;

QRIS Tanpa Biaya, Dorongan bagi Digitalisasi Keuangan

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan tarif 0% alias bebas biaya untuk transaksi QRIS di sejumlah merchant layanan umum pemerintah, seperti KRL, MRT, tempat wisata, rumah sakit, dan sektor pendidikan mulai 14 Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas akseptasi digital dan mendukung penyediaan serta perbaikan layanan umum kepada masyarakat. Selain itu, tarif bebas biaya ini juga berlaku untuk layanan Pos Indonesia dan pengelolaan dana pendidikan.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan transaksi digital di sektor publik, yang telah menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi QRIS yang tumbuh 170,1% YoY pada Januari 2025. BI menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 6,5 miliar transaksi dengan 58 juta pengguna tahun ini.

Sebelumnya, BI juga telah membebaskan biaya transaksi QRIS untuk merchant kategori usaha mikro dengan transaksi maksimal Rp500.000. Ini merupakan bagian dari inisiatif BI untuk mendukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga, terutama di sektor UMKM yang menjadi mayoritas pengguna QRIS.


RI Pertimbangkan Impor Daging Kerbau dari Pakistan

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempertimbangkan untuk mengimpor daging kerbau dari Pakistan setelah harga daging kerbau asal India terus mengalami kenaikan yang signifikan. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa pemerintah akan mengimpor sebanyak 100.000 ton daging kerbau, dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) dan PT Berdikari masing-masing mendapatkan kuota impor 50.000 ton.

Arief juga mengungkapkan bahwa harga daging kerbau dari India telah naik hampir dua kali lipat menjadi US$4,8 per kilogram, yang membuat pemerintah mencari alternatif pemasok lain. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah Pakistan, meskipun harga dari negara tersebut masih perlu diverifikasi. Arief menekankan pentingnya membuka peluang impor dari berbagai negara untuk menciptakan persaingan bisnis yang sehat, sambil memastikan jaminan halal, bebas penyakit, dan memenuhi standar kualitas.

Selain itu, pemerintah juga berencana mengimpor 100.000 ton daging sapi dari negara-negara seperti Australia, Brasil, dan New Zealand untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.


Strategi Vietnam Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah Vietnam sedang melakukan reformasi besar-besaran dalam efisiensi anggaran dengan memangkas jumlah kementerian dan lembaga pemerintahan, dari 30 menjadi 22. Langkah ini diproyeksikan akan menghemat anggaran hingga Rp72,5 triliun dalam lima tahun ke depan dan mendukung ambisi Vietnam untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2025, memperoleh status negara berpendapatan menengah pada 2030, dan negara berpendapatan tinggi pada 2045. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan, yakni sekitar 100.000 pekerja sektor publik yang terancam kehilangan pekerjaan dan memerlukan alokasi dana Rp80 triliun untuk pesangon.

Di sisi lain, Indonesia menerapkan pendekatan efisiensi anggaran yang berbeda dengan fokus pada pemangkasan anggaran tanpa mengurangi jumlah kementerian dan lembaga. Meskipun demikian, Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, seperti potensi hambatan terhadap program pembangunan dan pelayanan publik akibat pemangkasan anggaran yang tidak tepat sasaran.

Dengan dua pendekatan yang berbeda ini, muncul pertanyaan mengenai mana yang lebih efektif, efisiensi ala Vietnam atau Indonesia. Kedua negara harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa langkah-langkah efisiensi yang diambil tidak merugikan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi.


Investor Asing Lepas Saham Unggulan, IHSG Tertekan

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Kontan (H)
Setelah menguat sehari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 1,14% ke level 6.794,86 pada 19 Februari 2025. Aksi jual bersih asing (net sell) masih menjadi faktor utama pelemahan IHSG, dengan aliran dana asing keluar mencapai Rp 1,13 triliun dalam sehari dan Rp 10,18 triliun sejak awal tahun.

