;

Ambisi Swasembada Energi di Tengah Tantangan

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Bisnis Indonesia (H)

Swasembada energi, yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menghadapi tantangan besar akibat pemangkasan anggaran yang dituangkan dalam Instruksi Presiden No. 1/2025. Pemotongan anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mencapai 42,4% dari anggaran sebelumnya, berpotensi mengganggu upaya besar seperti swasembada energi, ketahanan energi, dan transisi energi, terutama dalam hal pengawasan dan perencanaan sektor energi baru terbarukan (EBT).

Pemangkasan anggaran ini mempengaruhi beberapa kegiatan penting, termasuk program elektrifikasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), meskipun Kementerian ESDM masih berusaha mencari sumber dana tambahan, seperti dari PNBP hasil penjualan tambang. Pemotongan anggaran pada Ditjen Ketenergalistrikan, yang berperan vital dalam transisi energi, juga menjadi sorotan karena dapat memperlambat upaya Indonesia menuju ketahanan energi yang lebih mandiri.

Namun, beberapa tokoh, seperti Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Moshe Rizal, menekankan pentingnya menjaga kinerja pemerintah, khususnya dalam sektor migas dan perizinan, meskipun anggaran terbatas. Mereka berharap agar program-program vital, seperti pembangunan jaringan gas rumah tangga oleh PGAS, dapat tetap berjalan dan mendukung transisi energi yang ramah lingkungan.

Perdagangan Global di Bawah Bayang-Bayang Ketidakpastian

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Bisnis Indonesia

 Kebijakan protektif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang fokus pada kepentingan domestik dengan menaikkan tarif impor terhadap Kanada, Meksiko, dan China, berisiko memicu perang dagang global. Negara-negara tersebut sudah menyiapkan tindakan balasan, yang dapat memperburuk ketegangan perdagangan internasional. Konflik dagang yang semakin meluas, ditambah dengan kebijakan protektif negara-negara besar seperti AS, Uni Eropa, dan China, dapat menyebabkan kerugian ekonomi global, menurunkan GDP, meningkatkan pengangguran dan kemiskinan.

Seiring dengan proses pemulihan ekonomi global pasca-pandemi dan dampak perang Rusia-Ukraina, perang dagang yang meluas justru akan memperburuk kondisi ini. Negara-negara besar di dunia sebaiknya menjaga perdagangan global yang efisien, bebas, dan adil, dengan memperhatikan dampak kebijakan mereka terhadap negara mitra. China, misalnya, perlu menyesuaikan kebijakan subsidi dan nilai tukar mata uangnya yang dapat merangsang tindakan protektif dari negara lain. Sementara itu, negara seperti Indonesia perlu berhati-hati dalam kebijakan proteksi sektor industri dan pertanian.

Sayangnya, organisasi seperti World Trade Organization (WTO) tidak memiliki wewenang yang cukup untuk mencegah perang dagang ini, dan proses penyelesaian sengketa bisa memakan waktu lama. Oleh karena itu, masa depan perdagangan global akan sangat bergantung pada kebijakan negara-negara besar seperti AS, Uni Eropa, China, dan negara berkembang seperti Brasil, India, Afrika Selatan, serta Indonesia. Pemimpin negara-negara ini perlu mempertimbangkan dampak perang dagang terhadap kesejahteraan global, termasuk pengangguran, kemiskinan, dan masalah sosial lainnya.

Modal Dana Pensiunan

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Bisnis Indonesia
Kinerja dana pensiun sukarela pada 2024 menunjukkan pertumbuhan yang kurang optimal, yaitu hanya mencatatkan kenaikan sebesar 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun aset dana pensiun sukarela mengalami peningkatan, total peserta justru menurun sebesar 1,2%, yang menjadi tantangan utama untuk mencapai target pertumbuhan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9-11% pada tahun ini.

Asesor Kompetensi LSP Dana Pensiun, Syarif Yunus, menyoroti bahwa minimnya pertumbuhan peserta disebabkan oleh adanya penguncian peserta pada periode 2010-2015, terutama pada DPPK PPMP yang dianggap menjadi beban bagi perusahaan pendiri. OJK mendorong konversi PPMP menjadi PPIP untuk meningkatkan jumlah peserta. Selain itu, faktor pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi juga turut mempengaruhi pengurangan peserta.

