RT 7/ RW 9, Tegal Alur, Kalideres, DKI Jakarta. Swallow adalah salah satu merek sandal jepit yang paling populer dan tertua yang diproduksi di pabrik PT Sinar Jaya Prakarsa. "Ini adalah merek yang hampir dikenal oleh setiap orang Indonesia karena dijual di hampir semua pasar tradisional dan modern," demikian penjelasan PT Sinar Jaya Prakarsa, dikutip dari laman resmi perusahaan pada Selasa (18/5/2021).
"Nama dan logo Swallow melambangkan burung wallet, seekor burung yang mewakili kebebasan, pertumbuhan, dan kesetiaan," sambungnya mengenai makna logo sandal japit Swallow.
PT Sinar Jaya Prakarsa adalah perseroan terbatas swasta yang didirikan pada tanggal 28 Februari tahun 1987. Perusahaan tersebut memulai pabriknya dengan sekitar 500 karyawan. Bermula dari hanya ratusan karyawan, selama bertahun-tahun pabrik sandal Swallow telah berkembang menjadi hampir 2000 karyawan. Selain itu, pabrik sandal Swallow juga berkembang dalam inovasi dengan mengadopsi permesinan dan teknologi terkini.
Sejak awal, pabrik sandal Swallow memang didirikan sebagai perusahaan yang memproduksi sandal karet dengan menggunakan bahan dan teknologi berkualitas tinggi. Dua bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi sandal jepit Swallow adalah karet alam kelas internasional dan EVA (Ethylene Vinyl Acetate). "Kami memproduksi sandal karet dengan harga terjangkau namun berkualitas untuk seluruh warga negara Indonesia, dan negara lain, dengan tujuan untuk meningkatkan gaya hidup mereka," paparnya.
Adapun sosok di balik pabrik sandal Swallow ini adalah pria bernama Amir Djohan. Amir Djohan lah yang kini menjabat sebagai pemilik perusahaan sandal Swallow sekaligus komisaris perseroan.
PT Sinar Jaya Prakarsa menjelaskan bahwa sebelum sandal karet diperkenalkan dan diproduksi massal di dunia, zori Jepang atau sandal gaya Jepang adalah jenis sandal yang paling populer. Hal ini terutama diperkenalkan oleh tentara Amerika yang pulang dengan sandal dari Jepang selama Perang Dunia II (1940). Zori Jepang adalah alas kaki tradisional Jepang yang terbuat dari jerami padi dan kayu berpernis dan sering digunakan bersama dengan pakaian tradisional Jepang, kimono. "Setelah kebangkitan zori Jepang, konsumen menyadari bahwa karena bahan yang digunakan dalam zori Jepang, sandal menjadi licin dan kaku. Dengan demikian, seiring dengan maraknya industri-industri, karet ditemukan menjadi bahan yang tepat untuk digunakan sebagai sandal. Sandal karet lebih fleksibel, tahan lama, dan tidak licin," jelasnya. Kini, sandal jepit Swallow sendiri sudah mempoduksi beragam varian sandal karet dengan berbagai model bermotif atau corak.
Yang paling terkenal tentu saja adalah model sandal jepit Swallow original tanpa corak alias polos dengan alas berwarna putih dan karet japitan warna hijau, biru, kuning, atau beberapa warna lain. Umumnya, harga sandal jepit Swallow model tersebut dibanderol dengan nominal sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 di pasar-pasar atau toko konvensional.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023