Iwak Tempalo Fenomena UMKM Baru
BADAN Pusat Statistik juga mencatat adanya kenaikan angka kemiskinan pertama dalam tiga tahun terakhir. Kemiskinan ekstrem memang meningkat akibat bencana pandemik Covid 19 tahun ini. Bank Dunia bahkan meramalkan bahwa tingkat kemiskinan akan terus bertambah dikarenakan bencana pandemik Covid 19.
Sebetulnya ekonomi kreatif ini melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah terbukti dapat bertahan dari krisis. Pada tahun 2008, UMKM mampu bertahan pada krisis keuangan global tahun 2008. UMKM mempunyai kekuatan yang cukup dalam menopang perekonomian Indonesia karena UMKM dianggap dapat mejaga roda ekonomi negara dari ancaman banyaknya pengangguran.
Dimasa pandemik, masyarakat harus berjuang ekstra keras untuk meneruskan kehidupan mereka. Banyak dari mereka yang menjadikan hobi menjadi sarana mencari penghasilan di masa pandemik. Hobi ini berubah menjadi ekonomi kreatif yang menghasilkan pendapatan di masa sulit akibat pandemik.
Ternak ikan cupang menjadi salah satu profesi yang menjadi primadona saat ini bagi masyarakat saat ini. Hasilnya juga terbukti cukup menjanjikan karena dilihat dari peminat ikan cupang hias yang meningkat dan nilai jual ikan cupang yang cukup tinggi saat ini.
Usaha ikan cupang atau lwak tempalo jika dilihat hanyalah sebuah usaha kecil, tetapi usaha ini memiliki prospek untuk dapat meningkatkan geliat ekonomi di masyarakat. Sebagai salah satu usaha mengentaskan kemiskinan, usaha ikan hias merupakan hobi yang dapat menghasilkan nilai tambah. Usaha yang dimulai dari hobi saat ini sedang marak, salah satunya adalah usaha ikan cupang atau iwak tempalo. Usaha ikan cupang ini bahkan sudah merambah ke beberapa publik figure, dan yang tidak tanggung-tanggungnya lagi, para public figure mau mengeluarkan uang puluhan juta bahkan ratusan juta agar dapat memiliki ikan cupang jenis tertentu. Populernya ikan dengan nama latin Betta sp ini pun mendatangkan pundi-pundi bagi orang yang terjun dalam dunia percupangan ini dan mampu memberikan nilai tambah bagi beberapa keluarga di masa bencana pandemik Covid 19.
Menurut Wikipedia (2021), ikan cupang atau Betta sp atau dalam bahasa Palembang disebut iwak tempalo merupakan ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.
Ikan cupang terbagi dalam tiga kategori, yaitu cupanghias, cupang aduan, dan cupang liar. Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan yang dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama walau ditempatkan pada wadah dengan volume air sedikit dan tanpa alat sirkulasi udara atau aeratof. Makanan ala favorit ikan cupang adalah jentik nyamuk, cacing sutra, cacing darah atau kutu air.
Perkembangan teknologi dan pembangunan juga meningkat angat pesat, tentunya hal tersebut mempengaruhi pola hidup di masyarakat. Usaha ikan cupang mulai menyesuaikan dengan berbagai failitas teknologi dengan menggunakan media sosial, seperti Instagram, YouTube, dan Facebook sebagai wadah promosi dan penjualannya. Usaha ikan cupang saat ini sedang mengalami kejayaannya. Beberapa provinsi di Indonesia bahkan mulai mengangkat ikan cupang sebagai kontes di daerah masing-masing. Bahkan hadiah yang di berikan juga tidak dalam jumlah yang sedikit, tetapi bernilai puluhan juta rupiah.
