;

Cukai Rokok Membubung, Penjualan Terancam Limbung

Hairul Rizal 14 Dec 2021 Kontan

Pemerintah akhirnya menetapkan kenaikan tarif cukai rokok 2022. Rata-rata kenaikannya 12%. Kenaikan tarif ini lebih rendah dibanding rerata kenaikan tarif cukai tahun 2021 yakni 12,5%  Lebih terperinci, kenaikan tarif cukai 2022 tertinggi dikenakan untuk golongan Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 13,43% dan Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 13,57%. Sementara Sigaret Kretek Tangan (SKT) kena tarif paling rendah yakni naik 3,75%.



Keuangan Digital RI Bisa Tembus Rp 4.500 Triliun

Hairul Rizal 14 Dec 2021 Kontan

Sektor keuangan digital Indonesia berkembang pesat. Bahkan, di tahun 2030 mendatang nilai keuangan digital Indonesia diprediksi mencapai ribuan triliun. Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperkirakan sektor keuangan digital tumbuh menjadi Rp 4.500 triliun pada 2030, delapan kali lipat dari sekitar Rp 600 triliun pada saat ini.


Indeks Naik, Reksadana Justru Menyusut

Hairul Rizal 14 Dec 2021 Kontan

Tren positif pasar saham memberikan efek positif indeks LQ45. Indeks yang berisi saham berkapitalisasi besar paling likuid memimpin pergerakan 1,47%. Kenaikan diikuti indeks IDX30 0,97%, SMInfra18 1,32% dan SRI-KEHATI 1,32%. hanya indeks JII yang minus 9,19%. Infovesta Utama menyebut hal tersebut tidak serta-merta berpengaruh pada kinerja reksadana indeks. Per November 2021, dana kelolaan reksadana indeks berdenominasi rupiah turun dari Rp 9,39 triliun menjadi Rp 9,15 triliun atau turun 2,66% ytd.

Emiten Komponen Otomotif Kian Menderu

Hairul Rizal 14 Dec 2021 Kontan

Sejumlah emiten komponen otomotif optimistis bisa meraih pertumbuhan kinerja pada tahun depan. Hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi yang berangsur pulih dari tekanan pandemi Covid-19. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berharap pendapatan tahun depan akan lebih tinggi ketimbang realisasi tahun ini. Direktur AUTO Wanny Wijaya mengatakan, pemulihan kinerja AUTO telah terlihat dari tingginya tingkat utilisasi hingga kuartal III-2021 yang mencapai 80%-90%.


Berkah Harbolnas Akhir Tahun

Hairul Rizal 14 Dec 2021 Kontan

Kurir bersiap mengirim barang di sebuah gerai penyedia jasa logistik di Depok, Jawa Barat, Senin(13/12). Penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) diharapkan bisa memberikan efek ganda pada perekonomian nasional.

Asean dan G-7 Upayakan Penanggulangan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Yuniati Turjandini 14 Dec 2021 Investor Daily

Kemitraan Asean dengan negara-negara G-7 dinilai sangat diperlukan dalam membangun dunia yang eksklusif, lebih hijau, dan berkelanjutan. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi  menekankan pentingnya kerja sama pada dua hal, yaitu upaya mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Asean, G-7 Foreign and Development Ministers Meeting yang diselenggarakan secara hibrid. Salah sat sesi dalam tiga sesi utama adalah pertemuan khusus  Asean dan G-7, hanya dihadiri oleh negara G-7 dengan negara anggota serta sekretariat jendral Asean. Sementara itu dalam laporannya, Sekjen Asean Dato' Lim Jock Hoi menegaskan arti penting multiliteral dalam penanganan pandemi. Pada 2022 kemitraan semakin penting, karena tiga negara anggota Asean akan menjadi ketua. Yakni Indonesia sebagai G-20, Kamboja sebagai ketua Asean, dan Thailand menjadi Ketua Kerja  Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). (Yetede)

