Temukan Potensi Kecurangan Rp 2,94 T
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan 2.170 temuan yang memuat 2.843 permasalahan senilai Rp 2,94 trillun terkait program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
Temuan itu, meliputi 887 kelemahan sistem pengendalian intern, 715 ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undanganan dan 1.241 permasalahan terkait ekonomi keekonomian, efisiensi dan efektifitas.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan, pihaknya telah memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah tersebut. Antara lain, agar pemerintah menetapkan grand design, rencana kerja satuan tugas Penanganan Covid-19 yang jelas dan terukur.
Tak hanya itu, Agung mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap PC-PEN selama tahun 2021 berhasil mengidentifikasi sejumlah masalah terkait identifikasi dan kodifikasi anggaran PC-PEN serta realisasinya.
Satgas BLBI Panggil Keluarga Bakrie
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia alias Satgas BLBI terus mengejar para debitur dan obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk memulihkan aset yang diketahui telah merugikan negara senilai Rp138 triliun.
Keluarga Bakrie, ada Nirwan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie yang masuk daftar panggilan. Adik dari Aburizal Bakrie itu diminta menemui Satgas pada Jumat (17/9) lusa. Upaya penagihan terhadap keluarga konglomerat Bakrie itu diketahui dari pengumuman yang disampaikan oleh Satgas BLBI melalui Harian Kompas pada Selasa (14/9) kemarin.
Nirwan, Indra, dan para obligor lainnya itu dipanggil ke Gedung Syarifuddin Prawiranegara Lantai 4, Kementerian Keuangan pada Jumat (17/9) pukul 09.00-11.00.
Mereka diminta menghadap ke Ketua Kelompok Kerja Penagihan dan Litigasi Tim C Satgas BLBI. Satgas BLBI menegaskan akan melakukan tindakan apabila para pihak yang dipanggil tersebut mangkir dari panggilan itu.
Fintech Dapat Guyuran Dana Jutaan Dolar
Pemain fintech lending makin gencar mendapatkan suntikan dana baru. Tak main-main, mereka mendapatkan suntikan dana hingga jutaan dolar baik dari investor asing maupun lokal.
Sepanjang 2021, beberapa fintech yang meraih pendanaan seperti Amartha, Danacita dan AwanTunai. Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan, alasan investor berinvestasi ke perusahaan fintech karena melihat potensi bisnis yang besar di Indonesia.
Fintech berkembang sejak tahun 2016, dan berkembang selangkah demi selangkah. Kemudian memperlihatkan pertumbuhan yang tetap tinggi
Pada tahun lalu saja, bisnis fintech tumbuh 25% walau menghadapi pandemi. Dengan realisasi, diperkirakan bisnis fintech tahun ini bisa melebihi angka 25% karena kesenjangan kredit di Indonesia masih tinggi.
Dengan potensinya yang besar, investor semakin gencar berinvestasi pada perusahaan fintech. Dari kerja sama tersebut, investor mendapatkan untung dari kenaikan harga saham fintech jika bisnis dan ekspansi perusahaan yang semakin besar.
Indosat dan Hutchison 3 Merger, Nilai Transaksi Rp 85,5 Triliun
Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited menandatangani kesepakatan transaksi definitif untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia. Nilai transaksi merger yang menghasilkan perusahaan gabungan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk ini mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 85,5 triliun. Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Asia. Penggabungan Indosat dan Hutchison 3 akan menyebabkan HC Hutchison memperoleh saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison. Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.
Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indoensia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham. PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memilki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14% saham. Penyelesaian transaksi ini bergantung pada persetujuan dari pemegang saham Ooredoo Group, CK Hutchison, Indosat Ooredoo, persetujuan reguler, serta berbagai syarat dan ketentuan. Jika semua persetujuan berhasil didapatkan, penggabungan ini diperkirakan selesai pada akhir maret 2021.
Aziz Aluthman Fakhroo, managing director of Ooredoo Group mengatakan, kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia. "Kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9). Sementara itu, Canning Fok, group co-managing director of CK Hutchison Holdings, mengatakan bahwa kesepakatan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia. (yetede)
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Menjadi Rp 119,74 Triliun
Pendapatan industri asuransi jiwa d tanah air meningkat 64 persen (year-on-year/yoy) sepanjang semester pertama 2021, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kenaikan pendapatan mencapai Rp 46,74 triliun menjadi Rp 119,74 trilliun.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon menyebut kenaikan ini menandai adanya sinyal pemulihan di industri. Salah satunya terlihat dari sisi pendapatan, di mana premi tumbuh sebesar 17,5 persen yoy.
Menurut Budi, besarnya pertumbuhan premi bisnis baru sangat ditopang oleh menguatnya peran penjualan Bancassurance. Saluran distribusi ini tumbuh 37,5 persen atau setara nilai premi Rp 37,96 triliun pada tahun ini.
BI Suntik Likuiditas Rp 118,35 T ke Perbankan per Agustus 2021
Bank Indonesia (BI) terus melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing di perbankan di 2021 ini. Total dana injeksi mencapai Rp 97,34 triliun pada semester pertama dan Rp 21 triliun hingga 31 Agustus 2021, di semester kedua.
Sementara pada 2020, suntikan likuiditas BI mencapai Rp 726,57 triliun. Sehingga secara total sejak 2020, BI telah melakukan injeksi likuiditas sebesar Rp 845 triliun atau setara 5,3 persen PDB.