Bisnis ikan cupang ini juga menjanjikan peluang yang luar biasa depgan prospek ekspor yang Cukup besar. Menurut data Badan Pusat Statistik (2020) menunjukkan data pada 2018 nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai US$32,23 juta, pada semester 1 2019 nilai ekspor ikan hias sudah mencapai US$16,54 juta atau tumbuh 2,56% dibandingkan semester 1 2018. Pada 2020 ditargetkan 6 persen-10 persen total nilai ekspor perikanan disumbangkan melalui ekspor komoditi ikan hias.
Bisnis ikan cupang sebagai ikan hias merupakan bisnis yang cukup menjanjikan dan perlu dicoba. Modal yang dibutuhkan tidak begitu besar, tetapi keuletan, ketelatenan serta ketekunan yang membutuhkan modal yang besar. Selain mengetahui keuntungan dalam bisnis ikan hias satu ini adalah memahami bagaimana cara budidayanya. Langkah utama yang perlu dilakukan dalam melakukan bisnis di ikan cupang adalah memilih bibit ikan yang berkualitas.
Beberapa pencinta ikan cupang bahkan memburu bibit ikan cupang yang berasal dari Thailand. Hal ini disebabkan, bibit ikan cupang Thailand dikenal dengan variasi atau jenis yang beragam, dan dengan warna-warna yang memikat. Pemberian pakan menjadi hal yang sangat penting dikarenakan pakan sangat menentukan hasil ternak ikan cupang hias ini.
Menjalani suatu bisnis memang memiliki kelebihan dan kekurangan, sama halnya dengan bisnis ini. Meskipun modal yang dibutuhkan kecil, ikan cupang harus dirawat agar bisa tumbuh dengan baik. Jika dilakukan dengan tekun, pastinya bisnis ini membuahkan hasil yang bagus. Fenomena bisnis ikan cupang ini menumbuhkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan sebagai modal usaha mandiri dalam skala kecil.
Tahun 2021 ini masih memberikan prospek yang menjanjikan bagi bisnis ikan cupang, karena belum terlihat tanda-tanda penurunan permintaan. Tidak bisa menafikan komunitas hobi ikan cupang di Indonesia justru semakin meningkat di tahun ini. Oleh sebab itu bisa dikatakan bisnis ini masih cukup menjanjikan untuk dipilih. Fenomena bisnis ini akan membuat suatu lapangan pekerjaan baru dengan wirausaha UMKM pada bisnis ikan cupang.
Percepat Kawasan Food Estate, Gelar Monev
PALEMBANG - Provinsi Sumsel menjadi salah satu provinsi yang dipercaya menjadi lokasi Food Estate. Program ini akan menjadikan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Untuk merealisasikan itu, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel bersama instansi dan daerah melakukan percepatan implementasi program tersebut dengan melakukan rapat kerja dengan Sekretariat Kabinet RI bersama Kementerian Perekonomian bidang Perekonomian, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.
"Tim ini melakukan kunjungan ke Sumsel dalam rangka melihat, memonitoring dan evaluasi kesiapan dan rencana pelaksanaan Food Estate di Sumsel pada 9-11 Juni," kata Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono usai Kegiatan Monitoring dan Evaluasí Program Peningkatan Penyediaan Pangan Nasional melalui Pengembangan Kawasan Food Estate di Kantor DPTPH, kemarin.
Dia mengatakan, program Food Estate telah digelar kick off di 5 daerah pada 28 Mei, yakni Banyuasin, Ogan Komering llir (OK), OKU Timur, Ogan Ilir, dan OKU Selatan. Berdasarkan rapat, ada 5 komponen yang harus dipersiapkan daerah. Pertama, lokasi atau area of intrest, Sumsel mencatat alokasi lahan 1,7 juta hektare, tetapi akan dirinci mana lokasi yang berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sehingga betul betul by name by adress.