Pelemahan IHSG dipicu oleh penjualan saham big caps, terutama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat net sell Rp 4,48 triliun sejak awal tahun dan terkoreksi 7,49%. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mengalami penurunan 9,21%, dengan net sell mencapai Rp 2,71 triliun. Kedua saham ini berkontribusi signifikan terhadap penurunan IHSG.

Sebaliknya, aliran dana asing masuk ke saham-saham dengan bobot kecil terhadap IHSG, seperti PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT MD Entertainment Tbk (FILM). Namun, dampak positifnya terhadap IHSG masih terbatas.

Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning di Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa sektor keuangan memiliki bobot terbesar dalam kapitalisasi IHSG (29,9%), sehingga pergerakan saham bank sangat mempengaruhi indeks. Tekanan pada saham bank disebabkan oleh kinerja keuangan yang tidak sesuai ekspektasi dan kekhawatiran investor terhadap suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) yang bertahan tinggi lebih lama (higher for longer).

Meskipun saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 14,29% dan menyumbang 21,98 poin ke IHSG, bobotnya masih kecil dibandingkan saham

Ketidakpastian Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Kontan
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 Februari 2025, setelah sebelumnya menurunkannya sebesar 25 basis poin (bps) pada Januari. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa ada ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, tetapi timing-nya masih bergantung pada dinamika global, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi domestik.

Perry mencatat bahwa inflasi yang rendah memberikan peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga. Namun, ketidakpastian masih tinggi, terutama akibat kebijakan baru pemerintah seperti program AstaCita dan efisiensi anggaran, yang dampaknya belum terlihat jelas. Selain itu, ekonomi global juga mengalami perlambatan, khususnya di Eropa, China, dan Jepang, serta ekspansi ekonomi India yang tertahan.

Di sisi lain, inflasi di Amerika Serikat masih tinggi, sehingga Federal Reserve (The Fed) diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga sekali pada semester II 2025 sebesar 25 bps. Perry juga menyoroti defisit fiskal AS yang besar (7,7% tahun ini dan 8,8% tahun depan) serta potensi penghapusan debt ceiling, yang dapat berdampak pada tingginya US Treasury yield dan stabilitas rupiah.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai bahwa ruang penurunan suku bunga BI masih terbatas karena risiko dari perang dagang dan perang mata uang. Ia memperkirakan BI Rate tetap di 5,75% hingga akhir tahun, mengingat defisit transaksi berjalan (CAD) yang melebar serta risiko pelemahan ekspor akibat ketegangan perdagangan global. Josua juga menambahkan bahwa inflasi yang rendah saat ini bersifat sementara, terutama karena adanya diskon tarif listrik yang akan berakhir pada Februari 2025.

X Inc. Eksplorasi Pendanaan Senilai US$ 44 Miliar

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Kontan
Perusahaan media sosial X (sebelumnya Twitter) berencana mencari pendanaan baru dengan valuasi sekitar US$ 44 miliar (Rp 717,2 triliun), nilai yang sama saat Elon Musk mengakuisisi Twitter pada 2022. Menurut Bloomberg, pembicaraan terkait pendanaan ini masih berlangsung, dan detailnya dapat berubah atau bahkan dibatalkan. Jika terealisasi, ini akan menjadi putaran pendanaan pertama sejak X menjadi perusahaan privat di bawah kepemilikan Musk.

Selain X, perusahaan-perusahaan milik Musk mengalami kenaikan valuasi dalam beberapa bulan terakhir. Saham Tesla naik lebih dari 40% sejak pemilihan Trump, sementara valuasi SpaceX mencapai US$ 350 miliar, menjadikannya perusahaan rintisan teknologi terbesar di dunia.

Perusahaan AI milik Musk, xAI, juga tengah mencari investor baru dan berpotensi mencapai valuasi US$ 75 miliar, di mana X memiliki saham sekitar US$ 6 miliar di dalamnya.

