;

Pendapatan Jasa Marga Berpeluang Naik Signifikan

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Investor Daily (H)

Pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dari sektor jalan tol berpeluang naik signifikan seiring terjadinya lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2022. Hingga akhir 2021, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang total 1.246 KM yang merupakan 51% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Direktur  Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga, Ade Wahyu mengungkapkan, pihaknya sedang menghitung proyeksi kinerja keuangan hingga akhir tahun sejalan  dengan terjadinya lonjakan  arus mudik dan arus balik Lebaran 2022. "Kami sedang hitung. Kalau (proyeksinya) dihitung sekarang kan tanggung. Kami hitung nanti sampai arus mudik selesai supaya mendapatkan gambaran yang pas," tutur Ade, menjawab Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Ade menjelaskan, hingga kuartal 1-2022, emiten jalan tol pelat merah tersebut memproyeksikan pendapatan dari jalan tol meningkat di atas 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. (Yetede)

MNC Sekuritas: Saham Dian Swastatika Makin Prospektif

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Investor Daily (H)

Senior Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana  memprediksi, secara moving average convergence divergence (MACD), saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) makin  prospektif dan berpeluang  menguatkan ke area positif. MCN Sekuritas melihat, dari sisi teknikal pergerakan  DSSA sedang dalam fase kecenderungan menurun (downtrend) dengan volume yang cenderung kecil. Seorang analis yang akrab dipanggil Didit pun menginformasikan, pelaku pasar dapat bertahan untuk tidak  menjual saham DSSA dengan memperhatikan level support Rp27.800 dan resistance Rp34.000. Keputusan DSSA mengakuisisi perusahaan tambang Australia turut dinilai sebagai langkah tepat oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep)  Bisman Bakhtiar. "Aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif, mengingat dalam beberapa tahun kedepan  komoditas batu bara akan tetap mempunyai nilai ekonomi tinggi. Potensi keuntungan dan nilai tambah  akan tetap besar karena Australia dikenal sebagai negara produsen besar batu bara berkualitas tinggi," jelas Bisman kepada Investor Daily. (Yetede)

Rp 258 Triliun Dana Mudik

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Investor Daily (H)

Dana pemudik diperkirakan  menembus Rp 258 triliun pada Lebaran tahun ini, tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi tahun 2019. Daya ungkitnya luar biasa  dalam menggerakkan ekonomi daerah, lantaran mendongkrak penjualan makanan dan minuman, okupansi penginapan, kunjungan ke mal, serta menggairahkan pariwisata. Selain itu, dana diberikan untuk membantu sanak saudara. Dana tersebut dibawa 85 juta orang yang pulang kampung  tahun 2022, melonjak setelah pemerintah mengizinkan mudik Lebaran tahun ini, atau pertama kali dibolehkan sejak pandemi  terjadi 2020. Asumsinya,14 juta pemudik dari Jabodetabek spending rata-rata Rp 4,2 juta atau tertinggi. "Pemudik dari jabodetabek daya belinya tinggi, mereka bisa spending Rp 4 juta atau bahkan Rp 5 juta  rata-rata. Sedangkan dari Jatim sedikit lebih rendah, sekitar Rp 4 juta. Untuk daerah lain Rp 2,5 juta atau bisa Rp 3 juta," kata peneliti Indef Eko Sulistiyanto kepada Investor Daily, Kamis (5/5) malam. (Yetede)

Siaga Jalur Alternatif Menampung Arus Balik

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

Pemerintah menyiapkan sejumlah jalan alternatif untuk arus balik Lebaran. Kepada Tempo, kemarin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan jalur alternatif  ini disiapkan untuk menunjang penerapan rekayasa lalu lintas satu arah alias one way menuju Jakarta serta arus kendaraan menuju Jawa tengah. Menurut Budi, jalur alternatif itu merupakan jalan yang pararel dengan jalan tol. "Saat one way berlaku dari Jawa Tengah ke Jakarta, pengendara dari Jakarta yang menuju ke arah Jawa tengah harus lewat jalan arteri ini," kata dia. Budi mengatakan jalur alternatif itu perlu disiapkan lantaran nantinya akan menanggung dua beban. Beban pertama adalah para pemudik sepeda motor yang akan kembali ke Jakarta. Beban kedua adalah pengendara mobil yang tidak bisa melalui jalan tol  untuk menuju ke arah timur. (Yetede)