Alokasi lahan, Kabupaten OKU Timur seluas 20.629 hek tare, OKU Selatan 3 ribu hektare, dan Ogan Ilir 2 ribu hektare. Sehingga totalnya 25.629 hektare. Jumlah itu belum termasuk usulan lahan Food Estate yang telah masuk ke Kementerian Pertanian September 2020 seluas 178 ribu hektare. Rinciannya Kabupaten Banyuasin 118.732 hektare dan OKI 59.751 hektare.
Kedua, yang jadi catatan lokasi Kajian Lingkungan Hidup Stratogis (KLHS) sedang dipersiapkan. Food Estate ini harus berwawasan lingkungan dan punya amdal di lokasi sehingga keberadaannya tidak cemari lingkungan dan punya konsep pertanian berkelanjutan, Ketiga, daerah itu harus menyiapkan model bisnis di Sumsel. Usaha harus berbasis pertanian modern, usaha tani berbasis pendekatan digitalisasi. Tak hanya konsep pertanian dalam arti selama ini, juga harus ada percepatan yang diakomodir dari hulu dan hilir. "Petani kami dorong melakukan peningkatan produksi tetapi kesejahteraan,” ucap dia.
Keempat hilirisasi. Bagaimana produk yang dihasilkan petani Food Estatepunya nilai tambah, jaminan pasar dan petani dapat harga yang pantas sesui harga pasar. Terakhir paling penting berbasis kooporasi dengan terbentuknya kooporasi di lokasi Food Estate. Kehadirannya akan fasilitasi kebutuhan para petani peserta dan penjualan produk. "Petani punya perencanaan matang,” tegasnya. Dari semuanya kini proses kejelasan area (lahan), dokumen, hingga master plan. Termasuk hilirisasi produk bekerja sama dengan mitra swasta dan Bulog. BUMD, dan mitra lain.
Kasi Rehabilitasi Lahan Perluasan dan Perlindungan Kementan RI German Silaen SE MM mengatakan pihaknya mengapresiasi kesiapan Sumsel melaksanakan Food Estate. Apalagi daerah ini punya keunikan dan keungulan lokal yang jadi nilai tambah untuk jadikan Sumsel kawasan Food Estate. "Kami lihat potensi besar. Bagaimana kesiapan meski ada beberapa hal perlu jadi perhatian, seperti SDM, sarana dan prasarana" ucapnya. Karenanya, sambung dia, pihaknya berharap terjadi percepatan implementasi program.Kreasi Amnyaman Rotan, Giatkan Gotong Royong
SANGA DESA - Perbagai kreasi kerajinan dari anyaman rotan telah dihasilkan ibu-ibu PKK Desa Jud II, Kecamatan Sanga Desa, Muba. Seperti anyaman rotan untuk sangkek, tampah beras dan sebagainya. Ketua PKK Desa Jud II, Mahdalena mengatakan kegiatan PKK Desa Jud II diprioritaskan dalam bentuk home industry.
"Kita sedang menggalakkan ibu-ibu di sini untuk terus berkreasi membuat anyaman dari rotan," katanya. Anyaman tersebut, lanjutnya, merupakan warisan yang masih dipertahankan. Karena itu, PKK Desa Jud II terus mengajak ibu-ibu untuk giat membuat berbagai kerajinan di desa.
"Untuk produk kita terus tingkatkan. Sayangnya, masih terkendala pemasaran. Untuk kerajinan ini masih digunakan masyarakat lokal. Harapan ke depan bisa dipasarkan hingga ke Sekayu," tuturnya. la juga mengakui anyaman rotan terkadang masih kalah dengan produk plastik yang dinilai efisien juga menggunakan mesin cetak.
Mahdalena mengatakan Desa Jud II juga rutin melaksanakan kegiatan PKK. Seperti pengajian, arisan, dan posyandu. Bahkan untuk kegiatan tanam toga, kebersihan dilakukan secara bergotong royong. "Untuk budaya gotong royong, alhamdulillah warga di sini masih kuat. Sehingga setiap kegiatan kemasyarakatan selalu digelar bergotong royong," jelasnya.
