;

Mobil Listrik Makin Riuh Berebut Pasar Indonesia

Imam Dwi Baskoro 09 Sep 2021 Kontan, 7 September 2021

Jakarta - Pasar mobil listrik di Indonesia bakal semakin ramai. Selain Toyota, Hyundai dan Nissan, kini berancang-ancang Vinfast (Vietnam), Chery (China) dan Honda e. Mobil listrik mempunyai potensi besar untuk masuk pasar Indonesia. Semakin hari pendapatan per kapita masyarakat Indonesia meningkat sehingga konsumen berpeluang membeli mobil listrik dengan kisaran harga RP 400 juta hingga Rp 500 juta. Harga mobil listrik bisa lebih murah lagi dengan rencana pemerintah memproduksi baterai mobil listrik di dalam negeri. 

Saat ini Honda memiliki beberapa opsi teknologi mobil listrik dan mereka terus mempelajari berbagai regulasi dan kebutuhan konsumen agar dapat menentukan teknologi yang paling sesuai untuk pasar Indonesia. Sedangkan Nissan melihat potensi pasar mobil listrik yang besar dan akan terus bertumbuh di Indonesia karena didukung regulasi. Nissan meluncurkan mobil listrik terbarunya, All New Nissan Leaf yang menawarkan dua varian, one tone dan two tone dengan harga berkisar Rp 649 juta hingga Rp 652 juta. Pabrikan Toyota juga mulai memperhitungkan pasar Indonesia melihat teknologi elektrifikasi makin diterima dengan baik oleh para pelanggan di Indonesia. 

Terkait mobil listrik yang paling diminati, teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) masih menjadi kontributor penjualan terbesar. Selain lebih awal masuk Indonesia, teknologi ini menjadi pilihan lantaran modelnya lebih banyak. Beberapa mobil listrik Toyota adalah All New Corolla HEV, All New Corolla Altis HEV dan All New C-HR HEV.

Grup Telkom dan Djarum Di Puncak Bisnis Menara

Imam Dwi Baskoro 09 Sep 2021 Kontan, 7 September 2021

Jakarta - Prospek bisnis menara telekomunikasi semakin menjulang. Setidaknya ada dua transaksi besar yang dilakukan operator menara dalam waktu berdekatan. Pertama, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), akan menuntaskan akuisisi 90% saham PT Solusi Tuntas Pratama Tbk (SUPR), yang memiliki 6.433 menara telekomunikasi dengan nilai aset Rp 12 triliun. Kedua, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mengambil alih 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). 

Praktis, dua transaksi jumbo tersebut semakin mengukuhkan para jawara menara telekomunikasi di Indonesia. Kini, Grup Telkom merajai bisnis menara telekomunikasi dengan menguasai lebih dari 30.000 menara, melalui kepemilikan Mitratel dan Telkomsel. Prospek bisnis menara masih terbuka lebar untuk pengembangan pasar oleh perusahaan telekomunikasi lainnya. Saham-saham sektor telekomunikasi sangat menarik untuk dikoleksi jangka panjang. Pasalnya, saham di sektor ini memiliki prospek fundamental menjanjikan. 

Layanan Fintech Lending, Pebisnis Perluas Layanan Ke UMKM

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Persaingan bisnis di industri layanan keuangan berbasis teknologi peer-to-peer lending yang makin terbuka mendorong pelaku usaha untuk memperluas dan menjaga kualitas layanan untuk mempertahankan pendana dan peminjam, terutama di segmen UMKM. Secara umum, Industry Financial Technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending terbagi dalam kluster produktif, komsumtif, dan syariah. Namun pertarungan branding dan ciri khas yang paling kentara, terutama berasal dari pemain kluster produktif, karena menyasar peminjam dari segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berbeda-beda.

Chief Marketing Officer Koin Works Jonathan Bryan menjelaskan hal ini memiliki fenomena masih banyaknya calon borrower UMKM yang masih menggunakan rekening bisnis bercampur rekening pribadi. "Ini salah satu problem besar, karena biasanya mereka berpikir selama ini bisnis jalan baik-baik saja. Padahal, kedepan, ini akan berpengaruh ke credit scoring berkaitan pengelolaan bisnis. Kita lebih sulit melihat pendapatan dan labanya, sehingga platform P2P pun sulit menawarkan  fundrising ke para pendana (lender)," jelasnya dalam wawancara khusus pada Bisnis, Senin (6/9)

Oleh karena itu, Koin Works berencana meluncurkan salah satu layanan yang menggandeng perbankan digital bertajuk Koin Works Neo yang akan menyediakan layanan rekening bank digital instan, debit, dan kartu kredit yang dikhususkan untuk para pelaku bisnis UMKM. Kedepannya juga, platform Amartha Plus juga berencana menggelar layanan horizontal untuk membawa browser 'emak-emak' Amartha bisa berbelanja borongan secara digital, membantu mereka berkenalan dengan investasi dan proteksi lewat asuransi, sampai memiliki credit score  untuk membantu penilaian kredit bagi lembaga keuangan lain yang ingin terjun ke pelaku usaha wanita  mikro di pedesaan. (YTD)