Menurut Destry, kebijakan ekspansi moneter ini telah membuat kondisi likuiditas perbakan hingga Juli 2021 sangat longgar. Ini terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi yaitu 32,51 persen.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga telah beberapa kali menyinggung soal kebijakan injeksi likuiditas ini. Perry telah memberi sinyal bahwa injeksi likudiitas pada tahun 2022 bakal terus berkurang.
Nirwan dan Indra Bakrie Diminta Bayar Utang Rp 22,67 M
Perwakilan keluarga Bakrie sudah datang menemui Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk penyelesaian utang ke negara Rp 22,67 miliar. Perwakilan ini datang setelah ada pemanggilan terhadap PT Usaha Mediatronika Nusantara.
Juru bicara Keluarga Bakrie sudah menanggapi pengumuman Satgas BLBI. Terutama, mengenai pemanggilan Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie untuk menagih piutang negara sebesar Rp 22,67 miliar.
Menurut juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, keluarga Bakrie tidak memiliki utang BLBI. "Bakrie tidak memiliki hutang BLBI, silakan klarifikasi langsung dengan Satgas BLBI," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 14 September 2021.
Merespons pernyataan juru bicara keluarga Bakrie, Rionald tetap bersikukuh dengan pemanggilan yang sudah dilakukan. "Usaha Mediatronika, dalam catatan kami, memang ada kewajibannya (utang)," kata Rionald.
Ukraina Berencana Melegalkan Pengaturan Kripto
Pemerintah Ukraina bakal
menjadi negara kelima dalam beberapa
pekan lagi, yang menetapkan beberapa
aturan dasar untuk pasar mata uang
kripto (cryptocurrency). Hal ini menjadi
pertanda bahwa pemerintah di seluruh
dunia menyadari bitcoin akan tetap ada.
Dalam pemungutan suara yang
hampir mencapai kata sepakat, Parlemen Ukraina mengadopsi hukum yang
melegalkan dan mengatur mata uang
kripto. Rancangan undang-undang
(RUU) ini disebut mulai dijalankan
pada 2020, dan sekarang berada di
meja Presiden Volodymyr Zelensky.
Sebagai informasi, sampai hari ini,
penggunaan mata uang kripto di Ukraina masih berada di area hukum abu-abu.
Di mana penduduk setempat diizinkan
untuk membeli dan menukar mata uang
virtual itu, tetapi perusahaan-perusahaan dan bursa yang berurusan dengan
kripto sering kali mendapat pengawasan
ketat oleh para penegak hukum.
Menurut Kyiv Post, pihak berwenang
cenderung mengambil sikap agresif
dalam hal uang virtual.
Dalam kunjungan kenegaraan resmi
ke Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu,
Presiden Zelensky berbicara mengenai
pasar inovatif legal pemula untuk aset
virtual Ukraina sebagai titik penjualan investasi. Sementara itu, Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov,
mengatakan negaranya sedang memodernisasi pasar pembayarannya sehingga
Bank Nasional-nya dapat menerbitkan
mata uang digital.
2024, Total Pengeluaran Layanan Makanan Daring Asean US$ 28 Miliar
Grab,
merek pengantaran makanan online (daring)
terkemuka di Asia Tenggara, merilis ‘Laporan Tinjauan Industri Pengiriman
Makanan 2021’ dengan
menggandeng Euromonitor International. Hasilnya,
pada 2025, total pengeluaran layanan makanan
online di Asia Tenggara
(Asean) diprediksi tumbuh tiga kali lipat menjadi
US$ 28 miliar.
Laporan tersebut didasarkan pada penelitian
yang diselesaikan pada
kuartal II-2021. Tujuannya untuk memberikan
pandangan mendalam tentang industri pengantaran
makanan selama lima tahun ke depan, termasuk
memaparkan selera konsumen di Asia Tenggara
pasca-Covid-19.
Bedasarkan laporan
tersebut, jumlah pengeluaran pengantaran makanan online Asia Tenggara diperkirakan tumbuh
lebih dari dua kali lebih cepat dari total pengeluaran
jasa makanan selama lima
tahun ke depan dengan
tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR)
sebesar 24,4% versus 12,1%.
Target Penerimaan Perpajakan Disepakati Rp 1.510 Triliun
Badan Anggaran
DPR dan pemerintah menyepakati penerimaan perpajakan
sebesar Rp 1.510 triliun dalam
Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (RUU APBN)
2022. Nilai ini naik Rp 3,1 triliun
dari penerimaan perpajakan
dalam RAPBN 2022 yang sebelumnya dibacakan Presiden
Jokowi dalam Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2021.
"Kami ingin mengambil keputusan untuk penerimaan perpajakan. Penerimaan pajak dari Rp
1.262,9 triliun menjadi Rp 1.265,0
triliun, penerimaan kepabeanan
dan cukai dari Rp 244 triliun
menjadi Rp 245 triliun, sehingga
total penerimaan perpajakan
menjadi Rp 1.510 triliun. Setuju?"
kata Ketua Banggar DPR RI
Said Abdullah yang disahuti
pernyataan setuju dari anggota
Banggar DPR dan pemerintah
dalam rapat Banggar DPR RI di
Jakarta, Kamis (9/9).
Dalam kesempatan tersebut,
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan
Askolani mengatakan bahwa
pendapatan perpajakan dari bea
keluar dalam APBN 2022 hanya
akan mencapai Rp 4,9 triliun
atau turun 72,7% dibandingkan
outlook APBN 2021 sebesar Rp
18,0 triliun.









