Penerimaan Pajak Berpotensi Meningkat
Jumlah wajib pajak (WP) badan yang bertambah membuka potensi penerimaan negara yang bersumber dari Pajak Penghasilan badan ikut bertambah. Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menyampaikan, penambahan WP badan tahun pajak 2021 kemungkinan dipicu program pemulihan ekonomi yang digelontorkan pemerintah. Hingga 31 Maret 2022 pukul 16.00, total penyampaian SPT oleh WP badan baru sebanyak 285.776 wajib pajak, lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 310.065 WP. Namun, WP badan masih memiliki waktu untuk menyampaikan SPT hingga April 2022
Pada 2 bulan pertama 2022, penerimaan pajak tercatat Rp 199,4 triliun dengan kontribusi dari PPh badan 15,8 % atau Rp 31,5 triliun. Menkeu Sri Mulyani menilai tingginya penerimaan PPh badan pada awal tahun sebagai indikasi pemulihan ekonomi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menambahkan, setoran pajak dari korporasi bakal berangsur pulih setelah penyerapan kredit usaha meningkat signifikan. Anggota Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan, Ajib Hamdani, menilai, 2 sumber yang berkontribusi atas bertambahnya WP badan tahun ini adalah sektor UMKM dan usaha rintisan yang menjamur sejak 2021, namun kedua sumber tersebut belum optimal untuk dijadikan sumber penerimaan negara. (Yoga)
Keseimbangan Baru Harga BBM
Sejak harga minyak mentah menurun di awal pandemi, PT Pertamina (Persero) mulai menurunkan harga jual BBM nonsubsidi. Tercatat dua kali Pertamina menurunkan harga pertamax. Per 5 Januari 2022, dari Rp 9.850 menjadi Rp 9.200 per liter kemudian menjadi Rp 9.000 per liter sejak 1 Februari 2022. Khusus pertamax, harga Rp 9.000 per liter terus bertahan kendati harga minyak mentah Brent terjun ke level 20 dollar AS per barel. Alasan Pertamina tidak lagi menurunkan harga jual lantaran posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ketika itu melemah. Rupiah sempat menyentuh level Rp 16.000 per dollar AS pada pekan pertama April 2020. Namun, situasi tersebut berbalik. Kini, harga minyak mentah melewati 100 USD per barel dan sempat menyentuh 139 USD per barel pada awal Maret lalu. Selain tingginya permintaan energi dari sejumlah negara yang ekonominya pulih dari pandemi, konflik bersenjata Rusia-Ukraina turut memicu kenaikan harga tersebut.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR, menyebut, harga biosolar saat ini jauh di bawah harga riil. Terdapat selisih Rp 7.800 per liter dengan harga keekonomian. Pertamina juga harus menanggung selisih harga pertalite yang dijual di bawah harga keekonomian. Pemerintah disebutkan memiliki tanggungan dana kompensasi hampir Rp 100 triliun kepada Pertamina. Poin penting dari pergerakan harga minyak mentah yang dinamis belakangan ini, pemerintah dan badan usaha sebaiknya mengedukasi publik bahwa harga eceran BBM bisa naik dan bisa turun bergantung pada pergerakan harga minyak mentah. Hal itu lumrah terjadi untuk BBM nonsubsidi. Sementara untuk BBM yang disubsidi, sebaiknya diterapkan skema serupa dengan syarat tetap ada intervensi negara berupa subsidi. (Yoga)
GoTo Tetapkan Saham IPO Rp 338 Per Unit
Setelah mendapatkan persetujuan efektif dari OJK, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menetapkan harga saham perdana (IPO) Rp 338 per saham. Dengan total penawaran 46,7 miliar saham dan harga Rp 338 per saham, total dana masyarakat yang diperoleh dari IPO akan mencapai Rp 15,78 triliun. CEO Grup GoTo Andre Soelistyo, Kamis (31/3), mengatakan, pihaknya bersyukur melihat tanggapan positif dari para investor. (Yoga)
Laba Bersih Bank BJB Syariah Rp 21,9 Miliar