Mencegah Neraka Berulang di Jalur Penyeberangan

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

Lautan mobil akan terbentuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai hari ini. Mengacu pada data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), terdapat 760 ribu orang dan 180 ribu kendaraan yang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera lewat Pelabuhan Merak pada masa mudik Lebaran 2022 ini. Pada puncak arus mudik, Sabtu, 30April lalu, terdapat 20 ribu mobil dan 14 ribu sepeda motor yang menyeberang dari Merak. Semuanya terjebak dalam antrean panjang hingga 19 km dan memakan waktu hingga 12 jam. Tanpa pengaturan tambahan, neraka mudik tersebut bisa terulang di Pelabuhan Bakauheni. Hingga kemarin, arus kendaraan dari berbagai kota di Sumatera menuju Bakauheni, yang berlanjut perjalanan menuju Jakarta, mulai meningkat. Menurut Wakil Kepala Polri, Komisaris Jendral Gatot Addy Pramono, seperti dilaporkan Antara, kemarin, "Angka itu masih dalam keadaan normal," katanya. (Yetede)

Menangani Ancaman Wabah Hepatitis Akut

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

Pemerintah jangan sampai salah langkah dalam menyampaikan informasi mengenai ancaman wabah penyakit hepatitis akut, karena masyarakat masih jenuh dengan segala tetek bengek pandemi. Yang terbaik adalah sampaikan fakta penyakit ini sejelas-jelasnya, sebaik-baiknya. Ancaman ini nyata adanya, jangan pernah lagi menyangkal sepert yang dilakukan  di awal pandemi Covid-19 pada 2020. Sejak WHO mengumumkan kejadian luar biasa hepatitis akut ini pada 15 April, kasusnya semakin banyak ditemukan. Hingga 1 Mei, setidakya 228 kasus di 20 negara. Terakhir Indonesia melaporkan ada tiga kasus. Tentu saja ini bukan yang sebenarnya. Sebab, dalam hal wabah baru, jumlah yang terhitung mengikuti fenomena puncak gunung es. Yang ketahuan sedikit, yang sebenarnya berkali lipat jumlahnya. Di Jawa Timur saja, per 4 Mei 2022 telah ditemukan 114 kasus penderita dengan gejala jaundice (kekuningan) akut di 18 kabupaten/kota.

Kencang Arus Uang Lebaran

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

Sejumlah kalangan memperkirakan peredaran uang pada Lebaran 2022 akan sangat tinggi. Perputaran dana ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II. Ekonom dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, memperkirakan satu orang bisa menghabiskan rata-rata 3 juta selama Lebaran. Dengan asumsi sejumlah pemudik pada tahun ini mencapai 85 juta orang, dia memperkirakan uang beredar di masa Lebaran 2022 mencapai Rp 255 triliun. "Dampaknya pada produk domestik bruto (PDB) 0,1-0-15% dari baseline" kata dia, kemarin. David berharap efek peredaran uang terasa signifikan  dari kota besar hingga ke daerah sehingga bisa memicu pemulihan ekonomi khususnya bagi UMKM. Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengatakan peredaran uang pada masa Lebaran 2022 bisa naik lebih dari 60% dari tahun lalu atau mencapai Rp250 triliun. Menurut dia, kenaikan jumlah uang beredar kali ini  dipicu oleh pembayaran THR secara penuh oleh pegawai swasta. (Yetede)

Bersiasat Urai Kemacetan di Jalur Penyeberangan

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

Pemerintah menyiapkan pelabuhan alternatif untuk mengurai kemacetan parah saat terjadi arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan beban trayek penghubung antara pulau Sumatera dan Pulau Jawa itu akan dibagi ke dua Pelabuhan. Dua Pelabuhan itu, kata Budi, adalah Pelabuhan Panjang di Lampung yang terhubung dengan Pelabuhan Ciwandan di Banten. "(Penggunaan Pelabuhan alternatif) diharapkan dapat melancarkan pergerakan kendaraan dan penumpang dari Bakauheni menuju Merak, karena sudah relatif lengang," kata dia kemarin. PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan puncak arus balik pemudik dari Sumatera ke Jawa terjadi pada Ahad mendatang. Pada saat itu total penyebrangan, baik pejalan kaki maupun yang berkendaraan, mencapai 228,331 orang atau naik 27% dibandingkan periode serupa pada 2019. (Yetede)