Untuk tanam toga, lanjutnya, juga dilakukan secara bersama. "Kami di sini menanam obat-obatan keluarga seperti kelor, jahe, kunyit dan sebagainya. Selain meringankan beban ibu-ibu untuk memproduksi bumbu dapur juga, menjaga obat-obatan keluarga," tambahnya. la juga mengakui kalau PKK Desa Jud II juga pernah memproduksi keripik pisang dan ubi.
Kades Jud II, Harta Dinata mengatakan selalu mendukung semua kegiatan PKK. Apalagi berkaitan dalam memajukan pembangunan desa. "Intinya, kami perangkat desa tentu akan mensupport kegiatan PKK agar lebih maju dan terus berinovasi," jelasnya. la juga berharap kegiatan PKK bisa menambah pendapatan bagi ibu-ibu Desa Jud II dalam meningkatkan perekonomian keluarga.Giatkan UP2K, Kelola Keripik Pundang Lancang
BABAT TOMAN - Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK terus digencarkan. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Burge, Kecamatan Babat Toman, Muba A Murni menjelaskan, program UP2K sudah diperkenalkan sejak lama.
Bantuan modal usaha diberikan kepada PKK Desa Burge untuk mengaktifkan program kegiatan di desa tersebut. "Saat ini UP2K dilaksanakan dan dikembangkan. Modal usahanya diperoleh dari berbagai sektor. Bisa berasal dari pribadi, lembaga maupun dari sumber lainnya, kata A Warni.
Saat ini UP2K PKK di Desa Burge masih bertahan. Maka, PKK Desa Burge selalu memberikan sosialisasi agar program ini bisa membantu perekonomian masyarakat. "Kita giatkan agar ibu-ibu PK terus mengembangkan usahanya dalam menambah perekonomian keluarga," katanya.
la juga mengatakan kegiatan UP2K di antaranya pembuatan keripik pundang lancang dan keripik pisang kup melati yang sudah dijual dan dipasarkan ke beberapa desa di Kecamatan Babat Toman.
Selain itu ada juga kerajinan tangan membuat tas dari manik-manik dan hasil budidaya tanaman toga. "Belum lama ini, Desa Burge mewakili kecamatan untuk mengikuti lomba usaha keripik lancing,” tuturnya.
Lebih lanjut Murni juga mengatakan kegiatan rutin di Desa Burge tetap dilakukan. Seperti posyandu, pengajian, senam bersama dan arisan. "Pokoknya, untuk kegiatan PKK ini alhamdulillah berjalan lancar dan ibu-ibu PKK di sini aktif," jelasnya. Bahkan, kata Murni, telah dibentuk ikatan remaja masjid yang kan membangkitkan ilmu agama di Desa Burge.
Sementara itu, Kades Burge, Syamsuri SN mengatakan kalau PKK sangat aktif. Bahkan, diakui oleh desa-desa lainnya di Kecamatan Babat Toman. "Meski demikian harapan saya tentu makin ditingkatkan. Sebagai perangkat desa tentuk akan siap mensupport semua kegiatan PKK Desa Burge" kata dia.Kembangkan Olahan Tanaman Kelor
JIRAK JAYA - Banyak gebrakan dan inovasi yang dilakukan di Desa Layan, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Salah satu yang jadi prioritas yakni pembangunan jalan. Baik yang setapak maupun jalan penghubung antardesa. "Dicor semua. Jadi, jalan lebih baik lagi," ujar Kades Layan, Suhar.
Akses jalan yang bagus, sambungnya, sangat penting. Mengingat jalan merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar. Pembenahan infrastruktur ini, sambungnya, sebagai bentuk perhatian bagi warga. "Akses perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian desa," lanjutnya. Beberapa rencana ke depan, sambungnya, akan membangun lapangan futsal. Apalagi tim futsal Desa Layan sering bertanding. Bahkan pernah masuk jajaran juara. “Semoga segera terealisasi," tukasnya.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Layan juga krearif. Mereka berwirausaha dengan membuat keripik pisang sejak 2019 lalu. "Terus dikembangkan, "ucap Ketua TP PKK Desa Layan, Endang Sasmita.