Pabrik Baterai Listrik Ground Breaking pada 15 September

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Investor Daily, 9 September 2021

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) menyatakan, konsorsium LG Chem dan Hyundai akan melakukan ground breaking pembangunan pabrik untuk pengembangan ini dilakukan dari hilir yaitu melalui pembangunan pabrik baterai agar dapat peningkatan nilai tambah bagi produk ekspor Indonesia. "Pada 15 September besok kita sudah mulai ground breaking pembangunan pabrik LG yang kami teken diawal 2021 sebesar US$9,8 miliar. Kita mulai dari hilir, karena kalau dari smelter-nya tidak menutup kemungkinan barang setengah jadi kita kirim," ucap Menteri Investas/Kepada BKPM Bahlil Lahadalia dalam seminar daring, Rabu (8/9).

Untuk tahap awal nilai investasi yang akan dijalankan sebesar US$ 1,2 miliar untuk membangun pabrik baterai sudah dibangun maka akan ada komponen pabrik lain misalnya pabrik katoda dan prokursor yang rencananya dibangun dibatang, Jawa Tengah. Bahlil mengatakan, kedepan pemerintah akan melakukan industriallisasi sesuai dengan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki. Pembangunan pabrik baterai mobil ini merupakan pemanfaatan dari nikel. Indonesia memiliki cadangan nikel dunia hingga 22%. dengan perubahan tren dari bahan bakar fosil menjadi energy terbarukan maka pemerintah bisa mengoptimalkan pemanfaatan nikel untuk bahan bakar baterai listrik, "Kita ingin Indonesia masuk menjadi produsen terbesar untuk membangunan baterai mobil," kata Bahlil. (YTD)

Produk Gim Indonesia Cetak Transaksi US$ 13 Juta di Jerman

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Investor Daily, 9 September 2021

Produk kreatif Indonesia mencetak potensi transaksi sebesar US$ 13 juta atau sekitar Rp185,41 miliar dalam ajang pameran gim terbesar di dunia yaitu Gamescom Global 2021 di Berlin, Jerman.  Potensi transaksi tersebut diraih oleh 28 peserta /studio selama pameran yang berlangsung pasa 23-29 Agustus 2021. "Produk kreatif Indonesia semakin dilirik banyak peminat. Melalui pameran ini, diharapkan produk kreatif Indonesia dapat meningkatkan transaksi ekonomi di pasar global. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung promosi gim lokal ke berbagai pameran, diantara pameran terbesar gim di dunia saat ini," Kata Atase perdagangan Berlin Nurlisa Arfani dalam keterangan resminya, Rabu (8/9).

Pada pagelaran kali ini, paviliun Indonesia menampilkan 39 peserta yang dikurasi oleh Kemenparekraf dan AGI. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 15 diantaranya difasilitasi Kemenparekraf, 10 oleh KBRI Berlin, dan 5 peserta oleh ITPC Hamburg. Nurlisa mengungkapkan, konten gim juga bisa digunakan sebagai sarana promosi bagi sektor pariwisata maupun perdagangan. Beberapa gim Indonesia terbaru juga menampilakn detil grafik yang menampilkan destinasi wisata, budaya maupun produk Indonesia antara lain kopi dan makanan khas Indoensia. 

"Selain capaian potensi transaksi pada ajang ini, gim Indonesia terpilih sebagai gim yang paling diminati oleh wilayah Asia Tenggara  versi virtual SEA and Southeast Asian Game Developers. Beberapa diantaranya adalah Nusantara Fighter, Fallen Elysium, Dusk at War, and Fading Star, dan Project Unseek," ungkap Nafisa. Pada 2020, dari keseluruhan ekonomi kreatif di Indonesia, subsektor aplikasi dan gim menempati posisi ke-7 dari 16 sebagai penyumbang PDB ekonomi kreatif Indonesia. Transaksi gim mencatat nominal Rp24,88 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 2,19%, merupakan kontribusi subsektor Aplikasi Game Developer untuk PBD nasional. (YTD)

DPR Sahkan RUU Niaga Elektronik Asean

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Investor Daily, 9 September 2021

