Arah Ekonomi Digital 2022
Adaptasi menjadi kata kunci perkembangan ekonomi digital tahun 2020-2021. Pandemi dan pembatasan mobilitas mendorong proses ini, membuat konsumen ataupun produsen lebih maju dalam mengarungi era digital. Diperkirakan terjadi pertambahan 21 juta konsumen digital baru di Indonesia, membuat ekonomi internet di Indonesia diperkirakan membengkak menjadi 70 miliar dollar AS (Google, Temasek, Bain & Company, 2021). Pelaku usaha yang melakukan digitalisasi mendapat penghasilan 8 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak (Prospera, 2021). Pendapatan usaha skala menengah yang menggunakan platform digital lebih besar 18 % dibandingkan yang tidak.
Pada 2022, ekosistem ekonomi digital akan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi berbagai problematika publik. Salahsatunya adalah inklusi keuanganan yang berkembang pesat, dari 20 % (2011) menjadi 49 % (2017), tapi sektor jasa keuangan masih bergantung pada perbankan, yaitu 79 %. Berdasar Survei Inklusi Keuangan 2020, baru 61,7 % orang dewasa memiliki akun bank. Munculnya berbagai bank digital, seperti Bank Jago, Jenius, dan Blu, dapat menjadi tonggak baru penciptaan inklusi keuangan di Indonesia. Kehadiran bank digital ini, terutama dengan maraknya integrasi tekfin, bisa membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Terdapat ribuan perusahaan ekonomi digital di Indonesia, sebagian besar (85 %) berskala relatif kecil, dengan modal awal di bawah Rp 100 juta. (Yoga)
Target Investasi 2022 Dinilai Ambisius
Target awal realisasi investasi 2022 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebenarnya Rp 968,4 triliun, namun Presiden Jokowi meminta Kementerian Investasi menaikkannya hingga Rp 1.200 triliun demi menopang target pertumbuhan ekonomi kembali di atas 5 % pada 2022. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal (16/1), menilai target Rp 1.200 triliun itu sulit dicapai, terlalu tinggi dan ambisius, terutama mengingat pandemi yang belum usai. Dari data Kementerian Investasi Januari-September 2021, capaian investasi Rp 659,4 triliun atau 73,3 % target Rp 900 triliun. Laju investasi melambat pada triwulan III-2021 akibat merebaknya varian Delta Covid-19 dan diberlakukannya PPKM darurat pada Juli-Agustus 2021.
Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance Tauhid Ahmad berpendapat, peningkatan target realisasi investasi 33 % dari tahun 2021 ke tahun 2022 itu melampaui target yang biasanya dipasang pemerintah sebelum pandemic, dimana biasanya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memasang kenaikan target konvensional di kisaran 11 %. Di sisi lain, kinerja investasi 2 tahun terakhir banyak terbantu realisasi investasi mangkrak. Waketum Kadin Indonesia Shinta W Kamdani menilai, target investasi Rp 1.200 triliun dari Rp 900 triliun sangat ambisius. ”Target ini memang ambisius, tetapi to be fair, kita belum pernah melakukan reformasi struktural besar-besaran. Kita juga belum pernah menjadi tuan rumah G-20. Jadi, kami tetap optimistis sambil terus bekerja keras mencapai target itu,” katanya. (Yoga)
Perbankan Siap Salurkan Kredit Usaha Rakyat Rp 373,17 Triliun
Kemenko Bidang Perekonomian menetapkan kuota KUR 2022 menjadi Rp 373,17 triliun dengan suku bunga tetap 6 %, dari Rp 285 triliun pada 2021. Realisasi KUR diharapkan dapat menggairahkan aktivitas UMKM dan mendorong pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Sekretaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha (16/1) menjelaskan, Bank Mandiri tahun ini kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan KUR yang menyasar pelaku UMKM dari berbagai sektor yang memenuhi persyaratan, dengan kuota Rp 40 triliun, meningkat dari tahun lalu, Rp 35 triliun.
PT BRI (Persero) Tbk tahun ini mendapat alokasi penyaluran KUR Rp 260 triliun atau 70 % total alokasi KUR nasional tahun ini. Tahun lalu BRI menyalurkan KUR Rp 194,9 triliun kepada 6,5 juta debitor. Wadirut BRI Catur Budi Harto mengatakan, pihaknya optimistis kapasitas dan kemampuan BRI dapat mengantarkan perseroan mencapai target penyaluran KUR tersebut. Kedepan, BRI terus berfokus pada segmen mikro sebagai bisnis utama pertumbuhan pinjaman KUR. Dengan menyalurkan kredit ke sektor produktif, diharapkan dapat memperkuat pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
UMKM Mengekspor 150 Kontainer Sabun
Sebanyak 150 kontainer produk sabun olahan UMKM merambah pasar 6 negara di Afrika dan Timur Tengah. Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM mencapai 17 % pada 2024, dari saat ini sebesar 15,6 %. Deputi Bidang UKM Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman (15/1), dalam peluncuran ekspor 150 kontainer sabun kolaborasi PT Restu Graha Dana, Kadin Indonesia, dan Komunitas UMKM Naik Kelas, di Jakarta, mengatakan, ini merupakan salah satu prioritas agar UMKM masuk pasar global. Untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor, pelaku UMKM nasional membutuhkan biaya logistik lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.