PT Bank BJB Syariah mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 86,7 miliar dan laba bersih senilai Rp 21,9 miliar pada tahun 2021. Laba bersih meningkat 494 % dibandingkan tahun sebelumnya dan di atas rata-rata industri perbankan syariah yang sebesar 16,9 %. ”Pencapaian tersebut didorong penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 6,43 triliun, tumbuh 33 % dibandingkan tahun lalu,” kata Dirut BJB Syariah Indra Falatehan, Kamis (31/3). (Yoga)
Platform Digital Global Di Bisnis Telekomunikasi
Akhir Januari 2022, Google mengumumkan akan berinvestasi 1 miliar USD di Bharti Airtel, operator seluler terbesar kedua di India. Google akan memiliki kepemilikan 1,28 % di perusahaan telekomunikasi milik miliarder Sunil Mittal itu. Mengutip Aljazeera.com, langkah itu merupakan bagian dari Google for India Digitisation Fund yang diluncurkan tahun 2020. CEO Alphabet Inc Sundar Pichai mengatakan, kedua perusahaan juga berencana bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk standar 5G dan lainnya. Google sebelumnya memegang 7,7 % saham di Jio, perusahaan telekomunikasi milik Mukesh Ambani. Google dan Jio berkolaborasi pada pengembangan ponsel murah berkemampuan 4G yang diluncurkan November tahun lalu. Kiran Karanukaran, Partner Telecommunications Practice di Bain & Company, menyebutkan, perusahaan raksasa teknologi lainnya, seperti Meta, Microsoft, dan beberapa perusahaan ekuitas swasta, juga berinvestasi di Jio. Dia menilai investasi yang dilakukan perusahaan raksasa teknologi itu di perusahaan telekomunikasi bertujuan untuk memudahkan mereka memonetisasi bisnis.
Meta (yang dulu bernama Facebook) akhir Februari 2022, mengklaim telah berinvestasi dalam beberapa system komunikasi kabel laut (SKKL) di Asia Pasifik, melakukan diversifikasi rute, dan menghubungkan lebih banyak komunitas masyarakat. Dua SKKL telah beroperasi, yakni Asia-Pacific Gateway dan Jupiter. Meta juga telah mengumumkan investasi 8 SKKL baru yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2022-2025. Dua SKKL di antaranya, yakni Echo dan Bitfrost, melewati Selat Luzon dan menjadi SKKL pertama yang menghubungkan Jakarta, Indonesia, secara langsung ke AS. Di Indonesia, secara khusus, Meta telah bekerja sama dengan PT Alita Praya Mitra untuk memperluas pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi kabel optik di 56 kabupaten/kota di delapan provinsi pada 2021. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, fenomena perusahaan raksasa teknologi memiliki saham di perusahaan telekomunikasi di India dan membangun SKKL di Asia Pasifik menandakan infrastruktur telekomunikasi masih menjadi kebutuhan utama. Fenomena itu juga berarti potensi bisnis teknologi masa depan ada di Asia. (Yoga)
Lampu Hijau Minyak Rusia
Indonesia berpegang teguh pada peraturan internasional di tengah sanksi sepihak oleh AS dan negara-negara sekutunya kepada Rusia. Dengan demikian, Indonesia bebas menjalin kerja sama ekonomi dan bidang lainnya dengan negara mana pun sesuai kepentingan strategis nasional. ”Selama ini, Indonesia hanya menjalankan sanksi yang diatur DK (Dewan Keamanan) PBB. Indonesia tidak pernah mengikuti ajakan sanksi yang diberlakukan unilateral oleh pihak tertentu,” kata Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah (31/3). Pernyataan ini disampaikan berkaitan dengan rencana pembelian minyak mentah Rusia oleh Pertamina yang diungkapkan Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pada rapat dengar pendapat umum di Komisi VI DPR, Senin (28/3). ”Di saat harga sekarang (tinggi) dan situasi geopolitik (seperti saat ini), kita melihat ada opportunity untuk membeli dari Rusia dengan harga yang baik,” kata Nicke. Sedianya minyak mentah dari Rusia akan diolah di Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jabar, yang akan selesai dimodifikasi Mei. Jika pengolahan sukses, Pertamina akan melanjutkan pengadaan minyak mentah dari Rusia.