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Persetujuan Asean tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Asean Agreement on Electronic Commerce/AAEA) menjadi undang-undang pada Selasa (7/9). "Prioritas utama yang perlu difokuskan oleh Indonesia adalah menjadikan persetujuan PMSE se-Asean ini sebagai alat untuk mendorong kinerja perekonomian Indonesia dan penyesuain kebijakan di dalam negeri, sehingga pada akhirnya dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui pemanfataan teknologi digital, khususnya melalui PMSE," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan resmi, Rabu (8/9). AAEC juga diharapkan dapat memfasilitasi transaksi perdagangan antar wilayah Asean, mendorong penciptaan lingkungan yang kondusif dalam penggunaan PMSE, serta meningkatkan kerja sama antar negara anggota. "Dengan disahkannya RUU tersebut menjadi undang-undang, DPR bersama pemerintah telah membentuk payung hukum kerja sama pada sektor niaga elektronik antar pemerintah di Asean untuk meningkatkan nilai perdagangan dan jasa, meningkatkan daya saing pelaku usaha dalan negeri, dan memperluas kerjasama melalui pemanfaatan niaga elektronik di Asean," Tutur Mendag Lutfi. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan agar setelah RUU AAEC ini disahkan, pemerintah diharapkan segera menyusun program kerja nasional jangka pendek, menengah dan panjang untuk mempersiapkan Indonesia, khususnya sektor UMKM, agar dapat memanfaatkan PMSE. Saat ini, tercatat kontribusi PMSE mencapai 7% dari total produk domestik bruto di Asean. Perdaganagn niaga elektronik di Asean diperkirakan tumbuh menjadi US$ 200 miliar pada 2025. (YTD)

Perusahaan Rintisan, Pertanian Bakal Lahirkan Unikorn

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Beberapa perusahaan rintisan sektor pertanian berpotensi menjadi unikorn, seiring dengan besarnya potensi pasar produk pertanian di Indonesia. Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta Dianta Sebayang mengatakan bahwa proyeksi ini dilihat dari potensi ekonomi dan lapangan usaha pertanian. "Prosperknya akan tetap positif, dari sisi penjualan akan alami peningkatan." katanya, Rabu (8/9)

Dianta mengatakan prospek pasar perusahaan rintisan sektor pertanian hingga akhir tahun ini tetap positif di tengah pandemi Covid-19. Untuk mempersiapkan startup menjadi unikorn, Dianta menyatakan ada dua hal yang  perlu diantisipasi yaitu pemberlakuan PPKM dan resiko pemanasan global yang bisa mengakibatkan gagal panen. Oleh karena itu, dia menyarankan startup menguatkan asuransi dan pemodalan.

Handito menyebutkan Tani Hub adalah contoh startup yang berpeluang besar menjadi unikorn. Startup agritech itu mendapatkan pendanaan seri B senilai US$65,5 juta atau sekitar Rp932 miliar.  Dengan prestasinya tersebut, bukan tidak mungkin membuat Tani Hub menata ulang model bisnisnya. "Perlu peningkatan valuasi perusahaan dan tata ulang bisnis model sangat penting agar startup pertanian lebih siap unikorn," (YTD)

Zipmex Raih Dana US$ 41 Juta dari Krungsri, Plan B Media, dan Master Ad

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Investor Daily, 6 September 2021

Zipmex, platform jual beli aset kripto, meraih dana sebesar US$41 juta atau sekitar Rp584,6 miliar melalui putaran investasi seri B. Dana tersebut diperoleh dari Krungsari Finnovate Co Ltd, modal ventura korporasi yang merupakan anak usaha Bank of Ayudha, dan perusahaan multimedia terbuka, yaitu Plan B Media dan Master Ad (MACO) dari Thailand. "Moment ini menjadi penanda pertama kalinya bank papan atas dan perusahaan media multinasional yang telah melantai di bursa berinvestasi dalam platform aset digital. Melalui pendanaan ini, Zipnex bersama investor strategis baru akan berusaha menjangkau jutaan pelanggan di Asia Tenggara dan Australia. Diharapkan dalam tiga bulan mendatang, jumlah pelanggan di ekosistem Zipmex akan bertambah hingga lebih dari 400 ribu," kata CEO&Co-founder Zipmex Marcus Lim dalam keterangan tertulis.

Marcus menambahkan, dalam beberapa bulan mendatang, Zipmex akan meluncurkan Z Lunch, sebuah platform yang ditujukan bagi pemegang token ZMT, untuk mendapatkan bonus token baru dari berbagai proyek token atau koin berpotensi tinggi. "Bukan cuma itu, kami juga telah meluncurkan versi beta Zipworld di Thailand, dan tahun depan akan diluncurkan di Indonesia. Kami juga berencana mengintegrasikan ZipWorld dengan non-fungible tokens (NFT) yang saat ini sedang booming. Use Case inilah yang nantinya akan mendorong permintaan ZMT menjadi standar baru dalam berinovasi di dunia kripto," pungkas