Jangan Longgarkan Remisi Koruptor

Yuniati Turjandini 06 May 2022 Tempo (H)

PEMBERIAN Remisi kepada Koruptor seperti bekas Gubernur  Banten Atut Chosiyah dan bekas Jaksa Pinangki Sirna Malasari, menunjukkan sikap pemerintah yang  kian lunak  terhadap pemberantasan korupsi. Mengurangi masa kurungan para terpidana korupsi akan meniadakan efek jera hukuman atas kejahatan luar biasa tersebut. Tengoklah kejahatan Atut dan Pinangki, Atut divonis 5 tahun 6 bulan penjara dalam tiga kasus korupsi yang merugikan keuangan negara hingga puluhan miliar rupiah. Adapun Pinangki, yang menerima suap Rp 6,6 miliar dari terpidana Joko Tjandra untuk meloloskan dia dari jerat hukum, dihukum 4 tahun penjara. Seolah-olah kejahatan mereka tidak membawa  kerusakan pada perekonomian maupun tatanan hukum, pemerintah memberikan remisi satu bulan kepada keduanya pada Lebaran, Mereka mendapat remisi bersama koruptor lain, termasuk bekas Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin. Biang kerok pemberian remisi untuk koruptor adalah putusan Mahkamah Agung pada Oktober 2021 atau uji materi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012. (Yetede)

Krisis Pangan, 193 Juta Orang Tak Punya Cukup Makanan

Yoga 05 May 2022 Kompas

Tak ada cukup makanan untuk disantap setiap hari. Itulah yang dihadapi 193 juta orang di 53 negara sepanjang tahun 2021. Diperkirakan tahun ini jumlahnya bakal bertambah akibat kombinasi tiga faktor ”pahit”, yakni konflik, cuaca ekstrem, dan dampak pandemic Covid-19. Situasi ini tergambar dalam Laporan Global Krisis Pangan yang dirilis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Uni Eropa, Selasa (3/5). Tren yang muncul dalam laporan dari tahun ke tahun sungguh mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan itu naik 20 % atau 40 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan itu menyebutkan, krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19 memukul 30,2 juta orang di 21 negara. Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerawanan pangan akut yang menimpa 23,5 juta orang di delapan negara Afrika. Selama enam tahun terakhir, kerawanan pangan berlipat ganda. PBB mendefinisikan kerawanan pangan akut sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengonsumsi cukup makanan untuk menopang hidupnya. ”Ini kelaparan yang bisa menyebabkan kematian,” sebut FAO.

Perang di Ukraina bakal memperburuk situasi karena produksi pangan global terganggu. Perang berisiko ”menjerumuskan” Somalia, Etiopia, Haiti, Afghanistan, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman ke dalam krisis yang lebih gawat karena mereka bergantung pada Ukraina dan Rusia untuk gandum, pupuk, dan suplai makanan lain. Tahun 2021, Somalia memperoleh 90 % gandum dari Rusia dan Ukraina. RD Kongo menggantungkan 80 % kebutuhan gandum dan Madagaskar mengimpor 70 % makanan pokok dari kedua negara yang berkonflik itu. Bisa dibayangkan kala lebih dari dua bulan terakhir pasokan itu terganggu, kata Direktur Kantor Kedaruratan dan Ketahanan FAO Rein Paulsen. ”Apabila tidak ada upaya lebih besar untuk mendukung komunitas perdesaan, skala kelaparan dan hilangnya penghidupan akan mengerikan. Aksi kemanusiaan dalam skala besar amat diperlukan untuk mencegahnya,” sebut PBB. FAO menyatakan perlu setidaknya 1,5 miliar USD guna menstabilkan dan meningkatkan produksi pangan lokal di wilayah berisiko, terutama saat musim tanam dimulai. (Yoga)


Pilihan Editor