Selain itu, juga ada pembuatan kebun tanaman obat (toga). Tak hanya di kebun, desa, tapi di setiap peka rangan rumah warga, juga ada tanaman obat. "Kini kami sedang mengembangkan kreasi dari tanaman kelor.Manfaatnya banyak dan bisa diolah menjadi makanan. Ini potensi bagi pendapatan warga desa kami," tukasnya.
Rid's Hotel Nyaman Diperbatasan Palembang
PALEMBANG, TRIBUN - Rid's Hotel yang berada di kawasan KM 11 Palembang, resmi dibuka untuk umum, Rabu (9/6/2021). Grand opening hotel ini diresmikan langsung dengan pemotongan pita dan penandatangan plakat bersama tamu undangan.
Hotel ini menawarkan promo menginap murah Rp 300 ribu per malam untuk kamar superior da Rp 350 ribu untuk kamar deluxe. Promo ini berlaku hingga akhir Juni dan akan kembali normal pada Juli nanti.
Sales Senior Marketing Rid's Hotel Selly Johan mengatakan, hotel yang mengusung konsep industrialis modern ini memiliki 55 kamar yang terdiri dari 4 tipe superior king atau twin, deluxe, family suite, family suite triple. Free akses internet juga sudah tersedia untuk di kamar maupun di area umum.
Tersedia juga ballroom dengan kapasitas 20-700 orang yang terbagi menjadi 3 ruangan yaitu ruang meeting Mezzanine I, Mezzanine II dan Maestro Ballroom yang cocok dimanfaatkan untuk kegiatan rapat hingga mengelar resepsi dan acara ulang tahun serta kegiatan lainnya.
Dari sisi restoran, hotel Rid's ingin mengajak masyarakat bernostalgia bersantap bersama keluarga dan relasi bisnis di resto yang menyajikan makanan enak dengan harga terjangkau. Resto ini memiliki daya tampung hingga 100 orang.
“Kami ingin mengubah mindset masyarakat kalau makan di restoran hotel itu mahal, di Rid's hotel makan di restoran itu terjangkau mulai Rp 25-90 ribu nett sehingga harganya sama dengan di cafe namun tetap dengan layanan restoran yang baik dan makanan berkualitas,” ujar Selly.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri yang hadir dalam peresmian hotel itu mengatakan agar hotel tetap menjalankan bisnis dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat sebab covid-19 itu nyata. Dia bersyukur angka lonjakan covid di Sumsel tidak terlalu jauh seperti di darah kain di tanah air.
Dia berharap keberadaan hotel Rid's bisa memberikan ruang bagi pelancong dari luar kota sehingga saat tiba di Palembang bisa langsung menemukan hotel saat baru sampai di perbatasan Palembang
"Semoga hotel ini bisa mengakomodasi pelaku perjalanan dari luar kota khususnya dari Jambi, Muba dan lainnya karena begitu masuk Palembang ada hotel yang nyaman dan menerapkan prokes sehingga pengujung merasa aman saat menginap dan beraktivitas," ujarnya.Salurkan KUR Rp 100 Miliar Untuk Peremajaan Kelapa Sawit
PALEMBANG, TRIBUN - Bank Negera Indonesia (BNI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 100 miliar pada sekitar 1000 petani di lima Koperasi Unit Desa (KUD) mitra PT Hindoli. Pemimpin Wilayah BNI Palembang Sunarna Eka Nugraha mengatakan, KUR yang disalurkan ini diperuntukkan bagi petani agar bisa meremajakan kelapa sawit sehingga tetap produktif terus. Masing-masing petani mendapat pembiayaarn KUR rata-rata Rp 100 miliar tergantung luas lahan yang dimiliki petani tersebut.