Menlu Retno Marsudi mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di sela-sela forum negara-negara tetangga Afghanistan yang digelar di Anhui, China, 30-31 Maret. Belum diketahui apakah rencana pembelian minyak itu juga menjadi salah satu topik pembicaraan di antara keduanya atau tidak. Direktur Eksekutif Refor Miner Institute Komaidi Notonegoro mendukung rencana Pertamina membeli minyak mentah dari Rusia. Ini penting demi memperkuat ketahanan energy nasional. Sepanjang harga cocok dalam skema transaksi di antara pelaku usaha, Komaidi menekankan, negara lain tidak bisa mengintervensi. Pemikiran sama disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal. Guna mengantisipasi serangan politik, ia mengingatkan agar Indonesia mempersiapkan argumentasi kepada pihak-pihak yang mempertanyakan. (Yoga)
Dana Pengadaan Vaksin Tahun 2022 Capai Rp 8,7 Triliun
Kementerian Kesehatan (Kemkes) menetapkan kebutuhan anggaran untuk belanja vaksin Covid-19 tahun 2022 sebesar Rp 8,7 triliun. Sebagian besar pengadaan ini adalah pengalihan (carry over) pelaksanaan tahun 2021 sebesar Rp 4,3 triliun. Adapun untuk carry over vaksin program 2021 antara lain, Pertama, Pfizer sebanyak 15,3 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875 anggarannya Rp 1,5 triliun, Kedua, AstraZeneca tahap 3 dengan jumlah 12,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 78.330 memerlukan anggaran Rp 986 miliar. Ketiga, Covid-Bio yang kelebihan produksi di tahun 2021 sebanyak 2,8 juta dosis dengan harga Rp 71.665 dan anggaran sebesar Rp 228 miliar, Keempat, 20 juta dosis vaksin Sinovac Coronavac dengan harga satuan Rp 82.661 membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,65 triliun.
Kepatuhan Wajib Pajak Mencapai 54%
Waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) wajib pajak orang pribadi berakhir. Total jumlah pelaporan SPT Tahunan mencapai 10,61 juta yang berasal dari pelaporan SPT secara elektronik sebanyak 10,28 juta dan pelaporan SPT secara manual sejumlah 454.537. Direktorat Jendral Pajak (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) belum memerinci porsi laporan SPT wajib pajak pribadi maupun badan. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmadrin Noor hanya menyatakan, jumlah pelaporan menjelang batas akhir lebih tinggi 0,7% dibanding periode yang sama tahun lalu, atau meningkat 80.000-100.000 pelaporan SPT. Dengan perkembangan tersebut, artinya tingkat kepatuhan formal wajib pajak baru mencapai 54%. Sementara target pemerintah tahun ini adalah sebesar 80%.
Satgas BLBI Giliran Menyita Aset Obligor Agus Anwar
Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) kembali menyita aset pengemplang utang BLBI yakni Agus Anwar berupa tanah seluas 340 hektar di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/3). Penyitaan tersebut Satgas BLBI lakukan karena Obligor Bank Pelita Istismarat tersebut belum membayar utang ke negara sebesar Rp 635,44 miliar. Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban menegaskan penyitaan barang jaminan obligor Agus Anwar tersebut dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham dan Pengakuan Utang Nomor 6745/BIDKONS/1103 tanggal 21 November 2003 antara Agus Anwar dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), serta Surat Paksa Nomor SP-71/PUPNC.10/2009.
Market Cap GOTO Terbesar Nomor Empat
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk telah mendapatkan persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saham Goto tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April. Harga perdana Goto ditetapkan Rp 338 per saham dari kisaran awal antara Rp 316-Rp 346 per saham. Ini menjadikan emisi Goto sebagai IPO terbesar ketiga di Asia serta Kelima di dunia sepanjang tahun ini. Nilai kapitalisasi Goto diperkirakan mencapai Rp 400,3 triliun. Ini akan menjadikan Goto sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di BEI, setelah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan menilai, initial public offering (IPO) Goto di harga Rp 338 sebenarnya relatif premium dibandingkan peers. Ini setara enterprise value of sales (EV/sales) sekitar 69 kali di tahun ini. "Goto juga merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar keempat, para fund akan masuk untuk indexing." terang Farras, Kamis (31/3).