Inilah Resiko Ekonomi Terbesar untuk 2022

Yuniati Turjandini 14 Dec 2021 Investor Daily

Sebagian besar ekonom, termasuk dari Bloomberg Economics, pada dasarnya memperkirakan pemulihan yang kuat, pendinginan harga-harga, dan pergeseran dari pengaturan kebijakan moneter darurat. Masih terlalu dini untuk vonis pasti atas varian omicron dari Covid-19, ternyata lebih menular dari varian mendahulunya, mungkin terbukti kurang mematikan juga. Ancaman Inflasi, pada awal 2021, pemerintah AS diperkirakan mengakhiri tahun dengan inflasi 2% yang sekarang malah mendekati 7%, namun upah di AS bisa terus naik lebih tinggi. Menuju Kenaikan Suku Bunga Fed, sejarah baru-baru ini, dari tantrum tahun 2013 hingga aksi jual saham  2018, menunjukkan bagaimana  pengetatan Fed menjadi kesulitan untuk pasar. Kenaikan suku bunga The Fed bisa berarti pendaratan darurat untuk pasar negara berkembang.

Sektor Pertanian Tetap Tangguh

Yuniati Turjandini 14 Dec 2021 Investor Daily

Kinerja sektor pertanian sepanjang 2021 tetap tangguh  di tengah badai pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sektor tersebut mendapat banyak sematan, mulai dari sektor paling resilent, bantalan (bumper) ekonomi, hingga penyelamat dan penopang ekonomi nasional saat pandemi. Hal itu,  muncul karena produk domestik bruto (PDB) pertanian yang masih tumbuh positif, nilai tukar petani (NTP) yang meningkat,dan tidak adanya impor beras. Salah satu isu di sektor pertanian publik pada tahun ini adalah rencana impor beras yang pertama kali berembus dalam Rakernas Kementerian Perdagangan. Nyatanya, hingga penghujung 2021, rencana tersebut tidak terealisasi. Kementerian Perdagangan Muhamad Lutfi memperkuat pernyataan Kepala Negara, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan  kebutuhan beras nasional melalui optimalisasi serapan Perum Bulog untuk gabah dan beras petani sepanjang 2021. (Yetede)

Kuartal I, InJourney Optimistis Trafik Penerbangan Domestik Capai 90% dari Normal

Yuniati Turjandini 14 Dec 2021 Investor Daily

Holding BUMN Aviansi dan Pariwisata, PT Aviansi Pariwisata (persero) atau InJourney optimistik trafik (Traffic) penerbangan domestik pada kuartal I-2022 bisa mencapai 90% dari kondisi normal atau sebelum pendemi. Direktur Utama Aviansi Pariwisata Donny Oskaria mengatakan, saat ini trafik diseluruh bandara di Tanah Air sudah hampir mencapai 70% dari kondisi normal. Donny juga mengungkapkan gelaran MotoGP dan KTT G20 sebagai momentum pendukung percepatan kebangkitan dan pemulihan pariwisata di Indonesia setelah terdampak Covid-19. Lebih lanjut, kata Donny, tidak hanya penerbangan saja yang akan bersiap untuk menghadapi momentum MotoGP dan KTT G20 melainkan juga seluruh sektor pariwisata di Indonesia, termasuk perusahaan BUMN yang bergerak di bidang tersebut. (Yetede)

100 Terminal Type A Siap Dikerjasamakan dengan Swasta

Yuniati Turjandini 14 Dec 2021 Investor Daily

Saat ini, terdapat lebih terminal tipe A di Indonesia berpotensi dikerjasamakan dengan badan usaha swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). "Seratus lebih terminal tipe A dengan segala variasinya itu tentu akan menjadi peluang  bagi calon investor dalam negeri untuk berinvestasi sekaligus berpatisipasi dalam mengembangkan infrastruktur konektivitas yang bisa menunjang perekonomian pasca-pandemi kedepan," kata Tenaga Ahli KPBU dan Ketua Tim Proyek  KPBU Terminal Tipe A Purabaya dan Betan Subing Arianto Wibowo. Dikatakan, dalam Permen PPN 2/2020, terminal masuk dalam salah satu sektor yang bisa dikerjasamakan dalam KPBU. Didalam pelaksanaan proyek yang dikerjasamakan terdapat banyak risiko, apalagi sampai jangka waktu 10-20 tahun.  Makin lama waktu kerjasamanya, risiko yang timbul akan semakin banyak. Termasuk risiko perubahan kebijakan oleh pemerintah yang berpotensi mengganggu investasi tersebut. (Yetede)

Pilihan Editor