Program penyaluran KUR untuk peremajaan kebun kelapa sawit ini merupakan salah satu program pemerintah memberikan bantuan untuk peremajaan kebun kelapa sawit melalui dana BPDPKS, yang dapat digunakan oleh petani untuk membangun kebunnya pada tahun 1 dan tahun 2," ujar Eka, Selasa (8/6/2021). Dia mengatakan selanjutnya petani dapat menggunakan fasilitas kredit dari bank BNI sebagai sumber pendanaan lanjutan untuk pembangunan kebun kelapa sawit sampai dengan tanaman menghasilkan.
Sementara itu Direktur PT Hindoli, Anton Bagus mengatakan Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan dari kebun kelapa sawit petani plasma Hindoli adalah TBS yang sudah memenuhi standar dan lulus sertifikasi seperti sertifikasi RSPO. Itulah sebabnya petani terus dibimbing agar bisa mengasikan buah sawit yang berkualitas sehingga memiliki harga jual bagus untuk meningkatkan taraf hidup petani sawit. Semoga kredit yang diberikan ini berguna bagi petani meningkatkan produksinya dan terimakasih telah memberikan kredit pada petani plasma kami," ujar Anton.
Bantu Eksportir Pasar Australia
Bank Sumsel Babel sedang mencari usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang siap mengekspor produk khas kuliner Palembang ke Australia sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama. Direktur Utama Bank Sumsel Babel Ahmad Syamsudin di Palembang, Selasa (8/6), mengatakan produk yang akan diekspor harus tahan lama, misalnya kerupuk kemplang atau Kopi bubuk. “Siapa yang siap akan kami bantu ekspor, diutamakan nasabah Bank Sumsel Babel," ujarnya usai audiensi dengan Pemkot Palembang. Menurut dia, UMKM harus memenuhi kriteria teknis dan nonteknis jika ingin mengekspor produknya ke Asutralia, seperti info produk harus berbahasa Inggris dan proses produksi harus higienis. Penjajakan ekspor tersebut ditawarkan langsung Kedubes Australia melalui webinar beberapa hari lalu, kata dia, pihaknya ingin memanfaatkan tawaran itu untuk menaikkan kelas UMKM di Palembang.
Rencana ekspor itu juga dinilai sebagai upaya membuka akses pasar untuk mengopimalkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) yang telah disalurkan Bank Sumsel Babel. la menjelaskan BSB mendapat kuota penyaluran KUR senilai Rp550 miliar pada 2021 dan telah disalurkan ke berbagai UMKM sekitar Rp300 miliar hingga Mei 2021. "UMKM akan berkontribusi untuk perekonomian jika pelaku usahanya siap, ada dananya, ada pembinaannya dan punya akses pasar,” kata dia.
Sementara Wali Kota Palembang Harnojoyo menyambut baik rencana ekspor produk kuliner Palembang ke Australia sebagai upaya branding dan pemulihan ekonomi masyarakat. "Kita apresiasi rencana baik ini dan mendukung penuh," katanya.
Cara Memperpanjang Merek Dagang
Kepemilikan atas merek dagang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya saing di dunia usaha. Sebab, merek merupakan identitas usaha yang menjadi pembeda antara barang yang diproduksi oleh satu pihak dengan pihak lainnya. Merek ini berupa tampilan grafis bisa dalam bentuk gambar, logo nama, kata, hurut, angka, susunan warna dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari dua atau lebih unsur tersebut. Dengan memiliki merek dagang, harapannya bisa mendongkrak pendapatan atau omzet dari usaha yang dijalani. Secara umum, terdapat beberapa fungsi dari pemakaian merek, yakni sebagai tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi dengan produksi orang lain atau badan hukum lain, sebagai alat promosi, Jaminan atas mutu barang, serta penunjuk asal dari produk tersebut dihasilkan. Untuk bisa mendapatkan merek dagang, Anda harus terlebih dahulu mendaftarkan dan mematenkan merek usaha ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).