DPLK, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta, masih memiliki tantangan, terutama karena program ini lebih fokus pada peserta korporasi, yang rentan terhadap PHK. Meskipun demikian, DPLK tetap berpotensi untuk menarik peserta dari pekerja formal maupun informal, asalkan ada peningkatan literasi keuangan dan pelayanan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, kinerja dana pensiun sukarela di tahun 2024 memberikan modal yang cukup minim bagi industri dana pensiun untuk mengejar target pertumbuhannya pada 2025, sehingga perlu adanya strategi dan perhatian lebih dalam mengembangkan industri ini.

Freeport Mulai Pasok Emas Batangan ke ANTAM

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Bisnis Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengirimkan perdana emas batangan seberat 125 kilogram dengan kadar kemurnian 99,99% senilai Rp207 miliar kepada PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada Rabu, 12 Februari 2025. Emas batangan ini dihasilkan dari fasilitas precious metal refinery (PMR) smelter PTFI dan menjadi bukti bahwa PTFI adalah perusahaan tambang tembaga terintegrasi hulu-hilir pertama yang berhasil memurnikan lumpur anoda menjadi emas batangan murni. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan langkah penting dalam upaya penghiliran emas di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Antam, Nico Kanter, menekankan bahwa kolaborasi antara PTFI dan Antam adalah bukti nyata komitmen pengembangan industri pengolahan mineral di Indonesia, yang juga mendukung peningkatan daya saing pasar global. Selain itu, ini juga mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri. Dengan pengiriman emas ini, kedua perusahaan berkontribusi pada penguatan pengadaan bahan baku domestik dan penurunan ketergantungan terhadap impor.

Presiden Diyakini Akan Serahkan Laporan ke KPK

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Bisnis Indonesia

 Presiden Prabowo Subianto baru saja menerima hadiah berupa satu unit mobil listrik Togg T10X dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Turki yang telah terjalin selama tujuh dekade. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa penerimaan hadiah seperti ini perlu dilaporkan untuk memastikan apakah itu dikategorikan sebagai gratifikasi. KPK meyakini bahwa Presiden Prabowo akan melaporkan penerimaan mobil tersebut sesuai dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Anggota Tim Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menekankan bahwa pelaporan gratifikasi merupakan langkah awal untuk mencegah risiko korupsi di masa depan. Pelaporan gratifikasi kini bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi GOL, yang mempermudah proses pelaporan. KPK juga mengingatkan agar laporan dilakukan dalam waktu 30 hari kerja setelah objek gratifikasi diterima. Penerimaan mobil listrik ini menjadi bagian dari hubungan diplomatik yang lebih erat antara kedua negara, namun tetap perlu disikapi sesuai dengan aturan yang ada.

Ancaman Fintech terhadap Stabilitas Perbankan

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Kontan (H)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai memperingatkan risiko yang meningkat di industri financial technology (fintech) setelah beberapa kasus fraud yang melibatkan platform seperti iGrow, TaniFund, Investree, dan eFishery. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, meminta perbankan untuk menghentikan sementara kredit channeling ke fintech hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan kinerjanya.

OJK mencatat bahwa perbankan merupakan sumber pendanaan utama bagi fintech, dengan total pendanaan mencapai Rp 44,77 triliun per November 2024, setara dengan 59,22% dari total pendanaan fintech. Dian mengingatkan agar bank tidak sembarangan menyalurkan kredit ke startup atau fintech demi menjaga stabilitas keuangan.

Saran OJK disambut positif oleh pihak perbankan. Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah, menegaskan bahwa pihaknya rutin mengevaluasi mitra fintech dan telah menghentikan kerja sama dengan lebih dari 10 fintech yang memiliki NPL tinggi dan banyak komplain nasabah.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Raya Indonesia, Rustati Suri Pertiwi, menyatakan bahwa pihaknya lebih selektif dalam memilih mitra fintech berdasarkan tingkat NPL, rasio bisnis, dan rencana bisnis. Bank Raya tetap mengembangkan channeling, tetapi bukan sebagai strategi utama.

Direktur Kepatuhan Bank Jago, Tjit Siat Fun, juga menegaskan bahwa Bank Jago secara berkala menyeleksi mitra pembiayaan berdasarkan risiko, tren bisnis, dan perilaku. Saat ini, Bank Jago lebih fokus menyalurkan kredit channeling ke ekosistem Grup Goto.

Dengan meningkatnya risiko di sektor fintech, OJK menegaskan perlunya kehati-hatian dalam pemberian kredit oleh perbankan agar tidak terjadi kerugian yang tidak perlu.

