Membawa ”Blockchain” ke Kebun Petani
Pekan lalu, PT Sewu Segar Nusantara, produsen buah segar merek Sunpride, perkenalkan pemanfaatan teknologi rantai blok atau blockchain pada produk pisang mas, yang memungkinkan konsumen, pengecer, dan pelaku di rantai pasok melacak asal-usul dan riwayat perjalanan buah. Awalnya, proyek ini gandeng petani pisang mas Lumajang, Jawa Timur, sebagai produsen di hulu, serta PT Lion Super Indo sebagai gerai pemasar di hilir, dimana faktor ketertelusuran (traceability) terpenuhi sehingga kualitas dan keamanan pangan lebih terjamin. Pembeli pun bisa melacak asal pisang yang mereka beli.
Keunggulan blockchain adalah konsensus entri benar meski banyak pihak berperan dalam sistem akuntansi digital desentral ini. Teknologi rantai blok memungkinkan peserta mengakses setiap data. Namun, setelah di-masukkan dan diverifikasi, data tak bisa dimodifikasi hingga keamanan terjamin, maka blockchain layak jadi solusi atas problem sejumlah komoditas pangan dan pertanian Indonesia. Pemalsuan rempah pala asal Siau, Sulawesi Utara, bisa dihindari dengan sematkan riwayat perjalanan produk dengan teknologi blockchain. (Yoga)
Tags :
#BlockchainPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023