Program pendanaan II, Accelerating Asia akan meningkatkan jumlah investasi hingga US$ 250 ribu per start-up. Pada program ini, investasi akan mengincar lebih banyak perusahaan start-up dengan model bisnis yang layak dan memberikan solusi inovatif serta layak secara komersial. Dalam kurun waktu satu tahun selama penyelesaian program akselerator Accelerating Asia, sebesar 80% start-up portfolio telah menerima pendanaan lanjutan dari para perusahaan modal ventura di wilayah sekitar, termasuk D4V, Chiba Dojo Fund, Headline Asia.(YTD)

Penguatan Aliran Masuk Modal Asing Berlanjut

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Investor Daily, 6 September 2021

Aliran masuk modal asing (capital flow) ke pasar keuangan Indonesia selama periode 30 Agustus hingga 2 September 2021 tercatat Rp 11,63 miliar. Nilai ini melanjutkan tren peningkatan capital inflow pada pekan-pekan sebelumnya yaitu dari Rp 3,49 trilliun pada periode 16-19 Agustus 2021, menjadi lebih dari dua kali lipat pada periode 23-26 Agustus 2021 yaitu sebesar Rp 7,67 triliun. BI memaparkan, berdasarkan data transaksi  nonresiden di pasar keuangan domestik, capital inflow Rp11,63 triliun itu meliputi beli neto Rp 10,57 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan beli neto di pasar saham Rp 1,06 triliun. "Sehingga, berdasarkan data setelmen selama 2021 atau year to date (ytd), nonresiden beli neto mencapai Rp27,24 trilliun," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan, pekan lalu.

"Penyebab aliran modal asing masuk (inflow) adalah berkurangnya supply SBN sebagai akibat dari SKB III, di mana proses  pembelian SBN dilakukan via private placement. Akibatnya, harga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun terus naik dan yield-nya turun ke level 6,02%," jelas Haryadi kepada Investor Daily, akhir pekan lalu . Menurut dia, rupiah yang menguat dan derasnya aliran modal asing itu di topang oleh hasil ekspor dan tambahan alokasi dari special drawing rights (SDR) serta pinjaman program. Semua ini akan menopang peningkatan cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 yang diperkirakan akan berada diatas US$ 140 miliar atau meningkat dibandingkan posisi cadangan devisa Juli 2021 yang tercatat US$137,3 miliar.

Sementara itu, terkait isu pengurangan likuiditas (tapering off) oleh bank sentral AS, The Fed, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menegaskan bahwa investor sudah melakukan antisipasi sejak sinyal tapering off menguat di awal 2021. Sebagai contoh, porsi SBN yang dipegang asing sudah mengalami penurunan dari 30,17% per 30 Juni 2020, menjadi 22,88% pada 22 Juni 2021. Di pasar modal terdapat kecenderungan investor asing justru masuk disaat rencana tapering off The Fed menguat,"Pungkas Bhima. (YTD)

Perluasan Objek PPh, Otoritas Pajak Berburu "Kenikmatan"

Yuniati Turjandini 09 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Agresivitas pemerintah dalam meminimalisasi praktik penghindaran pajak tidak hanya menyasar korporasi. Rencanyanya, otoritas pajak akan melakukan pungutan terhadap pemberi kenikmatan atau natura(fringe benefit) dari wajib pajak badan kepada wajib pajak orang pribadi. Pasalnya, natura sering digunakan sebagai alat oleh wajib pajak baik badan maupun orang pribadi untuk melakukan penghindaran perpajakannya. Hal ini diatur oleh pemerintah melalui RUU tentang perubahan Kelima Atas UU No.6/1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pengenaan Pajak atas natura.

Sesungguhnya dalam penerapan PPh, natura dan/atau kenikmatan memenuhi definisi penghasilan dalam UU PPh, yaitu tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh yang dapat dipakai untuk komsumsi atau menambah kekayaan bagi penerimanya. Sekedar informasi, tarif PPh Badan yang saat ini berlaku adalah sebesar 22%, sedangkan tarif PPh Orang Pribadi berkisar antara 5%-30%. "Berdasarkan kajian kami, terdapat potensi tax gain yang cukup besar dari rencana penerapan anti-tax planning ini," jelas Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmardin Noor menjelaskan kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

"Pemberian natura dari perusahaan tidak bisa dibiayakan. Bagi penerima bisa juga ini bukan penghasilan, supaya beban pajak di perusahaan rendah dan wajib pajak orang pribadi tidak harus membayar pajak," jelasnya. Tak hanya itu, kenikmatan yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi juga tidak termasuk  kedalam penghasilan. Ditjen Pajak menghitung, kebijakan penetapan natura sebagai objek PPh akan mengakibatkan redistribusi penerimaan PPh Badan dan PPh orang pribadi. Secara rata-rata, potential gain PPh pasal 21 dari adanya kebijakan ini mencapai Rp4,40 trilliun pertahun. (YTD) 

Pilihan Editor