Komisaris PT Restu Graha Dana Dian Prasetyo mengatakan, peluncuran ini menunjukkan, pelaku UMKM dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui ekspor. Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy menyatakan, pelepasan ekspor ini jadi bukti sinergi UMKM dan pelaku usaha untuk mengekspor sabun dengan bahan baku dari UMKM di seluruh Indonesia. ”Sabun yang diekspor ini ada yang berbahan baku dari minyak kelapa sawit, buah pala, dan banyak lagi. Kami juga mengekspor produk UMKM lainnya pada masa mendatang,” ujarnya. (Yoga)
Daging Ayam Rp 40.000 Per Kg di Indramayu
Sejumlah pedagang di Kabupaten Indramayu, Jabar, mengeluhkan lonjakan harga daging ayam hingga Rp 40.000 per kg, yang selain memberatkan konsumen, juga merugikan pedagang. ”Bingung juga, kalau ayam dijual di atas Rp 40.000 per kg, tidak ada yang beli. Mau mengurangi belanja, nanti pelanggan tidak kebagian,” kata Ahmad Aris (27), pedagang di Pasar Karangampel, Indramayu, Minggu (16/1). Para pedagang berharap harga ayam di distributor bisa sekitar Rp 15.000 per kg. (Yoga)
Pasar Saham Menanti Arah Kebijakan Suku Bunga
Fokus pelaku pasar di pekan ini akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan digelar pada 19-20 Januari 2022. Sementara itu bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve baru akan menggelar pertemuan pada pekan depan. The Fed telah memberi sinyal kuat akan menaikkan suku bunga lebih agresif pada tahun ini. Meski demikian, analis memprediksi BI masih akan menahan suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate dalam RDG kali ini. Daya beli masyarakat juga dinilai masih belum pulih. Sehingga, suku bunga akan tetap dipertahankan rendah, dengan harapan bisa mendorong pemulihan ekonomi ke depan.
Tapi, Ivan tak menampik bahwa ada peluang kenaikan suku bunga BI pada tahun ini, sejalan dengan rencana kebijakan suku bunga AS. Jika BI menaikkan suku bunga di RDG bulan ini, saham-saham perbankan dan properti kemungkinan bakal terkoreksi. Sebaliknya, jika suku bunga BI belum berubah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak positif.
Pungutan Batubara Terus Memantik Protes
Pembenahan tata niaga batubara nasional terus mengalir. Pemerintah menyodorkan skema Badan Layanan Umum (BLU) Batubara untuk mengatasi seretnya pasokan batubara di pasar domestik. Namun, parlemen dan sejumlah kalangan menolak skema BLU Batubara, yang dianggap sebagai jalan liberalisasi tata niaga batubara. Direktur Eksekutif Indonesia Resouces Studies (IRESS) Marwan Batubara juga bilang, skema BLU Batubara berpotensi lebih menguntungkan pelaku usaha ketimbang PLN. Skema ini bisa membebani keuangan PLN. Apalagi, Marwan menilai iuran pelaku usaha bisa saja tidak mampu menutupi disparitas harga batubara antara harga pasar dan baseline DMO sebesar US$ 70 per ton. "Setiap kenaikan (harga) US$ 10 per ton. Jika bicara kenaikan (selisih) US$ 50 per ton, berarti BPP naik Rp 50 triliun," ungkap dia.
Impor Mulai Menggerus Surplus Neraca Dagang
Kinerja ekspor dan impor Indonesia tahun lalu diperkirakan tetap tinggi. Namun, impor naik lebih tinggi sehingga surplus neraca perdagangan Desember 2021 mulai menyusut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan bulan lalu sebesar US$ 3,28 miliar, sedikit turun dibanding surplus bulan November 2021 yang sebesar US$ 3,51 miliar. Menurut Josua, hal ini sejalan dengan penurunan tipis nilai ekspor, yang diikuti dengan peningkatan nilai impor.
Bank Dunia : Ekonomi RI Melambat Lagi di 2023
Bank Dunia (World Bank) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 5,2%. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diperkirakan melambat lagi ke level 5,1%. Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects, World Bank menyebut ada tiga risiko utama yang berpotensi menekan ekonomi global, termasuk Indonesia, pada 2022 dan 2023. Pertama, risiko pandemi Covid-19 makin kuat di negara-negara yang memiliki tingkat vaksinasi dan tingkat pengetesan Covid-19 yang rendah. Kedua, risiko inflasi yang tinggi di berbagai negara karena gangguan rantai pasok dan kekurangan pasar tenaga kerja yang mendorong lonjakan inflasi pangan dan energi. Ketiga, risiko melambatnya pertumbuhan ekspor karena permintaan global yang lebih lemah, gangguan pasokan, kekurangan tenaga kerja, sehingga ada peningkatan biaya pengiriman.
Masih Ada 30 Perusahaan Mengantre IPO di BEI
Sejak awal tahun ini, dua emiten baru telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total nilai emisi Rp 723 miliar. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 30 perusahaan dalam antrean initial public offering (IPO). "Dari 30 perusahaan tersebut, sebanyak empat perusahaan termasuk kategori aset skala kecil, 14 perusahaan masuk aset skala menengah, dan 12 perusahaan merupakan aset skala besar," kata Nyoman, Jumat (14/1).
Perusahaan dengan skala kecil adalah yang memiliki aset tidak lebih dari Rp 50 miliar, sedangkan perusahaan skala menengah memiliki aset lebih dari Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. Lalu perusahaan kategori aset skala besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Secara sektoral, perusahaan dari sektor barang konsumsi non-primer mendominasi pipeline tersebut, yakni sebanyak sembilan perusahaan. Kemudian, empat perusahaan berasal dari sektor perindustrian, empat dari setor barang konsumsi primer, dan empat dari sektor teknologi.