Dari sisi keuangan, utang X mengalami penilaian ulang ke arah positif. Morgan Stanley, Bank of America, dan Barclays baru-baru ini menjual surat utang X senilai US$ 3 miliar tanpa diskon, berbeda dari penjualan sebelumnya yang sempat diragukan investor.

Faktor lain yang memengaruhi prospek X adalah kedekatan Elon Musk dengan Donald Trump, yang dianggap sebagian investor sebagai peluang bisnis bagi Musk dan meningkatkan optimisme terhadap perusahaan-perusahaannya.

Kontrak Jumbo Perkuat Kinerja Emiten

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Kontan
Kinerja PT Petrosea Tbk (PTRO) tahun ini diproyeksikan membaik, didukung oleh peningkatan backlog kontrak yang mencapai Rp 64,3 triliun, tertinggi dalam sejarah perusahaan. Kontrak baru di sektor pertambangan serta ekspansi ke proyek engineering, procurement, and construction (EPC), termasuk proyek penangkapan karbon, menjadi faktor utama lonjakan ini.

Sukarno Alatas, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai peningkatan backlog akan berdampak positif pada pendapatan dan laba bersih PTRO, terutama setelah sinergi dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), selaku pengendali baru. Namun, hingga akhir September 2024, laba bersih PTRO masih turun 72,94% menjadi US$ 2,86 juta.

Visindo Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina, optimistis peningkatan volume penjualan batu bara akan membantu pemulihan PTRO, meskipun harga batu bara masih lesu. Ia juga mencatat bahwa laba operasional dan margin bersih PTRO membaik, serta rasio pembayaran bunga (interest coverage ratio) masih kuat di kisaran 4-6 kali.

Untuk memperkuat posisi keuangan, PTRO berhasil menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 1,5 triliun, yang dialokasikan untuk pembelian material, operasional alat berat, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional lainnya.

Menurut Tristan Elfan Z.R, analis Henan Putrihai Sekuritas, PTRO memiliki portofolio yang terdiversifikasi di sektor pertambangan, rekayasa, konstruksi, dan logistik, dengan kontrak jangka panjang hingga 2032. Ia juga mencatat bahwa sinergi dengan CUAN memberi PTRO akses pendanaan lebih mudah, memungkinkan ekspansi proyek yang lebih besar. PTRO juga berencana mendirikan PT Petrosea Infrastruktur Nusantara untuk memperkuat integrasi bisnis di Kalimantan Tengah dan Indonesia Timur. PTRO diproyeksikan mencatat pendapatan US$ 1,04 miliar dengan laba bersih US$ 85,40 juta pada tahun ini.

Pertumbuhan Modal Naik, Tapi Kelas Masih Jauh

Hairul Rizal 20 Feb 2025 Kontan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank kelompok modal inti (KBMI) 3 untuk naik kelas ke KBMI 4, yang memerlukan peningkatan modal inti di atas Rp 70 triliun. Bank-bank besar di KBMI 4 terus memperkuat modalnya, dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai pemimpin dengan Rp 241 triliun pada 2024, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Rp 239,47 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk Rp 229,93 triliun.

Di kategori KBMI 3, PT Bank Permata Tbk menjadi yang terbesar dengan modal Rp 50,99 triliun, diikuti oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan Rp 46,38 triliun per September 2024.

Taswin Zakaria, Wakil Ketua Umum Perbanas IV, menilai bahwa dorongan regulator ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi perbankan nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa penambahan modal harus diperhitungkan dengan matang, mengingat modal merupakan sumber dana termahal bagi perusahaan.

Taswin juga menyoroti bahwa bank-bank besar sudah memiliki skala operasi dan penetrasi pasar yang luas, sehingga sulit bagi bank menengah mengejar mereka dengan mudah. Ia menyarankan agar pertumbuhan modal inti dilakukan secara organik.

Muljono Tjandra, Direktur Keuangan Bank Danamon, menyatakan bahwa penambahan modal bisa dilakukan secara organik maupun non-organik. Saat ini, modal inti Bank Danamon mencapai Rp 36,12 triliun, naik dari Rp 34,15 triliun pada 2023.

Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia, menilai modal bank masih sehat setelah mendapat suntikan modal Rp 6,7 triliun dari induk, sehingga modal inti mencapai Rp 32,4 triliun per Maret 2024.

Dorongan OJK ini akan membuat bank KBMI 3 mempertimbangkan strategi peningkatan modal agar dapat naik ke level KBMI 4, baik melalui pertumbuhan organik maupun suntikan modal dari pemegang saham.

Indonesia Gabung BRICS: Membuka Peluang Ekonomi, Hadapi Tantangan Geopolitik dan Fiskal

Mursito Nugroho 20 Feb 2025 Tim Labirin

Jakarta – Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025. Keanggotaan ini menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia bersama negara-negara berkembang besar seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Masuknya Indonesia ke dalam BRICS membawa sejumlah peluang strategis sekaligus risiko yang perlu diantisipasi.

Dari sisi peluang, BRICS memberikan akses pasar yang lebih luas, khususnya ke negara-negara berpopulasi besar seperti Tiongkok dan India. Data menunjukkan ekspor Indonesia ke negara anggota BRICS mencapai lebih dari 30 persen dari total ekspor nasional. Selain itu, Indonesia berpotensi mendapatkan pembiayaan infrastruktur melalui New Development Bank (NDB), serta memperkuat kerja sama teknologi dan inovasi lintas negara.

Dalam sektor perpajakan, BRICS membentuk BRICS Tax Authorities Forum yang membuka peluang kerja sama pajak internasional, termasuk pertukaran informasi dan harmonisasi kebijakan perpajakan digital. Masuknya investasi asing dari negara BRICS juga diprediksi mendongkrak penerimaan pajak Indonesia dari sektor manufaktur, energi, dan UMKM.

Namun, keanggotaan ini juga mengandung sejumlah kerawanan. Ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok dan risiko ketegangan dengan Amerika Serikat bisa berdampak pada stabilitas perdagangan dan ekspor Indonesia. Amerika bahkan telah mulai menaikkan tarif impor terhadap beberapa negara BRICS, yang bisa memicu perang dagang global.

Selain itu, Indonesia juga harus menanggung kewajiban kontribusi keuangan kepada BRICS, termasuk pada instrumen seperti CRA dan NDB, yang bisa menambah beban fiskal. Perbedaan kepentingan antaranggota BRICS juga dapat menghambat pengambilan keputusan yang menguntungkan Indonesia.

Pemerintah diharapkan menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif dan melakukan evaluasi berkala terhadap dampak ekonomi dan fiskal keanggotaan ini.


Sektor Swasta Memainkan Peran Kunci Untuk Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 19 Feb 2025 Investor Daily (H)
Sektor swasta memainkan peran kunci  untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Indonesia sebesar 8% pada tahun 2029. Rencana pendirian Danantara,  sovereign wealth fund dengan  aset under management (AUM) senilai Rp9 triliun akan menjadi loncatan untuk menarik lebih banyak modal swasta ke Indonesia. Tercatat Incremental  Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia berada di angka 6,6%, yang berarti setiap 1%  pertumbuhan PDB membutuhkan 6,6% pertumbuhan investasi, ;lebih tinggi dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam dan malaysia. Pemerintah sebelunnya telah menetapkan target pertumbuhan investasi, lebih tinggi dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam dan Malaysia. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029, yang dodorong oleh belanja  pemerintah yang lebih efisien dan upaya untuk menarik inevstasi berkualitas lebih. Menurut Badan Kooridnasu Penanaman Modal target ini membutuhkan pertumbuhan investasi tahunan sebesar 16% pada tahun 2025-2029. Pemerintah berupaya menarik investasi sebesar Rp 1.905 triliun pada tahun ini. Pada tahun 2029, Indonesia menargetkan untuk menarik investasi sebesar Rp3.414 triliun. (Yetede)

Pilihan Editor