Dikutip dari laman resmi DJKI Kemenkumham, dgip.go.id, berikut adalah fungsi dari pendaftaran merek: Alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan. Dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama untuk barang atau jasa sejenis. Namun demikian, tak seperti Hak Cipta yang berlaku seumur hidup, merek dagang memiliki jangka waktu. Merek yang sudah terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran merek.Pemilik kemudian bisa membuat pengajuan perpanjangan merek melalui Kemenkumham untuk 10 tahun berikutnya. Pengajuan perpanjangan merek bisa dilakukan paling lambat enam bulan sebelum masa perlindungan merek tersebut habis. Seperti proses pendaftaran merek, cara memperpanjang merek, dagang bisa dilakukan secara online. Untuk itu, terdapat beberapa dokumen yang harus disiapkan sebelum Anda memperpanjarng merek dagang. Dokumen yang diperlukan yakni Etiket/label merek Surat Kuasa Konsultan bermeterai (Jika menggunakan. konsultan), Surat Pernyataan Penggunaan Merek, Surat Pernyataan Tidak Menggunakan Kelas Barang/Jasa (untuk multi kelas), dan Surat Rekomendasi UKM Binaan atau Surat Keterangan UKM Binaan Dinas (Asli).
OVO Gandeng Fastpay
JAKARTA, TRIBUN - Sebagai platform pembayaran digital dan layanan finansial terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Yang terbaru, OVO bekerjasama dengan Fastpay agar bisa melayani semua lapisan masyarakat, khususnya masyarakat yang unbanked dan underbanked untuk melakukan isi ulang saldo (top up) secara offline.
Kerjasama tersebut kini mempermudah isi ulang saldo OVO karena dapat dilakukan melalui 265.000 mitra Fastpay yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit, kolaborasi dengan Fastpay merupakan bentuk komitmen OVO dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat unbanked dan underbanked. Ini merupakan salah satu upaya OVO untuk memberikan layanan keuangan yang inklusif, yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Sehingga bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank tetap bisa melakukan top up saldo OVO secara offline melalui mitra-mitra Fastpay Kami melihat masih banyak masyarakat yang selama ini masuk kategori unbanked dan underbanked kesulitan untuk melakukan top up saldo OVO, karenanya dengan kolaborasi ini semoga bisa membantu mereka." ujar Harumi dalam keterangan resminya, Rabu (9/6).
Sementara itu, Laksita Safitri Cakrawarti, Head of Biller Acquisition Division PT Bimasakti Multi Sinergi (Fastpay) menyebut bila kolaborasi dengan OVO merupakan kerjasama yang sangat positif dan menguntungkan serta memudahkan masyarakat secara luas.
Dari sisi pengguna, dengan jumlah mitra Fastpay yang mencapai 265 ribu di seluruh Indonesia yang tentu akan sangat membantu masyarakat yang selama ini tidak memiliki rekening bank dalam bertransaksi.
Sementara dari sisi mitra Fast pay yang didominasi oleh pelaku UMKM, kerjasama OVO dan Fastpay merupakan bukti nyata untuk mendukung UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
"Saat ini sudah ada sekitar 265 ribu lebih mitra Fastpay yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mereka siap membantu para pengguna OVO dalam melakukan top up secara offline. Jadi masyarakat hanya tinggal membawa uang tunai saja kemitra Fastpay, lalu nanti mitra kami yang akan membantu mereka melakukan top up,” kata Laksita
Sebagai informasi, Fastpay sendiri merupakan anak perusahaan dari PT Bimasakti Multi Sinergi, perusahaan berbasis IT dan layanan dalam industri tekfin di Indonesia, khususnya dalam bisnis micro-payment, e-commerce dan travel.