Investor Kembali Meramaikan IKN

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Kontan
Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut dengan rencana groundbreaking tahap kesembilan yang akan melibatkan investasi sebesar Rp 6,49 triliun dari swasta dan BUMN. Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa investasi ini akan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, perhotelan, hunian, ritel, dan perkantoran.

Beberapa perusahaan yang akan berinvestasi antara lain Universitas Negeri Surabaya (Rp 150 miliar untuk kampus), PT Makmur Berkah Hotel (Rp 950 miliar untuk hotel berbintang), PT Citadel Group Indonesia dari Malaysia (Rp 3,97 triliun untuk townhouse dan mixed-use), PT Vitka Delifood (Rp 20 miliar untuk restoran), serta PT Puri Persada Lampung (Rp 1,4 triliun untuk gedung perkantoran).

Namun, ekonom Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina menilai bahwa masuknya investor swasta ke IKN lebih dipengaruhi faktor politik dan kepentingan lain, bukan semata-mata alasan bisnis. Ia juga menyoroti bahwa anggaran negara untuk IKN terbatas, sehingga pemerintah kini lebih mengandalkan investasi swasta.

Dengan rencana investasi ini, pembangunan IKN akan terus berjalan, meskipun tantangan terkait pendanaan dan motif investasi masih menjadi perhatian.

Inovasi Teknologi Mitra Keluarga Dorong Gaya Hidup Sehat

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Kontan
Prospek PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) pada 2025 tetap positif, didukung oleh inovasi layanan medis, ekspansi rumah sakit, dan strategi efisiensi biaya. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai bahwa inovasi seperti Somatom Force CT System, ear and hearing center, serta digestive system center dapat menarik lebih banyak pasien, terutama dengan bertambahnya rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh, MIKA mencatat pertumbuhan jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan sebesar 4,7% dan 5,2% pada 2024. Pendapatan tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp 5,4 triliun dengan peningkatan marjin EBITDA. Namun, Ismail juga mencatat tantangan dari turunnya volume pasien akibat basis efek tinggi dari wabah demam berdarah di 2024.

Analis Indopremier Sekuritas, Andrianto Saputra menambahkan bahwa perbaikan layanan cashless dengan asuransi swasta sejak September 2024 turut meningkatkan trafik pasien, sehingga EBITDA MIKA tumbuh 20% yoy pada kuartal IV-2024. Ia memperkirakan pendapatan MIKA pada 2025 akan mencapai Rp 5,73 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 2,14 triliun.

Meskipun demikian, MIKA tetap menghadapi tantangan, seperti melemahnya daya beli masyarakat akibat efisiensi APBN dan tingginya inflasi medis di Indonesia. Praska menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memengaruhi pertumbuhan perusahaan.

Para analis tetap optimis terhadap saham MIKA dengan rekomendasi buy, dengan target harga yang diberikan oleh Praska di Rp 3.100, Andrianto di Rp 3.450, dan BRI Danareksa di Rp 3.400. Namun, pertumbuhan volume pasien dan likuiditas saham masih menjadi tantangan utama bagi MIKA di tahun mendatang.

Kredit Hijau: Prospek Cerah di Tengah Tren Berkelanjutan

Hairul Rizal 14 Feb 2025 Kontan
Perbankan di Indonesia tetap berkomitmen mendukung pencapaian nol emisi karbon melalui peningkatan pembiayaan hijau, meskipun di tingkat global komitmen terhadap keberlanjutan mulai melemah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penyaluran kredit hijau yang signifikan di bank-bank besar kategori KBMI 4 pada 2024.

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit hijau tertinggi, mencapai Rp 149 triliun atau meningkat 22,13% secara tahunan. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, strategi jangka panjang berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) akan berdampak positif bagi ekonomi. Bank Mandiri juga memperluas inisiatif ESG dalam tata kelola, efisiensi energi, dan edukasi keuangan.

Bank Central Asia (BCA) juga menunjukkan peningkatan kredit hijau sebesar Rp 99 triliun pada akhir 2024, naik 13,7% secara tahunan. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menekankan bahwa BCA berkomitmen dalam perhitungan jejak karbon dan pembiayaan kendaraan listrik, yang mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 84,2% secara tahunan.

Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kredit hijau sebesar Rp 73,4 triliun, naik 8,1%, dan menargetkan Rp 199,67 triliun pembiayaan berkelanjutan tahun ini. Direktur Manajemen Risiko BNI, David Pirzada, menyatakan bahwa BNI akan meningkatkan pembiayaan Sustainability Linked Loan (SLL) untuk mendukung transisi hijau.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Rp 86,56 triliun kredit hijau, tumbuh 5,81%. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat portofolio kredit berkelanjutan sebesar Rp 66,50 triliun, dengan Rp 14,2 triliun berupa kredit hijau. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa BSI mendukung ekonomi rendah karbon dalam operasionalnya.

Bank-bank besar di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dalam pembiayaan hijau, baik melalui kredit langsung maupun skema keberlanjutan lainnya. Langkah ini membuktikan bahwa sektor perbankan nasional tetap berkomitmen dalam mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Kuliner yang Memikat jadi Magnet Bagi Konsumen

Yoga 13 Feb 2025 Kompas
Kuliner yang memikat jadi magnet bagi konsumen, bahkan turut memikat wisatawan dari beragam daerah dan negara. Lekat dengan aspek kuliner, gastronomi alias seni menyiapkan, memasak, hingga memproduksi ragam santapan dan sajian berperan bak lidah penghubung memperkenalkan ciri khas kebudayaan. Salah satu pendongkrak pamor ragam restoran adalah predikat berbintang serta penghargaan dari para pakar dan kritikus makanan ternama. Nama restoran dapat melejit ketika mendapatkan penghargaan prestisius ini. Michelin Guide, misalnya, salah satu produk panduan perjalanan yang mendunia merupakan bagian dari Grup Michelin, produsen manufaktur ban asal Perancis. Perusahaan itu merambah ke dunia kuliner yang terkenal dengan penghargaan ”Bintang Michelin” atau Michelin Star. Dilansir dari Statista, pada April 2024, nilai tengah harga menu restoran berpredikat ini sebesar 179 dollar AS atau Rp 2,9 juta dengan kurs Rp 16.453 per dollar AS. Rata-rata harga menu yang menyandang bintang tiga Michelin mencapai 356 dollar AS atau setara Rp 5,8 juta.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hariyanto, Jumat (7/2/2025) lalu, mengemukakan, wisata kuliner yang erat kaitannya dengan gastronomi merupakan produk wisata. Komponen ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. ”Bayangkan kalau kita bandingkan dengan kompetitor kita, bahkan Thailand, apalagi Singapura, ragam pilihan kuliner kita hampir enggak terbatas. Nah, itulah potensi kita sejauh ini yang jadi perhatian Kemenpar,” tuturnya seusai jumpa pers di Jakarta. Di Indonesia, Hariyanto melanjutkan, aneka varian makanan memiliki daya tarik ter- sendiri. Beberapa sajian khas nusantara adalah nasi goreng, soto, dan gado-gado. ”Tetapi, poinnya, tak boleh juga strategi nasional itu hanya fokus pada satu atau dua jenis. Sebab, kita juga punya banyak kuliner berbasis kearifan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Hariyanto. Secara terpisah, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar berpendapat, kuliner nusantara selalu memiliki daya tarik. Sebab, cita rasa khas yang ada mampu mendunia. ”Kekayaan Indonesia dengan ragam kulinernya bisa menggerakkan pusat-pusat kuliner tiap kota akan potensi yang ada,” ujar Irene.

Dalam laman Michelin Guide tertulis bahwa bintang Michelin menekankan pada pengalaman terbaik kala menyantap sebuah menu. Penghargaan ini diberikan tiap tahun oleh tim anonim dan independen. Mereka akan mengevaluasi tiap tahun. Setidaknya ada lima kriteria yang digunakan ketika menilai sebuah restoran. Komponen itu adalah kualitas bahan baku; penguasaan teknik memasak dan kuliner; harmoni rasa; karakter koki yang diekspresikan melalui sajian; serta konsistensi dalam waktu berbeda pada seluruh menu. Ada pula penghargaan khusus yang disebut ”Bib Gourmand Award”. Biasanya, restoran-restoran dengan penghargaan ini menunjukkan cara memasak yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan gampang dimakan. Restoran ini juga memberi kepuasan tersendiri bagi penikmat kuliner dengan harga wajar atau terjangkau. Dalam laman Michelin Guide setidaknya terdapat 14 restoran di seluruh dunia yang menyajikan masakan Indonesia berhasil masuk daftarnya. Beberapa di antaranya Wayan di New York (AS), Dancing Fish di Kuala Lumpur (Malaysia), Feria di Treviso (Italia), serta Ron Gastrobar Indonesia di Amstelveen (Belanda). (Yoga)

Pilihan Editor